Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 122


__ADS_3

Saat Fano beranjak keluar dari kamarnya, Fano tidak lupa untuk memerintahkan Siti dan bodyguard tetap berjaga di kediaman Reinhard.


“Presdir” ucap Siti menghadap pada Fano.


“Pastikan semua orang tidur dengan baik, atur sip ganti bodyguard untuk berjaga” ucap Fano pada Siti.


"Baik Presdir, siapa yang akan mengantarkan Presdir?” ucap Siti bertanya pada Fano.


“Paman Mail akan bersama denganku kesana” ucap Fano. Siti langsung mengangguk melihat kepergian Fano keluar dari kediaman Reinhard.


Dakota yang sudah penasaran pada Fano karena sudah larut malam masih pergi juga bahkan memakai jaket. Dakotapun langsung beranjak keluar dari kamar menyusul Fano dan menguping pembicaraan suaminya dengan Siti. Namun Dakota tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang ada dihatinya yaitu tujuan suaminya keluar dari kediaman padahal hari sudah larut malam. Saat Fano sudah keluar dari kediaman Reinhard, Dakotapun menghampiri Siti di Ruang Tamu kedua dekat dengan kamar mereka.


“Siti” ucap Dakota pada Siti. Begitu terkejutnya Siti mendapati Dakota berdiri mematung di dekat sofa ruang tamu kedua. Siti langsung menghampiri Dakota.


“Apa Nyonya Muda mendengar percakapan kami tadi” ucap Siti dalam hati.


“Nyonya Muda, kenapa belum tidur?” ucap Siti menghadap pada Dakota.


“Aku tidak perlu lagi berbasa-basi denganmu, kau sudah kenal denganku” ucap Dakota mendudukan tubuhnya diatas sofa.


“Apa yang ingin Nyonya tanya pada saya, akan saya sampaikan” ucap Siti.


“Kemana suamiku pergi selarut ini, bahkan aku tidak menemukan Manajer Naon, apa mungkin Manajer Naon ada masalah” ucap Dakota menebak.


“Tidak Nyonya, Manajer Naon baik-baik saja. Sebenarnya ....” ucap Siti ragu-ragu mengatakan yang sebenarnya pada Dakota. Siti tidak ingin membuat Dakota terlalu khawatir, apa lagi Dakota baru saja kembali dari Jerman untuk menghilang dari kejaran Mr. Pich.


“Siti, kau tidak sekali dua kali bertemu denganku, ayolah jangan main rahasia-rahasiaan denganku” ucap Dakota.


“Maaf Nyonya Muda, saya tidak ada niat untuk menyembunyikan apapun pada Nyonya Muda. Sebenarnya seharian ini Presdir sangat cemas dengan Nyonya, saat Konferensi Pers tadi pagi, Presdir menemukan pria misterius terlihat mengintai Nyonya. Saat ini hal itulah yang diurus oleh Presdir” ucap Siti.


“Kau yakin ada penyusup yang masuk tadi pagi?” tanya Dakota tidak percaya.

__ADS_1


“Padahal semua bodyguard dan kamera pengawas sudah dipasang, kenapa bisa kcolongan begini” pekik Dakota dalam hati.


“Nyonya, kali ini penjahatnya sangat profesional, pria itu masuk memakai topeng wajah, untungnya Presdir jeli mengawasi kamera pengawas untuk mengenali pria itu, terlihat pria misterius itu menargetnya Nyonya. Untuk itulah Presdir langsung menyusul Nyonya ke Admidjaya Group untuk menyelidiki keberadaan pria misterius itu bersama Presdir Haris. Setelah Presdir selesai menemukan data pria itu, Presdir beranjak untuk menemui Nyonya, namun Nyonya sudah berangkat ke IndoBoutik, saat itulah Presdir menyusul Nyonya dan tidak sengaja bertemu dengan Nona Sena” ucap Siti panjang lebar.


“Jadi, dia datang menyusulku ke IndoButik, sudah cemas padaku karena pria misterius itu, ah ... aku sudah salah paham padanya, tapi bagaimanapun dia salah sudah menerima ajakan Sena, sudah tahu Sena wanita licik” batin Dakota.


“Lalu siapa pria misterius itu?” tanya Dakota.


“Maaf Nyonya Muda, saya juga belum tahu, saat ini Presdir berangkat ke Apartemen untuk mengintrogasi pria misterius itu” ucap Siti.


“Apa mungkin pria misterius itu suruhan dari Mr. Pich” ucap Dakota. Tangan Dakota mulai mengepal.


“Bisa jadi begitu Nyonya” ucap Siti.


”Aku harus bertemu dengan pria itu, siapa tahu aku pernah bertemu dengannya” ucap Dakota langsung berdiri dari duduknya.


“Tunggu Nyonya Muda, Presdir meminta saya untuk memastikan Nyonya Muda istirahat, hari juga sudah larut” cegah Siti menahan tubuh Dakota.


