Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 87


__ADS_3

Saat Fano bertengkar dengan Dakota tadi, dia memilih menenangkan diri keluar dari kamarnya meninggalkan istrinya sendirian di kamar itu. Dia juga harus mengurus urusannya dengan Naon. Karena Naon memang berjaga diluar kamarnya. Naon juga terkejut mendengar tingkah Fano menendang dengan keras pintu kamar Hotel, padahal pintu itu tidak bersalah.


“Presdir” ucap Naon mengikuti langkah Fano saat Fano keluar dari kamar itu, mereka beranjak menuju kamar Naon.


Sesampainya mereka di dalam kamar itu, Naon langsung melaporkan pada Fano, bahwa wanita yang sudah mengganggunya tadi, membuat moodnya semakin buruk hingga dia melampiaskan kekesalannya pada istrinya.


“Presdir, untuk wanita itu sudah saya selidiki dengan Siti tadi” ucap Naon pelan, dia masih ragu-ragu melaporkan pada Fano, karena Fano masih terlihat emosi.


“Siapa sebenarnya wanita itu” tanya Fano melepaskan mask eyesnya.


“Wanita itu bernama Sena Sumo, dia keturunan Jepang Indonesia” ucap Naon menejlaskan nama wanita muda yang mengganggu Fano.


“Kenapa dia mengangguku, apa dia mengenaliku” tanya Fano kembali.


“Saya belum tahu maksud dari wanita itu Presdir, tujuannya mendekati Presdir belum bisa dipastikan. Namun untuk wajahnya saat Siti mengikutinya tadi, di pastikan dia memang Sena Sumo. Informasi yang saya ketahui usaha keluarga Sumo sudah bangkrut 5 tahun yang lalu di Indonesia Presdir. Namun ada informasi menarik mengenai dirinya” ucap Naon.


“Informasi apa itu?” tanya Fano semakin penasaran.


“Sena Sumo merupakan senior nyonya muda saat sekolah di SMA Z Malang. Namun karena bangkrut, dia pindah sekolah ke luar negeri. Dari data tamu yang saya dapatkan dari Hotel, dia berangkat ke Paris menemani pengusaha dari Indonesia, bisa dibilang dia menjadi wanita simpanan” ucap Naon.


“Jadi, menurutmu dia mendekatiku hanya untuk jadi targetnya saja untuk mengambil uangku begitu” ucap Fano menebak maksud Naon.


“Belum bisa saya putuskan Presdir, kita lihat saja selanjutnya, kalau besok saat Presdir tidak memakai mask eyes dan dia masih mendekati Presdir, berarti ada maksud lain dari tindakannya Presdir. Kemungkinan besar dia pasti mengenal nyonya muda, atau bisa jadi dia sudah mengenal Presdir” ucap Naon.


“Lakukan kembali tugasmu” ucap Fano.


“Apa Presdir tidak ikut acara pelelangan, acaranya sudah dimulai Presdir”ucap Naon memperhatikan jam tangannya.


“Kau saja yang pergi, kau sudah tahu aku tidak suka acara begituan, aku kesini karena istriku juga ikut acara ini” ucap Fano menyuruh Naon mengikuti acara pelelangan.


“Baik Presdir, saya undur diri Presdir” ucap Naon keluar dari kamar itu.


Fano langsung berbaring di atas kasur, dia mencoba menenangkan dirinya di kamar Naon. “Kenapa aku tidak bisa menahan emosiku” gumam Fano. Tidak berapa lama kemudian, karena merasa sudah baikan juga merasa bersalah pada Dakota, dia langsung kembali kekamarnya.


###


Keesokan harinya. Fano dan Dakota masih tertidur lelap di penginapan Fano. Naon dan Siti sudah menunggu pasangan suami istri itu untuk bangun, pasalnya ibu Erene mengundang semua penari untuk makan bersama sebagai ucapan terima kasih. Karena jadwal keberangkatan pesawat ibu Erene dan Pak Rapijay di perkirakan pukul 15.00 waktu setempat, begitu juga dengan jadwal penerbangan Dakota dan teman-temannya juga pukul 15.00 waktu setempat.


Dapat diketahui bahwa perbedaan waktu di Kota Jakarta (wib) dengan Kota Paris itu berbeda selama 5 jam. Lebih tepatnya waktu di Kota Jakarta lebih cepat 5 jam dari Kota Paris. Jadi kalau saat ini di Paris pukul 06.00 wib, maka di Jakarta saat ini sudah pukul 11.00 wib.


“Aduh, kenapa perutku terasa keram” gumam Dakota. Dakota langsung membuka matanya dan melihat Fano masih tidur memeluk tubuhnya dengan erat.


“Apa karena dia memelukku semalaman membuat perutku semakin sakit” gumam Dakota kembali. Dakota mencoba melepas tangan Fano dari tubuhnya, tubuh Fano langsung sadar saat Dakota memegangi tangannya.


“Tanganmu sudah sembuh” tanya Fano mengucek matanya. Mendengar ucapan Fano Dakota melirik tangannya dan melihat tangannya sudah tidak memerah lagi.


