
Memasuki bulan keempat pernikahan Lena dan Purnomo, ternyata Lena positif hamil. Lena sudah mengandung selama sebulan saat di cek oleh Dokter keluarga. Sejak pernyataan Dokter kandungan kemarin membuat Purnomo tidak mempercayai Dokter dari luar dan memilih untuk memperkerjakan Dokter keluarga yang bisa dipercaya. Keadaan rumah tangga Lena semakin harmonis sejak ia hamil, Purnomo lebih memperhatikan istrinya itu. Walau sebenarnya ia hanya peduli pada anak yang dikandung oleh istrinya.
# Reinhard Group.
Purnomo sebagai pemegang terbesar saham Perusahaan membuat dia menjadi Presdir dari Reinhard Group yang merupakan perusahaan peninggalan ayahnya. Walau dia sudah menjadi Presdir, ada banyak mata yang ingin menurunkan kedudukannya terutama dari pihak keluarga ibu tirinya, namun musuh terbesarnya bukan itu melainkan Sutan. Dia selalu bergerak dengan hati hati.
“Presdir, ini ada paket untuk anda” ucap Sekretaris Purnomo menyerahkan paket amplop kuning pada padanya.
“Paket, siapa yang mengirim” batin Purnomo.
“Letakkan saja dimeja ucap Purnomo yang baru saja melepas jasnya.
“Baik Presdir” ucap sekretaris meletakkan paket diatas meja Purnomo.
“Kamu sudah boleh keluar” ucap Purnomo.
“Baik, saya pamit Presdir” ucap sekretaris.
Seketaris sudah keluar dari ruangan Purnomo.
“Drt ... drt ....” handphone Purnomo berbunyi pertanda sms masuk. Dia langsung membaca sms masuk.
{+62 800 3457 xxx. Aku yakin kamu sudah menerima paket, aku sangat yakin kamu sangat benci dibohongi. Isi dari paket itu asli, semoga keriputmu tidak bertambah}
Purnomo langsung membuka isi paket amplop kuning setelah membaca pesan anomin tadi. Purnomo sangat syok, ketika melihat isi paket itu.
“Prang ....” semua barang-barang dimeja Purnomo berjatuhan.
“Ada apa ini, kenapa wanita itu bisa tidur dengan pria asing” batin Purnomo.
"Drt ... drt ...." sms baru masuk lagi di handpphone Purnomo dari nomor yang sama.
{+62 800 3457 xxx. Kau sudah melihat isi paket itu. Aku dengar kau menderita azoospermia, aku ragu anak yang dikandung istrimu itu bukan anakmu. Haha, jangan sampai nanti kau membunuh istrimu}
“Tak ...." handphone Purnomo sudah jatuh terhempas kelantai.
"Sialan ....” teriak Purnomo.
Hari itu juga dengan emosinya yang meledak dia langsung pulang kerumah, dan mengabaikan pekerjaannya.
“Selamat siang Tuan Besar” ucap pelayan menyambut Purnomo turun dari mobil yang dikemudikan oleh Mail.
__ADS_1
“Sepertinya dia sangat marah besar” batin Mail.
“Wanita jalan* dimana kau?” teriak Purnomo melangkahkan kakinya masuk kerumah. Tindakan Purnomo membuat semua pelayan ketakutan.
“Presdir, siapa yang Presdir Maksud” ucap Mail mengejar Purnomo melangkah masuk. Mail merupakan Manajer Pribadi Purnomo yang selalu setia di sisinya.
Namun Purnomo tetap mengabaikan mereka. Dia menuju ruangan tamu, dia langsung menghampiri Lena yang sedang duduk menonton TV. Lena sudah sangat susah bergerak, karena perutnya sudah membuncit dan langkah kakinya juga sudah berat.
“Jalan* teriak Purnomo sudah menyeret rambut Lena hingga membuat tubuhnya terseret kelantai.
“Suamiku” ucap Lena terkejut memegangi tangan suaminya yang masih berada dirambutnya.
“Plak ... plak ....” tamparan keras mendarat diwajah Lena untuk yang pertama kali dari suaminya itu.
“Ah ... hiks ....” air mata Lena sudah keluar. Dia sangat terkejut melihat suaminya yang tiba-tiba menyerang. Purnomo tetap menyeret istrinya itu.
“Tuan Besar” ucap para pelayan khawatir dengan Lena.
“Berapa pria yang sudah tidur denganmu, jalan*? Jawab aku” pekik Purnomo menekan leher istrinya.
“Apa yang kau lakukan” ucap Admidjaya yang baru saja tiba di rumah Purnomo, dia sangat terkejut melihat Purnomo menyiksa istrinya yang sudah hamil tua. Admidjaya langsung menghampiri mereka.
“Ini bukan urusanmu” ucap Purnomo melepaskan cekikannya dari leher Lena, membuat tubuh Lena tersungkur kelantai.
