Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 88


__ADS_3

Keluar dari penginapan, Dakota dan Yohana kembali beranjak menuju Restoran. Mereka masih menemukan rombongan Pak Rapijay, namun untuk Fano dan Naon serta Sena, sudah menghilang dari Restoran itu.


“Apa suamiku sudah berangkat ke Bandara. Ini memang sudah pukul sepuluh lewat” gumam Dakota.


Mereka kembali berbincang-bincang di dalam Restoran dengan Pak Rapijay dan ibu Erene.


“Siti” bisik Dakota pelan pada Siti. Sedari Dakota masuk kembali ke Restoran Siti sudah bergabung dengan mereka.


“Iya nyonya muda” bisik Siti pada Dakota.


“Suamiku sudah berangkat ke Bandara?” tanya Dakota pada Siti.


“Sudah nyonya, selesai Presdir sarapan beliau dan Naon langsung berangkat ke Bandara” jelas Siti.


“Lalu bagimana dengan wanita yang mendampingi suamiku tadi?” tanya Dakota.


“Maksud nyonya, wanita itu Sena?” tanya Siti kembali.


“Siapa lagi, ternyata kamu kenal dengan Sena juga” ucap Dakota.


“Saat Presdir selesai makan, Presdir langsung mengusir wanita itu, sepertinya wanita itu wanita simpanan nyonya. Apa nyonya dekat dengan Sena?” tanya Siti balik pada Dakota.


“Aku tidak dekat dengannya, bahkan aku benci padanya” ucap Dakota, dia tidak ingin melanjutkan pembicaraan itu karena perutnya terasa sakit.


“Aduh kenapa perutku semakin sakit, aku salah makan apa ya” gumam Dakota.


“Nyonya tidak apa-apa?” tanya Siti khawatir melihat Dakota sudah memegangi perutnya.


“Kamu baik-baik saja beb?” tanya Yohana ikut khawatir melihat sahabatnya.


“Perutku rasanya keram gitu beb, apa aku salah makan” ucap Dakota memegangi perutnya.


“Kamu perlu kekamar mandi gak, biar aku temani” ucap Yohana menarik tubuh Dakota.


“Iya beb, kayaknya aku harus ketoilet” ucap Dakota. Mereka bertiga lagsung izin pada Pak Rapijay dan ibu Erene.


Setelah selesai dari kamar mandi, Dakota dan teman-temannya sudah merapikan diri kembali. Karena jadwal keberangkatan mereka bersamaan dengan rombongan Pak Rapijay, mereka bersama-sama menuju Bandara, di Bandara CDG mereka berpisah, mereka bersalaman dengan rombongan Pak Rapijay.


###

__ADS_1


Keesokan harinya, setelah menempuh 16 jam perjalanan, akhrinya tepat pukul 12.00 wib. Dakota dan Siti sudah sampai menuju Kediaman Reinhard. Saat Dakota masuk kedalam rumah dia tidak menemukan siapapun didalam rumah hanya pelayan yang ia temui.


“Siti apa kau tahu kemana orang yang ada di rumah ini?” tanya Dakota mendudukkan tubuhnya di atas sofa.


“Nyonya muda, ini masih hari Jumat, kemungkinan besar saat Presdir sampai pagi tadi, Presdir langsung bekerja di perusahaan bersama Naon. Kalau untuk nyonya besar, setahuku ada acara pertemuan istri pengusaha di luar kota, aku tidak tahu apakah nyonya besar akan kembali kerumah atau menginap disana” jelas Siti pada Dakota.


“Aku lupa kalau hari ini masih hari Jumat, aku akan istriahat di kamar” ucap Dakota meninggalkan Siti di ruang tamu.


“Baik Nyonya muda” ucap Siti.


Dakota langsung beranjak menuju kamarnya. Sebenarnya ada hal yang harus ia urus hari itu, namun karena kelelahan selama perjalanan di pesawat dia memilih untuk istirahat sebentar, bahkan alarm baker yang ada di kamar itu dia atur agar dia terbangun nanti.


“Tiriring ... tiriring ....” suara alarm baker Dakota berbunyi, jam sudah menunjukkan pukul 16.20 wib.


Karena suara dari alarm baker terlalu keras, membuatnya terpaksa bangun. Dia juga sudah tidur terlalu lama.


“Ah, apa yang harus aku lakukan, bang Janter bilang hari ini dia akan berada di Hotel A, apa aku pergi kesana atau tidak, tubuhku juga tidak terlalu fit” gumam Dakota.


“Tapi ada hal penting yang akan dia sampaikan padaku, apa aku pergi menemuinya secara diam-diam tidak akan membuat suamiku marah. Kalau aku permisi pada suamiku bahwa aku menemui seniorku, dia pasti melarangku, ah ... bagaimana aku harus menghadapi situasi ini” gumam Dakota kembali.


Tidak berapa lama kemudian, selesai mandi dan merapikan diri Dakota memutuskan langsung berangkat ke Hotel A. Saat Siti menanyai dia mau kemana, Dakota hanya menyampaikan pada Siti bahwa dia mau bertemu dengan Yohana, bahkan Siti dilarang olehnya untuk mengantarkan dirinya. Siti hanya bisa mengangguk membiarkan Dakota berangkat naik kendaraan umum.