“Apa semalam dia mengobati tanganku” gumam Dakota.


Karena Dakota diam, dengan gerakan lembut Fano meraih tangan Dakota, dia perhatikan pergelangan tangan istrinya itu sudah baikan.


“Syukurlah” ucap Fano memegangi pergelangan tangan Dakota. Tiba-tiba Dakota sadar dia sudah bangun kesiangan.

__ADS_1


“Astaga, ini sudah pukul 08.00” ucap Dakota melihat jam yang tergantung di dinding kamar, dia langsung bergerak melepas tangannya dari genggaman Fano.


“Kau mau kemana, kita bisa sarapan bersama di dalam kamar ini. Jadwal penerbanganku juga sebentar lagi sekitar pukul 11.00 nanti” ucap Fano menahan tubuh istrinya. Fano masih memiliki waktu selama 3 jam di Hotel Four Seasons.


“Aku harus keluar, nyonya Erene mengundang kami untuk makan bersama, semua orang pasti sudah menungguku, bisa gawat kalau mereka tahu aku belum muncul” ucap Dakota memaksa tangannya untuk segera dilepas oleh Fano.


“Kau lebih mementingkan hal itu dari pada menemani suamimu makan disini” ucap Fano tetap menahan tangan istrinya.


“Tanganku ini bisa putus jika tidak kau lepaskan, aku tidak enak dengan nyonya Erene juga tuan Rapijay, kau tidak tahu mereka sudah membiayai kami untuk acara ini, aku kesini hanya memenuhi tugasku saja, kalau aku tidak ikut apa yang akan dipikirkan oleh tuan Rapijay, bukankah aku kesini karena urusan proyek kerja sama juga” ucap Dakota menjelaskan pada Fano.


“Baiklah, pergilah makan bersama mereka” ucap Fano, akhirnya dia melepaskan tangan istrinya. Fano tidak menatap wajah Dakota lagi. Hal itu membuat Dakota semakin bingung dengan sikap Fano.


“Ada apa dengannya, kenapa dia terlihat kekanakan, sudah jelas statusku masih single sebagai karyawannya, dari awal dia yang mengatakan begitu saat malam pertama pernikahan, apa alasanku nanti kalau sampai aku harus melewatkan hari terakhir aku tidak bertemu dengan nyonya Erene” gumam Dakota.


“Kau tidak jadi pergi” ucap Fano kembali suaranya mulai meninggi, melihat istrinya sudah bengong masih duduk di sampingnya.


“Aku akan pergi, kenapa kau sangat mudah marah, sudah jelas hubungan kita diluar itu hanya seorang Presdir dan bawahan” ucap Dakota kesal, dia langsung keluar dari kamar Fano.


“Dia selalu mengatakan Presdir dan bawahan, bukannya aku tidak ingin mengakuimu sebagai istriku di depan semua orang, hanya saja keadaan yang tidak memungkinkan” batin Fano sepeninggalan istrinya.


# Restoran Hotel.


Sekitar 30 menit kemudian, selesai Dakota merapikan diri dia langsung beranjak menuju Restoran Hotel Four Seasons. Dia sudah menemukan ibu Erene dan juga teman-temannya melambaikan tangan padanya.


“Sayang, kenapa kau telat, apa tidurmu nyenyak” ucap ibu Erene mencium pipi Dakota.


“Maaf nyonya Erene, saya telat bangun” ucap Dakota menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Dimana Haris, apa kalian baik-baik saja” tanya Dakota pelan pada Yohana.


“Aku baru saja bertengkar dengannya semalam, ternyata tadi pagi jadwal keberangkatan pesawatnya” ketus Yohana.


“Karena itu moodmu terlihat jelek” ucap Dakota memahami sahabatnya, raut wajah Yohana sudah terlihat tidak senang.


“Bukan hanya kau yang bertengkar, aku juga bertengkar dengan suamiku semalam” gumam Dakota, dia langsung menikmati hidangan yang sudah tersedia di meja besar itu. Mereka sangat menikmati jamuan sarapan itu, karena ibu Erene yang mengundang mereka, sarapan itu terlihat enak juga mahal, bahkan menurut Dakota rasanya sayang uang yang digunakan untuk membeli sarapan yang sedikit itu, lebih baik uangnya digunakan untuk orang yang tidak mampu atau disumbangkan.


“Beb, aku tidak tega memakan makanan penutup mulut ini, pasti ini sangat mahal” ucap Dakota memandangi sajian penutup mulut.


“Bukan cuma kau, perutku rasanya terkejut memakan makanan mewah, bahkan cacingku tidak berbunyi, apa mungkin mereka kebingungan di dalam perutku” ucap Yohana polos. Ucapan Yohana itu membuat Dakota tertawa terkekeh.


“Satu porsi sajian ini sudah bisa membeli ayam bakar, ayam goreng, dimakan bersama dengan teman-teman penari” ucap Dakota menghela nafas.


