Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 145


__ADS_3

“Kenapa kau berteriak” ucap Pak Purnomo pada Irma. Pak Purnomo sudah kenal dengan Irma sebagai cucu dari keluarga Sugiono.


“Aku akan katakan dimana istrimu berada, tapi ada syaratnya” ucap Irma sambil menjentikkan tangannya. Tidak lama kemudian sudah tiba seorang wanita sambil membawa dokumen pada Irma.


“Apa syaratnya” ucap Fano.


“Presdir Fano, Pak Purnomo harus menandatangani ini terlebih dahulu, ini syaratnya” ucap Irma sambil menyerahkan dokumen yang ada ditangannya pada Pak Purnomo.


Pak Purnomo pun melepaskan tangannya dari tubuh Pak Sutan hingga tubuh Pak Sutan terhempas kelantai. Saat Pak Purnomo membaca dokumennya, Pak Purnomo tidak bisa berkata lagi. Fano pun meraih dokumen itu dari tangan Pak Purnomo. Ketika Fano baca, ternyata isi dari dokumen itu adalah sertifikat kepemilikan Reinhard Group jatuh ketangan Pak Sutan. Fano pun menatap pada Pak Purnomo.


“Kalian langsung kebingungan melihat isi dokumen itu, haha ... cih ....” tawa Pak Sutan sambil meludah dihadapan Pak Purnomo.


“Apa yang kau tunggu Purnomo, apa kau tidak mau ... aku akan benar-benar menyuruh anak buahku untuk segera membunuh istri dan cucumu, begitu juga dengan Elcid” ucap Pak Sutan.


“Berikan dokumen itu padaku” ucap Pak Purnomo pada Fano. Fano pun menyerahkan dokumen itu pada Pak Purnomo.


“Srak ... srak ....” Pak Purnomo malah merobek dokumen itu hingga berterbangan di udara menjadi beberapa bagian kecil.


“Kau mau bermain-main denganku, untungnya barusan Admidjaya sudah mengirimiku pesan singkat mengenai keberadaan istri dan cucuku sudah aman di tangannya” batin Pak Purnomo.


“Wah, Purnomo kau begitu tidak peduli dengan nyawa istri dan cucumu” ucap Pak Sutan sembari meraih ponselnya. Pak Sutan langsung menghubungi Septa bawahannya. Tidak lama kemudian ponsel Pak Sutan langsung terhubung dengan Septa. Melihat Pak Sutan mulai menggunakan ponselnya, Dakota sangat cemas.


“Suamiku, sepertinya Pamanmu akan membunuh anak kita, ayo lakukan sesuatu” ucap Dakota.


“Septa, lenyapkan mereka, katakan pada Lena, Purnomo tidak peduli dengannya dan lebih memillih perusahaan dari pada nyawanya, begitu juga dengan cucunya. Jangan biarkan satu pun diantara mereka ada yang hidup!” Perintah Pak Sutan melalui ponselnya. Semua orang langsung tercengang mendengarkan ucapan Pak Sutan barusan, apa lagi Fano juga Dakota.


“Semoga saja Septa bisa diajak kerja sama dan Haris sudah menemukan keberadaan Septa saat ini” batin Fano.


“Siapa yang kau suruh untuk dilenyapkan” ucap Pak Admidjaya dari balik ponsel Pak Sutan. Mendengar ucapan Pak Admidjaya semua orang yang ada diatas kapal langsung merasa lega, termasuk Dakota dan Fano.

__ADS_1


“Tuhan... akhirnya anakku selamat, ternyata kakek sudah menemukan ayah ... bagaimana keadaan ayah saat ini” batin Dakota.


“Akhirnya ... mama dan anakku baik-baik saja, Pak Admidjaya juga sudah menemukan Om Elcid” batin Fano merasa lega.


“Admidjaya ... jangan bilang kau bekerja sama dengan Septa ... Septa sialan!” pekik Pak Sutan melalui ponselnya.


“Sutan, terima kasih selama ini kau sudah menyembunyikan anakku. Kau memang bukan manusia, aku berharap saat kau mati tidak diterima oleh bumi ini mayatmu” ucap Pak Admidjaya.


“Admidjaya, aku sangat senang kau akhirnya berterima kasih padaku, aku juga berterima kasih padamu, kau lebih memilih membantu Purnomo dari pada aku sebagai sahabatmu, untungnya aku tidak membunuh anakmu, tapi aku yakin anakmu itu sudah tuli total dan tidak bisa mendengar sedikitpun, haha ....” tawa Pak Sutan.


“Aku memang masih beruntung, kau menyalahkan aku berpihak pada Purnomo, harusnya kau sadari kemampuanmu terlebih dahulu. Selama ini Pak Reinhard sudah membantumu, karena kau keenakan didukung dan dibantu terus oleh Pak Reinhard, kau lupa diri dan menyalahkan Purnomo karena dia lebih hebat darimu, kau gengsi mengakui kemampuan Purnomo” ucap Pak Admidjaya.


“Diam kau!” teriak Pak Sutan.


