Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 49. Gugup


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa matahari sudah mau terbenam. Karyawan yang ada dikantorpun beranjak dari kesibukannya untuk kembali kerumah masing-masing.


Begitu juga dengan Dakota, dia langsung pulang kerumah. Dakota pulang bersama dengan Siti, karena Siti sudah biasa mendampinginya akhir-akhir ini, walau Fano sudah kembali dari luar kota, tapi dia sangat nyaman jika diantar dan dijemput oleh Siti, apa lagi pernikahannya yang tersembunyi dari publik, akan lebih aman dia tidak sejalan pulang pergi dengan Fano.


Sesampainya dirumah, Dakota langsung turun dari mobil dan bergegas menuju kamarnya. Dia belum mendapati keberadaan suaminya di kamar itu. Padahal setahunya Fano lebih dulu keluar dari kantor.


“Apa mungkin dia langsung pergi ke hotel A untuk menemui tamu dari Reliance Industries India” batin Dakota.


Dakota membaringkan tubuhnya di atas kasur, pandangan matanya sudah tertuju pada langit-langit kamarnya.


Tidak lama kemudian handphonenya sudah berdering, pertanda panggilan masuk, dia melihat nama kontak panggilan masuk, ternyata Naon yang menghubunginya, dia langsung mengangkat panggilan itu.


“Halo” ucap Dakota.


“Halo nyonya muda” jawab Naon dari balik handphone Dakota.


“Ada apa Naon” tanya Dakota.


“Nyonya kemungkinan Presdir akan menginap di hotel A untuk malam ini” ucap Naon menjelaskan.


“Kenapa kamu yang mengabari, Presdir ada dimana?” tanya Dakota kembali.


“Presdir menemani tamu-tamu dari Jepang nyonya” sahut Naon.


“Hemm ... begitu ya” ucap Dakota kecewa pada suaminya yang selalu sibuk.


“Begini nyonya, Presdir juga berpesan besok nyonya harus mempersiapkan presentasi untuk proyek kerja sama, kebetulan besoknya pihak dari Reliance Industries akan berkunjung kekantor” ucap Naon menjelaskan tujuannya menelvon.


“Iya manajer Naon, akan saya siapkan” ucap Dakota.


“Baik nyonya muda” ucap Naon memutuskan panggilan.


Belum Dakota melepas handphone dari genggamannya. Kembali handphonenya berbunyi, ternyata panggilan masuk dari nomor baru. Dakota langsung mengangkat handphonenya.


“Halo” ucap Dakota.


“Halo, apa ini nona Deren” ucap seorang pria dari balik handphone Dakota.


“Ini siapa?” tanya Dakota, dia terkejut ketika seorang pria menyebut nama samarannya di Sanggar.


“Saya Mr. Gipi” jawab pria itu.


“Oh, ya Mr.Gipi, mohon maaf saya tidak mengenali suara anda” ucap Dakota merasa bersalah.


“Tidak apa-apa nona Deren. Saya hanya ingin mengabari kepada anda, bahwa besok malam acara Mancanegara akan di selenggarakan di hotel A. Karena kamu adalah penanggung jawab dari seksi acara juga penanggung jawab dari penari, saya minta maaf meberitahukan padamu mendadak begini” sahut pria itu.


“Tidak apa-apa Mr. Gipi, sebelumnya kami sudah mempersiapkan diri. Kebetulan Mr. Gipi juga sudah mengabari dari jauh-jauh hari bahwa akan diadakan dalam minggu ini. Ini sama sekali tidak mendadak” ucap Dakota.

__ADS_1


“Baiklah nona Deren, sampai jumpa di acara nanti” ucap pria itu memutuskan panggilan.


Mendengar ucapan Naon dan Mr.Gipj membuat Dakota sadar dan mencerna yang disampaikan oleh Naon dan Mr Gipi tadi, baru dia sadar bahwa waktunya sangat berdekatan. Dia langsung bergegas dari kamarnya dan meminta izin pada ibu Lena untuk menginap dirumahnya, dia tidak punya banyak waktu lagi, karena hanya malam itu waktu yang tersisa baginya.


Setelah dia mendapat izin dari ibu Lena, dia juga tidak lupa menelvon suaminya dan mengatakan bahwa dirinya akan tidur dirmahnya bersama Yohana.


“Halo sayang” jawab Fano dari balik handphne Dakota.


“Apa kamu sibuk” ucap Dakota, dia merasa sudah mengganggu waktu suaminya itu.


“Tidak, tadi sudah Naon sampaikan bahwa aku akan menginap disini” ucap Fano.


“Iya sudah disampaikan, oya aku juga akan menginap malam ini dirumahku” ucap Dakota.


“Kenapa kau tidak tidur dikamar, apa kau marah karena aku tidak tidur menemanimu” sahut Fano.


“Pria ini, kenapa hanya kata marah yang keluar dari mulutnya” batin Dakota.


“Aku ada urusan dengan sahabatku” ucap Dakota.


“Baiklah, suruh Siti yang mengantarmu” ucap Fano.


“Iya. Aku tutup ya” ucap Dakota langsung menutup panggilan mereka.


Dakota lagsung naik kemobil sesuai dengan perintah Fano bahwa Siti yang mengantarnya. Selama ini setiap dia pergi kerumah sebisa mungkin dia selalu naik gojek atau kendaraan umum. Sebisa mungkin dia tidak ingin ada yang mengetahui bahwa dia seorang penari, apa lagi Sanggar tempatnya berlatih tepat di samping rumahnya.


“Ternyata dia orang yang bertanggung jawab, baru aku mengabarinya dia sudah tiba disini” batin Haris memandangi tubuh Dakota dari kejauhan.