“Sudah makan saja, sudah dibayari, tidak enak, hanya kau yang belum menyentuh sajian itu, nyonya Erene juga memandangimu” ucap Yohana menyenggol bahu Dakota. Terpaksa Dakota menyantap sajian itu, walau tidak rela.


Tidak berapa lama, Pak Rapijay langsung menyapa Fano membuat Dakota terkejut mendengar sapaan Pak Rapijay.


“Presdir Fano” ucap Pak Rapjay menyapa Fano saat Fano masuk ke dalam Restoran.


“Iya tuan Rapijay, saya mau sarapan” ucap Fano beranjak menuju kursinya. Naon sudah ikut dari belakang.


Namun kehadiran Fano membuat Dakota juga Yohana terkejut. Pandangan mata mereka berdua benar-benar tidak menyangka bahwa Fano masuk kedalam Restoran itu di temani oleh Sena, senior mereka sewaktu di SMA Z dulu. Tangan Dakota mulai mengepal melihat keberadaan Sena mendampingi suaminya duduk semeja untuk sarapan.

__ADS_1


“Beb” ucap Yohana pelan pada Dakota. Dakota hanya terdiam menatap suaminya sudah terlihat akrab dengan Sena.


“Apa mungkin wanita muda tadi malam itu Sena” batin Dakota.


“Aku sudah tidak tahan lagi melihat wanita itu beb, ingin rasanya aku menarik rambutnya itu hingga terseret kelantai ini, ayo kita labrak dia, kita beri dia pelajaran” ucap Yohana beranjak dari kursinya.


“Tunggu beb, tenanglah dulu” ucap Dakota menahan tubuh Yohana untuk tetap duduk di kursinya.


“Apa kau tidak bisa lihat, suamimu sudah di goda olehnya” ucap Yohana kesal.


“Kalau aku kesana, apa aku berhak melabrak dia, bukankah status Fano masih lajang, sebagai Presdir dari Reinhard Group” ucap Dakota menahan diri.


“Hei ada apa denganmu, kita sudah berjanji kalau suatu saat bertemu dengan mereka bertiga, kita harus memberi mereka pelajaran, kau tidak ingat insiden yang menimpamu” ucap Yohana geram pada Dakota. Sementara itu, Pak Rapijay dan ibu Erene juga teman-teman penari Dakota sudah heran melihat Dakota dan Yohana terlihat gelisah dan berdebat.


“Apa kalian baik-baik saja” tanya ibu Erene mengkhawatirkan mereka berdua.


“Nyonya Erene, ada hal yang harus kami berdua urus, kami boleh pamit sebentar” ucap Dakota menarik tangan Yohana.


“Baiklah sayang, jangan lama-lama ya” ucap ibu Erene. Dakota langsung menarik tubuh Yohana beranjak keluar dari Restoran menuju kamar penginapan mereka berdua.


“Kenapa kau malah membawaku kesini” ucap Yohana kesal dengan tindakan sahabatnya.


“Kau pikir aku tidak ingin menarik rambut wanita itu, aku juga mau menyeretnya, menanyakan padanya kenapa dia begitu tega berbuat hal keji padaku, sampai aku harus dirawat di Rumah Sakit selama 2 minggu” ucap Dakota mengarahkan pandangannya ke sembarang arah.


“Apa karena suamimu” tanya Yohana menebak.


“Bukan hanya karena suamiku saja, kalau aku menyeretnya, apa yang akan orang-orang katakan, apa alasanku melabraknya, kau tahukan statusku dengan suamiku tidak diketahui oleh publik. Belum waktunya aku melabraknya” ucap Dakota memberikan alasannya menahan diri.


“Kau akan diam melihat suamimu sedang dirayu olehnya” ucap Yohana tidak percaya dengan tindakan sahabatnya.


“Beb, aku sudah bilang padamu, aku tidak akan membiarkan wanita manapun merebut suamiku, aku juga punya kamu untuk membantuku, namun saat ini bukanlah waktu yang tepat” ucap Dakota menahan tubuh Yohana untuk tetap berada di dalam kamar itu.


“Jadi kita akan disini, sampai mereka selesai makan” ucap Yohana membaringkan tubuhnya di atas kasur. Dakota hanya mengangguki ucapan Yohana.


“Haih, persetan dengan orang-orang, kalau wanita jahat itu masih berkeliaran dan belum diberi pelajaran, dia akan semakin merajalela, bisa jadi besok dia perusak rumah tangga orang, kenapa sahabtaku ini terlihat santai, tidak takut suaminya direbut wanita jahat itu” gumam Yohana memandangi Dakota.


BERSAMBUNG............


Hai reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir, semoga kita sehat selalu ya,🙏


Jangan bosan ya reader untuk berikan like dan komentar kalian, gratis kok reader, hihi


😊😊


Author: Reader kalau Sakit berangkat dari Paris pukul 15.00 waktu setempat. Pukul berapa Fakta sampai di Jakarta?😊


Reader: Kuis ya thor🙄


Author: Reader pasti Taukah, kan sudah baca, dijawab ya😊


Oya, Sesekali Vote ya reader, See You👋👋👋

__ADS_1


__ADS_2