Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 52. Acara Mancanegara


__ADS_3

Sepulang dari kantor, seperti biasa Siti sudah menjemput Dakota, namun lagi-lagi Siti dibuat kebingungan, karena Dakota memintanya untuk mengantarnya kerumahnya bukan kekediaman Reinhard. Setibanya di rumah Dakota sudah ditunggui oleh Yohana.


“Beb, kamu sudah tiba” ucap Yohana.


“Kemana yang lainnya beb, kenapa hanya kamu yang disini” tanya Dakota.


“Mereka sudah lebih dulu disana, mereka juga harus make-up, kamu tidak bisa pulang lebih cepat ya beb” ucap Yohana merapikan barang bawaan mereka.


“Aku masih karyawan baru beb, lagian hubunganku dengan atasanku kurang baik” ucap Dakota mengganti pakaiannya, dia memakai kembali wig palsunya semalam.


“Maksudmu siapa beb?” tanya Yohana penasaran.


“Kita tidak memiliki banyak waktu beb, besok saja aku jelaskan” ucap Dakota.


“Baiklah” ucap Yohana, dia juga sudah memakai wignya.


Mereka beranjak keluar dari rumah, ternyata Eveno sudah menunggui mereka berdiri di samping mobil.


“Silahkan masuk nona” ucap Eveno membuka pintu mobil.


“Kamu siapa?” tanya Dakota heran bukan supir kemarin yang menjemput mereka.


“Saya manajer pribadi Presdir Haris, saya diperintahkan untuk menjemput nona dan nona Yohana” ucap Eveno menutup pintu mobil, dia langsung masuk kemobil dan menyetir membawa mobil mewah itu meninggalkan rumah Dakota.


Mereka tidak menyadari bahwa Siti sudah mengawasi mereka dirumah tadi. Bahkan Siti mengikuti mobil yang dibawa oleh Eveno hingga berhenti di Hotel A.


“Pantesan Presdir memerintahkanku untuk mengawasi nyonya muda, bahkan penampilan nyonya berbeda” batin Siti.


“Halo Presdir” ucap Siti.


“Ya, dimana saat ini istriku” tanya Fano dari balik handphone Siti.


“Nyonya muda saat ini sudah tiba di Hotel A Presdir” ucap Siti.


“Kamu juga tetap stay di Hotel” ucap Fano.


“Baik Presdir” jawab Siti memutus panggilannya.


# Hotel A


Keluar dari mobil penampilan kedua gadis itu sudah terlihat ala Jenita Janet.


“Deren, benar yang kau bilang, bahkan penampilan wanita yang menyambut tamu saja sangat seksi” bisik Yohana pada Dakota ketika mereka sudah sampai dipintu masuk.


“Nona mau memakai mask eyes warna apa” ucap wanita penyambut tamu. Penyambut tamu itu sudah memakai mask eyes, bahkan penampilannya sangat terbuka memperlihatkan bentuk bodinya bagai gitar spanyol.

__ADS_1


“Saya adalah penari, tolong sediakan 15 mask ayes dengan warna yang berbeda” ucap Dakota pada wanita itu.


“Maaf nona saya tidak tahu bahwa kalian juga penari, setahu saya untuk mask eyes penari sudah disediakan di ruang make-up” ucap wanita itu.


“Baiklah” ucap Dakota dan Yohana bersamaan.


“Mari saya antarkan” ucap penyambut tamu yang lain. Mereka mengikut saja diantarkan oleh wanita penyambut tamu keruang make-up. Mereka sudah melihat penari yang lain sudah di rias.


Dakota dan Yohana menunggu antrian untuk dirias, karena mereka datang sudah magrib, periasnya juga istirahat sebentar. Selama 2 jam para penari baru selesai dirias. Mereka memakai kostum sesuai dengan ukuran tubuh mereka beserta gelang dan aksesoris lainnya.


Tidak berapa lama Fano dan Naon juga tiba di Aula dan disambut oleh penyambut tamu yang seksi.


“Naon bodoh, hapus air liurmu itu nanti jatuh” ucap Fano melihat Naon sedari tadi matanya melirik pada penyambut tamu wanita yang sudah berdiri di depan aula.


“Eh, iya Presdir” ucap Naon sadar dari ucapan Fano.


“Tuan mau memakai mask eyes warna apa” ucap peyambut wanita menyodorkan jenis mask eyes dengan warna yang berbeda. Fano memperhatikan mask eyes dan memilihkan untuk dia pakai dan Naon.


“Saya pilih yang ini” ucap Fano mengambil mask eyes berwarna merah dengan aksesoris kecil berwarna silver. Sementara Naon hanya menerima saja pilihan yang sudah dipilih oleh Fano. Mereka sudah memakai mask eyes.


“Mari saya antar tuan” ucap wanita penyambut tamu yang lain. Fano dan Naon sudah masuk kedalam Aula. Aula itu sudah ramai oleh tamu-tamu penting.


# Aula Hotel A


“Bukankah semalam kita baru bertemu, kenapa harus berbasa-basi” bisik Fano memukul pundak Haris.


“Kakak iparku ini sangat kaku” batin Haris.


“Ahaha, kau memang tidak bisa diajak bercanda, anggap saja kita baru bertemu” canda Haris membawa Fano dan manajernya duduk dimeja yang sudah disediakan. Fano sudah menemui dan berbincang dengan tamu-tamu yang sudah hadir dalam acara itu.


“Ladies and gentleman” ucap Mc pembawa acara. “Mari kita berikan tepuk tangan kepada para tamu yang sudah hadir dari India dan Jepang” ucap Mc dalam bahasa Inggris.


