
Semua tamu undangan sudah berdiri dari kursi mereka. Tamu undangan semakin mendekat dengan panggung untuk menyaksikan pertunjukan tarian dari Dakota dan teman-temannya. Sementara Fano tetap memilih duduk di kursinya, dia tetap menatap pergerakan istrinya dari jauh. Fokus mata Fano tertuju hanya pada Dakota. Naon tetap mendampingi Fano duduk di kursi dan Siti hanya bisa mengawasi pergerakan Dakota dari dekat panggung.
“Aku tidak tahu, apakah dia juga menatapku dari panggung itu, dia sangat menikmati tariannya itu, tidak bisakah dia menari hanya untukku, dia bahkan dikagumi semua orang, sebenarnya aku ini suaminya atau tidak, aku bahkan tidak bisa mengungkapkan pada orang banyak bahwa dia wanitaku, seperti tindakan Tuan Rapijay pada nyonya Erene, ah ... sial sekali aku ini” gumam Fano menekan gelas minumnya.
Haris hanya bisa duduk menemani Fano, sesekali Haris tetap memperhatikan Dakota juga Yohana.
Ditengah-tengah tarian itu berlangsung. Ibu Erene dan Pak Rapijay memasuki panggung. Pak Rapijay dengan lembut menyambut tangan istrinya untuk menaiki panggung.
Semua tamu undangan langsung bersorak-sorai.
“Lihat itu, tuan Rapijay sudah naik panggung.”
“Luar biasa, suami istri yang harmonis.”
“Sepertinya mereka akan menari juga.”
Teriak tamu undangan saat melihat Pak Rapijay dan ibu Erene naik kepanggung.
Musik berbunyi:
Tenenene ... tenenene ... dhoom ... tenenene ... tenenene ...
“Sweet ... sweeet ....” sorak-sorai tamu undangan.
Dhoom machaale dhoom machaale dhoom ... yo ... yo ... yo ...
Dhoom machaale dhoom machaale dhoom ... yo ... yo ... yo ...
Pak Rapijay sudah menari di antara ibu Erene dan Dakota. Begitu sigap Pak Rapijay melepas jasnya, kini hanya kaus tipis yang menempel pada tubuh Pak Rapijay membuat tubuh kekarnya terlihat, bahkan tarian Pak Rapijay membuat tamu undangan semakin heboh, ada yang menari diluar panggung, kebanyakan tamu dari India.
Tenenene ... tenenene ... dhoom ... tenenene ... tenenene ...
Dhoom machaale dhoom machaale dhoom ... ca ca ca ca ...
Dhoom machaale dhoom machaale dhoom ... ca ca ca ca ...
Tubuh ibu Erene yang sudah memasuki usia setengah abad masih lihai menari. Bahkan Pak Rapijay yang ikut menari juga terlihat lihai dan jago menari.
“Hooo ... ho ... wet ... wet ....” kembali sorak sorai dari penonton meneriaki aksi dari Pak Rapijay, Dakota dan Ibu Erene. Para Penari lainya mengangkat tulisan besar, bertuliskan “Selamat ulang tahun Erene Singh” hingga acara tarian itu berakhir, mereka semua bermandikan keringat bahkan lampu dan kembang api menerangi panggung itu, membuat suasana semakin meriah.
Haris berusaha menenangkan hati Fano.
“Lihatlah, itu hanya konsep untuk ulang tahun nyonya Erene. Mereka sudah merencanakan konsep ini” ucap Haris.
“Kau sangat banyak omong” sahut Fano berdiri dari kursinya. Fano berencana langsung menemui istrinya saat musik dhoom machale itu berhenti, tarian persembahan Dakota dan teman-temannya sudah selesai juga.
“Berikan tepuk tangan yang meriah untuk penampilan mereka” teriak Mc.
“Prokk ... prokk ....” tamu undangan langsung tepuk tangan.
Para penari itu langsung menunduk pada penonton, mereka terlihat ngosngosan, walau bergitu di atas panggung itu mereka masih sempat bersalaman dengan ibu Erene, sebagai tanda terima kasih ibu Erene memeluk mereka satu persatu hingga mereka turun dari panggung.
