Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 142


__ADS_3

Pagi ini berat rasanya Dakota harus keluar dari Kediaman Reinhard meninggalkan Alfata bersama ibu Lena. Apa lagi Alfata sedang sakit campak.


“Kemarin aku sudah janji pada anakku untuk membawanya berlibur, aku malah mengingkari janjiku, bahkan di saat dia sedang sakit aku tidak ada untuknya” batin Dakota.


Setelah pamit pada Alfata dan ibu Lena, Dakotapun bergegas keluar dari kamarnya.


“Aku harus menyelamatkan Yoki dan Kela. Kalau sampai mereka terluka, akulah orang yang harus disalahkan, karena aku mereka ikut terlibat dengan masalah ini” batin Dakota lagi.


“Nyonya Muda” ucap Siti menghampiri Dakota.


“Bagaimana keadaanmu, kau sudah membaik” ucap Dakota memperhatikan penampilan Siti.


“Maafkan saya Nyonya, saya lalai dalam melaksanakan tugas, saya sudah membaik” ucap Siti sambil menunduk.


“Kau tidak perlu minta maaf, hal itu bukan kau sengaja. Kalau kau sudah membaik kita langsung pergi saja” ucap Dakota.


“Baik Nyonya” ucap Siti. Mereka pun keluar dari Kediaman Reinhard. Sesuai dengan perintah Fano, Dakota sudah didampingi oleh pengawal. Pengawal itu yang menjadi supir untuk Dakota berangkat kelokasi tempat Yoki dan Kela di sekap sesuai dengan alamat yang sudah pria misterius itu kirim pada Dakota.


#Pelabuhan Tanjung Priok


Mobil yang membawa Dakota menuju tempat penyekapan Yoki dan Kela sudah sampai di Pelabuhan Tanjung Priok. Dakota dan Siti pun langsung keluar saat pengawalnya membukakan pintu mobil.


“Nyonya Muda, di pelabuhan ini ada 5 terminal, pria misterius itu hanya mengirimkan posisi Yoki dan Kela di pelabuhan ini” ucap Siti sambil memperhatikan sekitar. Sudah banyak orang sedang lewat lalu lalang.


Belum sempat Dakota melingkarkan syalnya, ponsel Dakota sudah berdering. Dakota langsung mengangkat panggilan masuk dari ponselnya karena yang menghubunginya barusan adalah nomor baru merupakan nomor pria misterius itu.


“Halo” ucap Dakota.


“Kau datang di waktu yang tepat, kau datang kemari bukan untuk wisata” ucap pria misterius dari balik ponsel Dakota.


“Aku tidak butuh kau berbasa-basi denganmu, seperti ucapanmu tadi pagi, aku datang diwaktu yang tepat, katakan dimana mereka?” ucap Dakota langsung pada intinya.


“Aku sangat suka dengan caramu bicara, kau memang cocok jadi wanita dari seorang Presdir. Lihat arah jam 12.00” ucap pria itu. Dakota langsung mengarahkan tubuhnya pada arah jarum jam pukul 12.00. Dakota sudah menghadap lurus sesuai dengan arah yang pria misterius itu perintahkan.

__ADS_1


“Kapal Peti Kemas Raksasa” ucap Dakota memperhatikan arah kapal yang ada dihadapannya.


“Kau perhatikan baik-baik kapal itu” ucap pria misterius itu. Sejenak Dakota memperhatikan kapal Peti Kemas itu dengan teliti, saat arah pandangan Dakota sampai pada bangunan atas kapal. Sontak Dakota sangat terkejut melihat Yoki dan Kela sudah disekap diatas kapal oleh Irma dan Sena. Bahkan tubuh Yoki dan Kela sudah berada dipinggir kapal, hampir saja tubuh Yoki dan Kela jatuh kelaut.


“Aku sudah pegang ucapanku, aku sudah datang kemari, kau janji tidak akan membunuh mereka, apa kau bercanda padaku ....” teriak Dakota pada pria misterius itu.


“Waw, kau bisa juga marah padaku, berani sekali kau membentak. Dari awal aku katakan padamu untuk datang sendiri, kau malah membawa antek-antekmu” ucap pria misterius. Dakota pun melihat sekitar, sejenak Dakota melepaskan ponselnya dari telinganya, kemudian Dakota memute penelponannya dengan pria misterius itu.


“Tolong kalian menghilang dari sini” ucap Dakota pada Siti dan pengawalnya.


“Tapi Nyonya, saat ini Nyonya tidak membawa senjata api untuk persiapan melindungi diri” ucap Siti menolak perintah Dakota.


“Jangan biarkan aku mengulangi ucapanku” ucap Dakota.


“Baik Nyonya” ucap Siti dan pengawal undur diri. Setelah Siti dan pengawalnya menghilang, Dakota kembali melanjutkan obrolannya dengan pria misterius.


“Aku sudah sendiri, bisa tidak kau tarik kembali tubuh Yoki dan Kela” ucap Dakota.


“Kalau kau sudah sendiri, datanglah menjemput mereka” ucap pria misterius itu langsung memutus panggilan.


Beberapa menit kemudian Dakota sudah mendapatkan surat ijin untuk masuk kedalam kapal. Fano yang baru saja selesai menyelidiki keberadaan Yoki dan Kela, langsung bergegas ke terminal Peti Kemas setelah dia mendapatkan informasi terbaru dari pengawal yang mendampingi Dakota barusan. Fano pun memakai teropong dan mendapati istrinya sudah memasuki kapal Peti Kemas yang sudah parkir di terminal Peti Kemas.