Sesampainya di Hotel A, Dakota langsung beranjak menuju Aula Hotel, dia yakin pasti Janter Sucipto sedang mengisi acara di sana. Saat dia memasuki Aula Hotel, dia sudah menemukan orang-orang yang ada dalam Aula sudah memakai gaun pesta. Penampilan Dakota hanya seadanya saja, namun dia tidak memakai kaca mata culunnya, dia terlihat anggun dengan pakaian biasa yang dia kenakan dengan rambut panjangnya terkucir rapi. Memang tujuannya masuk ke Aula bukan untuk menghadiri acara hanya menemui Janter saja.


Dakota sudah celingak-celinguk melihat sekitar Aula berharap menemukan sosok Janter Sucipto, dia bahkan menyusuri area panggung Aula. Tidak berapa lama seorang pengawal sudah menarik tubuh Dakota, membuat respon Dakota refleks menendang kaki pengawal itu.


“Duak ....” kaki Dakota meleset ke betis kering pegawal tersebut.


“Aduh nona, tenaga anda sangat kuat, saya pengawal tuan muda Janter Sucipto” ucap pengawal itu meringis kesakitan.


“Kenapa kau bergerak seperti pencuri” ucap Dakota menarik tangan pria itu, saat Dakota menendang betisnya tadi pria itu langsung terjatuh.


“Maaf nona, saya diperintahkan oleh tuan muda untuk membawa anda menemuinya” ucap pengawal. Dakota hanya mengikuti langkah kaki pria itu menuju Bar Hotel. Namun pria itu membawa Dakota masuk keruangan khusus tamu VVIP.


“Aku pernah masuk ke Bar ini, saat itu aku melihat suamiku sudah masuk keruangan khusus tamu VVIP, bahkan dia dilayani oleh wanita-wanita seksi” gumam Dakota melihat sekitar Bar.


“Kau sudah tiba” ucap Janter melihat kedatangan Dakota. Dakota masih bengong melihat ruangan itu, ternyata ada kasur juga di dalam ruangan itu.


“Duduklah” ucap Janter mempersilahkan Dakota duduk di Sofa.

__ADS_1


“Aku tidak punya banyak waktu, aku juga belum izin pada suamiku, segeralah beri tahu hal penting apa yang akan bang Janter sampaikan padaku” ucap Dakota pada intinya, dia langsung merapikan posisi duduknya di sofa.


“Minumlah” ucap Janter menawarkan minuman Anggur.


“Ini minuman beralkohol, aku tidak bisa meminum ini” tolak Dakota.


“Baiklah, sepertinya kau suka minum jus” ucap Janter, dia beranjak dari duduknya memanggil pelayan Hotel untuk membawakan jus. Tidak berapa lama suasana menjadi canggung tidak ada yang bersuara hingga seorang pelayan Hotel sudah membawakan jus untuk Dakota.


“Bisakah kita bicarakan saja hal penting itu” ucap Dakota membuka suara, dia tidak ingin berlama-lama di dalam ruangan itu bahkan dengan pria yang pernah suka padanya, kalau suaminya tahu pasti akan lebih gawat lagi.


“Kau sudah tidak sabar mendengar hal penting yang akan kubicarakan, tapi sebelumnya terima kasih karena kau sudah mau meluangkan waktu untukku” ucap Janter meminum Anggurnya.


“Sejak kapan bang Janter suka minum minuman ini” ucap Dakota heran melihat Janter bukan pria polos seperti dulu lagi.


“Apa kau khawatir padaku” tanya Janter pada Dakota. Janter malah mendekati tubuh Dakota.


“Bang Janter harus tahu, aku sudah milik orang lain” tegas Dakota melindungi diri.


“Kenapa kau takut padaku, aku tidak akan meyentuhmu” ucap Janter merapikan rambut Dakota.


“Rambutmu berantakan, kau datang kemari naik kendaraan umum ya” ucap Janter menebak.


Dakota langsung menepis tangan Janter.


“Wanita ini, tidak mudah di dapatkan” gumam Janter.


Sementara itu di luar pintu ruangan khusus VVIP itu sudah berdiri Fano dan Naon menatapi kedua insan di dalam ruangan itu. Fano ternyata menghadiri acara di dalam Aula, namun acara di dalam Aula belum mulai, dia beranjak ke Bar Hotel sebentar karena baru penat seharian kerja di Kantor. Begitu terkejutnya Fano saat memasuki Bar Hotel, melihat istrinya berpenampilan berbeda menemui Janter Sucipto.


“Aura Presdir terlihat dingin bahkan ingin membunuh” gumam Naon gemetar di dekat Fano. Fano tetap memandangi istirnya dan Janter.


BERSAMBUNG.....................


Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir, jangan bosan ya reader untuk dukung novel ini,🙏


Jangan lupa like dan komentar ya, karena like dan komentar kalian itu gartis😊


Oya, Sesekali Vote ya😊


See You 👋👋👋

__ADS_1


__ADS_2