
Sehari setelah kejadian penculikan itu, semua perintah Fano dilaksanakan oleh Naon. Kamila dan Susi dijebloskan ke penjara dengan tuduhan penculikan dan pemerkosaan karyawan perusahaan Reinhard Group. Ibu Lena sangat terkejut, dia mengetahui Kamila dipenjara dari pemberitaan media. Dia tidak menyangka keponakan jauhnya itu akan berbuat hal keji pada menantunya.
“Ya ampun, inikan masalah penculikan Dakota, nama model itu bukannya Kamila, jadi Kamila ....” gumam ibu Lena dia sangat terkejut, dia baru saja mendengarkan pemberitaan stasiun televisi di ruang tamu. Pemberitaan itu mengenai model asal Bandung terjerat kasus penculikan. Mendengar pemberitaan itu dia memanggil Siti, kebetulan Siti lewat dari ruang tamu.
“Siti” ucap ibu Lena menghentikan langkah Siti.
“Iya nyonya besar” sahut Siti mendekat pada ibu Lena.
“Jadi Kamila yang sudah membayar penculik itu dan menyuruh mereka untuk memperkosa Dakota” ucap ibu Lena.
“Benar nyonya, bukan hanya nona Kamila atasan nyonya muda bu Susi juga ikut dibalik penculikan itu” ucap Siti.
“Maksudmu Susi yang merupakan desain utama perusahaan” tanya ibu Lena tidak percaya dengan ucapan Siti. Ibu Lena sudah kenal dengan Susi walau sebentar bertemu di kantor. Dia bahkan pernah berencana ingin menjodohkan Fano dengan Susi, kebetulan dalam pemberitaan hanya nama Kamila yang tertera karena dia seorang model.
“Salah satu karyawan yang terlibat itu ternyata Susi” batin ibu Lena.
“Benar nyonya besar” ucap Siti.
“Untuk kasus ini, Fano yang memerintahkan kalian memasukkan Kamila ke penjara” tanya ibu Lena.
“Benar nyonya, semua itu perintah dari Presdir” ucap Siti.
“Baiklah Siti, kamu boleh pergi” ucap ibu Lena.
“Baik nyonya, saya undur diri” ucap Siti.
“Wajar Fano mencebloskannya ke penjara, tapi apa suamiku akan mengetahui hal ini, dia sangat cepat dapat kabar buruk mengenai anaknya” gumam ibu Lena.
Tidak berapa lama handphoe ibu Lena berdering pertanda panggilan masuk, dia melihat handphonenya ternyata nomor dari luar negeri yang menghubunginya.
“Halo adik ipar ....” ucap ibu Hara, suara ibu Hara terdengar berat dari balik handphone ibu Lena.
“Kakak ipar, ada apa?” tanya ibu Lena. Sebenarnya ibu Lena sudah tau tujuan ibu Hara menelvonnya.
“Adik ipar, tolong, hiks ... tolong beritahu pada Fano untuk menarik tuduhan pada Kamila” pinta ibu Hara.
“Kakak ipar, aku tidak bisa melakukan itu, minta saja pada Fano” ucap ibu Lena menolak permintaan ibu Hara.
“Adik ipar, Kamila memang salah, dia belum dewasa. Aku akan mendidiknya dengan baik dan tidak mengganggu Fano lagi. Kali ini saja adik ipar, tolong.. minta Fano menarik tuduhan itu, aku akan pastikan Kamila menghilang dari hidup Fano” ucap ibu Hara memohon.
“Maaf kakak ipar, Kamila bukan kali ini saja membuat onar, 5 tahun lalu dia juga membuat masalah pada Fano. Untuk kali ini, aku sungguh tidak bisa membantu Kamila” ucap ibu Lena.
__ADS_1
“Adik ipar, kenapa kau begitu tega ....” ucapan ibu Hara terputus, ibu Lena langsung memutus panggilan itu.
“Maafkan aku kakak ipar” batin ibu Lena.
Ibu Lena tidak sadar sedari tadi dia menelvon sudah ditemani gadis cantik sedang berdiri dihadapannya, gadis cantik itu memperhatikan setiap sudut rumah. Ternyata gadis cantik itu Yohana.
“Rumah ini sangat mewah, tapi rasanya aku kayak pernah kerumah ini, tapi kapan ya” gumam Yohana.
“Gadis cantik kenapa bengong, bukannya kamu sahabatnya Dakota” tanya ibu Lena terkejut melihat keberadaan Yohana sudah celingak-celinguk di ruang tamu.
“Kenapa anak ini mirip dengan Tasya anaknya Boya” batin ibu Lena.
“Oh, hai tante, aku Yohana sahabat Dakota” ucap Yohana mencium punggung tangan ibu Lena.
“Gadis yang sopan” batin ibu Lena.
“Nak Yohana, silahkan duduk, maaf ya tante mengabaikanmu tadi” ucap ibu Lena mendudukan tubuhnya di sofa.