Melihat istrinya sudah memasuki kapal, Fano pun langsung mencari tahu menganai kapal itu. Ternyata kapal itu adalah layanan JAX (Java South Asia Express). Diketahui kapal itu berlayar dari Tanjung Priok ke West Coast Amerika Serikat seminggu sekali. Baru selesai Fano membaca artikel mengenai kapal itu, kapal Peti Kemas itu mulai berbunyi pertanda kapal itu akan berlayar kembali. Bahkan kapal-kapal kecil yang ada disekitar kapal raksasa itu mulai menjauh karena kapal itu akan berangkat.


“Siapkan kapal, kejar kapal Peti Kemas itu, sebentar lagi kapal itu akan berangkat. Istriku sudah masuk kedalam, semua team bayangan segera masuk kedalam kapal ikuti istriku” ucap Fano dari ponselnya kepada semua team penyidiknya. Fano pun bergegas berlari untuk masuk ke kapal Peti Kemas itu.


“Mr. Pich, kau mau membawa kemana istriku” ucap Fano dalam hati.


Dakota terus berlari memasuki kapal, area kapal sudah dipadati oleh barang-barang dari Indonesia yang akan diekspor keluar negeri. Belum sempat Dakota melap keringatnya, Kamila sudah datang menghampirinya.


“Nyonya Muda Reinhard” ucap Kamila.


“Kau?” ucap Dakota mengatur nafasnya.

__ADS_1


“Kau datang untuk cari mati” ucap Kamila sembari mendekat pada Dakota.


“Kau tidak perlu berbasa-basi denganku, tunjukkan saja dimana mereka?” tanya Dakota pada Kamila.


“Kau sangat peduli pada mereka, mereka bukan siapa-siapamu” ucap Kamila.


“Aku bukan seperti dirimu, tidak perlu berbelit-belit, tunjukkan saja padaku, dimana bosmu?” ucap Dakota. Belum sempat Kamila menjawab pertanyaan Dakota. Dakota sudah melihat seorang penembak jitu dari lantai dua, dengan sigap Dakota langsung berguling melindungi dirinya masuk ketumpukan barang.


“Dor ... dor ....” suara tembakan senjata api dari penembak jitu itu mendarat pada Kamila. Tubuh Kamila langsung ambruk kelantai. Mata Dakota langsung terbelalak melihat Kamila tidak bernyawa lagi dihadapannya. Tubuh Dakota mulai merinding melihat mata Kamila masih terbuka. Dakota langsung melihat ke arah penembak jitu tadi, namun penembak jitu itu sudah menghilang.


“Siapa yang sudah membunuh Kamila” batin Dakota. Dengan tubuh mulai gemetar Dakota langsung menutup mata Kamila dengan tangannya.


“Sepertinya, kapal ini sudah dikuasai oleh Mr. Pich, bahkan pengawas barang-barang ini saja tidak ada disini. Aku harus segera menyelamatkan Yoki dan Kela” batin Dakota. Belum sempat Dakota berdiri, ponsel Kamila sudah berdering. Dakota langung meraih ponsel Kamila. Dakota sudah melihat kontak yang menghubungi Kamila bertuliskan paman Sutan. Tubuh Dakota semakin gemetar melihat kontak yang baru saja menghubungi Kamila.


“Bukannya beliau sudah meninggal, berarti Mr. Pich yang selama ini aku temui adalah paman suamiku Sutan Reinhard” batin Dakota. Daktoa langsung mengangkat panggilan itu.


“Kenapa kau lama sekali ....” teriak seorang pria dari seberang. Dakota sudah mengenali suara itu, suara itu adalah suara Mr. Pich suaranya sama dengan suara pria misterius teman Irma semalam. Dakota mulai menyamarkan suaranya agar terlihat mirip dengan Kamila.


“Aku akan kesana” ucap Dakota pelan menyamakan suaranya dengan suara Kamila.


“Bawa Dakota segera kemari, kita tidak punya banyak waktu, ada musuh lain yang sudah membantu mereka” ucap pria itu.


“Dakota bertanya, bagaimana keadaan Yoki dan Kela” ucap Dakota pelan.


“Jangan banyak tanya, kita harus segera pergi dari sini, 30 menit lagi helikopter akan sampai disni, bawa dia kemari!” teriak pria itu memutus penggilan.


“Helikopter, apa yang mereka rencanakan, lalu siapa penebak jitu itu, tidak mungkin penembak jitu itu suruhan Mr. Pich, karena yang menjadi sasarannya adalah Kamila” batin Dakota. Dakota pun melihat sekitar, dengan mengendap-endap Dakota berlari menuju bagian bangunan atas kapal. Setahu Dakota tadi Yoki dan Kela disekap di bagian atas kapal.


“Mr. Pich mengatakan ada pihak yang membantu kami, siapa sebenarnya penembak jitu itu” batin Dakota.


BERSAMBUNG................


To Reader Wanita Presdir : saya kembali lagi, mohon sabar menunggu ya Reader, tetap dukung novel ini dgn like dan komentar kalian🙏

__ADS_1


See You🙋🙋🙋


__ADS_2