Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 47. Gosip


__ADS_3

# Kediaman Reinhard


Tidak terasa matahari sudah muncul memancarkan sinarnya. Karena sudah tidur terlalu larut membuat pasangan suami istri itu belum bangun juga dari mimpi indah mereka.


“Ting Nong ....” bunyi bel kamar. Ternyata Naon sedang membangunkan pasangan suami istri yang belum juga bangun padahal hari sudah pukul 06.30 wib, dia sangat ragu untuk membangunkan Presdir dan nyonya mudanya itu, pasalnya mengingat semalam mereka belum berbaikan.


“Kenapa Presdir belum bangun ya, apa aku pencet sekali lagi” batin Naon.


“Ting Nong ....” bunyi bel kamar untuk kedua kalinya, namun Naon tidak mendengar respon dari dalam kamar, dia memutuskan menunggu Presdirnya itu diluar kamar.


“Presdir harus rapat pagi ini, tidak banyak waktu” batin Naon gelisah melihat jam tangannya.


Mendengar bunyi bel kamar, tubuh Fano mulai bergerak, dia membuka matanya perlahan-lahan dia melihat istrinya masih tertidur lelap. Fano melepaskan tangannya dari tubuh istrinya. Dia berpikir bahwa hari masih subuh karena biasanya istrinya itu akan lebih dulu bangun dari dirinya. Kemudian dia dengan santainya meregangkan otot-otot tubuhnya, beranjak dari kasur dan melihat jam yang tergantung didinding kamarnya sudah menunjukkan pukul 06.35 wib. Dia sangat terkejut ternyata hari sudah terang.


“Sial, Naon bodoh kenapa tidak membangunkanku” batin Fano.


“Ternyata istriku bangun kesiangan” batin Fano sejenak menatap istrinya masih tidur.


Fano tidak tega membangunkan istrinya dan beranjak mandi. Dengan buru-buru dia berpakaian dan langsung keluar dari kamarnya, dia minta Siti untuk membangunkan istrinya dan merapikan diri. Bahkan Fano dia tidak sempat sarapan, jasnyapun terburu-buru dia pakai. Ibu Lena hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat anakanya baru kali itu kesiangan dalam sejarah hidup.


“Selamat pagi Presdir” ucap Naon sudah berdiri didekat mobil membukakan pintu mobil untuk Fano.


“Kenapa kau tidak bangunkan aku” gerutu Fano kesal pada Naon, dia sudah duduk dikursi tengah mobil.


“Maaf Presdir, saya sudah mencet bel kamar dua kali, namun tidak ada respon dari dalam” ucap Naon sudah masuk kemobil.


“Apa kau hanya punya tangan, lalu mulutmu itu digunakan untuk apa” ucap Fano kesal.


“Maaf Presdir saya salah” ucap Naon membawa mobil itu melaju.


Sementara itu perintah yang diberikan Fano pada Siti langsung dilaksankan. Bel kamar sudah dipencet olehnya namun tidak ada respon dari Dakota. Pintu kamar biasanya akan terkunci secara otomatis. Sebenarnya Siti ragu membangunkan Dakota mengingat Dakota sudah larut juga kembali kerumah. Ibu Lena menghampiri Siti, karena menantunya itu tidak bangun juga, akhirnya ibu Lena yang bersuara.


“Sayang, kamu tidak bangun” ucap ibu Lena dari luar kamar suranya agak meninggi supaya terdengar oleh Dakota.


Mendengar ada suara memanggil, perlahan-lahan Dakota membuka matanya dan mendapati suaminya sudah tidak ada di dalam kamar.


Matanya langsung tertuju pada jam dinding yang ada dikamar, samar-samar dia lihat jam masih 05.00 wib.


“Kenapa dia sudah bangun sesubuh ini” batin Dakota.

__ADS_1


Dia langsung beranjak dari kasur dan tidak menyadari tubuhnya masih bugil. Dakota langsung membuka pintu kamar. Ternyata dia sudah mendapati Siti dan mama mertuanya berdiri didekat pintu kamarnya.


“Nyonya muda” ucap Siti menutup matanya.


“Pfftt ....” ibu Lena tertawa kecil melihat penampilan menantunya.


“Pantesan Fano kesiangan, ternyata dikasih jatah oleh istinya” batin ibu Lena.


“Mama kenapa berdiri disini” ucap Dakota heran melihat ibu Lena masih tertawa kecil.


“Sayang, kamu mandilah dulu, maaf mama membangunkanmu. Tapi ini sudah jam tujuh” ucap ibu Lena mendorong tubuh Dakota masuk kedalam kamar. Dia beranggapan bahwa menantunya itu tidak akan kekantor karena kelelahan sudah wik wik dengan anaknya.


Mendengar perkataan ibu Lena, Dakota kembali melihat jam dinding, ternyata sudah pukul 07.00 wib.


“Gawat, aku salah lihat jam, tadi itu jarum panjangnya yang aku lihat” ucap Dakota menggaruk kepalanya.


“Kenapa sayang” ucap ibu Lena heran melihat Dakota sudah gelisah.


“Mama, maaf aku harus siap-siap kekantor, aku sudah terlambat” ucap Dakota masuk kekamar mandi menghiraukan ibu Lena.


Ibu Lena kembali menggelengkan kepalanya, ternyata menantunya itu akan pergi kekantor juga. Dengan buru-buru Dakota sudah selesai berpakaian rapi dan menuju mobil, Siti sudah menyambut Dakota membukakan pintu mobil.


“Pagi nyonya muda” ucap Siti.


