Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 64. Penculikan


__ADS_3

Mobil hardtop hitam yang membawa Dakota sudah memasuki Perumahan X. Lokasi perumahan berada jauh dari keramaian. Mobil itu sudah memasuki parkiran salah satu rumah. Kedua pria berpakaian meniru pengawal itu membawa tubuh Dakota yang masih pingsan masuk kerumah.


“Kenapa dia belum bangun” ucap salah satu pria terlihat lebih tua dari yang satu lagi. Mereka hanya berdua menculik Dakota.


“Maaf bos, obat biusnya masih bekerja” ucap pria yang lebih muda.


“Siram dia dengan air, dia harus dalam keadaan sadar sesuai dengan perintah. Kita harus melaksanakan tugas kita secepat mungkin” ucap pria lebih tua.


“Baik bos” ucap pria muda.


Tidak berapa lama handphonenya sudah bergetar, pertanda panggilan masuk. Pria lebih tua itu langsung mengangkat handphonennya.


“Halo nona” ucap pria itu.


“Kalian sudah menculiknya” tanya wanita dari balik handphone pria itu.


“Sudah nona, serahkan saja pada kami” ucap pria itu.


“Ingat, jangan bunuh dia, cukup perkosa saja, berikan dokumentasinya” perintah wanita dari seberang.


“Tentu saja nona, jangan lupa untuk mengirim bonus tambahan” ucap pria itu menutup panggilan mereka.


“Wanita culun ini sangat cantik, kenapa dia diperintahkan untuk diperkosa, apa wanita ini orang penting” ucap pria itu, dia berbicara sendiri.


Tidak berapa lama pria yang lebih muda sudah membawa air dan menyiramkannya pada tubuh Dakota.


“Crass ....” pria muda itu sudah membasahi tubuh Dakota.


“Bos, tubuh wanita ini sangat bagus, dia juga terlihat wanita baik-baik, kenapa kita harus memperkosanya bos” tanya pria muda itu.


“Bodoh, kau tidak mau uang, angkat saja wanita itu kedalam kamar, dia harus segera bangun” perintah pria lebih tua.


Saat pria muda itu mengangkat tubuh Dakota menuju kamar, mata Dakota mulai membuka karena tubuhnya sudah basah. Efek obat bius itu sudah habis. Perlahan-lahan dia sadar dengan dirinya, dia ingat dibawa oleh pria dikantor tadi. Tubuh Dakota sudah refleks meronta-ronta dipapah oleh pria asing yang dia temui dikantor tadi siang.


“Apa yang kamu lakukan” ucap Dakota memukuli tubuh pria muda itu.


“Gadis bodoh, tenanglah sedikit” ucap pria itu melemparkan tubuh Dakota diatas kasur.


“Kalian mau apa?” teriak Dakota, tubuhnya terhempas diatas kasur.


“Siapa mereka ini, kenapa mereka membawaku kesini, ini dimana” batin Dakota melihat ruang sekitarnya.


“Jangan banyak tanya” ucap pria muda itu keluar dari kamar itu.

__ADS_1


“Apa yang akan mereka lakukan, pintunya dikunci lagi” gumam Dakota melihat sekitar kamar. Dia tidak menemukan celah untuk keluar dari ruangan itu. Dia mendekat ke arah pintu kamar dan mendengar kedua pria itu berbincang.


“Bos, saya sudah siapkan kamera. Bos nikmati saja wanita itu terlebih dahulu” ucap pria yang lebih muda. Mendengar ucapan pria itu, tubuh Dakota sudah merinding, dia sangat kebingungan menghadapi situasi saat itu. Dia melihat sekitar berharap menemukan sesuatu.


Tidak berapa lama pria yang lebih tua itu sudah masuk kedalam kamar.


“Gadis cantik” ucap pria itu masuk kedalam kamar. Namun pria itu tidak menemukan Dakota.


“Kau mau bermain-main ya” ucap pria itu lagi. Tiba-tiba dari arah belakang pria itu.


“Duak” kaki Dakota menendang pantat pria itu, dia langsung lari keluar dari kamar itu.


“Gadis sialan, tenagamu itu belum seberapa” ucap pria lebih tua itu. Dakota lari menuju pintu, namun pintu sudah dikunci.


“Tolong ... tolong ... sipapun yang diluar tolong aku” teriak Dakota menendang pintu rumah itu. Dia tidak tahu bagaimana caranya untuk keluar. Ruangan itu tidak memiliki celah, semuanya sudah tertutup.


“Berteriaklah sekencang-kencangnya, tidak akan ada yang mendengarkanmu” ucap pria muda, sudah mendekat pada Dakota.


“Kalian mau apa, kenapa kalian menculikku, tolong lepaskan aku” teriak Dakota, dia tidak tau harus kemana lagi, rumah itu juga tidak luas, posisinya sudah dikepung kedua pria penculik itu.


“Kau tidak akan bisa lari” ucap pria lebih tua medekap tubuh Dakota.


“Lepaskan aku” ucap Dakota meronta-ronta.


