Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 153


__ADS_3

# Kediaman Reinhard


Setelah berdiskusi dengan Pak Admidjaya, Pak Purnomo pun langsung keluar dari ruang baca Fano. Pak Purnomo beranjak menuju kamar anak dan menantunya. Ternyata Dokter Mia baru saja tiba sesuai dengan perintah Pak Purnomo pada Mail.


“Selamat malam Tuan” ucap Dokter Mia sambil mengatur nafasnya. Dokter Mia juga sudah melihat Dakota tidak ada semangat hidup di dalam kamar, begitu juga dengan ibu Lena. Ibu Lena masih memeluk foto Fano.


“Maaf kau harus datang kemari selarut ini” ucap Pak Purnomo sambil memperhatikan istri dan menantunya masih menangis di dalam kamar.


“Tidak apa-apa Tuan, ini sudah tugas saya. Saya turut berduka atas apa yang terjadi pada keluarga Reinhard, tapi saya yakin Tuan Muda pasti masih hidup agar keluarga ini bisa kembali tersenyum. Henri juga sangat terpukul mendengar kepergian Fano, Henri mengatakan kalau Fano masih hidup karena tidak ada sampel golongan darah yang sama dengan golongan darah Fano yang Henri temukan selama penyelidikan dengan Dokter Forensik” ucap Dokter Mia.


“Aku juga berharap begitu, Henri juga sudah mengabariku mengenai penemuannya, sampai saat ini dia masih berada di lokasi kapal itu meledak untuk mencari barang bukti. Tapi kedua wanita ini sangat terpukul dengan berita kepergian Fano yang terus-menerus dikabarkan oleh media, mereka akan terus menangis entah sampai kapan, aku juga tidak bisa membujuk mereka. Aku harap kau bisa membantu untuk memberikan mereka sugesti positif agar mereka bisa tidur, karena sedari kemarin mereka sudah mengalami kejadian buruk” ucap Pak Purnomo.


“Dari yang saya lihat sepertinya tubuh mereka harus segera istirahat, apa lagi saya mendengar Nyonya Besar juga ikut diculik bersama Alfata. Belum lagi Nyonya Dakota juga ikut dalam insiden meledaknya Kapal Peti Kemas itu” ucap Dokter Mia.


“Aku tidak memaksamu, aku hanya berharap mereka bisa istirahat, aku khawatir bisa jadi mereka nanti sakit, mereka juga belum makan apa pun. Beri tahukan saja pada mereka bahwa Fano masih hidup, intinya aku menyerahkan sepenuhnya padamu, agar mereka bisa istirahat” ucap Pak Purnomo masih menatap pada istrinya.


“Baik Tuan, saya akan laksanakan tugas saya” ucap Dokter Mia langsung masuk kedalam kamar. Pak Purnomo tidak ikut masuk hanya memantau dari pintu kamar untuk melihat Dokter Mia menangani ibu Lena dan Dakota.


“Tuan Besar” ucap Mail menghadap pada Pak Purnomo.


“Bagaimana dengan mata-mata Sutan, sudah kau amankan?” tanya Pak Purnomo.


“Sudah Tuan, saya juga sudah cek keberadaan semua anak buah Tuan Sutan” ucap Mail sambil menyerahkan data anak buah Pak Sutan pada Pak Purnomo.


“Maksudmu?” tanya Pak Purnomo sambil melihat data yang sudah Mail berikan.


“Dari data mereka, diperkirakan mereka adalah pembunuh bayaran, jumlah dari data itu baru 50 orang, namun diperkirakan mereka berjumlah lebih dari 100 orang. Sebenarnya mereka awalnya bukanlah bawahan Tuan Sutan, mereka adalah anak jalanan yang putus sekolah dan direkrut oleh pembunuh bayaran sebagai bawahan Tuan Sutan dengan bayaran yang mereka terima, disediakan tempat tinggal dan diberikan makan saja” ucap Mail.


“Berarti sebenarnya dari 100 orang lebih ini hanya 5 persen merupakan pembunuh bayaran yang sesungguhnya” ucap Pak Purnomo sambil membaca data-data pribadi bawahan Pak Sutan.


“Benar Tuan” ucap Mail.


“Kalau begitu kita masih punya harapan selama 3 hari kedepan sebelum acara Mancanegara dimulai. Aku sudah siap untuk melawan balik Sutan, meski harus taruhan nyawa, ini semua harus segera di akhiri” ucap Pak Purnomo.