Karena tamu undangan masih ramai berkerumunan, terpaksa niat Dakota untuk menumui suaminya terhalang, selama dia menari tadi, sesekali dia melihat posisi suaminya, untungnya sedari tadi Naon berdiri dari kursinya untuk melambaikan tangan, sehingga Dakota bisa melihat posisi Fano dari panggung. Dakota bisa melihat bahwa raut wajah suaminya tidak terlihat senang, padahal dia sangat merindukan suaminya itu.
“Aduh, dimana suamiku, kenapa dia tidak ada di kursinya” gumam Dakota memandangi meja Fano sudah kosong.
“Beb, kita istirahat saja dulu” ucap Yohana menarik tangan Dakota. Dakota mengikut bergabung dengan penari lain masuk kebalik panggung, mereka langsung minum air putih, setelah itu mereka kembali keluar dari balik panggung, karena aksi di panggung masih berlanjut dengan acara selanjutnya.
Setibanya mereka melangkah turun dari panggung untuk menghampiri tamu, para tamu undangan sudah kembali ke meja masing-masing. Hal itu membuat Dakota dan Yohana merasa lega, mereka berdua berencana mencari posisi Fano dan Haris, namun langkah kaki mereka berhenti karena suara dari Mc.
__ADS_1
“Hadirin yang berbahagia, kita masih ada tamu spesial yang akan mengisi acara bisnis ini. Kalian pastinya akan terkejut dengan kehadiran artis yang satu ini, dia berasal dari Indonesia, dan kalian tahu dia juga artis terkenal yang mengisi hati para wanita baru-baru ini” ucap Mc. Pembawa acara ini bahkan tersenyum malu saat artis kesukaannya akan tampil.
Semua mata langsung fokus pada Mc, bahkan mereka sudah menatap panggung, terutama tamu undangan wanita. Tidak berapa lama Janter Sucipto sudah memasuki panggung.
“Kyaa ... JS love you.”
“Jeee eeS, tampan sekali ....”
“Pujaan Hatiku.”
Teriak tamu undangan, kebanyakan tamu undangan wanita langsung mendekat kepanggung melihat aksi Janter Sucipto dari dekat.
“Sepertinya, tamu undangan sudah tidak sabar, sambutlah artis kita JS” teriak Mc.
Dakota dan Yohana sangat terkejut melihat Janter Sucipto sudah berdiri di atas panggung menggendong gitar, dia bahkan tidak memakai mask eyes. Bahkan mereka berdua terlihat bodoh berdiri melongo di dekat panggung. Aura dari Janter Sucipto terlihat berbeda dari saat 5 tahun yang lalu. Saat ini mereka sudah melihat Janter Sucipto sebagai pria dewasa, bahkan ketampanannya semakin tambah, membuat siapa saja yang melihatnya langsung terpikat. Mata Yohana bahkan berbinar-binar, tidak menyangka bahwa dia sedang menatap seniornya sedang berdiri dihadapannya, bahkan seorang artis pula.
“Wah, gila ... ganteng banget dia” gumam Yohana.
“Apa ini kebetulan, kenapa bisa bertemu disini, setelah sekian lama” batin Dakota.
Sementara Fano yang sudah kembali duduk dikursinya semakin gelisah, pasalnya dia melihat istrinya sedang menatapi Janter Sucipto dari arah yang sangat dekat. Tangan Fano semakin mengepal, hatinya sudah dilanda rasa cemburu.
“Salam hai untuk semua tamu undangan” ucap Janter membuka suara, setelah dia selesai menyetel gitar dan mempersipkan dirinya.
“Haiiiiii” teriak tamu undangan menyapa, bahkan tangan mereka ikut bergerak menyahuti Janter.
“Kalian sudah tidak sabar ya, untuk menantikan penampilan saya” ucap Janter kembali.
Janter langsung menatap pada semua penonton berharap menemukan sosok yang dia rindukan, tidak berapa lama Janter lagsung menemukan sosok Dakota dan Yohana, karena mereka berdua berdiri berdekatan dan juga sedang melongo memandanginya. Janter langsung melepaskan senyumnya yang menawan, membuat Dakota dan Yohana langsung menunduk.
“Kamu sangat tampan.”
“Tunjukkan suara merdumu.”
Teriak tamu undangan.
“Kali ini saya akan mempersembahkan lagu untuk wanita yang sangat saya cintai, wanita itu sudah berdiri dihadapan saya. Semoga kalian terhibur” ucap Janter mengarahkan pandangannya pada Dakota dan Yohana. Membuat wanita yang berdiri didepan mereka merasa salah tingkah dan deg-degan sudah di pandangi oleh Janter.
