
# Admidjaya Group
Sesuai dengan janji kakek Dakota Pak Admidjaya, hari ini tepatnya di hari Senin perusahaannya Admidjaya Group akan melakukan Konferensi Pers pada publik untuk memperkenalkan Haris dan Dakota sebagai saudara kandung. Pengungkapan identitas dari Dakota ini kepada publik direncanakan dengan matang untuk mencuri perhatian dari Mr. Pich yang asli.
Dakota dikawal oleh Siti sudah memasuki lobi utama dari Admidjaya Group. Penampilan Dakota saat ini memang sudah berbeda di balik heels setinggi 10 cm yang dia kenakan serta kaca mata hitamnya karena terik matahari. Karena Dakota mengambil gelar Magister Tata Busana di Jerman dia memilih sekembalinya ke Indonesia untuk mengembangkan IndoBoutik milik suaminya. Ternyata Pak Admidjaya yang mengambil alih untuk mengembangkan Boutik itu. Sebagai perkenalan dari pemilik Boutik. Boutik itu sudah berdiri sebagai salah satu Boutik terbesar di Kota Jakarta. Untuk kepemilikan Boutik itu dialihkan pada Dakota.
“Siapa wanita itu.”
“Gila, dia cantik banget.”
“Bodinya bagus banget.”
“Aku dengar Presdir Haris memiliki saudari kembar, apa mungkin wanita itu.”
Gosip semua karyawan dari Admidjaya Group saat Dakota masuk kedalam melewati mereka menuju lift. Dakota langsung beranjak menuju Ruangan Presdir.
“Kau sudah datang” ucap Pak Admidjaya langsung memeluk cucunya yang sudah dia rindukan.
“Kakek, kenapa kakek terlihat kurusan” ucap Dakota melepas pelukannya. Dakota sudah memandangi tubuh Pak Admidjaya.
“Akhir-akhir ini Haris melarangku makan makanan yang berbaur santan” ucap Pak Admidjaya mengeluh pada Dakota.
“Haris” ucap Dakota menatap pada Haris.
“Kakek sudah sakit stroke tidak bisa makan santan lagi” ucap Haris memberikan alasan.
“Ternyata kakek sudah sakit” batin Dakota.
“Kakek, santan menyebabkan kolestrol tinggi, kakek sudah tua, benar yang dikatakan oleh Haris, kakek harus berhenti mengkonsumsi santan” ucap Dakota memberikan saran.
“Kalau aku tidak makan santan, aku tidak nafsu makan” ucap Pak Admidjaya.
“Aku akan sering-sering masak untuk kakek” ucap Dakota menenangkan Pak Admidjaya.
Tidak berapa lama Eveno sudah masuk keruangan itu berbisik pada Haris.
“Tuan Muda, semua tamu untuk peresmian IndoBoutik sudah tiba di Ruang Pers” bisik Eveno.
__ADS_1
“Waktunya sudah tiba, kita harus melakukan Konferensi Pers” ucap Haris melihat waktu di jam tangannya.
Mereka langsung beranjak keluar dari Ruangan Presdir.
# Ruang Pers
Dakota dan Haris serta Pak Admidjaya sudah duduk di bagian kursi paling depan. Moderator untuk acara peresmian IndoBoutik sudah membuka acara sejak Pak Admidjaya masuk.
Tepuk tangan meriah diberikan pada Pak Admidjaya untuk memberikan kata sambutan sekaligus meresmikan kepemilikan IndoBoutik dan perusahaan mana saja yang sudah bekerja sama dengan IndoBoutik.
“Hari ini saya selaku pendiri dari Admidjaya Group mengucapkan terima kasih banyak pada Presdir Cleofano dari Reinhard Group yang tidak bisa hadir pada saat ini. Beliau pastinya mendengar apa yang saya ucapkan saat ini, awalnya IndoBoutik ini hanya Boutik kecil milik Presdir Fano, namun saya minta pada beliau untuk mengembangkannya dan beliau menyetujui permintaan saya hingga IndoBoutik menjadi salah satu Boutik ternama di Kota Jakarta ini” ucap Pak Admidjaya menatap pada semua tamu undangan yang ada di Ruangan Pers.
“Prok ... prok ....” tepuk tangan semua tamu undangan.
“Ide pengembangan ini awalnya adalah ide dari cucu saya. Cucu saya ini sangat saya cintai melebihi diri saya sendiri. Ada banyak duka dan luka yang dia dapatkan selama ini karena sebab yang tidak bisa saya ucapkan. Namun untuk orang yang selama ini sudah membuat cucu saya sengsara tentunya dia akan mendengar apa yang saya ucapkan. Sebagai penghormatan terakhir saya pada almarhumah istri saya, saya mempersembahkan IndoBoutik ini untuk cucu saya Dakota Kaif Admidjaya” ucap Pak Admidjaya.
Tidak terasa air mata Pak Admidjaya menetes mengingat Dakota tumbuh sangat mirip dengan ibu Milen istri dari Pak Admidjaya. Jika melihat Dakota dan Haris, Pak Admidjaya akan selalu melihat istrinya masih hidup. Semua kamera langsung merekam pembicaraan Pak Admidjaya.
