Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 126


__ADS_3

Setelah mendengar dan membaca tulisan pesan yang ada pada bunga mawar itu, Dakota meraih handphonenya untuk mencek foto Irma dari handphone selulernya. Setahu Dakota, hanya Irmalah yang memiliki mata yang cipit serta rambutnya dari dulu memang kriting, namun karena ciri-ciri yang diberikan oleh wanita itu matanya cipit, Dakota pun menebak itu bunga kiriman dari Irma.


“Kalau untuk rambutnya bisa saja dia luruskan” batin Dakota.


“Apa ini orangnya?” ucap Dakota menunjukkan foto Irma pada wanita itu.


“Benar, ini orangnya” ucap wanita itu dengan seksama memperhatikan wajah Irma.


“Siti, tolong cari tahu saat ini Irma tinggal dimana serta kontak yang bisa dihubungi saat ini mengenai dirinya” ucap Dakota pada Siti.


“Baik Nyonya Muda” ucap Siti melaksanakn tugas yang diberikan oleh Dakota.


Dakotapun langsung mengambil foto dari wanita itu dalam posisi di sekap.


“Aku harus mengirim foto ini pada suamiku” batin Dakota.


“Bagaimana denganku, aku sudah beritahu padamu yang sebenarnya” ucap wanita itu.


“Bawa wanita ini ke Rumah Sakit, jangan lepaskan dia” ucap Dakota pada bodyguardnya.


“Tunggu, Nona Dakota, anda tidak akan memasukkan saya ke penjara, tolong ... saya mohon padamu, saya hanya bertugas mengantarkan bunga itu” ucap wanita itu.


“Siapa namamu?” tanya Dakota.


“Namaku Kela” ucap wanita itu.


“Kela, kau tidak perlu kahwatir, mulai saat ini kau dalam pantauan kami, jalanilah hidupmu dengan baik, jangan kecewakan anakmu yang masih kecil itu. Aku akan membantumu mengembangkan Toko Bungamu, dengan syarat kau tidak boleh lagi terlibat dengan kejahatan” ucap Dakota.


“Anda sangat baik, saya minta maaf untuk segalanya, saya tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi, saya akan mengabdi pada anda” ucap Kela sambil melap air matanya.


“Jangan berterima kasih padaku, berterima kasihlah pada anakmu, ingat kalau wanita itu datang lagi mengganggumu, kau harus melaporkan hal ini padaku” ucap Dakota.


“Terima kasih untuk segalanya” ucap Kela.


Para bodyguard itu langsung melepas pengikat Kela, mereka membawa Kela ke Rumah Sakit.


Tidak lama setelah Dakota mengirim foo wanita itu, handphone Dakota sudah berdering. Saat Dakota melihat kontak yang menghubungi, ternyata panggilan masuk dari My Misua yaitu dari Fano.


“Sayang kau baik-baik saja, tidak ada yang luka?” ucap Fano dari seberang.


“Aku baik-baik saja” ucap Dakota.


“Kau jangan kemana-mana ya, oya dimana Siti?” tanya Fano mencemaskan istrinya.


“Siti ada disampingku” ucap Dakota.


“Bodyaguard itu masih ada disampingmu?” tanya Fano memastikan.

__ADS_1


“Sebagian ada disini, sebagian lagi membawa wanita itu ke Rumah Sakit” ucap Dakota.


“Aku akan menjemputmu saat pulang nanti” ucap Fano.


“Iya, aku tunggu” ucap Dakota memutus panggilan.


Setelah menerima panggilan dari suaminya, Dakota tidak mau keluar dari ruangannya bahkan untuk waktu makan siang, Dakota memilih makan siang di dalam kantornya. Saat Siti memesan makan siang mereka dari Restoran yang ada di IndoBoutik, Siti melihat Sena juga makan siang di Restoran itu. Dengan sigap Siti mengirim pesan pada Dakota, bahwa Sena saat ini juga berada di Restoran. Dari kejauhan Siti langsung mengambil gambar Sena dan pria itu.


“Astaga, bukannya pria ini Beni. Apa mungkin Sena dan Beni saling mengenal” batin Dakota saat menerima foto Sena dan Beni yang dikirim oleh Siti barusan. Dakota langsung menghubungi Yoki selaku penanggung jawab dari IndoBoutik.


“Halo Yoki” ucap Dakota saat ponselnya tersambung dengan Yoki.


“Halo Nyonya Muda” ucap Yoki dari balik ponsel Dakota.


“Yoki, untuk Restoran yang ada di Butik ini, apa semua sudutnya memiliki kamera pengawas?” tanya Dakota.


“Setahu saya semuanya memakai kamera pengawas Nyonya, kecuali di dalam toilet” ucap Yoki.


“Tolong, sambungkan rekaman pengawas yang ada di Restoran saat ini ke komputer yang ada di ruanganku” ucap Dakota.


“Baik Nyonya, akan saya perintahkan pada petugas” ucap Yoki.


“Jangan lama-lama, segera!” ucap Dakota untuk mengakhiri panggilan.


“Baik Nyonya, segera laksanakan” ucap Yoki. Panggilan merekapun terputus.


Tidak menunggu waktu hingga 5 menit, saat ini server dari CCTV untuk Restoran IndoBoutik sudah tersambung dengan komputer yang ada di ruangan Dakota. Dakota dan Sitipun langsung mengawasi pergerakan dari Sena dan Beni di Restoran itu. Belum ada pembicaraan serius antara Sena dan Beni, mereka masih menikmati makan siang mereka sambil mengobrol hal yang tidak penting.


