
# Four Seasons Hotel George V, Paris.
Dakota beserta rombongan penari sudah tiba di Hotel Four Seasons George V Paris pada pukul 15.00 waktu setempat. Mereka langsung dijemput oleh layanan hotel dari Bandara Charles de Gaulle (CDG). Setibanya di Hotel, mereka langsung di sambut pelayan hotel menuju penginapan masing-masing, karena mereka merupakan tamu penting dari perusahaan Reliance Industries india.
Dapat diketahui semua biaya keberangkatan mereka di biayai oleh Ceo Reliance Industries Pak Rapijay. Teman-teman penari Dakota sudah istirahat di dalam kamar masing-masing dan mereka memilih sarapan dalam kamar. Dapat diketahui bahwa keamanan dari Hotel Four Seasons George V selama 24 jam, dilengkapi dengan CCTV di setiap sudut lokasi. Untuk tindakan kejahatan sangat jarang terjadi di hotel ini, bisa dijamin semua penghuni hotel aman, karena hotel ini memang khusus untuk orang berduit.
Sesuai dengan janji Dakota pada Pak Rapijay, dia langsung menemui Pak Rapijay yang sudah berbaring di kursi jemur dekat dengan kolam renang indoor.
“Dakota, kamu sudah tiba” ucap Pak Rapijay bangkit dari baringan kursinya, menyambut kedatangan Dakota.
“Hai Tuan Rapijay, saya baru saja tiba dengan rombongan, mereka sudah istirahat di kamar masing-masing” ucap Dakota menjelaskan.
“Sayang, ini dia gadis itu?” tanya Ibu Erene pada Pak Rapijay, dia langsung membuka kaca mata hitamnya. Mata Dakota langsung terbelalak melihat penampilan ibu Erene, begitu bagus tubuhnya walau sudah berumur namun wajahnya belum diliput oleh keriput, bahkan terlihat lebih muda dari ibu Endangsi, padahal Dakota yakin ibu Erene lebih tua dari ibunya ibu Endangsi.
“Dakota, kenalkan ini istri saya” ucap Pak Rapijay memperkenalkan istrinya pada Dakota.
“Cantik, saya Erene Singh” ucap ibu Erene langsung mencium pipi kanan dan pipi kiri Dakota.
“Nyonya, saya Dakota Kaif” ucap Dakota meperkenalkan namanya.
“Saya sudah tahu tentang kamu dari suamiku” ucap ibu Erene tersenyum memeluk lengan Pak Rapijay.
“Lebih baik kita menuju Bar untuk berbincang, kita masih ada waktu sebelum malam tiba” ajak Pak Rpaijay.
“Baik Tuan Rapijay” ucap Dakota mengikuti langkah kaki Pak Rapijay dan ibu Erene menuju Bar Hotel.
Sesampainya di Bar Hotel. Pak Rapijay langsung meminta pelayan untuk membawakan minuman pada mereka.
“Cantik terima kasih sudah mau datang kesini” ucap ibu Erene memeluk lengan Dakota.
“Saya yang seharusnya berterima kasih nyonya Erene, sudah mau mengundang kami untuk menikmati perjalanan gratis ini” ucap Dakota.
“Kamu lebih cantik dari Endangsi Kaif, sebenarnya kamu siapanya Endangsi?” tanya ibu Erene penasaran.
__ADS_1
“Panjang ceritanya nyonya Erene, kalau saya memberitahukan bahwa saya putri dari Endangsi Kaif, bolehkah nyonya merahasiakan hal ini dari siapapun” ucap Dakota jujur.
“Wah, jadi benar kamu anaknya Endangsi, tebakan suamiku ternyata benar, benarkan sayang” ucap ibu Erene melirik pada Pak Rapijay.
“Benar Dakota, saya yakin kamu putri dari Endangsi Kaif, seingat saya sewaktu dia berkunjung ke India untuk bertemu dengan istriku dia sudah berbadan dua” ucap Pak Rapijay.
“Sepertinya Pak Rapijay tahu banyak hal tentang ibuku” batin Dakota.
“Iya benar suamiku, dia saat itu sudah hamil, namun tidak diketahui siapa yang menghamilinya, dia sangat tertutup” ucap ibu Erene menyahuti.
“Apa Tuan Rapijay dan nyonya tahu siapa orang yang dekat dengan ibuku saat itu, seperti kekasihnya gitu” tanya Dakota ingin mengorek masa lalu ibunya.
“Setahuku kekasih dari Endangsi Kaif adalah Mr. Elaya penanggung jawab dari Sanggar Elaya yang dia dirikan sendiri. Namun yang kami ketahui waktu itu Mr. Elaya sudah menikah dengan wanita lain bukan dengan Endangsi Kaif. Sejak Mr. Elaya menikah, Endangsi Kaif saat itu sangat terpukul dan patah hati, dia meminta saya membantunya untuk menenangkan diri, akhirnya dia saya bawa ke India untuk berlibur, bahkan dia berhenti dari pekerjaannya” jelas pak Rapijay.
