Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 32. Khawatir


__ADS_3

# Restoran X


“Haris sayang” ucap ibu Melda Sugiono menghampiri Haris. Ibu Melda baru saja tiba di Restoran X.


“Mama, kenapa mama ada disini?” tanya Haris heran.


“Mama yang harusnya tanya, kamu lupa kita harus mengunjungi kakekmu minggu ini, tapi kamu malah ke Restoran X” ucap ibu Melda kesal.


“Ma aku kesini ya mau makan, mama pikir aku mau apa ke Restoran ini memang? aku berencana mau kembali kerumah, tapi mama sudah disini. Bagaimana mama bisa tahu aku ada disini” ucap Haris membuat ibu Melda terkejut dengan perkataan anaknya.


“Anak ini benaran hanya makan, aku pikir dia mau menemui seseorang” batin ibu Melda.


“Kamu ngapain harus makan pagi disini, dirumahkan sudah dimasak oleh pelayan, apa masakan dirumah tidak enak” ucap ibu Melda mengalihkan pembicaraan.


“Hmm, mau mengalihkan pembicaraan, memang Mak Lampir ini selalu saja mengawasiku, untung saja aku lanjutkan makan disini, kalau tidak dia pasti sudah bertemu dengan Dakota” gumam Haris.


“Kamu kenapa diam sayang, kalau kamu sudah selesai makan kita berangkat saja ketempat kakekmu, ada hal penting yang ingin kakekmu sampaikan” ucap ibu Melda.


“Mama memang tidak tahu ya, kalau masakan di Restoran x ini kesukaan anak mama. Baiklah kita akan pergi kerumah kakek” ucap Haris kesal.


# Kediaman Sugiono


Mobil mewah Haris sudah membawa mereka kerumah kakeknya. Tepatnya rumah ayah dari ibu Melda, rumah itu masih terlihat mewah walau sudah tua.


“Tante” ucap seorang gadis muda memeluk tubuh ibu Melda. Gadis muda itu adalah Tina Sugiono.


“Sayang apa kabar, kamu sudah besar saja” ucap ibu Melda membalas pelukan keponakannya.


“Tante sudah lama tidak kesini, tentu saja aku sudah besar. Eh, bang Haris” ucap Tina memeluk tubuh Haris.


“Aih, kau main peluk aja, jangan lupa kau bukan anak kecil lagi” ucap Haris melepaskan pelukan sepupunya itu.


“Hehe, aku kan suka sama bang Haris” ucap Tina masih memeluk. Ternyata pelukannya sangat erat.


“Sayang, boleh kami masuk, kalau pelukannya tidak kamu lepas, nanti bang Haris akan marah” ucap ibu Melda mengetahui sifat Haris yang tidak terlalu suka dengan keluarganya.


“Oh, iya tante silahkan masuk, kakek sudah menunggu di rumah” ucap Tina mempersilahkan ibu Melda dan Haris masuk.


Tidak berapa lama mereka sudah masuk kerumah mewah itu.


“Cucuku ini sudah besar rupanya, bahkan sudah terlihat dewasa” ucap Sugiono memeluk cucunya.


“Setiap aku datang, kakek selalu mengatakan aku sudah besar, memang kalau aku sudah dewasa kakek mau apa” pancing Haris ingin mengetahui maksud dan tujuan apa kakeknya ini mengundangnya kerumah.


“Haha, kau bisa saja cucuku, sifatmu memang mirip dengan Pak Admidjaya selalu bisa menebak” ucap Pak Sugiono melepas pelukannya.


“Ayah, maaf kami baru bisa datang hari ini. Ayah harus tahu Haris sangat sibuk akhir-akhir ini” ucap ibu Melda sudah duduk di Sofa.


“Ya, aku cukup kecewa pada kalian, kalian bahkan tidak bisa datang memenuhi permintaanku” ucap Pak Sugiono duduk kembali di Sofa.


“Kakek, jangan ngomong begitu, bagaimanapun bang Haris memang sangat sibuk, kakek kan tahu, bang Haris sendiri yang harus mengurus perusahaan” ucap Tina meredakan amarah kakeknya.

__ADS_1


“Baiklah, karena kau bicara begitu aku tidak akan marah pada mereka” ucap Pak Sugiono.


“Kakek kita langsung saja pada intinya, kakek mau mengatakan hal penting apa” ucap Haris to the point.