“Nyonya Muda, saya mohon kerja samanya Nyonya ... untuk malam ini serahkan saja pada Presdir dan team penyidik. Presdir tidak sendiri, jangan buat Presdir semakin khawatir pada Nyonya, selama ini Presdir sudah banyak berkorban berpisah dari Nyonya Muda juga Alfata. Tolong jangan gegabah Nyonya, kemungkinan mereka menarik perhatian dan pergerakan dari Nyonya” ucap Siti.


“Benar juga katamu, aku tidak boleh gegabah” ucap Dakota kembali duduk di sofa.


“Aku harus fokus pada tujuanku kembali ke Jakarta ini, aku tidak ingin anakku menjadi target dari Mr. Pich, sesuai saran dari Tuan Rapijay aku harus diskusikan masalah ini dengan suamiku. Bagaimanapun kami harus kerja sama” batin Dakota.


“Nyonya Muda, lebih baik Nyonya istirahat” ajak Siti. Dakota langsung beranjak memeriksa kamera pengawas dari kamar mama mertuanya dan mendapati anaknya Alfata sudah tidur nyenyak diantara Pak Purnomo dan ibu Lena. Perasaan Dakota untuk sejenak masih lega melihat anaknya bisa tidur nyenyak bersama kakek dan neneknya. Setelah memastikan anaknya aman Dakota beranjak kekamar untuk istirahat.


***


Para pengawal Fano sudah menyekap pria misterius di ruangan kosong yaitu Gudang bawah tanah yang ada di apartemen milik Fano. Ruang kosong itu juga menjadi tempat Kamila dan Susi disekap disana. Ruangan itu menjadi tempat biasa bagi Fano untuk mengintrogasi orang-orang yang terlihat mencurigakan selama 5 tahun terakhir sebagai penyusup meneror kediamannya, begitu juga Reinhard Group. Fano memang yakin itu ulah dari Mr. Pich, setidaknya dia menyelamatkan istri dan anaknya ke Jerman. Walau sudah bersikeras mengintrogasi setiap penyusup yang tertangkap satupun dari antara mereka tidak ada yang mengaku, walau sudah diancam akan menghilangkan nyawa mereka. Sejak saat itulah Fano menambahkan jumlah personil bodyguard baik itu di Reinhard juga di kediamannya, bahkan kamera pengawas didalam kamarpun di buat untuk memantau kejadian yang tidak mungkin terjadi bisa saja terjadi.


Memakan waktu selama 30 menit dari kediaman Reinhard, Fano sudah tiba di dalam Gudang dan mendapati tubuh dari pria misterius yang mengintai istrinya sudah babak belur berbaring lemah dilantai.

__ADS_1


“Presdir” ucap Naon dan team penyidik serentak menyambut kedatangan Fano. Walau hari sudah larut, Fano tetap datang. Fano yakin pria misterius ini ada kaitannya dengan Mr. Pich yang asli.


“Apa yang bisa kalian sampaikan padaku?” tanya Fano. Naon langsung menyodorkan kursi kosong untuk Fano. Fanopun duduk menghadap pada team penyidik.


“Pria ini hanya pengusaha kecil, dia bisa masuk ke Admidjaya Group karena lisensi dari usahanya. Dari data yang kami temukan nama pria ini Septa, dia belum menikah dan sepertinya dia sangat setia pada Tuannya. Sebenarnya dia berasal dari keluarga yang tidak mampu, namun karena dana suntikan yang tidak tahu dari siapa, dia bisa bangkit dari keterpurukan” ucap salah satu team penyidik.


“Apa kalian sudah tanyakan padanya, siapa yang menyuruhnya?” tanya Fano pada intinya.


“Dia tidak mau membuka mulutnya, sedari tadi dia hanya diam saja” ucap Naon.


“Apa itu yang aku harapkan, lakukan seperti biasa!” tegas Fano.


“Maaf Presdir, akan kami lakukan” ucap Naon beranjak kembali melakukan tugasnya untuk mengintrogasi pria misterius itu.


“Ada hal yang harus kami tunjukkan pada Presdir” ucap salah satu team penyidik menyelidiki data pribadi dari pria misterius itu. Fanopun langsung memperhatikan foto yang ada dilayar laptop dari team penyidik itu.


“Apa ini” ucap Fano belum dengan jelas memahami foto tersebut.


“Presdir Fano, ini adalah media sosial facebook dari Septa 8 tahun lalu bersama kekasihnya” ucap team penyidik itu. Fano langsung membaca keterangan dari nama kekasih dari Septa. Begitu terkejutnya Fano membaca nama dari kekasih Septa saat Septa mentake di statusnya sambil memeluk tubuh kekasihnya.


“Irma Sugiono, bukannya dia cucu dari Pak Sugiono” pekik Fano.


“Benar Presdir, kita harus menyelidiki kekasihnya, bisa jadi kekasihnya ini bisa sebagai petunjuk, mengingat Pak Sugiono juga terlibat dengan Mr. Pich yang asli” ucap team penyidik.


“Sial, tidak kakek, bahkan cucu juga ikut terlibat, keluarga jahanam” batin Fano.


BERSAMBUNG.............


Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir😊


Tidak bosan author mengingatkan untuk like dan komentar ya, Di Vote juga untuk menyemangati penulis😊

__ADS_1


See You🙋🙋🙋


__ADS_2