
# Kediaman Reinhard
Sesuai dengan janjinya pada ibu Lena, Dakota pulang lebih awal berhubung dia bekerja kelapangan, pekerjaannya jadi lebih cepat. Sejak mendengar perkataan Siti, Dakota sangat merasakan apa yang dirasakan oleh mama mertuanya itu membuat tubuhnya merinding saat melihat tubuh ibu Lena yang diperlihatkan oleh Dokter semalam.
“Mama, sudah minum obat” ucap Dakota sudah duduk disamping kasur ibu Lena.
“Sayang, kamu sudah pulang” ucap ibu Lena mengeluarkan air matanya.
“Mama menangislah, jangan ditahan aku akan selalu ada disisi mama” ucap Dakota melihat ibu Lena dengan tulus sudah mencium punggung tangan ibu Lena.
“Sayang, mama sangat malu padamu, belum lama kamu menjadi menantu dikeluarga ini, kamu harus melihat keadaan mama begini” ucap ibu Lena sedih.
“Tidak ma, tidak usah malu, suamiku anakmu aku juga anakmu. Jangan anggap aku orang luar, kita adalah keluarga” ucap Dakota memegangi tangan ibu Lena.
“Hiks ... hiks ....” akhirnya ibu Lena yang berbaring dikasur menangis dihadapan menantunya.
Dakota hanya memeluk tubuh mama mertuanya, dia menemani mertuanya itu hingga mertuanya itu terlelap. Dakota yang menemani ibu Lena dikamar itu juga ikut terlelap karena malam memang sudah larut, tidak sadar bahwa mama mertuanya itu baru saja bangun dari mimpinya yang kelam. Tepatnya bukan mimpi, tapi kejadian berulang yang selalu dialaminya oleh ulah suaminya hingga terbawa menjadi mimpi. Tubuh ibu Lena masih berkeringat setiap mengingat kejadian kelamnya.
# Mengingat kembali.
Milen merupakan gadis cantik yang disukai oleh Purnomo Reinhard sejak ia duduk dibangku SLTA. Sejak SLTA Purnomo Reinhard sudah jatuh cinta pada paras Milen yang cantik alami, rambutnya hitam bergelombang tinggi dan berat badannya seimbang bisa dibilang sangat mirip dengan Dakota saat ini. Milen hidup sebatangkara dan tinggal dipanti asuhan tidak diketahui siapa orangtuanya yang tega membuangnya tepat didepan pintu asuhan. Walau begitu berkat bakat dan kepandaiannya dia bisa mendapatkan beasiswa dan menempuh perkuliahan di Institut Teknologi Bandung.
Tentu saja Purnomo Reinhard juga mengikuti Milen untuk kuliah ditempat yang sama, walau sebenarnya keinginannya adalah kuliah di luar negeri, demi mengejar Milen apapun akan dilakukan oleh Purnomo. Bahkan saat Milen mengalami kecelakaan sewaktu karya wisata SLTA, Milen jatuh kejurang dan tersangkut di kayu, Purnomo yang rela melakukan apa pun demi Milen langsung menolong Milen tanpa pikir panjang, namun karena kayu tersebut tidak kuat, Purnomo menarik Milen dengan tenaganya, Milen terangkat dan Purnomo yang terjatuh dan tubuhnya terpental diakar kayu besar membuat area ************ Purnomo luka parah.
Namun sebesar apapun cinta Purnomo pada Milen, Milen menganggap Purnomo sebatas sahabat saja karena sudah sering bertemu dengan Purnomo. Milen ketahui setiap Purnomo mengucapkan kata cinta sewaktu SLTA, Purnomo terlihat bercanda dan tidak serius. Hal itu membuat Milen sangat kecewa atas sikap Purnomo dan memutuskan untuk tetap menjadi sahabat Purnomo. Saat itu Purnomo merasa bahwa dialah yang pantas menjadi kekasih Milen tidak memiliki saingan membuatnya merasa berkuasa untuk memiliki Milen, dia hanya ingin menarik ulur saja, mempermainkan hati Milen hingga mereka lulus SLTA. Purnomo berniat selesai dia kuliah baru melamar Milen.
Ternyata saat masuk kuliah, Amidjaya juga merupakan senior tingkat akhir yang mengospek mereka dikampus.
Sejak saat itulah Milen bertemu dengan Admidjaya dan jatuh cinta pada Admidjaya. Admidjaya merupakan sahabat dari kakak Purnomo yaitu Sutan Reinhard. Namun Sutan Reinhard sudah berkeluarga lebih dulu. Karena bersahabat, Admidjaya juga jadi dekat dengan Purnomo. Admidjaya yang tidak ingin lama-lama melajang, karena sudah sama-sama suka memutuskan setelah lulus kuliah langsung menikahi Milen di usianya baru 22 tahun. Saat itu Milen dan Purnomo sama-sama berusia 19 tahun. Hal itu menjadi hal terberat dalam hidup Purnomo, pasalnya dia sudah menyatakan cintanya pada Milen, namun dia terlambat selangkah, Milen saat itu baru saja menerima cinta seniornya itu. Purnomo sangat menyesal sudah mempermainkan Milen saat SLTA dulu. Bahkan saat Purnomo memohon dan minta maaf agar Milen kembali kesisinya. Milen mengatakan kita tetap menjadi sahabat baik saja.