“Aku mengundangmu kesini memang untuk membicarakan hal penting, sejak Irma dan Papanya pindah ke luar negeri, hanya Tina yang menemaniku disini. Bahkan mamamu tidak pernah menjengukku” ucap Pak Sugiono kecewa pada anak dan cucunya.


“Ayah kenapa ngomong begitu, Tina sudah ada disini dan pelayan rumah juga ada. Lain kali aku akan lebih sering berkunjung” ucap ibu Melda membela diri.


“Lalu hal penting apa yang ingin kakek sampaikan” ucap Haris yang sudah bosan berada di rumah itu. Hal mengeluhlah yang akan didengarkan Haris dari kakeknya Pak Sugiono.


“Baiklah, kamu tahu keluarga Pamanmu sudah bangkrut dan harus pindah ke luar negeri bersama Irma. Hanya Tina yang mereka tinggalkan untuk menemaniku. Saat ini dia sudah berumur 18 tahun dan baru saja tamat SMA, aku harap Haris mau bertunangan dengannya dan kelak dia akan menjadi istrimu. Dari yang aku lihat Tina sudah menyukaimu sejak lama, dia rela tinggal disini hanya ingin melihatmu saja” ucap Pak Sugiono menyampaikan tujuannya.


“Hah, aku sudah muak dengan keluarga ini, selalu ingin menjadi Nyonya dari keluarga Admidjaya, tidak mementingkan perasaan atau cinta hanya menginginkan harta, bahkan anak yang baru tamat SMA sudah berniat untuk dinikahkan. Sungguh aku harus terus terjerat pada masalah ini, aku ikuti saja dulu kemauan mereka, sampai aku mendapatkan bukti pembunuhan itu” batin Haris.


“Ayah, itu ide yang bagus. Dengan begitu keluarga kita akan semakin dekat, bukan begitu sayang” ucap ibu Melda menatap putranya.


“Kakek, Tina baru saja tamat SMA, bahkan dia belum kuliah. Kakek kan tahu aku seorang Presdir, aku tidak mungkin menikah dengan perempuan yang tidak berpendidikan. Untuk saat ini aku juga belum siap untuk menikah, tunda saja untuk pertunangan ini sampai dia benar-benar memang layak menjadi calon istriku” ucap Haris menolak secara halus.


“Tina adalah cucuku, aku memiliki perusahaan yang sudah dikenal oleh masyarakat, kenapa dengannya kalau menikah denganmu, saat dia menikah denganmu dia bisa kuliah kembali. Aku harap kau tidak menolaknya” tegas Pak Sugiono.


“Ayah, Tina masih kecil juga, bolehkan dia lebih dewasa sedikit lagi baru menikah” ucap ibu Melda.


“Aku sudah mengatakannya pada kakek, aku tidak akan bertunangan dengannya” ucap Haris keluar dari ruangan.


“Kau mau kemana Haris” teriak Pak Sugiono.


“Anak ini sangat sulit ditaklukkan, tidak seperti ayahnya Elcid. Aku bahkan heran kenapa sifatnya tidak meniru Melda” batin Pak Sugiono.


“Kau bahkan tidak bisa mengendalikan putramu sendiri, sebenarnya dia putramu atau bukan” teriak Pak Sugiono.


“Tentu saja dia putraku ayah” ucap ibu Melda.


“Kalau dia putramu, kau harus bisa mengendalikannya, jangan sampai anakmu itu menikahi gadis lain, kau tidak lihat keluarga kakakmu yang membuatnya bangrut siapa? Kalau sampai keluarga Admidjaya lepas dari keluarga Sugiono, perusahaan ayahmu tidak ada gunanya lagi. Ingat itu” tegas Pak Sugiono.


“Aku akan mengusahakannya ayah” ucap ibu Melda menunduk.


“Kakek, sepertinya kakek sudah lelah. Aku antar kakek kekamar ya” ucap Tina membawa kakenya kekamar.


“Haris, kenapa kau sangat sulit kukendalikan, padahal kau tahu aku mamamu, bagaimana bisa kau tidak menurut padaku, aku yakin tidak ada orang yang tahu kalau kau bukan anak kandungku kecuali mereka bertiga Endangsi, suamiku Elcid dan mama mertua Milen. Mereka bahkan sudah meninggal, siapa lagi yang akan curiga dan mengetahui hal ini. Aku yakin sifatmu itu hanya menurun dari kakekmu saja” batin ibu Melda.