“Siapa wanita itu, apa benar wanita yang selama ini dia cintai hadir di acara ini.”
“Serius dia ada diantara kita.”
“Lihat arah pandangan JS menatap.”
“Yang mana sih, ada banyak wanita yang dia pandangi oleh JS.”
Ucap tamu undangan wanita menebak.
Tidak berapa lama, gitar Janter sudah dia mainkan diikuti musik, terdengar oleh tamu undangan bahwa Janter menyanyikan lagu Adele yang berjudul 'Someone Like You'.
“Prok ... prokk ... sweeet ....” sorak-sorai dari penonton.
“I heard (Kudengar)” Janter membuka suara merdunya. Semua tamu undangan langsung tepuk tangan mendengar suara merdu dari Janter melanjutkan lagunya.
That you’re settled down (Bahwa kau menetap)
That you found a man (Bahwa kau temukan seorang pria)
And you’re married now (Dan kini kau menikah)
__ADS_1
I heard (Kudengar)
That your dreams came true (Mimpimu menjadi nyata)
Guess he gave you things (Pasti dia memberimu segalanya)
I didn’t give to you (Yang tak bisa kuberikan padamu)
Old friend (Teman Lama)
Why are you so shy (Kenapa kau begitu malu)
It ain’t like you to hold back (Engkau bukanlah orang yang peragu)
Or hide from the light (Atau suka sembunyi dari cahaya)
I hate to turn up put of the blue (Aku benci harus muncul tiba-tiba)
Uninvited (Tak diundang)
But i couldn’t stay away (Namun aku tak bisa diam)
I couldn’t fight it (Aku tak tahan)
I’d hoped you’d see my face (Aku berharap kau lihat wajahku)
And that you’d be reminded (Dan kau kan teringat)
That for me (Bahwa bagiku)
It isn’t over (Semua ini belum usai).
Dakota sangat terkejut mendengar lagu yang di bawakan oleh Janter, arah pandangan mata Dakota langsung teralih kelantai, dia tidak sanggup menatap panggung, sedari tadi Dakota merasa di pandanagi oleh Janter.
Yohana yang sadar dengan situasi, tangan Yohana dengan erat menggenggam jari jemari Dakota. Yohana sangat tahu kisah Janter yang tetap menyukai Dakota sebagai cinta pertamanya. Memang cinta pertama itu sangat sulit untuk dilupakan. Yohana sangat memahami perasaan Janter pada Dakota. Bahkan selama ini Yohana selalu mendapatkan email dan pesan singkat di facebook dari Janter, Janter menanyakan bagaimana keadaan Dakota, walau Yohana tidak pernah membalas apapun mengenai Dakota pada Janter, dia tidak menyangka bahwa Janter tahu bahwa sahabatnya itu sudah menikah.
“Ya ampun, senior Janter, kenapa menyanyikan lagu ini, lagu ini maknanya sangat dalam, merelakan namun tidak ikhlas, tidak tahukah bahwa suami dari sahabatku ini juga berada disini” gumam Yohana menatap wajah Dakota.
“Apa kita keluar saja dari sini” ucap Yohana pelan pada Dakota. Dakota melihat kesekitar, ternyata tamu undangan sangat ramai memadati area sekitar panggung, bahkan bergerakpun mereka tidak bisa.
“Kita berdiri saja disini, sampai senior Janter selesai bernyanyi” ucap Dakota, dia pasrah berdiri dengan tamu undangan menikmati suara merdu dari Janter.
BERSAMBUNG.........
Hai Reader Wanita Presdir,😊
Author mengucapkan terima kasih sudah mampir ke novel author. Selamat menjalankan ibadah puasa bagi umat muslim. Semoga lancar ibadahnya ya,🙏
Jangan bosan ya reader tetap berikan like dan komentar kalian. Untuk like itu tidak akan membuat reader rugi kok, hehe😄
Komentar kalian selalu author baca, bahkan author jadi semangat,💪
Reader: Banyak banget permintaan nya thor😓😐😌😣😮😳😦
Author: 😰😨😵😟😲😭😭😭😭
Reader: iyadeh thor pasti like dan komentar😎😎😎
Author: Makasih Reader🙏🙏🙏
__ADS_1
See You 🙋🙋🙋