“Kalau begitu, bisa jadi yang menghamili ibuku adalah Mr. Elaya, berarti dia ... dia adalah ayahku” batin Dakota.
“Apa tuan Rapijay tahu nama asli dari Mr. Elaya” tanya Dakota semakin penasaran.
“Saya hanya sebagai tamu undangan saat berkunjung ke Indonesia, nama yang mereka gunakan hanya samaran saja yang kuketahui” ucap Pak Rapijay.
“Jadi ibuku di beritakan sudah meninggal saat melahirkan” ucap Dakota terkejut.
“Cantik, kamu pastinya sangat sedih, selama ini mencari keberadaan ayah dan ibumu” ucap ibu Erene memeluk Dakota. Air mata Dakota mulai keluar, dia yakin Pak Rapijay dan ibu Erene adalah orang yang bisa dipercaya dan sangat mengenal ibunya.
“Sebenarnya ibuku masih hidup” ucap Dakota, air matanya sudah keluar di pelukan ibu Erene.
“Apa, masih hidup” ucap Pak Rapijay tidak percaya. Pak Rapijay dan ibu Erene saling menatap.
“Benar, saat ini ibu sedang di rawat di Singapore, dia baru saja melewati operasi pengangkatan sakit leukimia stadium lanjut” ucap Dakota menjelaskan.
“Ya ampun sayang, kami tidak tahu kalau dia masih hidup, bahkan dia sedang sakit” ucap ibu Erene mengelus punggung Dakota.
“Kalau begitu, ada yang sudah menyebarkan kematian ibumu, itu artinya saat ini ibumu tidak menggunakan nama aslinya lagi, masalahnya berita kematiannya sudah lama tersebar” ucap Pak Rapijay membaca situasi.
__ADS_1
“Benar Tuan Rapijay, saya juga baru tahu kalau berita kematian ibu saya sudah meninggal itu dari tuan saat pertemuan kita di Indonesia” ucap Dakota.
“Berarti selama ini kamu bergabung sebagai penari untuk mencari tahu siapa ayahmu” ucap ibu Erene menebak.
“Kalau tujuanmu ingin mengetahui Mr. Elaya, setahuku Endangsi juga memiliki seorang bos sekaligus bos di kantornya. Mr. Pich adalah bos dari Endangsi, bisa jadi berita kematian ibumu bersangkutan dengannya. Hati-hatilah menghadapi Mr. Pich” ucap Pak Rapijay.
“Tuan Rapijay, kenapa dengan Mr. Pich” tanya Dakota lebih lanjut.
“Masalahnya, Mr. Pich yang saya temui muncul dengan orang yang berbeda. Kamu tahu saya mengenal orang dengan sekali bertemu. Namun saat saya menemui orang yang bernama Mr. Pich, saya menemukan dua orang yang berbeda menggunakan nama samaran yang sama. Saya tidak tahu kedua orang ini orang yang jahat keduanya atau tidak. Atau mungkin mereka memiliki tujuan yang sama. Setahu saya dia juga mengenal Mr. Elaya” ucap Pak Rapijay.
“Kami tidak tahu dia akan ikut ke acara pelelangan besok malam, namun yang pasti keamanan dari Hotel ini masih bisa terjamin” ucap ibu Erene.
“Apapun kesulitanmu kamu bisa mengadu pada kami, kami sudah menganggap Endangsi sebagai sahabat kami sendiri, dia wanita yang baik juga bertalenta, dia penari Hindi yang baik walau dia sudah keturunan campur Indonesia” ucap Pak Rapijay.
“Cantik, saya belum mengatakan padamu, sebenarnya besok itu acara ulang tahun saya, saya sangat senang mendengar ada gadis dari Indonesia yang pandai menari, bisakah kamu memberikan hadiah untuk saya besok malam” ucap ibu Erene.
“Tentu saja nyonya Erene, saya dan rombongan akan mempersembahkan satu tarian” ucap Dakota.
“Sebenarnya teman-teman saya dari India juga banyak yang datang sebagai tamu undangan besok malam, bisakah kamu dan teman penarimu latihan dengan penari yang sudah disediakan oleh Hotel, supaya acaranya lebih meriah" ucap ibu Erene.
“Kalau begitu tuan dan nyonya, kami harus latihan gabungan dari sekarang, waktu yang tersisa hanya 24 jam” ucap Dakota.
“Benar yang kamu katakan Dakota, maaf ya saya sudah merepotkanmu, saya lupa memberitahumu bahwa istriku sebenarnya besok ulang tahun” ucap Pak Rapijay merasa bersalah.
“Tidak apa-apa Tuan Rapijay, justru saya yang berterima kasih sudah membiayai kami kesini, bahkan kami bisa menginap di Hotel mewah ini” ucap Dakota.
“Baiklah, kalau begitu lebih baik kita habiskan saja dulu minuman ini, baru kita beranjak” ucap ibu Erene. Dakota dan Pak Rapijay mengangguk.
BERSAMBUNG..............
Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir, jangan bosan ya reader untuk tetap like dan komentar😊
Oya sesekali Vote ya😍
__ADS_1
See You 🙋🙋🙋