
Dakota sebagai penari utama untuk tarian kombinasi besok terpaksa malam itu dia menyempatkan dirinya untuk pergi ke Hotel A bersama Yohana, karena besok dia harus bekerja, malam itulah waktu yang tersisa baginya.
Setelah latihan menari, Dakota dan Yohana langsung melakukan penyamaran untuk mensurvei aula yang ada di Hotel A. Penampilan mereka sedikit berubah, mereka sengaja memakai wig rambut pendek. Mereka berangkat ke Hotel A sudah pukul 23.00 wib.
# Aula Hotel A
Tepat di aula hotel A besok akan diadakan acara penyambutan pengusaha Mancanegara. Ruangan aula itu sudah disulap seperti istana di negeri dongeng, bahkan panggungnya juga sangat menarik. Dari agenda acara yang sudah disusun dipastikan Artis penyanyi papan atas akan ikut memeriahkan acara itu nanti.
Yang Dakota tahu tamu undangan itu dari India dan Jepang sesuai dengan yang disampaikan oleh kakek misterisunya Pak Admidjaya, namun Dakota tidak terlalu mengetahui siapa saja tamu undangan artis yang akan diundang dan setahunya hanya Mr. Gipilah yang mengetahui hal itu. Karena Mr. Gipilah penanggung jawab sepenuhnya, dia hanya pelaksana saja.
“Yona, kamu tidak melihat jejak suamiku bukan” ucap Dakota melangkahkan kakinya keluar dari aula hotel. Dia melihat sekitar untuk memastikan bahwa mereka tidak bertemu dengan Fano.
“Deren, hotel ini sangat besar dan luas” ucap Yohana. Mereka sudah selesai melakukan survei lapangan dan hendak kembali pulang kerumah karena malam juga sudah semakin larut. Tiba-tiba saja Dakota dan Yohana berpapasan dengan wanita-wanita cantik berpenampilan dewasa dan pakaian mereka sangat terbuka.
“Klotak ... klotak ....” wanita-wanita itu melewati Dakota dan Yohana.
“Yona, kenapa ladies club di hotel ini berpakaian begitu” ucap Dakota menghentikan langkahnya dan membalikan badannya melihat wanita-wanita cantik itu berjalan berlenggok-lenggok memasuki Bar Hotel.
“Deren, ini kota metropolitan, paling mereka wanita penghibur” ucap Yohana ikut menghentikan langkahnya dan berbalik badan.
Tidak berapa lama mereka melihat Fano juga masuk ke bar di susul oleh Naon. Dakota langsung terdiam melihat suaminya sudah masuk kedalam bar, perasaannya mulai tidak karuan apa lagi mendengar perkataan sahabatnya yaitu wanita penghibur, tangannya mulai mengepal.
“Sial, dia izin menginap di Hotel, ternyata dia menikmati wanita-wanita cantik itu” batin Dakota.
“Deren, kamu tidak boleh gegabah. Dia hanya menemani pebisnis dari luar negeri” ucap Yohana mencegah Dakota untuk tidak bertindak lebih jauh, apa lagi tujuan awal mereka menyamar salah satunya menghindari Fano.
“Kita sudah sejauh ini menyamar Yona, aku yakin kita tidak akan dikenali” ucap Dakota melangkah menuju bar. Terpaksa Yohana mengikuti Dakota memasuki Bar.
__ADS_1
“Gawat, dia tidak akan marahkan sama suaminya nanti” batin Yohana.
Sesampainya di pintu bar, mereka sudah dijegat oleh pengawal. Dakota tidak peduli dengan pengawal itu, pandangan matanya sudah tertuju pada Fano yang sudah dilayani oleh wanita-wanita cantik tadi.
“Nona, tamu yang masuk ke bar ini tidak sembarangan, bisakah kalian tunjukkan identitas kalian” ucap salah satu pengawal pada Yohana.
“Kami bagian dari ladies club hotel” ucap Dakota ragu-ragu.
“Nona” pengawal itu ragu-ragu untuk memasukkan Dakota dan Yohana.
“Kamu tidak perlu khawatir, kami ini kerabat dari Pak Admidjaya” bisik Yohana mengedipkan matanya pada pengawal itu.
“Apa yang kalian lakukan” ucap Haris saat melihat pengawal sedang ribut dengan dua gadis aneh.
“Haris” ucap Dakota dan Yohana secara bersamaan. Haris terkejut melihat Dakota dan Yohana sudah berpenampilan ala Jenita Janet.
“Presdir Haris, kedua wanita ini memaksa masuk kedalam” ucap pengawal itu mencegah Dakota dan Yohana masuk.
“Baik Presdir” jawab para pengawal itu. Dakota dan Yohana masuk mengikuti Haris. Sampai ditempat duduk bagian depan bar, mereka memilih duduk dibagian depan itu.