“Brugh” jeb straight dari tangan Admidjaya sudah mendarat di dagu Purnomo. Purnomo langsung membalas balik pukulan Admidjaya.
“Brengsek, brugh” pukulan tinju Purnomo mendarat dipipi kiri Admidjaya. Admidjaya tidak mau kalah, dia mulai jep namun ditangkis oleh Purnomo. Akhirnya pukulan kombinasi dari Purnomo menjatuhkan Admidjaya.
“Aih” ucap Admidjaya memegangi perutnya yang sudah sakit.
“Kau begitu tega menyiksa istrimu bahkan dia sedang mengandung” ucap Admidjaya berdiri.
“Kau tau apa? brengsek, beraninya ikut campur urusan keluargaku” ucap Purnomo sudah memegang kerah baju Admidjaya.
“Aku kesini karena kau tidak ada dikantormu. Lagian kesalahan apa yang diperbuat istrimu hingga kau tega menyiksa wanita hamil” ucap Admidjaya melepaskan tangan Purnomo. Sementara itu, Lena masih berbaring dilantai.
“Jalan* itu sudah tidur dengan pria lain” pekik Purnomo, dia sangat benci pada orang yang berhianat dan pembohong.
“Apa kau udah selidiki lebih dulu. Kalau kau mengatakan istrimu tidur dengan pria lain, aku saat itu ada dihotelku, tapi istrimu dijebak” ucap Admidjaya membela Lena.
“Bahkan kau bersekongkol dengannya menutupi hal ini dariku” ucap Purnomo mengepalkan tangannya.
__ADS_1
“Aku sebagai pemilik Hotel, aku bertanggung jawab pada orang-orang yang berkaitan dengan hotelku. Setahuku istrimu dijebak, dia tidak disentuh sama sekali” ucap Admidjaya menjelaskan.
“Kau tau apa bajinga*” teriak Purnomo melemparkan banyak foto pada Admidjaya.
“Bisa kau lihat wajah istriku itu, walau aku tidak mencintainya, kenapa bisa jalan* ini tidak menghargaiku, paling tidak memberitahukannya padaku kalau memang itu jebakan” ucap Purnomo.
“Bagaimana bisa begini” ucap Admidjaya melihat foto Lena sedang tidur tidak berbusana dengan pria asing yang berbeda-beda.
“Kau bisa lihat, bahkan dalam foto itu dikamar yang berbeda, lokasi yang berbeda dan waktu yang berbeda pula dan lebih parah itu terjadi saat aku pergi keluar kota. Dan yang lebih parah lagi waktu di foto itu menunjukkan 9 bulan lalu sebelum dia mengandung” pekik Purnomo dengan emosi meninju lantai, membuat tinju tangannya hancur berdarah.
“Tuan Besar” ucap pelayan yang khawatir dengan keadaan tuannya. Namun pelayan tidak ada yang berani mendekat bahkan membiarkan tubuh Lena masih terbaring lemas.
“Apa kau langsung percaya. Harusnya kau selidiki dulu” ucap Admidjaya masih memperhatikan foto tersebut asli atau foto editan. Purnomo menghiraukan ucapan Admidjaya dan melangkah keluar dengan tangannya yang meneteskan darah.
“Bagaimana bisa begini, ibuku sudah dicap jadi selingkuhan ayahku bahkan aku membencinya karena dia melahirkanku untuk mendapatkan uang dari ayahku. Sekarang istri yang bahkan tidak kucintai itu juga tidur dengan banyak pria” batin Purnomo.
“Tuan Besar, tangan Tuan harus dirawat” ucap pelayan mengikuti Purnomo. Purnomo tetap diam saja dan masuk kemobil, dia menyetir sendiri melaju dan pergi menghilang dari rumahnya.
“Kenapa fotonya asli, dan lokasi ini bukan hanya dihotelku kemarin, apa mungkin mereka memberikan obat tidur terlalu banyak pada Lena hingga dia tidak sadarkan diri” batin Admidjaya
“Ah...perutku sakit sekali” ucap Lena memegangi perutnya.
“Pelayan, tolong bantu aku” ucap Admidjaya.
“Ah, Pak Admidjaya, perutku sangat sakit” ucap Lena.
“Seto tolong siapkan mobil, sepertinya Lena akan melahirkan, kita ke Rumah Sakit terdekat” ucap Admidjaya memapah Lena keluar.
“Baik Tuan Besar” ucap Seto.
“Purnomo sialan, istrinya mau melahirkan malah kabur” ucap Admidjaya.
Mobil mewah Admidjaya pergi menuju Rumah Sakit terdekat untuk persalinan Lena.
BERSAMBUNG.............
Hai Reader Wanita Presdir. Terima kasih sudah mampir.😊
Mohon like dan komentarnya. Semoga Terhibur.🙏🌹
Jangan lupa Vote juga😊
__ADS_1
See You🙋🙋🙋