Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 55. Acara Mancanegara


__ADS_3

“Mr.Pich, apa kabar?” ucap Haris. Haris belum menyapa Mr Pich sedari tadi acara dimulai.


“Kau kemana saja anak ingusan” ucap Mr. Pich memukul pundak Haris.


“Mr. Gipi kenapa kau selalu muncul, aku bosan sedari tadi selalu semeja denganmu” ucap Fano kesal dengan tindakan Haris. Selama Fano duduk dimeja manapun, Haris selalu mengekor.


“Mr. Kley, dia belum bertemu denganku sedari tadi” ucap Mr. Pich membela Haris.


Dakota dan Yohana terkejut mendengar nama pria yang disebutkan tadi. Mereka sudah mengenali postur tubuh pria itu dan juga suaranya, tidak salah lagi itu adalah Haris. Mereka berdua saling memandang.


“Kenapa kedua gadis cantik ini bengong” ucap Haris mencium punggung tangan Yohana, dia duduk disamping Yohana.


“Anda Mr. Gipi” ucap Yohana gugup.


Mr. Kley dan Mr. Pich menggeleng-gelengkan kepala, pasalnya mereka tahu selama ini bahwa Mr. Gipi itu lelaki ingusan yang genit juga playboy.


“Nona Yona, kau bukan kali ini bertemu denganku” ucap Haris melepas tangan Yohana.


“Mr. Gipi kau sangat mirip denganku sewaktu muda dulu, selalu spontan menghadapi gadis-gadis cantik, tidak seperti Mr. Kley yang selalu menyia-nyiakan gadis-gadis cantik yang sudah disuguhkan” ucap Mr. Pich tertawa, dia kembali memeluk wanita-wanita cantik miliknya.


“Mr. Pich bisa aja, selagi saya muda, saya hanya bisa menikmati” tawa Haris menatap Yohana.


Mendengar perkataan Mr. Pich, kembali Dakota dan Yohana saling memandang.


Mereka berdua beranggapan bahwa Fano dan Haris memang selalu di kelilingi oleh gadis-gadis cantik. Dakota sudah memandang sinis pada Fano, sementara Yohana sudah memandang sinis pada Haris.


Tidak berapa lama kemudian Mc sudah bersuara kembali. Mc yang memandu acara mulai bersuara membuat semua tamu undangan fokus pada Mc.


“Hadirin yang berbahagia, saatnya kita berdansa” ucap Mc.


Lampu diruangan itu kembali dimatikan membuat para tamu kembali terkejut dan juga sudah berpencar. Tangan Yohana sudah ditarik oleh seorang pria. Saat Yohana sadar ternyata pria itu Mr. Gipi.


“Grabb” Fano langsung memeluk tubuh Dakota. Dia yakin istrinya itu takut dengan kegelapan.


“Jangan takut, ada aku disini. Nona Deren, kamu bukan kali ini ikut acara begini” bisik Fano ditelinga Dakota.


“Kenapa momen ini sama dengan 5 tahun lalu” batin Dakota.


Lampu pencahayaan untuk dansa sudah menyala, walau terlihat remang-remang. Dakota yang berada dipelukan Fano masih bengong.


“Nona, pencahayaan sudah menyala. Sepertinya kamu menikmati pelukan ini” bisik Fano masih memeluk Dakota.


“Tolong lepaskan saya Mr. Kley” ucap Dakota sadar dia mendorong tubuh Fano. Fano tersenyum sudah mengerjai istrinya itu.

__ADS_1


“Nona Deren, mari kita berdansa” bisik Fano menarik tangan Dakota menuju area dansa.


Semua yang ada di Aula sudah berdansa dengan pasangan dansa mereka. Pencahayaan untuk dansa itu membuat mereka berada seperti didunia yang berbeda. Dengan mask eyes yang mereka pakai membuat mereka tidak bisa melihat wajah asli.


Walau Dakota dan Fano sudah mengetahui wajah asli di balik mask eyes pasangan dansa mereka. Mereka berdua belum mengungkapkan jati diri hanya menyadari saja.


Dakota mengikut saja ketika Fano melangkahkan kakinya, pergerakan Fano sudah bisa dibaca oleh Dakota, dia masih ingat 5 tahun lalu Dakota juga berdansa dengan pria itu. Fano memeluk tubuh Dakota ketika alunan musik yang panjang. Mereka kembali berdansa memeluk pasangan masing-masing.


“Nona Deren” bisik Fano ditelinga Dakota.


“Iya Mr. Kley” bisik Dakota mengalungkan tangannya dileher Fano.


Tatapan mata mereka dibalik mask eyes itu bertemu. Dakota langsung memalingkan pandangannya kesembarang arah. Dia seperti menatap wajah suaminya. Fano memegang dagu Dakota, dia kembali mengarahkan wajah Dakota untuk menatapnya.


“Nona kau tidak akan lupa bukan, 5 tahun lalu kau mengatakan kalau kau sudah dewasa, aku akan menunggumu” ucap Fano pelan.


Mendengar ucapan Fano, Dakota ingat dia pernah mengatakan itu karena dia hanya ingin menggoda pria yang mepesona itu saja. Baginya 5 tahun lalu pria itu sangat mempesona dan kerena penasaran dia ikut menggoda pria itu.


