Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 31. Petunjuk


__ADS_3

Tiga minggu sudah Fano di luar kota dan keadaan ibu Lena sudah membaik walau luka yang ada dalam tubuh ibu Lena masih meninggalkan bekas. Selama Fano sibuk dengan urusan perusahaan di luar kota, sebisa mungkin Fano menyempatkan diri untuk mengabari Dakota untuk mengetahui keadaan istrinya itu walau hanya lewat pesan singkat.


Dakota memahami keadaan suaminya yang memang sibuk dan maklum akan hal itu. Dakota juga sibuk dengan proyek kerjasama dan kegiatan mancanegara dari Sanggar Elaya membuat Dakota sangat dikejar-kejar oleh waktu.


Kebetulan hari Sabtu ini Dakota akan pergi ke Sanggar Elaya, Dakota berencana mencari kontak Mr.Gipi untuk menanyakan konsep untuk Kegiatan Mancanegara yang akan diadakan dua minggu lagi.


“Drt ... drt ....” handphone Dakota berbunyi pertanda pesan masuk baru, namun dari nomor baru. Dakota langsung membaca pesan masuk itu.


{+62 8022 5368 xxx. 06.00. “Deren, temuilah saya pagi ini pukul 09.30 wib di Restoran x. By: Mr. Gipi}.


Dakota sangat terkejut membaca pesan masuk itu, setahunya Mr. Gipi biasanya mengirimkan pesan pada manajer Sanggar Elaya yang ada di Malang melalui email atau kotak pos.


“Ah, kenapa beliau mengundangku ke Restoran x? bukankah dia harus menutup identitasnya? apa aku boleh menunjukkan identitasku? atau mungkin karena aku Manajer dari Sanggar Elaya ya, apa baiknya Yohana tidak kuajak” gumam Dakota penuh pertanyaan.


“Tapi, ini kesempatanku setidaknya aku mendapatkan sedikit petunjuk. Aku harus segera bersiap-siap” batin Dakota lagi.


Dakota langsung mempersiapkan diri untuk pergi ke Restoran x sesuai dengan isi pesan masuk. Namun sebelum berangkat Dakota mengabari sahabatnya Yohana, bahwa dia akan kesiangan datang ke Sanggar. Yohana memaklumi sahabatnya yang sibuk itu.


# Restoran X


“Tuan Muda” bisik Eveno pada Haris.


“Kenapa?” tanya Haris pada manajernya yang baru saja memesan makan untuk menunggu kedatangan Dakota.


“Sepertinya kedatangan kita kali ini belum tepat Tuan Muda” bisik Eveno.


“Apa maksudmu?” tanya Haris.


“Ada yang mengawasi kita Tuan Muda, mungkin mereka suruhan Nyonya Besar, apa sebaiknya Tuan Muda tunda saja pertemuan ini?” ucap Eveno.


“Mak Lampir ini sangat penasaran dengan apa yang kulakukan akhir-akhir ini. Hah, bahkan menyuruh orang untuk memata-mataiku” batin Haris melihat sekitar lokasi Restoran X.


“Bergeraklah seperti biasa, kita tidak boleh langsung pergi dari sini, minimal kita menikmati hidangan dulu” ucap Haris duduk santai dikursinya seperti tidak terjadi apa-apa.


“Tapi Tuan Muda, 30 menit lagi waktu pertemuan anda dengan Nyonya Dakota” bisik Eveno.


“Aku akan cancel, akan kukirim pesan pada Dakota” ucap Haris.


“Baiklah Tuan Muda” ucap Eveno duduk dikursi depan menghadap Haris.

__ADS_1


"Aku harus mengabari kakek untuk menemui Dakota" batin Haris.


Setelah mengirimkan pesan pada Dakota bahwa Haris mengcancel pertemuan mereka, Dakota membalas pesannya ok saja, membuat Haris merasa bersalah, ia beranggapan bahwa Dakota pasti sangat kecewa padanya.


Mereka menikmati hidangan mereka dan bergerak seperti biasa. Dakota yang sudah diperjalanan untuk menuju Restoran x, setelah membaca pesan cancel pertemuan itu membuatnya langsung kembali menuju Sanggar Elaya. Ketika Dakota sampai di Sanggar Elaya, dia sangat terkejut melihat keberadaan kakeknya sudah berbincang-bincang dengan Yohana.


“Kakek” ucap Dakota mengampiri kakeknya.


“Beb, kau sudah tiba” ucap Yohana.


“Tepat sekali kau sudah tiba, 30 menit yang lalu aku dikabari untuk bertemu denganmu disini. Duduklah” ucap Pak Admidjaya.


“Ada apa kek, kenapa kakek tiba disini tanpa menghubungiku” ucap Dakota sudah duduk di Sofa.


“Ada hal penting yang ingin kubicarakan denganmu” ucap Pak Admidjaya melihat situasi.


“Apakah aku mengganggu pembicaraan kalian, kalau iya untuk sementara aku akan pergi” ucap Yohana membaca situasi.


“Tidak perlu kau pergi, kau juga akan terlibat dengan Sanggar Elaya, dan aku yakin kau orang yang bisa dipercaya” ucap Pak Admidjaya mencegah Yohana untuk tetap duduk di Sofa.


“Ah, iya beb. Kita sudah menjadi bagian dari Sanggar Elaya, duduklah disini” ucap Dakota.


