
Setelah mendapat informasi dari team penyidik, Fano kembali mencari tahu kelemahan dari Septa. Saat Fano cek setiap status facebook yang Septa buat, ternyata Septa sudah putus dengan Irma, hanya sebentar saja mereka pacaran, namun dari foto keluarga yang Septa upload. Fano menemukan keluarga Septa sangat miskin, walau begitu Septa orang yang rajin bekerja juga membiayai biaya sekolah adik perempuannya yang masih duduk di bangku SMP.
“Aku yakin dia sangat sayang pada keluarganya, bisa jadi Mr. Pich sudah mengancam keluarganya” batin Fano.
Naon masih tetap mengintrogasi Septa untuk menanyai siapa yang sudah menyuruhnya untuk masuk menyusup untuk mengintai Dakota. Namun Septa tidak juga mau berkata jujur membuat Naon semakin marah dengan sikap Septa, bahkan wajah Septa sudah babak belur.
“Ceter ... ceter ....” suara cambukan melayang ditubuh Septa.
“Katakan ....” teriak Naon.
“Aku tidak akan memberitahukan pada kalian” ucap Septa.
“Kau!” pekik Naon melanjutkan aksinya. Tidak lama Fano langsung menghampiri ruangan eksekusi itu.
“Cukup!” perintah Fano pada Naon.
“Tapi Presdir ....” ucap Naon. Namun Fano sudah duduk menghadap pada Septa. Naonpun menghentikan aksinya. Naon langsung meletakkan cambuknya mendampingi Fano.
“Cih ....” ucap Septa sambil meludah, hampir saja air liur Septa membasahi sepatu Fano.
“Kau ini!” pekik Naon. Naon sangat jengkel pada Septa yang juga belum menyerah.
“Jadi kau Bosnya disini” ucap Septa menatap pada Fano.
“Dududkkan dia” ucap Fano pada pengawal. Para pengawal itu langsung membenarkan posisi Septa untuk menghadap pada Fano.
“Ternyata kau masih bisa bersikap manusiawai dibandingkan para anjing-anjing mu ini” ucap Septa sambil melirik pada pengawal Fano. Melihat Septa tidak nyaman dengan bodyguard itu, Fanopun menggerakkan tangannya.
“Kalian boleh tinggalkan kami” ucap Fano pada pengawal itu. Para pengawal itu langsung keluar dari ruangan itu.
“Saya juga Presdir” ucap Naon. Fano tidak menanggapi ucapan Naon. Naonpun tetap mendampingi Fano.
Karena selama ini Fano merasa sudah gagal menangani setiap penyusup yang sudah tertangkap, kali ini Fano melakukan teknik pendekatan yang saling menguntungkan nantinya untuknya juga untuk Septa.
“Tidak semua orang bisa berkata jujur setelah mendapatkan kekerasan” batin Fano.
“Mereka memanggilmu Presdir, berarti kau adalah Presdir dari Reinhard Group Cleofano Reinhard” ucap Septa memicingkan matanya yang sudah bengkak.
“Kau sudah mengenalku” ucap Fano dengan santai.
“Kau juga tentunya sudah mengenalku” ucap Septa.
__ADS_1
Tangan Fano sudah dia lambaikan pada Naon. Naonpun langsung mengerti dengan maksud lambaian tangan Fano meminta air putih untuk segera dibawakan pada Septa.
“Presdir sangat baik pada penjahat, bahkan memberikan penjahat minum” batin Naon.
“Minumlah” ucap Fano saat Naon menyerahkan botol minuman pada Septa.
“Kau peduli juga dengan penjahat” ucap Septa langsung meneguk botol minuman yang diberikan oleh Naon.
“Aku yakin kau bukan pria yang jahat. Awalnya orang jahat itu lahir dari orang baik” ucap Fano.
“Terserah kau saja mau ngomong apa, aku ini tetap orang jahat yang sudah mengintai istrimu” ucap Septa.
“Begitu ya, aku tidak perlu berbasa-basi lagi denganmu” ucap Fano.
Fano langsung menunjukkan pada Septa fotonya bersama dengan Irma dari handphonenya.
“Foto itu sudah lama, apa yang kau harapkan dari foto itu” cengir Septa.
“Aku tahu foto ini sudah lama, tapi ... aku yakin kau masih mencintai wanita ini, bahkan dari status yang kau update hingga saat ini, nampaknya kau yang dicampakkan olehnya” ucap Fano menebak hubungan Septa dan Irma.
“Kau hanya omong kosong” ucap Septa menundukkan kepalanya, bahkan tangan Septa mulai mengepal saat Fano mengatakan bahwa Septa masih mencintai Irma Sugiono.
“Lalu bagaimana dengan ini” ucap Fano kembali menunjukkan foto keluarga Septa.
“Kau yakin dengan ucapanmu ....” ucap Fano menegaskan ucapannya.
“Kau banyak duit, apa kau tega membuat keluarga miskin semakin melarat” ucap Septa kembali menatap wajah Fano.
“Kalau itu untuk membuka mulutmu kenapa tidak” ucap Fano sambil memasukkan handphonenya kesaku jaketnya.
“Hahaha ... kau buatpun mereka melarat, aku tidak akan membuka mulutku, sudah lama aku keluar dari lingkaran kemiskinan itu” ucap Septa.
