Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 85


__ADS_3

“Apa yang gadis bodoh itu lakukan, apa dia juga terpikat dengan seniornya itu” gumam Haris, dia ikut kesal melihat Yohana dari kursinya. Sedari tadi dia melihat Yohana begitu terpukau melihat kehadiran Janter Sucipto menyanyi.


“Pantesan dari awal memasuki acara ini Fano terlihat kesal, ternyata dia sudah tahu bahwa Janter Sucipto akan jadi bintang tamu acara ini, dia saja kesal, apa lagi aku yang belum tentu Janter itu suka pada Yohana, namun melihat ekspresi Yohana, kalau dia tidak menerorku lebih dulu waktu di Malang, bisa jadi dia sudah suka dengan seniornya ini” gumam Haris kembali.


“Kenapa kau ikut terlihat kesal” ucap Fano pada Haris, dia merasa bernasib sama dengan Haris.


“Bisa tidak, kau tidak perlu mengurusi masalah pribadiku” ucap Haris kesal.


“Kau saja tidak bisa menikahinya, bahkan levelmu jauh dari aku, hati-hatilah bisa jadi wanitamu itu akan terpikat nanti dengan pria lain” sindir Fano.


“Bukannya kau sama saja denganku, bahkan kau tidak bisa menarik istrimu untuk duduk disampingmu, percuma juga kau menikah dengannya, hanya status yang kau punya” sindir Haris tidak mau kalah.


“Kau ini, mau cari masalah denganku” teriak Fano memegangi kerah kemeja Haris.


“Kau pikir aku tidak punya tenaga” tantang Haris memegangi tangan Fano.


“Presdir” ucap Naon dan Eveno secara bersamaan.


“Presdir, bisakah tidak berdebat disini, ada banyak orang” ucap Naon melerai mereka. Sementara Eveno membantu melepaskan tangan Fano dari kerah kemeja Haris.


“Dasar, tukang emosi” ucap Haris pelan merapikan bajunya.


“Tahu apa kau anak ingusan. Kalau bukan karena permintaan kakekmu, aku sudah menggelar pernikahan mewah dengannya” batin Fano.


Tidak berapa lama penampilan Janterpun berakhir, Janter langsung undur diri beranjak dari panggung menuju kearah belakang panggung. Semua tamu undangan sangat ingin foto bareng dengannya, namun Janter langsung menghilang. Mereka sangat kecewa ketika pengawal menghalangi langkah mereka untuk mengejar Janter.


“Istriku lebih cinta pada artis JS, sedari tadi aku dicuekin”.


“Jangankan kau, setiap hari aku selalu sedih, istriku lebih memilih menonton konser artis Indonesia itu, dari pada kuajak ke bioskop”.


“Dia memang idaman semua wanita, membuat pria lain cemburu saja”.


Ucap tamu udangan pria langsung menggosip saat pasangan mereka beranjak kekursi mereka dengan wajah kecewa karena tidak bisa foto bareng dengan Janter Sucipto.


Setelah kerumunan itu mulai bubar, Dakota dan Yohana langsung beranjak menuju meja tamu undangan, mereka juga ingin bergabung, namun mereka tidak menemukan pria bertopeng menutupi seluruh kepalanya seperti penampilan Mr. Pich.


“Apa Mr. Pich tidak ikut datang untuk acara bisnis ini” gumam Dakota memperhatikan sekitar, dia juga memperhatikan keberadaan suaminya. Fano dan Haris sudah terlihat kesal melihat Dakota dan Yohana masih celingak-celinguk mencari keberadaan mereka. Haris langsung beranjak dari kursinya menghampiri Dakota dan Yohana.

__ADS_1


“Mr. Gipi” ucap Yohana lega, dia baru bisa menemukan keberadaan Haris. Begitu juga dengan Dakota. Namun Haris tetap cuek pada mereka.


“Ada apa dengannya, kenapa dia mengabaikan sapaanmu, apa kalian bertengkar sebelumnya” bisik Dakota pada Yohana.


“Hubunganku baik-baik saja dengannya, aku juga tidak tahu kenapa dia mengabaikan aku” balas Yohana.


“Mr. Gipi, apa kau melihat Mr. Kley” tanya Dakota pada Haris.


“Temuilah dia, dia ada di sana” ucap Haris menunjuk arah meja tempat Fano dan Naon berada.


“Baiklah, aku titip Yona padamu” ucap Dakota meninggalkan mereka berdua di dekat panggung. Haris langsung menarik tangan Yohana untuk beranjak dari kerumunan orang. Mata Dakota tertuju pada meja yang sudah ditunjuk oleh Haris tadi, dia begitu lega melihat keberadaan suaminya sudah duduk sambil memegangi gelasnya. Namun tidak berapa lama sudah datang seorang wanita juga seumuran dengannya menyapa meja Fano. Langkah kaki Dakota langsung berhenti, melihat suaminya sudah diajak mengobrol oleh wanita itu, mereka terlihat semakin akrab, kostum dari wanita itu berbeda dengan teman penari Dakota.


“Apa aku tunda saja kesana, aku lihat wanita itu bukan teman penariku, apa mungkin wanita itu teman bisnisnya” gumam Dakota. Tidak berapa lama Mc pembawa acara kembali bersuara.


“Hadirin, lampu akan dimatikan, semua harap tenang” ucap Mc. Lampu diruangan itu langsung di matikan, pencahayaan diruangan itu sudah kembali terang remang-remang sesuai dengan suasana dansa.


