
Dakota dan para penari selama berada di Hotel Four Seasons mengubah strategi tarian mereka, karena permintaan dari ibu Erene, mulai dari malam hingga keesokan harinya mereka latihan gabungan atau GR dengan penari pria yang sudah di sediakan oleh hotel. Untungnya saja Dakota dan teman-teman penarinya sudah profesional, walau mengubah strategi juga lagu yang dibawakan, mereka tetap bisa menguasai konsep baru itu selama 24 jam waktu yang tersisa.
Sementara Fano dan Naon baru saja sampai di Hotel Four Seasons Paris sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Siti langsung menghadap pada Fano saat Fano sudah tiba dipenginapannya. Siti melaporkan pada Fano apa saja yang dilakukan istrinya selama berada di Hotel Four Seasons, siapa yang ditemui Dakota hingga aktivitas yang dilakukan oleh Dakota. Fano bahkan belum melihat batang hidung istrinya hingga malam tiba.
Acara bisnispun dimulai, semua tamu undangan sudah memenuhi ruangan perjamuan bisnis. Para tamu undangan sudah memakai mask eyes masing-masing. Namun untuk acara kali ini penggunaan mask ayes terserah pada tamu undangan, sebagian ada yang memakai dan sebagian lagi ada yang tidak. Begitu juga dengan artis yang mengisi acara, kebanyakan dari mereka tidak memakai mask eyes.
Acara sudah di isi oleh artis-artis papan atas untuk menghibur tamu undangan. Bagitu juga dengan Fano, dia sudah bergabung dengan rombongan Pak Rapijay. Fano juga yakin Pak Rapijay sudah mengenalinya, karena urusan kerja sama perusahaan dia memilih berbincang-bincang dengan Pak Rapijay.
“Tuan Rapijay” ucap Fano menjabat tangan Pak Rapijay.
“Mr. Kley, kamu sudah tiba” ucap Pak Rapijay memukul lengan Fano.
“Lama tidak jumpa tuan Rapijay” balas Fano.
“Mr. Kley, perkenalkan ini istri saya” ucap Pak Rapijay memperkenalkan ibu Erene.
“Hai Mr. Kley, saya Erene Singh” sahut ibu Erene menjabat tangan Fano.
“Hai Nyonya Erene, mohon maaf saya baru saja mendengar bahwa nyonya berulang tahun hari ini, itu pun saya tahu dari pembawa acara tadi. Maaf saya tidak membawa hadiah” tutur Fano meminta maaf.
“Mr. Kley, jangan begitu, anda tidak perlu sungkan, saya yang seharusnya mengucapkan terima kasih sudah memberikan izin pada karyawan anda, dia adalah kado ulang terindah untuk saya” ucap ibu Erene.
“Wah, ternyata ibu Erene sudah mengenal saya” ucap Fano sambil tersenyum.
“Dia akan memberikan tarian indah, itu sudah cukup” ucap Pak Rapijay menimpali.
“Semoga saja, kali ini dia tidak memakai kostum yang aneh” batin Fano.
Tidak berapa lama Haris juga sudah tiba bergabung dengan Fano. Mereka melanjutkan perbincangan mereka.
“Hadirin yang berbahagia” ucap Mc dalam bahasa inggris. Fokus tamu undangan teralihkan pada Mc pembawa acara. Suara Mc sangat merdu dan nyaman di dengar.
“Ada sepucuk surat cinta untuk nyonya Erene Singh” ucap Mc mengarahkan pandangan matanya pada rombongan Pak Rapijay.
“Prok ... prok ....” tamu undangan langsung tepuk tangan, bahkan mereka ada yang bersorak-sorak bersuara menyahuti Mc.
__ADS_1
“Kekasihku Erene Singh, terima kasih kuucapkan padamu pujaan hatiku, terima kasih sudah mendampingiku saat susah maupun senang, terima kasih untuk tidak menangis walau aku terkadang menjadi suami yang sangat sibuk dan mengabaikanmu, terima kasih untuk tetap berpenampilan cantik demi diriku, aku mencintaimu sayang, selamat ulang tahun. Ada orang mengatakan wanita bagi pria sama saja dengan mengganti pakaian, namun bagiku kamu adalah wanita yang tidak akan tergantikan oleh waktu dan ruang, selamanya akan menjadi wanitaku. Kamu selalu bertanya saat mengenakan pakaian ‘sayang, bagaimana penampilanku’ aku akan menjawabnya ‘cantik, semua yang kau kenakan terlihat cantik, apa lagi kalau kau tidak mengenakan pakaian, akan terlihat lebih cantik lagi’. Sekian, dari Tuan Rapijay, suamimu” ucap Mc.