“Ingatan Mr. Kley masih tajam” bisik Dakota, dia mulai mengikuti langkah kaki Fano saat musik dansa berirama.


“Sayang sekali, apa yang kau ucapkan 5 tahun lalu tidak sesuai dengan sekarang, bahkan tadi kau menyebutkan sudah menikah, padahal kau sangat menjaga privasi kenapa kau katakan kau sudah menikah” ucap Fano.


“Pria ini masih pura-pura, jelas-jelas dia sudah mengenaliku. Kenapa dia harus berakting” batin Dakota.


“Kali ini kau bahkan mengalungkan tanganmu dileherku dan aku sudah memelukmu saat ini. Kalau suamimu tau, apa dia tidak akan marah” ucap Fano penasaran jawaban apa yang akan diberikan oleh istrinya itu.


Sejenak Dakota berpikir, pertanyaan suaminya itu sangat menjebak.


“Kalau aku salah jawab, dia pasti marah padaku” batin Dakota.


“Suami saya tidak akan marah. Dia juga sering dikelilingi oleh gadis-gadis cantik bahkan sudah menyentuh mereka mungkin. Saya hanya melakukan hal yang sama, dia berbuat begitu, kenapa saya tidak” bisik Dakota. Dia masih kesal pada Fano saat kejadian di Bar Hotel.


Mendengar jawaban Dakota, Fano semakin kesal, auranya berubah seketika dia melepaskan pelukannya dari tubuh Dakota.


“Mr. Kley, anda tidak apa-apa” ucap Dakota melihat suaminya mengehentikan langkah, padahal dansa belum selesai.


“Nona Deren, saya sudah bosan” ucap Fano berjalan keluar dari area dansa.


“Kenapa dengannya, apa dia marah dengan ucapanku” gerutu Dakota ikut keluar dari area dansa. Dia melihat sekitar ruangan, namun tidak bertemu dengan Fano. Ruangannya juga masih remang-remang.


“Dia bahkan meninggalkan aku sendirian” batin Dakota.


Terpaksa Dakota menunggu Yohana dan Mr. Gipi. Dia melihat jam tangannya sudah pukul 23.00 wib, malam sudah semakin larut.

__ADS_1


Ternyata tubuh Dakota tidak sekuat wonder women, dia sudah terlihat lelah karena belum tidur semalaman. Tubuhnya sudah tidak bisa diajak kompromi, dia hanya bisa duduk dikursi pojokan.


“Besok aku harus masuk kantor, mataku juga sudah mengantuk” batin Dakota.


Tidak berapa lama acara dansa sudah selesai, para penari juga sudah berkumpul untuk pulang. Yohana menyuruh para penari untuk kembali kerumah masing-masing, kemudian dia kembali mencari Dakota. Beberapa menit kemudian Yohana sudah melihat Dakota sudah tidur diatas dikursinya, kepalanya menelengkup diatas meja.


“Kayaknya dia sudah tepar, untungnya dia duduk dipojokan” batin Yohana.


“Deren” ucap Yohana mengguncangkan lengan Dakota.


“Ah, iya Yona” ucap Dakota membuka matanya.


“Ayo kita pulang, manajer pribadi Haris sudah menunggu kita di lobi hotel” ucap Yohana memapah tubuh Dakota.


“Aku masih sanggup jalan beb” ucap Dakota melepas tubuhnya dari tangan Yohana.


“Ya, hati-hatilah jalan, kau sudah terlihat tidak sadarkan diri” ucap Yohana khawatir melihat sahabatnya itu berjalan compang.


Mereka sudah sampai kemobil, Dakota duduk disamping Yohana. Eveno sudah membawa mobil itu melaju meninggalkan Hotel A. Tidak berapa lama, kemudian handphone Dakota berbunyi.


“Kring ... kring ....” bunyi nada panggilan masuk handphone Dakota. Dakota langsung mengangkat handphonenya, dia masih setengah sadar karena sudah mengantuk, bahkan sepanjang jalan mulutnya sudah menguap. Suara panggilan itu dia silent.


“Halo” ucap Dakota.


“Apa acara dengan temanmu itu belum selesai juga” ucap Fano dari balik handphone Dakota.


“Eh ... sudah” ucap Dakota sadar ternyata suaminya yang menelvon.


“Kau lupa aku tidak memberimu izin untuk tidur diluar” tegas Fano.


“Tapi aku sudah mau sampai kerumahku” ucap Dakota.


“Siti akan menjemputmu” ucap Fano memutuskan panggilannya.


“Ah, aku sudah sangat ngantuk” batin Dakota.


Dia sangat kesal harus kembali lagi kerumah di kediaman Reinhard, mobil yang membawa mereka juga bentar lagi akan tiba dirumahnya, padahal dia berharap sudah bertemu dengan kasur dirumahnya.


BERSAMBUNG............


Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir. Jadiin favorit untuk up selanjutnya. Jangan lupa like dan komentar.🙏🌹


Vote juga boleh😊

__ADS_1


See You🙋🙋🙋


__ADS_2