“Saatnya kita berdansa” ucap Mc kembali. Musik dansa sudah dimulai, semua orang sudah beranjak dengan pasangan masing-masing untuk berdansa. Tiba-tiba saja tangan Dakota ditarik oleh seorang pria, dia sangat terkejut dengan pria itu. Dakota tidak bisa mengenali pria itu karena pria itu juga memakai mask eyes. Aroma tubuhnya juga beda dengan Fano, dia yakin pria yang menarik tangannya saat ini adalah pria asing. Sesampainya mereka di area dansa, pria itu langsung memegang pinggang Dakota.


“Tuan, anda belum meminta izin pada saya” ucap Dakota mencoba melepaskan tangan pria itu dari pinggangnya, namun pria itu tetap memeluk pinggangnya dengan erat.


“Se ... senior ....” ucap Dakota gagap, dia tidak menyangka bahwa pria itu adalah Janter.


“Pelankan suaramu, bergeraklah seperti biasa, ada mata yang sudah tertuju pada kita” bisik Janter. Terpaksa kaki Dakota mengikuti langkah kaki Janter, karena musik dansa juga sudah mulai berirama. Janter langsung mengangkat tangan Dakota, dia langsung mengalungkan tangan Dakota kelehernya. Senyum Janter mengembang melihat wanita yang sudah dia rindukan itu tidak berontak sedikitpun.


“Kau sudah semakin dewasa saja” bisik Janter pelan pada Dakota.


Dakota sangat bingung menghadapi Janter, entah topik apa yang harus dia gunakan untuk pertemuan pertama mereka ini setelah sekian lama, sebenarnya ada banyak pertanyaan yang sudah dia pendam bila bertemu kembali dengan Janter, namun malam itu bibirnya seolah-olah tidak mau terbuka, dia juga sangat terkejut mengetahui bahwa seniornya itu sudah mengetahui bahwa dirinya sudah menikah.


“Bagaimana senior bisa tahu bahwa aku sudah menikah” bisik Dakota membuka suara.


“Aku tahu semua tentangmu, aku sengaja datang keacara ini hanya untuk bertemu denganmu, aku sangat merindukan dirimu” bisik Janter kembali.


“Senior, maaf sebelumnya, senior sudah tahu aku sudah menikah, kenapa senior masih menunjukkan sikap seolah-olah aku ini masih anak gadis” bisik Dakota memalingkan wajahnya.


“Kenapa kau memanggilku senior, panggil saja namaku” bisik Janter kembali.


“Bang Janter, kita sudah dewasa, kenapa bang Janter masih kekanakan begini, bukannya sudah jelas aku ini istri orang” bisik Dakota menegaskan pada Janter bahwa dia sudah milik orang lain. Dakota langsung melepaskan tangannya dari leher Janter, walau begitu dia tetap bersikap normal mengikuti langkah kaki Janter.

__ADS_1


“Aku tidak peduli kalau kau sudah menikah, sudah punya anakpun aku juga tidak peduli, apa salahnya mencintai wanita yang kita cinta” bisik Janter kembali, dia tetap pada pendiriannya.


“Apa kamu tidak bisa berpikir, sudah lama kita berpisah, kenapa masih saja menyiksa diri tidak berkencan dengan wanita lain, aku tegaskan pada bang Janter aku tidak bisa kembali padamu” tegas Dakota menatap wajah Janter.


“Aku tidak peduli dengan semua itu, selagi aku bisa melihat wajahmu itu sudah cukup bagiku, namun kau harus tahu, hanya aku pria yang bisa melindungimu, jika kau tidak keberatan datanglah padaku” bisik Janter kembali.


“Aku harus bagaimana menjelaskan semuanya pada bang Janter, apa bang Janter buta, tidak bisa melihat situasi, saat itu aku belum jadi pacarmu saja, sudah ada insiden yang menimpa diriku, sekarang kamu yang artis top, menjadi temanmu saja rasanya tidak mungkin” ucap Dakota mengingat kembali insiden itu, dia memang saat itu pernah suka pada Janter, hanya suka sebagai senior saja, seandainya saja tidak terjadi insiden itu dan Janter tidak pindah sekolah kemungkinan Dakota sudah jadi kekasihnya.


“Apa karena insiden itu” tanya Janter.


“Kenapa kita harus mengingat masa lalu” bisik Dakota mengalihkan pembicaraan.


“Kau harus tahu kenapa aku pindah keluar negeri, besok kemungkinan aku tidak banyak waktu disini, temuilah aku di Indonesia, sepulang dari disini aku ada acara di Hotel A” bisik Janter.


“Aku sudah bersuami, mana mungkin aku menemui pria asing apa lagi seorang artis sendirian” bisik Dakota menolak.


“Apa kau tidak penasaran dengan Haris, dialah pria yang sudah mendonorkan darah padamu saat di Rumah Sakit, bahkan golongan darah kalian sama, aku akan menunggumu, ada hal penting yang akan kusampaikan” bisik Janter.


Begitu terkejutnya Dakota mendengar penjelasan Janter, dia baru tahu bahwa pria yang mendonorkan darah bantuan untuknya adalah Haris, bahkan Yohana tidak tahu sama sekali.


BERSAMBUNG...........


Hai Reader Wanita Presdir, author mengucapkan terima kasih sudah mampir ke novel ini,😊


Selamat menunaikan ibadah puasa ya🙏


Jangan bosan ya Reader, untuk tetap berikan like dan komentar kalian, karena beri like itu gratis, hanya tekan jempolnya saja, hihi😄


Reader: Banyak banget permintaan nya thor😣😌😐😓😟😦😳


Author: 😟😓😰😨😲😵😭😭😭😭


Reader: Gitu aja nangis thor, kita bercanda 😎😎😎


Author: Makasih Reader🙏🙏🙏


See You 🙋🙋🙋

__ADS_1


__ADS_2