“Kau hanya hidup dalam penyesalan, selama ini kau hidup dengan foya-foya melarikan uang perusahaan juga uang negara. Membuat anakmu tersangkut kasus korupsi uang negara bahkan anak dan menantumu meninggal karena tekanan dan beban sebagai tersangka korupsi. Kau malah hidup dibalik topeng wajah dikelilingi wanita-wanitamu. Harusnya kau berterima kasih pada Purnomo yang sudah menyelamatkan cucumu Tasya, bahkan saat ini Tasya sudah menjadi istri cucuku Haris. Walau kau sudah melakukan kejahatan pada keluargaku. Setidaknya aku tidak seperti dirimu. Aku menerima cucumu sebagai Nyonya Muda di keluarga Admidjaya” ucap Pak Admidjaya.


Pak Sutan mengingat nama samaran Yohana saat acara Mancanegara sebelumnya adalah Yona, karena selama acara Mancanegara, Pak Sutan menyamar sebagai Mr. Pich sangat dekat dengan Haris. Pak Sutan yakin Haris menyukai Yona dan menyelidiki istri Haris dari surat kabar. Ternyata tebakan Pak Sutan benar, dari postur tubuh Yohana Pak Sutan yakin istri Haris adalah Yona.


“Aku sengaja mengubah nama Tasya menjadi Yohana karena ulahmu, kalau saja kau tidak melarikan uang perusahaan, aku tidak akan merelakan Tasya hidup dengan orang lain, tapi karena kau, Tasya harus hidup dan melupakan jati dirinya sebagai keluarga Reinhard, apa kau tidak penasaran, saat ini cucumu sudah hamil” ucap Pak Purnomo.


“Sial ... lagi-lagi aku menjadi pencundang dihadapan kalian dan kaulah Purnomo sebagai pemenang. Haha ... kau pikir aku akan berterima kasih padamu karena kau sudah menyelamatkan nyawa Tasya.


Purnomo ... sedari awal aku tidak pernah menganggapmu sebagai adikku, sedikitpun tidak pernah, camkan itu!” teriak Pak Sutan.


“Kau sudah tua, menyerahlah ... tebus kesalahanmu di hadapan makam Boya, aku tidak akan membubuhmu sebelum kau meminta maaf di hadapam makam Boya, karena sebelum Boya meninggal, dialah yang meminta padaku untuk tidak membunuhmu sampai kau meminta maaf padanya” ucap Pak Purnomo.


“Aku tidak akan menyerah, keluarkan pak tua itu, karena dialah aku jadi begini” perintah Pak Sutan. Tidak lama kemudian, anak buah Pak Sutan langsung tiba membawa Pak Reinhard.


“Ayah ....” teriak Pak Purnomo melihat tubuh Pak Reinhard sudah dipasangi dengan bom waktu.

__ADS_1


“Kakek ....” teriak Fano dan Dakota secara bersamaan. Semua orang sangat syok saat ini melihat bom yang ada pada tubuh Pak Reinhard.


“Sutan bajinga* beraninya kau memperlakukan ayah, apa kau tidak punya otak!” teriak Pak Purnomo sambil meninju tubuh Pak Sutan, hingga bibir Pak Sutan pecah dan berdarah.


“Pak tua ... sebelum kau meninggal sampaikan pesan-pesan terakhirmu pada mereka” ucap Pak Sutan sambil melap darah dari bibirnya dengan telapak tangannya.


“Anakku Purnomo ... akulah yang harus disalahkan untuk semua ini, selama ini aku tidak bisa mendidik kalian dengan baik, ini semua salahku. Aku sendiri yang rela datang pada Sutan, aku juga sudah tua, kalian tidak perlu khawatir padaku, lebih baik kalian pergi dari sini. Setelah aku meninggal, aku berharap keturunanku hidup bahagia” ucap Pak Sutan.


“Kakek, jangan bicara begitu, Alfata sudah selamat, apa kakek tidak ingin bermain lagi dengan Alfata” ucap Dakota langsung menghampiri tubuh Pak Reinhard. Air mata Dakota kembali keluar melihat Pak Reinhard sudah mulai tidak berdaya.


“Kakek” ucap Fano menghampiri Pak Reinhard. Team kepolisian yang sedari tadi melindungi keluarga Pak Purnomo dari serangan anak buah Pak Sutan ikut menghampiri Pak Reinhard untuk melepaskan bom yang sudah bertengger diseluruh tubuh Pak Reinhard.


“Sutan brengsek, cepat lepaskan ayah!” teriak Pak Purnomo sambil mencengram kerah baju Pak Sutan.


“Papa, ini adalah bom waktu, tidak bisa dilepas dengan mudah” ucap Fano sambil memeriksa jenis Bom waktu itu.


“Disini tidak ada jaringan internet, satelit juga tidak terhubung, sepertinya kita sudah berada ditengah-tengah laut, ponsel siapa yang memiliki jaringan? Kita harus mendatangkan team khusus penjinak bom ke satuan” ucap salah satu team kepolisian.


“Sial, ponselku juga tidak ada jaringan” pekik Fano sambil memperhatikan ponselnya. Selang Fano bicara, tiba-tiba saja helikopter datang menghampiri Kapal Peti Kemas itu. Pandangan semua orang kembali pada helikopter itu.


BERSAMBUNG...........


To Reader Wanita Presdir: Terimah kasih untuk dukungan kalian terhadap novel ini. Untuk kalian yang sudah memberikan vote, yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu. Jangan lupa tetap dukung novel ini, dengan like dan komentar kalian. Saya minta maaf kalau saya sangat lama up. 🤗


Menunggu up selanjutnya bisa mampir kesini ☺️



See You 👋👋👋

__ADS_1


__ADS_2