“Baiklah kakek, terima kasih sudah percaya padaku” ucap Yohana.


“Bagaimana dengan penari dari Malang? Apakah mereka ikut serta?” tanya Dakota terlebih dahulu.


“Iya kek, apakah mereka juga ikut terlibat dalam acara Mancanegara kali ini? Mengingat kami juga dulu ikut bergabung dengan penari dari Jakarta” ucap Yohana menimpali.


“Tidak, Sanggar yang ada di Malang sudah dikukuhkan menjadi Sanggar biasa sebagai wadah formal, mereka berlatih untuk event-event biasa saja” ucap Pak Admidjaya.


“Kenapa bisa begitu kek?” tanya Dakota heran.


“Selama ini akulah yang mengawasi Sanggar itu, tapi lokasi Sanggar sudah diketahui oleh seseorang saat kau (Dakota) mengalami insiden di SMA. Karena Sanggar Elaya yang ada di Malang memang terbuka untuk umum dalam hal bergabung, tapi untuk kerahasiaan pribadi penari untuk acara Mancanegara harus dijaga. Karena aku sudah tidak bisa mengawasi yang ada di Malang dan aku yakin penari yang ada di Jakarta ini tidak akan mengecewakan. Aku menutup program acara Mancanegara untuk mereka, dan menjadikan Sanggar sebagai tempat umum untuk penari-penari biasa” ucap Pak Admidjaya.


“Oh, begitu ya kek” sahut Yohana.


“Berarti, sepenuhnya untuk acara kali ini kami yang bertanggung jawab untuk konsepnya kek” ucap Dakota.


“Iya, betul. Lakukan konsep tarian India, karena tamu yang sangat berpengaruh itu dari Perusahaan Reliance Industries. Kakek mendengar beliau sangat menyukai tarian India” ucap Pak Admidjaya.

__ADS_1


“Jadi pebisnis dari Reliance Industries yang akan bekerjasama dengan perusahaan Reinhard Group. Kenapa ini sangat kebetulan, apakah suamiku akan ikut dalam acara itu? Kalau iya bagaiman aku akan menghadapinya, dia belum mengetahui aku sebagai penari” batin Dakota.


“Jadi kami akan melakukan tarian India ya kek” ucap Yohana.


“Ya, Namun kali ini aku ingin kalian berdua bekerja sama” ucap Pak Admidjaya.


“Bekerja sama, maksud kakek apa?” tanya Dakota.


“Untuk acara kali ini, pebisnis dari Reliance Industries sudah sering bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar yang ada di Indonesia, tentunya akan banyak pebisnis Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam acara ini termasuk suamimu Fano (Dakota)” ucap Pak Admidjaya.


“Apa, jadi bagaimana Dakota akan menyembunyikan identitasnya. Pastinya Fano akan mengenalinya” ucap Yohana tidak percaya.


“Tepat sekali dengan tebakanku” batin Dakota.


“Itu hal mudah, kalian pakai mask eyes seperti biasa, dia tidak akan mengenali kalian. Yang perlu kalian awasi kali ini adalah Mr.Pich. Bekerja samalah kalian berdua untuk mendekati Mr. Pich karena dari beliaulah kalian akan mendapatkan informasi tentang Mr. Ela” ucap Pak Admidjaya.


“Apa?” ucap Dakota terkejut.


“Kakek, baru kali ini kami mendengar nama Mr. Pich, sebelumnya belum ada tamu dengan nama samaran Mr. Pich” ucap Yohana.


“Mr.Pich sangat dekat dengan pebisnis dari Reliance Industries, dia akan hadir saat acara Mancanegara. Data dari Mr. Pich ini sangat rahasia, tidak diketahui dari perusahaan mana dia berasal, dan dia selalu memakai topeng menutup semua penampilan wajahnya tidak memakai mask eyes. Kalian akan mudah mendekatinya nanti karena hanya dia yang memakai topeng wajah dan satu pesanku saat mendekatinya jangan sampai kalian minum minuman yang diberikan olehnya, sebisa mungkin kalian tahan, dia termasuk pria yang liar dan kejam” ucap Pak Admidjaya.


“Kalau dia pria yang liar dan kejam, kenapa kakek menjerumuskan aku dan Yohana untuk mendekatinya” ucap Dakota khawatir.


“Bukankah kau ingin mengetahui tentang Mr. Ela, dia akan memberikan informasi mengenai Mr.Ela” ucap Pak Admidjaya.


“Baiklah kami akan melakukan apa yang kakek perintahkan” ucap Dakota.


“Aku sudah mengatakan apa yang aku katakan, untuk selanjutnya kita akan bertemu lagi” ucap Pak Admidjaya mengakhiri pembicaraan mereka.


“Semoga saja kalian berhasil mendekati Mr.Pich” batin Pak Admidjaya.


Setelah kepergian Pak Admidjaya, Dakota dan Yohana berlatih untuk konsep acara Mancanegara yang akan dilaksanakan dua minggu lagi.


BRSAMBUNG...........


Hai Reader Wanita Presdir. Terima kasih sudah mampir.😊


Mohon like dan komentarnya ya, untuk membangkitkan semangat penulis. Semoga Terhibur.🙏🌹

__ADS_1


Jangan lupa Vote juga😊


See You🙋🙋🙋


__ADS_2