“Prok ... prok ....” Semua tamu undangan langsung tepuk tangan, awalnya kata-kata yang di sampaikan oleh Mc membuat mereka terharu, namun karena kalimat terakhir mereka malah tertawa, bahkan ibu Erene sampai memukul lengan Pak Rapijay. Ibu Erene malah tersipu malu melihat tamu undangan sudah bersorak-sorak menyahuti Mc. Pak Rapijay balas memeluk ibu Erene.
“Ini bukan ucapan romantis, kau malah membongkar aib” bisik ibu Erene di telinga Pak Rapijay yang masih bisa didengar oleh orang disekitar mereka. Fano dan Haris ikut tertawa melihat keharmonisan rumah tangga Pak Rapijay.
“Hadirin yang berbahagia, untuk merayakan ulang tahun nyonya Erene, mari kita sambut hadiah ulang tahun dari penari Indonesia. Tarian ini di persembahkkan untuk ulang tahun nyonya Erene yang ke 45 tahun. Sambutlah mereka” ucap Mc.
Lampu ruangan langsung dimatikan, semua pencahayaan sudah fokus pada panggung.
Tidak berapa lama layar langsung terbuka, formasi penari perempuan dan penari pria sudah berdiri diatas panggung.
“Prok ... prok ....” tepuk tangan dari tamu undangan.
Saat musik sudah berbunyi:
Tenenene ... tenenenee ... tenenene ... tenenene ...
Tenenene ... tenenenee ... dhoom ... tenenene ... tenenene ...
Mata tamu undangan sudah tertuju saat satu penari utama yaitu Dakota, dia sudah turun dari udara, dia sangat cantik dan elegan. Kostum mereka kali ini tertutup walau begitu lekuk tubuh mereka masih terlihat dibalik mask eyes tipis yang mereka kenakan.
“Kenapa bisa begini, bukannya dia menari dengan penari wanita saja” gumam Fano semakin kesal, melihat istrinya sudah menari di kelilingi penari pria, walau penari wanita juga ikut bergabung.
“Seweett ... weet ....” sorak-sorai tamu undangan semakin memanas. Penari membawakan tarian Dhoom Machale.
Musik ... dhoom ... musik ....
Dakota langsung menyanyi diselangi dengan tarian dhoom machale.
Ishq ishq karna hai kar le
Ishq ishq mein jee le mar le
Ishq ishq hai sab se pyaara
__ADS_1
Ishq ishq karna hai kar le
Ishq ishq mein jee le mar le
Ishq ishq na ho do baara
Ishq hi to zindagi hai
Ishq hi to har khushi hai
Ishq mein khud ko bhulaake jhoom
Dhoom machaale dhoom machaale dhoom ....
Dhoom machaale dhoom machaale dhoom ....
Dhoom machaale dhoom machaale dhoom ....
Dhoom machaale dhoom machaale dhoom ....
Tarian terus berlanjut, sementara Haris sudah menatap pada Fano.
“Ada apa denganmu, bukannya kau setuju untuk dia mempersembahkan tarian disini” bisik Haris pada Fano.
“Kau bisa diam tidak” tegas Fano kesal.
“Kau harus terbiasa dengan ini, dia hanya memberikan hadiah pada nyonya Erene” ucap Haris kembali. Fano malah menatap sinis pada Haris, bahkan Fano sudah terlihat ingin menerkamnya.
“Waduh, kau jangan marah padaku, aku tidak ada sangkut paut untuk acara kali ini, ini permintaan dari nyonya Erene” ucap Haris mengangkat bahunya.
“Ya ampun, begitu emosinya dirimu, dia akan tetap jadi milikmu, tidak bisa tenangkah, adikku itu tidak menyentuh para penari pria itu, mereka hanya menari” gumam Haris menatap pada Fano, sedari awal Dakota muncul tangan Fano sudah terlihat mengepal.
BERSAMBUNG...........
Hai Reader Wanita Presdir,
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar dan Vote😊
See You🙋🙋🙋