
#Ruang Khusus VVIP Bar Hotel A.
Wajah Dakota sudah terlihat marah karena tindakan Janter barusan.
“Apa kau segitu bencinya padaku, aku hanya merapikan rambutmu” ucap Janter kembali duduk keposisi semula.
“Bang Janter seorang artis top masih lajang, sedang aku seorang wanita yang sudah bersuami. Sebenarnya aku tidak pantas menemui bang Janter di ruangan ini. Namun aku datang karena hal penting yang bang Janter katakan sebelumnya, aku sudah mengambil resiko datang kesini tidak memberitahukan suamiku, bisakah bang Janter langsung memberitahukan hal penting itu, hari juga sudah larut, kalau bang Janter menginginkan kedatanganku kesini untuk main-main, lebih baik aku pergi dari sini” ucap Dakota kesal.
“Ternyata aku tidak punya kesempatan untuk berduaan denganmu, kau bahkan terlihat marah karena aku menyentuh rambutmu, huh ....” ucap Janter menghela nafas.
“Kau sudah menghabiskan waktuku” ucap Dakota kesal, dia langsung bangkit dari sofa.
“Tunggu dulu, sudah kukatakan aku akan mengatakan hal penting padamu, apa kau tidak mau dengar” ucap Janter menahan Dakota. Dakota langsung menoleh kembali menatap pada Janter.
Tidak berapa lama, Janter langsung memainkan mata pada pelayan dan pengawal yang ada diruangan itu untuk segera keluar. Sementara itu, Fano masih menahan emosinya berdiri dengan Naon di luar ruangan, mereka masih berdiri di dalam Bar, mereka tetap stay memperhatikan dari luar ruangan itu, sesekali Naon mempeprhatikan sekitar supaya mereka tidak terlihat sedang memantau orang yang berada di ruangan khusus itu. Walau sudah mengamati, namun Fano sama sekali tidak bisa mendengarkan perbincangan Janter dengan istrinya. Karena ruangan itu memang khusus untuk tamu penting, ruangan itu juga kedap suara serta untuk mendapatkan rekaman CCTV dari ruangan itu sangat sulit, walau pemilik Hotel tersebut adalah Pak Admidjaya.
Setelah orang yang berada diruangan itu hanya mereka berdua, Janter kembali meminum anggurnya sebelum dia membuka suara untuk mengatakan tujuannya memanggil Dakota menemuinya di Hotel A.
“Langsung saja katakan hal penting itu” tegas Dakota masih berdiri di dekat sofa.
“5 tahun lalu, kau tahu aku pergi keluar negeri itu karena siapa? Aku pergi karena perintah dari kakekmu Pak Admidjaya” ucap Janter menyilangkan kakinya. Mendengar ucapan Janter serius, Dakota kembali duduk di sofa.
__ADS_1
“Kenapa kau mau melaksanakan perintah itu” tanya Dakota penasaran.
“Karena aku di ancam oleh kakekmu, kalau aku tidak pergi meninggalkan dirimu, maka perusahaan ayahku akan bangkrut. Kau tidak tahukan kalau perusahaan ayah Irma, Sena juga Mia bangkrut karena tekanan dari Admidjaya Group. Setelah perbuatan mereka bertiga padamu, mereka tidak lagi masuk kesekolah” ucap Janter. Mendengar ucapan Janter itu, membuat Dakota terkejut, dia tidak menyangka bahwa ke tiga keluarga itu hancur dengan mudah demi dirinya. Setahu Dakota selama ini seniornya itu pindah karena bangkrut saja, dia tidak tahu kalau kakek misterisusnyalah dibalik itu semua bahkan membuat ketiga seniornya itu pindah dari sekolah.
“Tebakanku benar, kau tidak tahu hal itu. Ternyata kau tidak tahu sama sekali” ucap Janter melihat wajah Dakota sangat syok juga tidak percaya dengan ucapan Janter.
“Saat aku diancam oleh kakekmu, hari itu juga aku langsung menyelidiki hubungan kalian, kebetulan saat itu pria yang keluar dari ruangan ICU terlihat mirip dengan Haris Admidjaya, aku langsung mencek memaksa Dokter untuk menanyakan golongan darah Haris. Dokter itu mengatakan benar bahwa Harislah yang mendonorkan darah untukmu. Golongan darah kalian sama AB. Hari itu juga aku langsung mengambil sampel rambut kalian, rambut Haris dan rambutmu. Dua minggu kemudian hasil tes DNA kalian keluar dan hasil mengatakan 99,9% kalian saudara kandung. Hari itu juga aku langsung memesan tiket pesawat, ternyata kau adalah cucu dari Pak Admidjaya, aku sudah tenang meninggalkanmu pergi” ucap Janter.
“Apa kau baik-baik saja” ucap Janter melihat wajah Dakota semakin terkejut, bahkan Dakota saat ini sudah tidak bisa mengatakan apapun, bahkan dia sangat syok. Selama ini dia selalu bertanya-tanya, siapa ayahnya, di mana dia berada, apakah dia memiliki saudara kandung atau tidak. Ada banyak pertanyaan yang timbul dihatinya.