“Benar Tuan, kemungkinan bawahan Tuan Sutan ini akan digerakkan oleh para pembunuh bayaran itu untuk menyerang keluarga Reinhard, salah satu dari mereka tadi ada yang buka mulut mengatakan kalau mereka akan dikerahkan untuk menghancurkan acara Mancanegara itu” ucap Mail.


“Sepertinya Sutan sudah tidak sabar ingin menghancurkan keluarga ini, kerahkan semua orang-orang kita untuk membayar mereka dan janjikan mereka semua akan mendapatkan sekolah yang layak serta mereka tidak ditugaskan untuk membunuh, tapi janjikan mereka akan bekerja sebagai karyawan di cabang Reinhard Group. Aku rasa mereka masih labil, tidak semua mereka mau menjadi pembunuh” ucap Pak Purnomo.

__ADS_1


“Akan saya laksanakan Tuan, tapi alangkah baiknya jika kita melibatkan Dokter Mia, karena pengaruh positif dari Dokter Mia bisa membuat 100 orang ini luluh” ucapMail sambil menatap kedalam kamar sambil memperhatikan Dokter Mia melaksanakan tugasnya.


“Kau bisa membawa Dokter Mia, tapi kau harus pastikan nyawanya harus selamat” ucap Pak Purnomo.


“Baik Tuan” ucap Mail undur diri. Tidak lama kemudian, Siti juga datang menghampiri Pak Purnomo.


“Tuan Besar” ucap Siti.


“Bagaimana keadaan Yoki dan Kela?” tanya Pak Purnomo pada Siti.


“Mereka masih dirawat di Rumah Sakit, laporan medis akan keluar besok” ucap Siti.


“Bagaimana dengan keluarga Kela, sudah kau tangani?” tanya Pak Purnomo.


“Sudah Tuan, mereka sudah tahu apa yang terjadi pada Kela, karena sebelumnya Nyonya Muda sudah memberikan kehidupan yang layak pada keluarga Kela mereka tidak keberatan dengan kondisi Kela, mereka menganggap itu bagian dari resiko pekerjaan Kela, namun untuk keluarga Yoki, selama ini Yoki yatim piatu diangkat oleh Nyonya Besar sebagai karyawan di IndoBoutik, tidak ada keluarga yang menjenguknya” ucap Siti.


“Suruh pelayan yang ada disini untuk mendampingin Yoki dan Kela, bagaimana pun mereka mengalami kejadian ini karena keluarga Reinhard” ucap Pak Purnomo.


“Baik Tuan, tapi ada hal penting yang ingin saya sampaikan pada Tuan” ucap Siti.


“Katakanlah” ucap Pak Purnomo.


“Aku sudah yakin anakku masih hidup, aku yakin Tuan Rapijay sedang mengamankan mereka. Berarti ayah juga ada bersama mereka” batin Pak Purnomo.


“Berarti saat ini mereka sedang bersembunyi di suatu tempat” ucap Pak Purnomo.


“Tuan, kabar baik ini saya sampaikan saja pada Nyonya Besar dan Nyonya Muda” ucap Siti ikut bahagia mengetahui Fano dan Naon masih hidup.


“Jangan ... keluarga ini harus telihat benar-benar berduka untuk mengkelabui Sutan, pada akhirnya Fano akan kembali dengan rencananya, yang perlu kau lakukan hanya berada disektar mereka” ucap Pak Purnomo.


“Baik Tuan, kalau bergitu saya undur diri untuk mengurus Yoki dan Kela” ucap Siti.


“Benar juga yang Tuan katakan, ternyata Presdir sedang bersembunyi untuk mengkelabui Mr. Pich” batin Siti.


“Tunggu dulu ... jika Naon berhasil masuk keserver yang ada di ruang baca ... itu artinya ucapanku barusan saat berada di ruang baca sudah mereka dengar, aku tidak sadar di ruangan itu kamera pengawas terus


beroperasi, Naon ....” Pekik Pak Purnomo dalam hati.

__ADS_1


###


Sementara itu di lain tempat, Irma sedang menunggui Sena sedang di rawat.


“Aku hanya berhasil menyelamatkan Sena, karena Sena masih bernafas, kalau untuk Mia dan Kamila aku tidak bisa menyelamatkan mereka” ucap Beni di samping Irma.


