Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 71. Bersaing dengan Anak Kecil


__ADS_3

# Kediaman Reinhard


Fano pulang dari kantor lebih cepat dari biasanya, jam dia pulang sama dengan jam karyawannya. Ternyata dirumah itu sudah tiba anak dari teman ibu Lena, berkunjung kerumah.


“Fano, tumben kamu pulang sore nak” ucap ibu Lena, dia melihat Fano dan Naon sudah tiba di rumah.


“Kak Ami, kenapa tidak mengabari kalau berkunjung kerumah” tanya Fano menghampiri ibu Lena dan Ami.


“Kejutan bukan, kebetulan suamiku lagi ada urusan bisnis di Jakarta, aku mampir kesini” jelas Ami.


“Kak, anakmu sudah besar ternyata” ucap Fano melihat istrinya sudah bermain dengan anak Ami di ruang tamu.


“Kau sih tidak tau, janji datang saat Anton lahir, ternyata gak kunjung datang, saat ini usianya sudah 5 tahun” ucap Ami kesal dengan Fano. Fano hanya tersenyum menghadapi kekesalan Ami. Fano sangat akrab dengan Ami. Ami merupakan senior Fano sewaktu SMP dulu, bahkan Ami harus mengirimkan surat cinta pada Fano dari perempuan-perempuan yang mengejar Fano, dia sebagai perantara karena perempuan-perempuan itu tau bahwa Ami dekat dengan Fano.


“Lihat, mereka terlihat akrab bukan” ucap ibu Lena melihat Dakota bermain dengan Anton, mereka duduk dilantai, Dakota menemani Anton bermain mobil-mobilan.


“Aku tidak menyangka kau sudah menikah, cepatlah berikan cucu pada tante, supaya Anton ada teman saat berkunjung nanti” jelas Ami melirik ibu Lena.


“Itu pasti, dengar saja kabar dari aku nanti” ucap Fano. Ibu Lena dan Ami senyum-senyum mendengar ucapan Fano. Fano langsung beranjak menghampiri istrinya.


Fano sudah mendengar suara Anton.


“Tante cantik, awas nanti kakimu luka” ucap Anton mengelus lutut Dakota. Dakota hanya senyum-senyum melihat tingkah Anton.


“Anton, ini tidak akan sak..” ucapan Dakota terpotong oleh Fano.


“Hai Anton ....” teriak Fano memeluk Anton. Dakota sangat terkejut, ternyata suaminya itu sudah pulang.


“Om, jangan peluk aku” bentak Anton. Kening Fano mengernyit, dia langsung melepas pelukannya dari Anton.


“Kenapa anak kecil” tanya Fano melirik istrinya.


“Nanti wangi tante cantik ini hilang dari tubuhku” ucap Anton, dia kembali memeluk Dakota. Dakota langsung menangkap tubuh Anton.


“Anak kecil kau sudah nakal ya” ucap Fano melepas Anton dari pelukan Dakota. Fano langsung memeluk Dakota. Dakota melihat wajah Anton semakin sedih dan mulai cemberut. Sementara Fano menatap Anton dengan tatapan bermusuhan.


“Kenapa mereka berdua terlihat bermusuhan” batin Dakota memandangi Fano dan Anton.


“Om, kau sangat jahat dengan anak kecil” ucap Anton memukul punggung Fano.


“Aku memeluk istriku sendiri, kau mau apa” ucap Fano kesal.


“Apa? istri? tante cantik, kau sudah punya suami, tadi kau bilang akan menikah denganku” ucap Anton polos.


“Astaga, aku mengiyakan karena dia masih kecil, aku tidak menyangka anak kecil bisa seserius ini” gumam Dakota. Fano menikmati pelukannya, sementara Anton tetap melayangkan tangannya memukuli punggung Fano yang tidak terasa sakit bagi Fano.

__ADS_1


“Suamiku, kenapa kau membuat anak kecil marah” ucap Dakota melepas pelukan suaminya.


“Kau tidak dengar, dia akan menikahimu” ucap Fano.


“Kau sudah setua ini, masih bersaing dengan anak kecil” ucap Dakota menarik tubuh Anton.


“Anton, kamu harus mandi, yuk tante akan memandikanmu” ucap Dakota menggendong Anton. Anton tersenyum lepas mengejek Fano dipelukan Dakota.


“Tunggu, kau kasih saja Anton pada kak Ami, biar dia yang memandikan anaknya” ucap Fano menarik Anton dari pelukan Dakota. Fano sudah menggendong Anton dan memberikannya pada Ami.


“Ya ampun, kenapa dia begitu pada anak kecil” gumam Dakota geleng-geleng kepala.


“Fano, Anton sudah bisa jalan, kenapa kau menggendongnya” ucap Ami menerima tubuh Anton dari pelukan Fano.


“Dia masih kecil kak, sudah sewajarnya aku menggendongnya” ucap Fano, tatapan Fano tajam pada Anton. Melihat tatapan tajam Fano membuat Anton menangis.


“Mamaaaaaaaa ... ha ... ang ....” tangis Anton meledak memeluk mamanya.


“Kenapa sayang, Fano apa kamu membentaknya” ucap Ami menatap Fano.


“Buat apa aku membentak anak kecil kak, hei lelaki tidak boleh menangis” ucap Fano berdalih.


“Om itu merebut tante cantik dariku ma” ucap Anton.