“Gadis bodoh, bertingkah baiklah, kami tidak akan membunuhmu” ucap pria muda itu menarik pakaian Dakota. Pria lebih tua sudah membuka pakaiannya.


“Jangan” ucap Dakota, dia menggigit tangan pria itu hingga tangan pria lebih muda itu berdarah.


“Plak ....” tamparan keras dari pria itu, membuat pipi Dakota terasa panas dan matanya mulai berkunang-kunang. Ini pertama kalinya dia mendapatkan tamparan paling keras. Matanya mulai berkaca-kaca.


“Kalau kau bertingkah baik, aku tidak akan bertindak kasar” ucap pria itu kembali mendekap tubuh Dakota. Dakota mencoba melawan pria itu, namun tenaga pria itu lebih kuat. Pria itu mengunci tubuh Dakota kedua tangan Dakota sudah didekap kebelakang. Dakota tidak bisa bergerak lagi.


Sementara itu, pria yang lebih tua itu sudah bertelanjang dada, dia mendekat pada Dakota, dia memaksa Dakota untuk menelan pil, jumlah pil itu sangat banyak. Dakota tidak mau membuka mulutnya, pria muda itu menarik rambut Dakota, dan memaksa Dakota menelan pil itu.


“Apa yang mereka berikan, ini pil apa” batin Dakota.


Tidak berapa lama pria lebih tua itu sudah mendekat pada tubuh Dakota.


“Jangan, tolong jangan” teriak Dakota, air matanya mulai keluar. Saat pria itu menyentuh gunung kembar Dakota dan langsung memaksa merobek pakaian Dakota, membuat tubuh Dakota sudah setengah bugil. Dakota masih ada tenaga walau tangannya dikunci, dia kembali melayangkan kakinya.


“Duak” Dakota sudah menendang junior pria yang ada dihadapannya itu.


“Aigh ... gadis ini masih ada tenaga” ucap pria itu meringis memegangi area juniornya. Pria muda itu langsung memukul bagian leher Dakota, membuat tubuh Dakota tidak berdaya.

__ADS_1


“Bos, wanita ini sudah tidak ada tenaga, kita mulai saja” ucap pria lebih muda itu sudah memegangi kamera. Pria lebih tua itu beranjak mendekat pada Dakota. Dia langsung melucuti pakaian Dakota. Hingga pakaian kecil bagian area sensitif Dakota dibukanya. Benda kecil dari area sensitif Dakota keluar, pria itu langsung menghempaskan benda kecil itu.


“Sial” ucap pria itu melihat area sensitif Dakota.


“Kenapa bo..” ucap pria lebih muda terpotong, ketika mendengar keributan dari arah pintu kamar, tidak berapa lama pintu kamar itu ditendang oleh Fano.


“Dor ... dor ....” Lengan kedua pria itu sudah tertembak. Para pengawal Fano sudah mendekap kedua pria itu. Fano langsung medekati tubuh istrinya sudah telanjang. Matanya tertuju pada darah yang ada diatas kasur.


“Apa mereka sudah memperkosa istriku” batin Fano.


Emosi Fano semakin meluap, dia menutup tubuh istrinya itu dengan sprei kasur.


“Bajinga* berani sekali kalian menyentuh wanitaku” pekik Fano, dia langsung menghajar kedua pria itu dengan tangannya hingga wajah kedua pria itu berlumuran darah, bahkan tangan Fano ikut terluka.


“Presdir, nyonya muda sudah sadar” ucap para pengawal itu melihat Fano masih menghajar kedua pria itu.


“Panas, tolong aku ... tolong ... ini panas sekali” teriak Dakota.


Mendengar teriakan istrinya Fano langsung mengangkat tubuh Dakota. Membawa tubuh Dakota keluar dari kamar itu, dengan langkah penyesalan Fano menggendong tubuh istrinya itu. Dia sangat menyesal tidak bisa menjaga istrinya.


“Sayang, maafkan aku, aku terlambat datang” batin Fano.


“Presdir, kita kerumah sakit atau kerumah” ucap pelayan pria pada Fano dari kaca spion depan mobil, pelayan itu sudah melajukan mobil membawa Fano dan Dakota.


“Kita kembali kerumah, hubungi segera Henri dan Dokter Mia untuk datang kerumah” perintah Fano memeluk tubuh istrinya. Tubuh Dakota yang berada dipelukan Fano terlihat gelisah.


“Panas.. disini sangat panas” ucap Dakota memeluk tubuh Fano.


“Sabar sayang, kita akan sampai kerumah” ucap Fano. Dakota sudah melucuti tubuh Fano.


“Apa yang sudah mereka berikan pada istriku” batin Fano.


Sementara itu, Naon masih tinggal di rumah tadi mengintrogasi kedua penculik itu, dia melaksanakan tugasnya untuk mengusut siapa pelaku dibalik penculikan nyonya mudanya.


BERSAMBUNG........


Hai Reader Wanita Presdir, 😊


Terima kasih sudah mampir,😘


Jadiin Favorite + Vote ya,


Jangan lupa beri like dan komentar,😍

__ADS_1


See you🙋


__ADS_2