# Kediaman Reinhard


Selesai Dakota melatih dari Sanggar, dia langsung pulang kerumah. Hari itu perasaannya tidak enak. Dakota hanya memperhatikan handphonenya berharap suaminya mengabarinya.


“Kenapa ya, hari ini aku sangat gelisah, padahal dia lagi sibuk. Dia pasti mengabariku” batin Dakota.


“Sayang” ucap ibu Lena menghampiri menantunya itu di kamarnya.


“Eh, mama. Ada apa ma” ucap Dakota memperbaiki posisinya di kasur.


“Bagaimana kabar suamimu, dia sudah lama di luar kota, kamu sudah tau kapan dia kembali” ucap ibu Lena, ibu Lena sudah duduk dikasur.

__ADS_1


“Suamiku baik-baik saja ma. Dia mengatakan berangkat sekitar sebulan ma, itu berarti seminggu lagi dia akan kembali, tapi aku tidak tau itu sudah pasti atau belum” ucap Dakota.


“Syukurlah kalau dia baik-baik saja. Tadi mama mencoba menghubungi dia untuk menanyakan kabarnya, tapi handphonenya tidak aktif” ucap ibu Lena.


“Mungkin dia sedang sibuk ma, apalagi jaringan di Papua jarang ada kali ma” ucap Dakota asal menebak.


“Baiklah setidaknya kamu dikabari oleh suamimu, jadi kekhawatiran mama berkurang” ucap ibu Lena.


“Iya ma, dia baik-baik saja, mama tidak perlu khawair” ucap Dakota.


“Ya, mama kembali kekamar mama ya sayang, istirahat yang cukup ya” ucap ibu Lena beranjak keluar dari kamar.


“Iya ma” ucap Dakota mengantar ibu Lena sampai pintu kamar.


Memang bukan hanya perasaan ibu Lena saja, tapi Dakota hari itu juga khawatir karena tidak ada kabar dari suaminya itu, biasanya suaminya selalu memberi kabar terlebih dahulu. Dakota langsung menghubungi suaminya itu. Benar yang dikatakan oleh mama mertuanya nomor handphone suaminya tidak aktif.


“Kenapa tidak aktif, apa dia baik-baik saja. Aku tanyakan pada Manajer Naon saja” batin Dakota.


“Tut ... tut ....” bunyi panggilan keluar dari handphone Dakota.


“Halo Nyonya Muda” jawab Naon dari seberang.


“Manajer Naon, apa kamu saat ini bersama suamiku” tanya Dakota.


“Tidak Nyonya Muda, saat ini saya sedang di Bandara menunggu keberangkatan” ucap Naon.


“Kenapa kamu di Bandara?” tanya Dakota.


“Saya mau ke Kota x Nyonya, Presdir sudah sampai lebih dulu disana, saya menyusul beliau malam ini karena menyelesaikan pekerjaan disini” ucap Naon menjelaskan.


“Apa kamu bilang, jadi Presdir Fano tidakdi Papua lagi?” tanya Dakota.


“Iya Nyonya, tadi pagi Presdir sudah berangkat ke Kota X, karena urusan di Papua sudah selesai” ucap Naon.


“Apa kamu tau keadaannya saat ini, handphonenya tidak aktif saat aku menghubunginya tadi” ucap Dakota.


“Mohon maaf sebelumnya Nyonya, memang benar handphonenya tidak aktif, handphonenya ada pada saya dan saya letakkan ditas, saya lupa mencek handphone Presdir, ternyata baterainya sudah habis Nyona. Tadi Presdir buru-buru berangkat Nyonya, Tapi saya sudah dikabari oleh Manajer yang ada di Kota X, bahwa Presdir baik-baik saja” ucap Naon.


“Begitu ya, Baiklah Manajer Naon, kalau terjadi apa-apa dengan Presdir tolong kabari aku” ucap Dakota.


“Baik Nyonya” ucap Naon mengakhiri panggilan.


“Bukannya kota X tempat papa mertua saat ini berada. Tunggu dulu sepertinya aku pernah mendengar kota X di kantor, kapan ya aku mendengar ini, ah aku kok pelupa sih” batin Dakota.


BERSAMBUNG...........


Terima kasih sudah mampir Reader Wanita Presdir.😊


Mohon like dan komentarnya ya. Semoga Terhibur.🙏🌹


Jangan lupa Vote juga😊

__ADS_1


See You🙋🙋🙋


__ADS_2