“Suamiku, kamu baru saja kembali dari kantor. Sebaiknya kamu mandi juga” ucap Dakota menarik Fano untuk menjauhi Anton.


Dakota langsung memeluk lengan Fano, namun Fano berbalik badan lalu tersenyum mengejek pada Anton, mereka beranjak menuju kamar, melihat senyuman Fano membuat Anton yang masih kecil polos kembali menangis.


“Ha ... aaa mama ....” tangis Anton kembali.


“Anton sayang, om Fano itu orangnya baik kok” ucap ibu Lena menenangkan Anton.


“Kenapa Fano terlihat kekanakan, bagaimana nanti kalau dia punya anak laki-laki juga, apa dia akan cemburu pada anaknya karena merasa tersaingi” batin ibu Lena.


“Tante, sejak Fano datang Anton jadi menangis, nanti kamu tidak usah dekat dengan om Fano ya sayang” ucap Ami memeluk anaknya.


Sesampainya di dalam kamar Fano.


“Suamiku sebaiknya kamu langsung mandi” ucap Dakota melepas jas dan dasi Fano.


“Kau tidak memandikan aku?” tanya Fano pada istrinya.


“Kenapa aku harus memandikanmu, kamu bisa sendiri” ucap Dakota, dia sudah melepas kemeja Fano. Fano langsung memeluk tubuh istrinya.


“Sayang, tadi kau sangat semangat ingin memandikan Anton” ucap Fano manatap wajah istrinya.

__ADS_1


“Suamiku, Anton itu anak kecil yang imut, siapa yang tidak mau memandikan dia” ucap Dakota mengalihkan pandangannya kesembarang arah.


“Tadi pagi dia sangat bersemangat merayuku, kenapa sekarang dia terlihat malu” batin Fano.


“Apa salahnya, aku meminta istriku untuk memandikan aku” ucap Fano.


“Segeralah mandi, aku harus bantu beres-beres, keluarga kak Ami akan makan malam di rumah” ucap Dakota melepas pelukan Fano.


“Ya ya, aku akan mandi” ucap Fano menuju kamar mandi.


“Apa dia kesal padaku” batin Fano.


# Meja Makan


Fano sudah melihat istrinya berdandan, membuat istrinya itu terlihat berbeda dari biasanya. Bahkan rambut istrinya itu tergerai panjang jatuh kebawah.


Ternyata suami dari Ami masih sibuk tidak bisa ikut bergabung di meja makan, acara makan malam itupun berlangsung.


“Tante, ini semua masakan tante” tanya Anton melahap makanan yang ada dihadapannya.


“Anak kecil tidak boleh mengoceh saat makan” ucap Fano melirik Anton.


“Hum ....” ucap Anton ketus. Sementara ibu Lena sudah melirik pada Fano. Pandangan Dakota serba salah, dia masih melihat tatapan bermusuhan antara Fano dan Anton. Ami hanya menggelengkan kepala melihat Fano dan Anton terlihat tidak akur.


Tidak berapa lama mereka selesai makan. Mereka sudah duduk di ruang tamu menunggu suami Ami menjemput keluarga kecilnya.


“Nenek, aku akan pulang, nanti jangan rindu padaku ya” ucap Anton pada ibu Lena dia sudah duduk dipangkuan ibu Lena. Ibu Lena tersenyum lebar mendengar ucapan Anton.


“Kau tidak perlu khawatir pada mamaku, bentar lagi istriku akan mengandung juga” ucap Fano menyandarkan kepalanya kepundak Dakota. Wajah Dakota semakin malu mendengar ucapan Fano. Fano malah bertingkah manja dihadapan mamanya dan dihadapan Ami serta Anton. Fano sudah menggenggam tangan Dakota dihadapan mereka.


“Fano kamu jangan hanya asal ucap saja, kamu begitu sibuk dengan pekerjaanmu, akan sulit berduaan dengan istrimu, selagi ada waktu berdua manfaatkan waktu yang ada. Jangan seperti aku, suamiku sangat sibuk, aku mendapatkan Anton di tahun ke 3 kami menikah. Bentar lagi aku akan balik, aku tidak tau kapan bisa berkunjung lagi kesini. Aku hanya berharap pada kalian berdua segeralah berikan tante cucu, dia sudah setua ini sudah sewajarnya menimang cucu, bukan begitu tante” ucap Ami memeluk ibu Lena. Ibu Lena balas memeluk Ami.


“Ami, Fano sudah mengatakan bahwa istrinya akan segera mengandung, tante sudah senang mendengar kabar dari Fano” ucap ibu Lena.


Fano dan Dakota sangat terkejut mendengar ucapan Ami. Bila diingat kembali, Fano sangat sibuk dengan pekerjaannya, saran dari Ami ada juga benarnya.


Tidak berapa lama suami Ami sudah datang menjemput mereka. Mereka langsung pamit karena malam juga semakin larut, bahkan Anton sudah tertidur lelap. Selesai mengantar kepergian keluarga kecil Ami, Fano dan Dakota langsung beranjak ke kamar mereka.


BERSAMBUNG.........


Hai Pembaca setia Wanita Presdir, tetap dukung novel ini ya untuk up lanjutan nya jadiin Favorite dan Vote ya,


Jangan lupa like dan komentar,😘


See you 🙋🙋🙋

__ADS_1


__ADS_2