“Nyonya muda, tas kerja dan handphone anda sudah ada didalam mobil” ucap Siti menutup pintu mobil.


“Wah ini memang tasku, bagaimana bisa ada padamu Siti” ucap Dakota memeriksa handphonenya. Ternyata handphonenya masih mati.


“Manajer Naon yang membawanya semalam nyonya” ucap Siti melajukan mobil.


“Aduh aku lupa kalau handphone ini ada juga didalam tas, pantesan tidak bunyi alarm untuk membangunkanku” gerutu Dakota pelan masih didengarkan oleh Siti.


“Nyonya sebaiknya nyonya memakai alarm baker saja, dirumah ada banyak alarm baker” saran Siti masih mengemudikan mobil.


“Iya Siti, betul juga saranmu, kalau mengharapkan alarm handphone bisa-bisa aku kesiangan terus” ucap Dakota.


Mobil itu langsung melaju menuju perusahaan.


# Reinhard Group

__ADS_1


Dakota tiba kekantor sudah pukul 07.50 wib. Dia sudah terlambat dari waktu briefing dengan atasannya dan semua orang sudah sibuk dengan job desk masing-masing. Dia diam-diam melangkah masuk kekantor. Selama melintasi kantor, ada saja karyawan yang bergosip mengenai dirinya padahal hari masih pagi.


“Ya ampun, bukannya dia anak baru dari bagian Desain Interior” bisik karyawan, “bisa-bisanya dia terlambat” bisik yang satu, “Perusahaan ini milik pribadi kayaknya, seenaknya aja datang telat” bisik yang lain. Bahkan gosip itu sudah menyebar dengan cepat keseluruh karyawan yang ada di kantor.


Mereka bergosip tidak sadar orang yang digosipi masih bisa mendengarnya. Dakota tidak mau ambil pusing, dia tetap melangkah masuk keruangannya.


Tidak berapa lama kemudian Susi sudah menghampiri kursi Dakota.


“Kenapa kamu bisa terlambat” ucap Susi menatap sinis pada Dakota. Dia sangat tidak suka ada karyawan yang terlambat datang apa lagi bagian Desain Interior.


“Maaf bu Susi, saya bangun kesiangan tadi” ucap Dakota.


“Kenapa bisa bangun kesiangan” tanya Susi kembali.


“Tidak apa-apa bu” ucap Dakota singkat.


“Kamu bekerja di perusahaan yang terpandang harus menjaga sikap dan bekerja secara profesional. Tapi hari ini kau sudah menunjukkan sisi burukmu bahkan karyawan yang ada di kantor ini bergosip tentangmu. Kemarin Naon juga menghubungiku menanyakan data karyawan lapangan. Apa itu berkaitan juga denganmu, karena kau kelapangan kemarin” ucap Susi.


“Maaf bu Susi, saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi” ucap Dakota merasa bersalah.


“Aku heran melihatmu, kemarin kau membanting pintu ruangan Presdir begitu keras, sekarang Presdir terlambat datang kekantor dan kau juga terlambat datang, bahkan Manajer Naon menanyakan mengenai pekerjaanmu benar atau tidak kau masuk kelapangan kemarin. Pihak lapangan juga menanyakan padaku kenapa Presdir mengubunginya” ucap Susi geram dengan kelakuan Dakota yang mendapat perhatian dari banyak pihak dikantor ikut terlibat, bahkan dirinya merasa ikut terlibat karena Naon menghubunginya sudah larut juga.


“Apa? Jadi dia juga terlambat” batin Dakota.


“Pihak lapangan, maksud bu Susi bagaimana” ucap Dakota belum mencerna ucapan Susi.


“Kau tidak tau atau pura-pura bodoh. Presdir Fano menghubungi ketua team lapangan dan menanyakan keberadaanmu masih dilapangan atau tidak, karena kau bawahanku dia mengabariku juga. Hebat bukan, kau hanya karyawan baru dan masih bau kencur tapi sudah membuat orang gelisah semalaman karena Presdir Fano marah-marah tidak jelas. Bisa kau jelaskan hubungan yang rumit ini” ucap Susi mengevaluasi tindakan Dakota akhir-akhir ini.


“Jadi dia sudah bertindak sejauh itu karena aku menghilang dari rumah, hanya hitungan jam saja semua orang sampai terlibat sejauh itu” batin Dakota.


“Bu Susi, saya minta maaf untuk kelakuan saya akhir-akhir ini. Sebenarnya saya belum melaporkan pada Presdir Fano mengenai proposal kerja sama, padahal besok pihak Reliance Industries dari India akan tiba bu. Presdir hanya mencemaskan mengenai proyek ini” ucap Dakota.


“Dakota Kaif kamu adalah bawahanku, ketika kamu melakukan kesalahan, aku juga akan ikut disindir karena kesalahanmu, aku harap kamu tidak melibatkan aku nanti. Juga, kamu masih karyawan baru, bagaimana pun kamu berusaha memenangkan proyek ini, ingat saja jangan sampai kamu menjual tubuhmu pada Presdir.” ucap Susi. Dia langsung kembali beranjak keruangannya.


Karyawan lain yang seruangan dengan Dakota ternyata mencuri-curi dengar perkataan Susi dan Dakota. Mereka beranggapan bahwa Dakota sudah habis dimarahi oleh Susi. Sekembalinya Susi dari ruangan itu mereka kembali bergosip.


BERSAMBUNG.......


Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir. Jadiin favorit untuk up selanjutnya, tinggalin jempol dan komentarnya.🙏🌹

__ADS_1


Vote juga boleh😊


See You🙋🙋🙋


__ADS_2