Terlihat dari ekspresi Septa saat ini bahwa dia sebenarnya sangat peduli dengan keluarganya.
“Bagaimana jika aku melakukan penawaran denganmu” ucap Fano.
“Kau tidak perlu susah payah untuk membuka mulutku, aku tidak akan mengatakan yang sebenarnya padamu” ucap Septa menolak tawaran Fano.
“Aku bisa melihat dari raut wajahmu, kau sangat peduli dengan keluargamu, aku bisa menyelamatkan mereka, berapa yang mereka bayar untukmu, akan kunaikkan 2 kali lipat, tidak lebih dari itupun kau minta aku sanggup membayarnya” ucap Fano.
“Kau hanya bisa ngomong saja, aku tidak melihat keseriusan dari wajahmu” ucap Septa.
__ADS_1
“Aku bukan orang yang main-main dengan ucapanku, saat ini kalau kau tidakpun mau jujur, aku bisa saja menyuruh orang-orangku untuk membunuhmu, kalau kau sudah mati, siapa yang akan melindungi keluargamu, apa lagi kau hanya punya satu adik perempuan masih sekolah, kau mau dia putus harapan tidak bisa melanjutkan sekolah, bahkan akan dijual nanti oleh Bosmu” ucap Fano.
“Diam kau! Aku tidak akan biarkan mereka menyentuh keluargaku” ucap Septa. Mata Septa mulai berkaca-kaca bahkan air matanya sudah keluar membasahi pipinya.
“Aku sudah yakin, kau hanya tawanan mereka saja. Bekerja samalah denganku” ucap Fano.
“Apa kau yakin bisa menjamin keluargaku ... kau harus tahu saat ini mereka sudah mengancam keluargaku, bahkan Irma memanfaatkan kebaikanku selama ini, aku tidak punya pilihan lain selain menjadi tawanan mereka” ucap Septa sambil melap air matanya.
“Bagus ... kau membuat pilihan yang tepat untuk bekerja sama denganku, aku bisa menjamin keluargamu aman ditanganku. Ceritakan saja apa rencana mereka selanjutnya” ucap Fano.
“Jika aku berhasil menarik perhatian kalian, selanjutnya itu aksi dari Irma, Irma akan masuk kedalam lingkaran keluarga kecilmu, aku hanya bekerja sampai disini saja, setelah aku berhasil menarik perhatian mereka, mau aku hidup atau mati keluar dari sini mereka mengatakan akan membebaskan keluargaku” ucap Septa.
“Siapa saja orang yang terlibat dengan Bosmu?” tanya Fano.
“Jujur, sebenarnya aku belum pernah bertemu dengannya, ketika aku putus dengan Irma, aku sudah mendapat ancaman bahwa keluargaku akan dibunuh jika aku tidak ikut kerja sama dengan mereka. Ternyata Irma mau berpacaran denganku untuk memanfaatkan aku selama ini, bahkan untuk penembakan yang terjadi di Rumah Sakit saat istrimu melahirkan aku ikut bekerja sama dengan mereka, aku melalukan itu karena adikku sudah diancam, aku tidak bisa berbuat apa-apa, namun untuk wajah Bosku aku belum pernah melihatnya, dia selalu memakai topeng, dari suaranya aku bisa menebak terdengar dia sudah tua. Kalau untuk orang-orang yang terlibat dengannya, aku hanya kenal dengan Irma dan teman Irma, kalau tidak salah namanya Sena dan satunya lagi Mia” ucap Septa.
“Kau harus jujur!” tegas Fano.
“Maafkan aku, setelah ini ... jika aku bisa selamat dan hidup dari kepungan kalian, aku masih harus melaksanakan misi selanjutnya dari Mr. Pich, namun untuk misi selanjutnya aku belum tahu apa misi itu” ucap Septa menunduk pada Fano. Akhirnya Septa berkata jujur bahwa Bosnya adalah Mr. Pich.
“Hanya itu?” tanya Fano memastikan.
“Kau sudah janji untuk menjamin keselamatan keluargaku, aku sudah mengatakan yang sebenarnya, aku juga bisa membantumu, aku akan kerja sama dengan kalian, saat ini nyawaku tidak ada artinya bila dibandingkan dengan nyawa keluargaku” ucap Septa.
“Target mereka siapa?” tanya Fano.
“Yang paling utama mereka menargetkan istrimu, sisanya bisa jadi perusahaanmu” ucap Septa.
“Kau pegang ucapanmu, kita sudah sepakat untuk kerja sama, aku akan lepaskan kau dan lakukan misi selanjutnya” ucap Fano.
“Aku bisa pegang ucapanku, aku tidak akan ingkar janji, tapi tolong selamatkan keluargaku” pinta Septa.
“Kau jangan khawatir, teamku akan menyusun rencana selanjutnya denganmu, bergabung saja dengan Bosmu seperti biasa, laporkan pergerakan selanjutnya pada kami” ucap Fano.
Setelah mendapat kesepakatan dengan Septa, malam itu juga Fano dan team penyidik melakukan strategi untuk bekerja sama dengan Septa.
BERSAMBUNG...........
Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir. Mohon like dan komentar ya🙏
Di Vote juga boleh,😊
__ADS_1
See You🙋🙋🙋