“Sepertinya, Sena sudah dekat dengan Beni” batin Dakota. Namun tidak lama setelah mereka selesai melahap makan siang mereka, Sena langsung mengeluarkan sebuah foto dari dalam tasnya. Sitipun langsung memperbesar foto yang dikeluarkan oleh Sena, begitu terkejutnya Dakota dan Siti, foto yang dikeluarkan oleh Sena adalah foto Dakota. Dengan serius Dakota dan Siti mulai fokus mengawasi pergerakan dari Sena dan Beni.


“Ini, bukannya foto Dakota” ucap Beni memperhatikan foto Dakota dari dalam komputer.


“Benar Beni, ternyata kau mengenalnya” ucap Sena.


“Tentu saja aku mengenalnya” ucap Beni. Senapun langsung melihat sekitar seolah-olah dia mengawasi sekitar. Sena tidak sadar bahwa mereka saat ini sedang di awasi dari kamera pengawas.


“Apa mungkin kau mengajakku makan siang untuk mengurus wanita ini” ucap Beni.


“Tentu saja, untuk apa lagi aku memanggilmu, bukannya kau juga memiliki bos yang sama denganku” ucap Sena.


“Apa maumu?” ucap Beni pada Sena.


“Aku ingin kau tidur dengan wanita ini” ucap Sena.


“Sena ... kau benar-benar berengsek” pekik Dakota dalam hati.


“Apa yang kau bicarakan, sudah jelas dia cucu dari Pak Admidjaya” ucap Beni menolak tawaran dari Sena.

__ADS_1


“Kau sudah biasa bekerja sama denganku, aku hanya minta tolong padamu, aku dengar dia istri dari Fano Presdir dari Reinhard Group, aku menyukai Fano, namun pernikahan mereka tersembunyi dari publik” ucap Sena.


“Apa ... maksudmu dia sudah menikah?” ucap Beni tidak percaya.


“Bukan hanya sudah menikah, dia juga sudah punya anak” ucap Sena.


“Serius, aku tidak tahu, padahal aku sangat tertarik dengan Dakota, bahkan aku sudah mengincarnya” ucap Beni.


“Wah, ini hal bagus, kau tertarik dengannya dan aku tertarik dengan suaminya, kita kerja sama saja” ucap Sena.


"Maksudmu?” tanya Beni.


“Aku dengar kau adalah investor dari IndoBoutik ini, sebentar lagi akan di adakan pameran besar-besaran dari IndoBoutik ini, sebagai investor kau pastinya di undang, saat itu kita jalankan rencana kita” ucap Sena.


“Apa kau yakin aku bisa tidur dengannya?” ucap Beni.


“Tentu saja, serahkan semuanya padaku, aku akan hadir sebagai pasanganmu dalam acara pameran nanti” ucap Sena.


“Aku lupa, kau adalah wanita yang handal untuk menangani hal ini, tidak salah Mr. Pich memilihmu sebagai pendampingnya” ucap Beni mengembangkan senyumnya.


“Sial, lagi-lagi kau menyinggungku, jika bukan karena bantuannya aku tidak mau tidur dengan pria tua itu” kesal Sena pada Beni.


“Haha, kau masih muda, tapi seleramu sudah kakek-kakek” ucap Beni kembali menyindir Sena.


“Diamlah, kalau sampai Mr. Pich tahu kau sedang menyinggungnya, aku rasa saat ini kau sudah menjadi gembel” ucap Sena menyindir posisi Beni.


”Hum, kau sangat pandai menyinggungku, tapi kalau sampai kau berpaling pada Presdir dari Reinhard Group, apa kau tidak takut pada Mr. Pich” ucap Beni.


“Justru dialah yang menyuruhku untuk mendekati Fano” ucap Sena.


“Wah, jadi misimu kali ini sesuai dengan keinginanmu menjadi kekasih dari pria yang kau cintai” ucap Beni.


“Benar sekali, kau juga memiliki misi yang baik, kau menjadi investor di IndoBoutik ini dan kau menyukai pemilik dari IndoBoutik ini” ucap Sena.


“Benar juga yang kau katakan, mari kita kerja sama” ucap Beni mengacungkan gelasnya. Merekapun mengakhiri pembicaraan mereka.


Setelah mendengar pembicaraan Sena dan Beni, raut wajah Dakota sudah mulai gelisah, hal itu bisa dilihat oleh Siti saat ini.


“Nyonya Muda, anda baik-baik saja” ucap Siti mengkhawatirkan Dakota.


“Aku baik-baik saja ... Siti tolong kau simpan hasil rekaman pembicaraan Sena dan Beni ini” ucap Dakota pada Siti. Sitipun melaksanakan perintah dari Dakota.


“Aku harus diskusikan masalah ini dengan suamiku. Hum ... ternyata Beni dan Sena bawahan dari Mr. Pich, aku tidak menyangka, bahkan Beni mendekatiku sebagai investor karena sebuah misi dari Mr. Pich. Benar saja ucapan Alfata kemarin, bahwa Beni menyukaiku, dia memiliki niatan yang busuk padaku” batin Dakota.


BERSAMBUNG..............


Hai kakak Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir, jangan lupa like dan komentar ya, di Vote juga boleh🙏

__ADS_1


See You🙋🙋🙋


__ADS_2