Dakota langsung melangkah ke Sanggar, dia sangat terkejut dengan kehadiran Haris.


“Beb, kau sudah tiba” ucap Yohana menyambut kedatangan Dakota.


“Iya beb. Oya sejak kapan Presdir Haris tiba disini” bisik Dakota pada Yohana, namun masih terdengar oleh Haris.


“Aku baru saja tiba Nona Dakota” ucap Haris berdiri dari duduknya menyambut kedatangan Dakota.


“Wah, kebetulan sekali Presdir Haris, kita bertemu lagi” ucap Dakota, dia melepaskan senyumnya.


“Kita akan sering bertemu Nona Dakota” ucap Haris, duduk kembali di sofa. Yohana sudah memberikan minuman kaleng pada mereka.


Ternyata semua penari utama untuk acara besok masih berada di Sanggar. Dakota meletakkan barang-barang yang dia bawa dari rumah tadi. Kemudian dia langsung duduk disamping Yohana. Sejenak dia melihat sahabatnya dan Haris saling menatap, bahkan Yohana sampai salah tingkah karena Haris masih menatapnya.


“Kehadiranku disini kayaknya kurang tepat deh, aku seperti nyamuk penganggu” batin Dakota.


“Ehem ....” ucap Dakota membuat dua sejoli yang sedang berbunga-bunga itu salah tingkah.


“Oya beb, besok kita sudah tampil” ujar Yohana mencairkan suasana.

__ADS_1


“Untuk kostum besok sudah aku siapkan” ujar Haris menimpali perkataan Yohana.


“Kalian berdua kenapa sih, apa aku sudah ketinggalan informasi ya” ucap Dakota melirik mereka berdua.


“Beb, kita tidak punya banyak waktu, para penari juga sudah menunggu untuk latihan GR terakhir, bukannya kamu besok harus kerja” ujar Yohana pada inti pembahasan mereka.


“Yang dikatakan Yohana benar. Seperti yang sudah disampaikan oleh kakek, sebisa mungkin kalian berdua harus kerja sama” ujar Haris.


“Baiklah kita langsung saja pada inti pembicaraan. Untuk formasi tarian sudah dibentuk juga, yang aku cemaskan itu adalah aku. Sebenarnya untuk acara besok aku sangat gugup” ucap Dakota, dia merasa bahwa besok itu akan menjadi acara yang menegangkan baginya.


“Ada apa beb, kenapa harus gugup. Ini bukan seperti dirimu” ujar Yohana seraya mentap Dakota.


“Apa karena Fano” ujar Haris menebak.


“Iya, dia akan ikut acara besok” ucap Dakota.


“Kamu tiak perlu khawatir, sebisa mungkin besok hindari saja dia. Aku akan mengalihkan pandangannya besok. Kalian fokus saja pada Mr. Pich” ucap Haris.


“Apa kamu juga terlibat acara besok?” tanya Yohana, dia tidak menyangka selama ini ternyata Haris ikut juga acara pertemuan itu. Begitu juga dengan Dakota, mereka berdua penasaran siapa nama samaran dari Haris.


“Kenapa kalian berdua menatapku begitu” ucap Haris merasa tidak nyaman sudah dipandangi kedua gadis cantik itu.


“Kalau Haris ikut acara besok, jadi, selama ini Haris sudah pernah ikut dong” ucap Dakota. Ucapan Dakota sangat tepat, bahwa Haris memang sudah ikut acara pertemuan bisnis itu sejak dia di angkat jadi Presdir dari perusahaan kakeknya.


“Iya betul kata Dakota, kamu sudah terlibat selama ini bukan?” ucap Yohana menyahuti perkataan sahabatnya itu.


“Yang kalian katakan benar. Kalian tidak perlu penasaran begitu, kita akan bertemu besok, kalian sudah melihat fisikku saat ini, kemungkinan besok kalian akan mengenaliku” ucap Haris.


“Tapi selama ini, apa kamu sudah mengenali kami” ucap Yohana penasaran dengan Haris.


“Siapa yang tidak kenal dengan kalian” jawab Haris menatap pada kedua gadis itu.


“Kamu serius” ucap Dakota dan Yohana bersamaan. Mereka saling memandang, ada banyak pertanyaan yang akan mereka sampaikan karena perkataan Haris bahwa dia mengenali mereka berdua.


“Aku bercanda, kenapa kalian begitu serius. Haha ... kita bahas untuk strategi besok saja” ucap Haris mengalihkan pembicaraan.


“Lelaki ini, sangat susah ditebak saat dia serius atau bercanda, aku penasaran siapa nama samarannya” batin Yohana.


“Ya, ya ... baiklah” sahut Dakota. Sementara itu, Yohana hanya ikut mengangguk.


Mreka membahas strategi untuk acara besok, sesekali Haris bercanda pada mereka. Padahal Yohana dan Dakota sudah serius, akhirnya merekapun tertawa karena candaan yang disampaikan oleh Haris. Memang Haris adalah pria yang humoris dan tidak terlalu kaku untuk diajak mengobrol, dia sangat pandai menempatkan diri, kalau saat urusan pekerjaan dia akan sangat serius, kalau urusan santai dia bawa juga dengan serius tapi santai. Setelah mereka berdiskusi, malam itu juga Haris pamit pada mereka. Sementara Dakota dan Yohana sudah latihan untuk yang terkhir menyambut acara besok.


BERSAMBUNG.............


Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir, jangan lupa jadiin favorit untuk up selanjutnya. Tinggalkan jempol dan komentar kalian.🙏🌹


Vote juga boleh😊

__ADS_1


See You🙋🙋🙋


__ADS_2