“Cekrek ... cekrek ....” suara bunyi kamera ada dimana-mana.
“Bukannya hanya Presdir Haris cucu tunggal dari Pak Admidjaya.”
“Lihat yang duduk di samping Presdir Haris, dia sangat mirip dengan Presdir Haris.”
Gosip semua wartawan dari media untuk mengekspos pemberitaan Konferensi Pers hari ini.
“Banyak orang yang tidak tahu bahwa saya masih memiliki cucu lain selain Haris. Saya jelaskan kembali, Haris lahir memiliki saudari kembar. Untuk cucuku Dakota Kaif Admidjaya silahkan nak, naik ke atas panggung” ucap Pak Admidjaya. Dakota dan Haris langsung beranjak dari duduk mereka menuju panggung.
“Cekrek ... cekrek ....” semua kamera fokus pada Dakota.
“Wah, dia sangat cantik.”
“Ternyata dia mirip dengan Presdir Haris.”
“Benar-benar kembar.”
“Ini adalah cucu saya Haris Kaif Admidjaya dan Dakota Kaif Admidjaya. Kedua cucu saya ini menyandang marga Kaif dari ibu kandung mereka Endangsi Kaif. Mulai saat ini nama dari cucu saya sudah legal. Cucu saya Dakota akan menjadi pemilik sah dari IndoBoutik” ucap Pak Admidjaya. Dakota dan Haris langsung menunduk pada media.
__ADS_1
“Terima kasih untuk kakek saya Pak Admidjaya. Saya akan mengembangkan IndoBoutik menjadi perusahaan yang besar nantinya dan untuk investor yang sudah rela mengeluarkan dana untuk IndoBoutik mohon kerja samanya” ucap Dakota memberikan sepatah kata untuk peresmian kepemilikan IndoBoutik.
“Pak Admidjaya, bagaimana bisa anda memiliki dua cucu, bukannya ibu kandung dari Presdir Haris adalah Nyonya Melda, kenapa Presdir Haris memakai marga Kaif” tanya salah satu wartawan stasiun Televisi.
“Sejak Haris dan Dakota lahir, mulai dari sekolah dasar hingga mereka mengenyam dunia perguruan tinggi sedari awal nama mereka yang tertera di Izajah sudah memakai marga Kaif dan Admidjaya” ucap Pak Admidjaya.
“Lalu bagaimana dengan nyonya Melda?” tanya wartawan kembali.
“Melda memang menantu saya, namun untuk wanita yang melahirkan cucu saya adalah Endangsi Kaif, beliau saat ini adalah menantu saya” ucap Pak Admidjaya.
“Selama ini untuk Nona Dakota ada dimana, kenapa baru sekarang muncul ke publik” tanya salah satu wartawan kembali.
“Untuk pertanyaan yang sifatnya pribadi tidak akan kami beritahukan. Saya rasa untuk Konferensi Pers ini sudah cukup” ucap Pak Admidjaya menutup acara.
“Tunggu dulu Pak Admidjaya” sahut para wartawan. Namun mereka sudah turun dari panggung.
Sementara itu,
Fano yang sedang sibuk di kantor menyempatkan diri untuk mengawasi pergerakan dari istrinya bahkan untuk acara Konferensi Pers. Mata Fano sangat jeli mengawasi rekaman CCTV pengawas yang sudah dipasang sesuai perintahnya. Saat dia ulangi untuk kedua kalinya dia menonton acara Konferensi Pers itu, tidak sengaja Fano melihat seorang pria muda terlihat misterius pura-pura merekam bergabung sebagai wartawan. Namun mata Fano tertuju pada bodi dan pakaian dari pria itu, setelah selesai Konferensi Pers pria itu terlihat kesal melihat bodyguard yang sudah mengawal istrinya sangat ramai.
“Gawat, kenapa bisa mereka masuk, bahkan sasaran matanya tertuju pada istriku. Apa dia masih disana” batin Fano. Fano langsung menghubungi Haris dan mengirimkan gambar pria itu untuk dideteksi segera.
“Halo” jawab Haris dari seberang.
“Tolong kau cek foto yang sudah kukirim, ada penyusup masuk ke Ruangan Pers tadi, aku yakin dia masih berada di sekitar kantormu, tutup semua akses keluar, lindungi istriku. Sasarannya istriku” teriak Fano langsung menutup panggilannya.
Fano langsung bergegas menuju Admidjaya Group. Fano bahkan sudah menangkap gambar pria misterius itu untuk segera disebarkan di seluruh internet.
BERSAMBUNG...............
Assalaamu’alaikum Wr. Wb. Syalom. Om Swastiastu. Namo Budaya. Salam Kebajikan. Salam Sejahtera.🙏
Bung Karno pernah mengatakan : Kalau jadi Hindu jangan jadi orang India. Kalau jadi Islam jangan jadi orang Arab. Kalau jadi Kristen jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat dan budaya Nusantara yang kaya raya ini.🌹
Author mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.🙏
See You🙋🙋🙋
__ADS_1