“Apa kau sedang mengarang cerita” ucap Dakota gugup. Tubuh Dakota juga kurang fit, ditambah mendengar informasi penting begini, rasanya dia mau mual.
“Aku tidak mengarang cerita, aku juga sudah selidiki Sanggar Elaya tempatmu menari. Selama aku hidup jauh terpisah darimu, aku selalu mengawasi semua kegiatanmu, walau tidak semuanya aku bisa mendapatkan informasi. Aku pernah menanyakan pada Yohana sewaktu sekolah dulu, kenapa kalian sibuk menari di Sanggar itu, tidak sengaja Yohana keceplosan bicara, dia mengatakan kau sangat ingin mengetahui keberadaan ayahmu melalui Mr. Ela. Saat aku ingat itu, karena ayahku juga seorang pengusaha, aku langsung menyelidiki Sanggar itu melalui koneksi ayahku. Sanggar Elaya itu di dirikan oleh Mr. Ela. Kau tahu Mr. Ela siapa? Mr. Ela itu adalah singkatan dari Elcid Admidjaya. Bisakah kau pahami sekarang, bisa jadi ayahmu adalah Elcid Admidjaya” ucap Janter.
“Apa kau baik-baik saja, sepertinya ini bukan waktu yang tepat untukmu mendengarkan hal penting ini, tubuhmu bahkan terlihat lemas” ucap Janter menangkap tubuh Dakota kepelukannya.
“Aku baik-baik saja” ucap Dakota mendorong tubuh Janter.
“Minumlah jus ini” ucap Janter, dia kembali duduk keposisinya.
Sementara itu dari luar ruangan, emosi Fano sudah melunjak melihat Janter sudah memeluk tubuh istrinya ingin rasanya dia masuk, namun Naon menahan tubuhnya.
__ADS_1
“Presdir, bukan hanya kita yang mengawasi nyonya muda, sedari tadi ada banyak wartawan disekitar Bar Hotel ini, mereka juga penasaran dengan JS. Presdir harus tahu, JS adalah artis top, kalau Presdir masuk dan melabrak mereka, Presdir sendiri yang cari masalah” bisik Naon menahan tubuh Fano. Memang selama di area ruangan khusus itu tidak sembarangan orang mengambil informasi, apa lagi foto atau gambar, semua pengawal hotel juga berjaga di dalam Bar Hotel. Hal itu sebagai bentuk pelayanan terhadap tamu penting menjaga privasi, sehingga wartawan hanya bisa memantau dari dalam Bar. Keluar dari Bar, semua orang akan dicek handphonenya satu persatu.
Fano hanya bisa pasrah memantau istrinya dari luar ruangan.
Setelah Dakota meminum jusnya dan menenangkan diri sebentar, dia sudah kembali sadar.
“Selama ini aku selalu bertanya siapa ayahku, dimana dia berada, bahkan ibu kandungku sendiri tidak mau memberitahukan siapa ayahku, kalau benar Haris adalah saudara kandungku, berarti selama ini dia dan kakek sudah tahu aku cucunya, lalu kenapa.. kenapa mereka tidak memberitahuku, apa salahnya memberitahukan kebenaran ini padaku, aku bahkan sudah susah payah begini, selama ini aku berada di lingkaran itu tidak mengetahui apapun, bodohnya aku sudah di bohongi oleh mereka” gumam Dakota. Tidak berapa lama air mata Dakota mulai mengalir membuat Janter khawatir melihat keadaan Dakota.
“Hei, apa kau baik-baik saja. Jangan menangis, kakekmu menyembunyikan ini pasti ada alsannya” ucap Janter menenangkan Dakota. Dakota langsug melap pipinya yang sudah basah oleh air matanya.
“Bang Janter, aku ada hal penting yang harus di urus, aku sudah boleh pergi, hari juga sudah larut” ucap Dakota beranjak dari sofa.
“Aku akan menyuruh supirku untuk mengantarmu” ucap Janter, namun Dakota mengabaikan ucapan Janter, dia tetap beranjak menuju pintu. Janter langsung memanggil pelayan untuk membuka pintu karena pintu ruangan itu sedari tadi dikunci. Tatapan mata Dakota sudah kosong keluar dari ruangan itu. Bahkan Fano sangat terkejut melihat istrinya keluar dari ruangan itu dengan wajah sembab basah habis menangis.
“Beraninya kau membuat istriku menangis” batin Fano.
Karena pintu ruangan khusus itu terbuka, Fano langsung masuk keruangan itu, terpaksa Naon berjaga di luar ruangan itu kembali. Naon juga menyuruh Siti untuk segera mengikuti Dakota kemanapun nyonya mudanya itu pergi, karena sedari Naon tiba di Bar dan melihat keberadaan Dakota di ruangan khusus tadi, dia langsung mengabari Siti untuk datang ke Hotel.
“Semoga mereka tidak baku hantam” batin Naon.
BERSAMBUNG..............
__ADS_1
Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir, Jangan lupa like, komentar dan Vote ya🙏
See You 🙋🙋🙋