“Kematian Mia harus aku balaskan, wanita itu sudah menghancurkan keluargaku bahkan keluarga sahabatku, aku tidak tahu Sena kapan pulih” ucap Irma sambil mengepalkan tangannya.


“Irma ... sadarlah ... karena dendammu, kau melibatkan sahabatmu. Harusnya mereka tidak ada kaitan dengan semua ini, apa kau tidak lihat Dakota juga sedang berduka saat ini, kau bisa lihat pemberitaan di media, Fano sudah meninggal bahkan ayah Dakota juga yang menyekap selama ini Mr. Pich, aku tidak tahu selama ini orang bisu itu adalah ayah Dakota. Selama ini pria bisu itu hanya jadi pesuruh saja untuk melayani Mr. Pich, tidak tahunya ternyata anak Pak Admidjaya dan kau sebagai keponakan Pak Elcid diam saja melihat Om mu disekap. Apa kau menginginkan nyawa Dakota juga. Bukankah semua ini bermula dari dirimu yang jatuh cinta pada Janter dan pada akhirnya Janter bukan milik Dakota, lalu karena dendam lama kau ingin terus semua ini berlanjut, tolong pikirkan juga sahabatmu sudah meninggal, aku kasih saran padamu untuk tidak bertindak lebih jauh lagi” ucap Beni.


“Kau sangat gampang mengatakan untuk tidak lanjut, kau tidak tahu bagaimana rasanya ketika keluargamu rukun-rukun saja bahkan tidak ada masalah, namun saat Haris menghancurkan perusahaan ayahku dan perusahaan sahabatku, apa kau tahu kami hidup melarat saat itu. Aku tidak tahu kalau Dakota anak dari Om Elcid, kalau saat itu aku tahu, aku tidak akan mengganggunya. Ini tidak adil rasanya, dia bisa hidup di keluarga kaya, walau sekali pun suaminya sudah meninggal, dia masih memiliki anak, Reinhard Group dan Admidjaya Group juga” ucap Irma sambil menatap melihat Sena di rawat dari ruang kaca.


“Jika kau melihat Sena saat ini, aku yakin di hati Sena ingin mengatakan saat ini kau berhenti melakukan hal yang lebih jauh, kau hanya di manfaatkan Mr. Pich untuk melakukan dendamnya, coba kau tanya pada Sena, karena sebagai sahabat saja dia mau mengikutimu selama ini. Jika kau menyentuh Dakota, aku akan melawan kalian” ucap Beni.


“Sepertinya kau sangat menyukai Dakota. Apa lagi saat ini Fano sudah meninggal, kau bisa memanfaatkan keadaan ini bukan ... apa kau lupa ... kau juga bawahan Mr. Pich, karena jatuh cinta, kau juga mau berontak pada Bosmu, kau sama saja denganku, karena cintaku pada Janter, aku melakukan apa saja untuk merebut orang yang kucintai” ucap Irma.


“Ada apa dengan kalian berdua” ucap Pak Sutan.


“Bos” ucap Irma dan Beni bersamaan.


“Bagaimana keadaan Sena?” tanya Pak Sutan.


“Peluru dalam kepalanya sudah dikeluarkan, kita harus mendatangkan Dokter spesialis” ucap Beni.


“Jika Sena tidak sadar juga, kirimkan saja dia kepanti asuhan, buat data baru untuknya” ucap Pak Sutan.


“Tapi Bos, bagaimana dengan keluarganya nanti jika mencarinya” ucap Beni sambil mengepalkan tangannya.


“Aku tidak bisa memelihara orang yang tidak berguna, tidak ada yang boleh membantah sebelum polisi melacak keberadaan Sena, kita harus bergerak cepat untuk merebut kembali Reinhard Group. Suruh segera team pembunuh bayaran mengerahkan anak buahku untuk melaksanakan rencana selanjutnya dalam acara Mancanegara nanti, aku yakin aku akan bertemu kembali dengan Dakota dan Purnomo” ucap Pak Sutan.


“Baik Bos” ucap Irma.


BERSAMBUNG...................


Hai Reader 🤗


Mohon like dan komentar ya 🙏

__ADS_1


Sesekali di Vote juga boleh ☺️


See You 👋👋👋


__ADS_2