“Iya tante, aku kesini mau jenguk Dakota tante, tadi suaminya mengabariku” ucap Yohana mengatakan tujuannya datang.
“Ternyata kamu sahabat yang baik ya, sepagi ini kamu sudah datang. Fano belum keluar dari kamarnya. Kita berbincang saja dulu” ucap ibu Lena.
“Tapi Dakota baik-baik sajakan tante. Berita pemerkosaan itu tidak benarkan tante” ucap Yohana mengkhawatirkan sahabatnya.
“Apa? perawan ... jadi Dakota belum disentuh sama suaminya” batin Yohana.
“Syukurlah tante” ucap Yohana lega mendengar penjelasan ibu Lena.
“Yohana, ayo kita bicara diluar ruangan ini, saya ingin bantuanmu sedikit” ucap ibu Lena mengajak Yohana keluar dari ruang tamu. Yohana hanya mengangguk dan mengikut saja. Mereka melanjutkan perbincangan mereka di kamar ibu Lena.
Sementara itu, Fano sudah melihat jam tangannya, dia sudah menghitung waktu sejak istrinya diperiksa oleh Henri sudah 36 jam berlalu, hari sudah menunjukkan pukul 07.00 wib. Dia sudah berpakaian rapi, sebelum berangkat ke kantor dia ingin melihat istrinya itu bangun terlebih dahulu baru berangkat kekantor.
Pasalnya kemarin dia sudah tidak masuk kantor dan bekerja dari rumah, seharian dia menemani istrinya itu walau sesekali Dakota mendesah dan merasa tubuhnya panas. Fano hanya menemani istrinya dan bekerja dari rumah.
“Henri sialan, ini sudah 36 jam, kenapa istriku belum bangun juga” gumam Fano.
“Presdir, pagi ini kita harus rapat” ucap Naon mengingatkan jadwal Fano, sedari tadi dia berada dipintu kamar Fano. Menunggu Fano keluar dari kamar. Namun Fano tidak keluar, hanya duduk di samping kasur memandangi Dakota.
“Presdir sudah terlihat lelah, bahkan kurang tidur juga” batin Naon.
“Tunda dulu rapatnya 2 jam lagi” ucap Fano.
__ADS_1
“Baik Presdir” ucap Naon. Naon keluar dari kamar itu melaksanakan perintah Fano.
“Semalam istriku ini bermimpi mengatakan ada darah di bunga mawar itu, bukan hanya itu saja, dia bahkan menangis dalam mimpinya. Apa mungkin alasan dia benci bunga mawar merah karena dia mengalami penculikan sebelumnya” batin Fano.
Selang beberapa menit saat Naon keluar dari kamar itu, Dakota membuka matanya dan melihat Fano sudah duduk di sampingnya.
“Dimana aku” ucap Dakota melihat sekitar.
“Sayang, kau sudah bangun. Tenang sayang, ini kamar kita” ucap Fano, dia langsung beranjak dari duduknya meraih tubuh istrinya.
“Penculik itu ... penculik itu ... hiks ....” tangis Dakota dipelukan Fano.
“Sayang, jangan menangis ... kau sudah aman di sini” ucap Fano melap air mata Dakota dengan tangannya.
“Hiikss ... mereka mau memperkosaku hikss ....” tangis Dakota.
Fano kembali memeluk tubuh istrinya itu, dia menenangkan istrinya itu, bagaimanapun istrinya itu pasti syok karena diculik dan ditelanjangi. Kalau saja dia tidak menemukan istrinya, pastinya istrinya itu akan diperkosa dan bisa jadi seperti perkataan Susi istrinya itu sudah viral di media sosial. Lama istrinya itu menangis dipelukannya.
“Penculik itu sudah masuk penjara, mereka tidak menyentuhmu” ucap Fano melepas pelukannya. Dia menatap wajah istrinya itu dan menghapus air mata yang masih basah di pipi Dakota.
“Istirahatlah di rumah, aku akan berangkat kerja. Sahabatmu Yohana akan tiba dirumah, dia akan menemanimu supaya kau tidak bosan dirumah” ucap Fano.
“Sudah berapa lama aku terbaring” tanya Dakota.
“Sayang, tidak perlu pikirkan pekerjaanmu dikantor, kalau kau sudah sehat kembali baru masuk kekantor, Naon akan mengurus surat izinmu” ucap Fano. Dakota hanya diam, dia sangat ingin mengetahui siapa dibalik penculikannya.
“Baiklah” ucap Dakota, dia kembali membaringkan tubuhnya.
“Aku berangkat ya” ucap Fano mencium kening istrinya. Dakota hanya mengangguk.
“Apa mungkin penculikan kemarin itu rencana Susi dan Kamila” batin Dakota.
BERSAMBUNG........
Hai Reader, terima kasih sudah mampir,
Jangan lupa like dan komentar ya,😍
Jadiin Favorite untuk up lanjutan.
Sesekali Vote ya,😘
__ADS_1
See you🙋🙋🙋