“Prok ... prok ....” tepuk tangan dari tamu undangan. Mc pun mengarahkan acara itu berlangsung dengan meriah.


Acara sudah di isi oleh artis penyanyi papan atas, dengan lagu-lagu kekinian menghibur para tamu undangan. Bahkan Mc pembawa acara juga terlihat sangat seksi, pakaiannya sangat terbuka, membuat tamu undangan pangling, mata mereka di acara itu seperti disulap berbinar-binar dengan penampilan pengisi acara, semua tampil dengan profesional walau terlihat terbuka dan seksi.


“Mr. Gipi, acara ini benar-benar menarik” ucap Pak Rapijay sudah ditemani wanita-wanita cantik disekelilingnya.


“Tuan Rapijay terlalu memuji, selagi acara ini bisa menghibur para tamu undangan saya sudah lega” ucap Haris sudah duduk semeja dengan Pak Rapijay.


“Kau memang bisa diandalkan” ucap Pak Rapijay.


Sementara itu dibalik layar, para penari sudah siap-siap.


“Kalian jangan gugup” ucap Dakota mengingatkan teman-teman penarinya. Padahal dia lebih gugup.

__ADS_1


“Baiklah kak Deren” ucap para penari.


“Semangat, ayo kita yel-yel dulu” ucap Dakota. Merekapun yel-yel untuk menyemangati diri mereka.


“Deren, aku lihat kau yang lebih gugup, apa lagi kita bentar lagi akan tampil” ucap Yohana mencemaskan sahabatnya.


“Kita pasti bisa Yona, cahyo ....” ucap Dakota mengangkat tinjunya.


“Cahyo ....” ucap Yohana membalas acungan tinju Dakota.


Tidak berapa lama kemudian Mc sudah kembali membuka suara, mereka yang berada dibalik layar sudah siap-siap.


“Hadirin yang berbahagia, sebelum kita melakukan kesepakatan bisnis, mari kita sambut hiburan yang sudah disuguhkan oleh Mr. Gipi. Sebelum penampilan mereka dimulai, berikan tepuk tangan meriah untuk Mr. Gipi selaku penanggung jawab acara ini” ucap Mc.


“Prok ... prokk ....” tepuk tangan dari tamu undangan.


“Sepertinya, tamu undangan sudah tidak sabar dengan penampilan tuan rumah, sebelumnya lampu akan dimatikan” pinta Mc. Lampu di ruangan sudah dimatikan.


“Ini dia penari cantik yang akan menghibur kita. Sambutlah mereka ....” ucap Mc kembali.


“Prok ... prok ....” tepuk tangan dari tamu undangan.


Pelahan-lahan layar panggung terbuka, pencahayaan panggung menyala menyinari seorang gadis cantik penari utama posisinya sudah duduk dilantai panggung. Tampilan penari utama itu sangat seksi, rambut panjang hitamnya yang bergelombang terurai, dihiasi dengan aksesoris dan mask eyes berwarna silver.


Musik berbunyi, penari utama sudah menarikan jari tangannya yang lentik dengan bunyi gemercik gelangnya yang ramai ... dia menyanyikan lagunya “Sukh Dukh Jhoothe ... Dhan Bhi Jhootha ... Jhoothi Moh-Maaya ... mata penari utama tertuju pada tamu undangan, Saccha Mann Ka, Wo Kona Jahaan ... Prem Ratan Paaya ... Prem Ratan Paaya ... penari utama itu langsung berdiri menggoyangkan pinggulnya musik panjang berbunyai Ni Ni Sa Sa Re Re Sa Sa ... (indian classical notes sa re ga ma pa dha ni) ...."


Dibarengi musik itu munculah 14 orang penari pendamping dengan pakaian mereka yang seksi sudah masuk diiringi musik dan lagu “Paayo ... Paayo ... Paayo ... Paayo ....” Formasi mulai menari diikuti oleh penari utama. Tarian kombinasi itupun berlangsung.


Para tamu undangan sampai bersiul karena bentuk lekuk tubuh para penari sangat indah membuat mata mereka bernbinar-binar. Banyak mata yang sudah tertuju pada mereka. Namun Dakota dan Yohana sambil menari pandangan mereka sudah fokus pada pria yang bertopeng, sesuai dengan pesan Pak Admidjaya mereka harus bertemu dengan Mr. Pich.


“Prok ... Prok ....” tepuk tangan dari tamu undangan semakin memanas. Apalagi melihat penari utama dan penari pendamping yang luar biasa. Bahkan penari utama menghapal setiap lirik lagu Prem Ratan Dhan Payo sesuai dengan lagu dan gerakannya. Semua mata tertuju pada penari tersebut. Penari utama sangat menghayati membuat aura tarian semakin hidup pinggulnya yang lentur dan gerakan tangannya yang lentik, membuat tamu dari India semakin berseru sesekali mereka tepuk tangan.


Menyadari tubuh seksi yang menari itu ternyata istrinya, membuat Fano mengepalkan tangannya.


“Beraninya dia memakai pakaian terbuka” batin Fano.


“Kenapa Presdir terlihat marah ya, apa mungkin salah satu dari penari itu adalah nyonya muda” batin Naon gelisah melihat Presdirnya.


BERSAMBUNG............


Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir. Jadiin favorit untuk up selanjutnya. Jangan lupa like dan komentarnya ya.🙏🌹


Vote juga boleh😊


See You🙋🙋🙋

__ADS_1


__ADS_2