“Ini sudah larut, kenapa kalian tidak langsung pulang saja” ucap Haris mengkhawatirkan Dakota dan Yohana.
“Hah, aku juga ingin sekali pulang, mataku sudah mengantuk” ucap Yohana, bahkan dia sudah mulai menguap.
“Bagaimana aku bisa pulang, kau tidak lihat suamiku sedang bersama dengan wanita-wanita cantik itu” sahut Dakota melihat Fano diruangan dalam bagian bar. Dakota hanya melihat punggung Fano dari arah pintu.
“Kau tidak perlu khawatir, suamimu itu orang yang bertanggung jawab. Dia hanya menemani tamu-tamu dari Jepang dan India. Mereka hanya membicarakan bisnis, wanita-wanita itu juga hanya melayani tamu saja” ucap Haris menenangkan Dakota. Mendengar penjelasan Haris, Dakota merasa tidak nyaman.
__ADS_1
“Aku ini seorang istri, mana mungkin aku bisa tenang melihat suamiku dikelilingi oleh wanita-wanita cantik, ini bahkan sudah larut” sahut Dakota. Sementara Yohana, matanya sudah mulai mengantuk.
“Aku akan mengawasi suamimu. Kau harus terbiasa menghadapi suamimu, dia melakukan itu karena urusan pekerjaan saja. Aku juga akan bergabung dengan mereka. Dunia malam begini sudah jadi hal biasa bagi kami. Yang salah itu adalah kalian, kalian perempuan baik-baik kenapa masih disini” ucap Haris.
“Wah, luar biasa. Ternyata dia sama saja, aku pikir dia tidak akan bergabung dengan wanita-wanita itu” batin Yohana.
“Apa?, kamu juga akan bergabung dengan wanita-wanita itu” sahut Yohana mencela pembicaraan itu. Matanya sudah tidak mengantuk lagi mendengar perkataan Haris, dia juga ikut kesal dan tidak menyangka kalau Haris akan ikut bergabung.
“Kamu sama saja dengan Fano” ucap Dakota kesal.
“Aku tidak punya banyak waktu, lebih baik kalian pulang. Kalian juga tidak bisa masuk kedalam sana, tamu yang ada didalam tidak sembarangan, pengawasan didalam lebih ketat lagi, karena tamu itu tamu internasional. Apa kalian mau merusak hubungan Fano dengan clientnya nanti” ucap Haris.
“Beb, seperti yang dikatakan Haris, kita tidak akan bisa masuk kedalam. Lebih baik kita pulang saja, kau tidak ingat usaha kita masuk kesini saja karena Haris. Kalau di dalam, Haris hanya sebagai tamu, bukan pemilik Hotel ini” bisik Yohana mengajak Dakota. Dakota hanya terdiam mendengarkan saran Yohana, bagaimanapun dia sangat kesal melihat suaminya itu masih dikelilingi oleh wanita-wanita cantik tadi.
“Aku akan suruh supirku mengantar kalian” ucap Haris mengantarkan Dakota dan Yohana keluar dari bar.
“Terima kasih atas bantuan anda Presdir Haris, semoga anda menikmati malam yang panjang ini dengan wanita-wanita cantik itu dan saya berharap semoga anda tidak sama dengan seorang gigol* nanti saat bersama wanita-wanita itu” ucap Yohana menyindir Haris.
Yohana langsung memeluk lengan Dakota, mereka berbalik badan menjauh dari bar dan langsung keluar meninggalkan Hotel itu. Sepeninggalan mereka, Haris masih geram mendengar kata gigol*. Dia tidak menyangka kalau Yohana mengucapkan kata-kata tidak pantas untuknya.
“Gadis bodoh ini darimana dapat kata-kata sindiran begitu, apa dia tidak tahu orang yang mendengar perkataannya tadi akan tersinggung” batin Haris memandangi punggung Dakota dan Yohana hingga mereka menghilang dari Hotel A.
Dakota dan Yohana kembali kerumah dengan perasaan yang galau. Dakota sangat galau karena tindakan suaminya dan Yohana galau karena Haris. Setibanya dirumah, Yohana lebih memilih tepar di kasur, karena matanya sudah tidak bisa diajak kompromi, sementara Dakota masih sibuk mengerjakan presentasinya. Malam itu menjadi malam yang panjang bagi Dakota, setelah lulus kuliah seingatnya dia belum pernah tidak tidur satu malaman (begadang). Namun malam itu menjadi malam yang panjang baginya.
BERSAMBUNG.......
Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir. Jadiin favorit untuk up selanjutnya. Jangan lupa like dan komentarnya ya.🙏🌹
__ADS_1
Vote juga boleh😊
See You🙋🙋🙋