__ADS_1
Purnomo tidak bisa melupakan Milen bahkan bayang-bayang wajahnya selalu tinggal diingatannya. Ketika mengetahui Milen sudah melahirkan Elcid Admidjaya di usianya baru 20 tahun, Purnomo memutuskan pindah kuliah di luar negeri. Dia hanya gigih bekerja dan tidak pernah memikirkan untuk menikah. Bahkan dia berhasil mengembangkan perusahaan yang ditinggalkan oleh Ayahnya keturunan Jerman menjadi perusahaan besar hingga kini. Walau dibantu oleh kakaknya Sutan. Hingga usianya 30 tahun dia dan Sutan menjadi pimpinan dari Reinhard Group namun saham Purnomolah yang terbesar Reinhard Group. Sutan dan Purnomo memang saudara seayah namun beda ibu.
“Apa kau tidak ingin menikah” tanya Sutan pada adiknya Purnomo, mereka sedang makan malam keluarga.
“Apa paman mau melajang tua, aku saja sudah 12 tahun” ucap Boya Reinhard anak Sutan Reinhard.
“Sayang, kamu tidak boleh bicara begitu” ucap istri Sutan. Purnomo hanya diam tidak merespon sama sekali.
“Ibu, kalau paman tidak mau menikah, berarti aku nanti jadi pewaris dari perusahaan. Hehe... iyakan ayah” ucap Boya.
“Sayang kamu masih kecil, tidak usah banyak bicara. Jangan ikut urusan orang dewasa” pinta istri Sutan melihat Purnomo yang diam saja.
“Sepertinya dia tidak ingin menikah, baguslah” batin Sutan.
“Apa kamu benar tidak ingin menikah” ucap Sutan kembali ketopik pembicaraan.
“Hah, kenapa harus bahas menikah” ucap Purnomo yang kesal dengan ucapan keponakannya itu.
“Dari dulu kakak ku yang baik ini selalu berusaha untuk bermuka baik dihadapanku, mencarikan aku istri, aku tidak tahu kenapa dia mengatakan pernikahan, padahal dia sangat ingin agar aku tidak ingin menikah agar tidak ada keturunanku. Karena aku selama ini menolok, dia bertanya untuk memastikan bahwa aku akan menolak menikah ya” batin Purnomo.
“Siapa nama anak keluarga Laskara itu” tanya Purnomo.
“Namanya Lena Laskara, dia berusia 18 tahun saat ini, dia gadis yang baik. Jika kau tertarik, kita akan mengadakan pertemuan” ucap Sutan.
“Baiklah, adakan pertemuan segera” ucap Purnomo.
“Apa kau serius? Kali ini jangan menolak lagi” ucap Sutan. Sementara itu istri Sutan sangat terkejut baru kali ini dia melihat adik iparnya itu setuju mengadakan pertemuan.
“Iya aku serius, aku akan menikah” ucap Purnomo tegas.
__ADS_1
“Paman jangan bercanda, nanti paman membuat wanita itu menangis lagi”ucap Boya yang sudah sering menemani pamannya itu ikut perjodohan dan mengatakan bahwa Boya adalah anak kandungnya untuk menolak wanita yang mendekatinya. Boya terpaksa harus berakting demi mendapatkan bayaran dari pamannya. Boyalah yang merengek-merengek dihadapan wanita yang akan ditemui pamannya itu dan berulah agar wanita itu tidak menyukai pamannya.
“Apa aku terlihat bercanda. Bukankah aku juga harus memiliki anak untuk penerusku” sinis Purnomo pada keluarganya. Mereka terlihat semakin terkejut karena perkataan Purnomo bahkan tidak mengatakan sepatah katapun.
“Aku sudah selesai makan” ucap Purnomo meninggalkan meja makan keluarga.
“Hmm, dia sudah sangat emosi ketika Boya mengatakan menjadi pewaris perusahaan. Ternyata ada juga keinginannya untuk memiliki keturunan” ucap Sutan sepeninggalan Purnomo di meja makan.
“Kenapa ayah bicara begitu, ayah tidak senang paman menikah. Aku sangat ingin memiliki seorang adik apa lagi jika mirip dengan sifat paman pasti akan seru bermain” ucap Boya.
“Iya sayang, justru bagus adik ipar menikah, dengan begitu dia ada yang memperhatikan” ucap istri Sutan.
“Kalian tidak tahu, bahwa aku sangat membenci anak haram itu, anak itu lahir dari perselingkuhan ayahku dengan selingkuhannya. Dia bahkan sudah mengalihkan perusahaan, aku akan pastikan dia akan hidup menderita” batin Sutan.
“Ayah kenapa melamun saja. Ayah tidak senang kalau Boya punya adik lagi” ucap Boya pada ayahnya.
“Ayah sangat senang kalau itu adik kandungmu” ucap Sutan kesal pada putranya yang sangat menyayangi pamannya itu.
“Kalau begitu kenapa tidak kalian buat lagi adik untukku” ucap Boya polos.
“Sayang, kenapa bicara begitu, kamu masih anak-anak. Cukup berhenti mengoceh, habiskan saja makanmu” perintah istri Sutan.
BERSAMBUNG.............
Hai Reader Wanita Presdir😊
Mohon like dan komentarnya ya. Untuk membangkitkan semangat penulis. Semoga novel ini bisa menghibur.🙏🌹
Jangan lupa Vote juga😊
__ADS_1
See You🙋🙋🙋