Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 134


__ADS_3

Waktu terus berjalan, walau Beni dan Irma pura-pura saling tidak mengenal mereka tetap asyik mengobrol. Karena ada hal penting yang harus di urus oleh Dakota. Dakota langsung berbisik pada Haris untuk pamit sebentar.


“Haris aku pamit sebentar, tolong tangani mereka” bisik Dakota. Mendengar ucapan Dakota, Haris pun mengangguk.


“Kau mau kemana?” tanya Irma pada Dakota.


“Aku ada urusan dengan Manajer IndoBoutik ini” ucap Dakota.


“Nona Dakota, anda tidak akan lama kan” ucap Beni. Dakota hanya tersenyum pada mereka sambil beranjak mencari keberadaan Siti. Dakota langsung beranjak masuk ke balik layar, saat Dakota menemukan keberadaan Siti, Dakota pun menghampiri Siti.


“Nyonya” ucap Siti.


“Sudah kau cek?” tanya Dakota.


“Sudah Nyonya” ucap Siti.


“Bagaimana hasilnya?” tanya Dakota.


“Nona Irma datang dengan pasangannya tadi. Saat ini pasangan Nona Irma sedang bergabung dengan tamu yang lain. Mereka berpisah saat mereka memasuki gedung ini” bisik Siti.


“Bagaimana dengan yang lain?” tanya Dakota lagi.


“Saat ini Yoki sedang mengawasi pergerakan Sena dan tamu undangan yang lain dari rekaman kamera pengawas. Sedang Manajer Naon sedang mengawasi pria yang menjadi pasangan Nona Irma dan untuk Kela, dia sudah melaksanakan tugasnya sebagai pelayan” bisik Siti lagi.


“Tolong pastikan semua sesuai dengan rencana” ucap Dakota.


“Baik Nyonya” ucap Siti.


Dakota kembali beranjak keluar dari balik layar untuk bergabung dengan Beni dan Irma. Namun Irma sudah tidak semeja lagi dengan Haris dan Beni.


“Kemana Irma?” tanya Dakota.


“Ada hal yang harus dia urus” ucap Beni. Haris pun main mata pada Dakota. Dakota langsung mengerti maksud dari kode yang diberikan oleh Haris.


“Beni, aku titip adikku padamu” ucap Haris sambil menepuk bahu Beni.


“Jangan khawatir, aku pasti tanggung jawab” ucap Beni. Haris pun beranjak untuk menemui tamu yang lain. Setelah Haris pergi, tinggallah Dakota dan Beni di meja itu. Mata Dakota tetap memantau Sena dengan suaminya.


“Sepertinya Sena akan terus mendekati suamiku” batin Dakota.


“Nona Dakota” ucap Beni membuyarkan lamunan Dakota.


“Ah, iya” ucap Dakota.


“Apa yang kau lihat” ucap Beni menatap kearah Dakota menatap. Dakota pun langsung mengalihkan pembicaraan mereka.


“Beni, sampai saat ini kau masih sendiri?” tanya Dakota.


“Benar, aku masih sendiri. Aku juga masih perjaka, kalau kau mau mengetes aku mau kok mengetesnya denganmu” ucap Beni.

__ADS_1


“Pria ini sangat memalukan” batin Dakota.


“Bagaimana Nona Dakota, kau mau tidak” ucap Beni lagi.


“Aku pikir-pikir dulu” ucap Dakota.


“Haha, aku hanya bercanda” ucap Beni.


“Lalu bagaimana denganmu, kau masih sendiri” tanya Beni.


“Bukannya dia sudah tahu aku sudah punya anak juga suami” batin Dakota semakin kesal.


“Menurutmu aku masih sendiri atau bagaimana” ucap Dakota balik bertanya.


“Aku sih tidak masalah denganmu, mau kau sendiri atau sekali pun punya anak aku tetap mau. Jujur saja, dari awal aku bertemu denganmu, aku sudah tertarik denganmu” ucap Beni.


“Wah, kau sampai berkata jujur lagi” ucap Dakota.


“Kau tidak percaya denganku. Untuk apa aku sedari tadi menemanimu kalau bukan karena aku tertarik padamu” ucap Beni lagi.


“Tapi aku tidak tertarik padamu” ucap Dakota langsung terus terang menolak Beni.


“Itu hal mudah, kalau kau berikan aku kesempatan, aku akan buat kau tertarik padaku” ucap Beni.


“Bagaimana ya, aku ini sangat sulit menyukai orang lain, apa lagi aku baru mengenalmu” ucap Dakota.


“Itu tidak masalah, selama kita sering bersama, lambat laun kau pasti bisa tertarik padaku. Oya, kau sudah terlihat lelah, aku ambilkan minuman dulu, kau tidak bisa minum wine kan” ucap Beni sambil beranjak dari duduknya.


“Aku akan pesan pada pelayan” ucap Beni sembari beranjak mencari pelayan.


“Apa yang akan pria itu lakukan, jangan bilang dia merencanakan sesuatu” batin Dakota.


Tidak lama, Irma sudah bergabung kembali menghampiri Dakota.


“Irma” ucap Dakota saat Irma duduk di hadapannya.


“Kau semakin dewasa saja” ucap Irma.


“Seperti yang kau lihat” ucap Dakota.


“Dimana tata keramamu, aku lebih tua setahun darimu” ucap Irma.


“Wah, kenapa aku harus hormat padamu, emang kau siapa” ucap Dakota.


“Ternyata kau masih dendam padaku, setelah apa yang aku perbuat padamu, harusnya kau tau aku ini siapa” ucap Irma.


“Aku tahu kau siapa, kau Irma Sugiono mantan sepupu Haris. Kau juga tahu bukan, aku ini kembaran Haris” ucap Dakota.


“Tentu saja aku tahu, pantas saja keluargaku juga keluarga Sena dan Mia langsung bangkrut setelah kami menindasmu. Kalau tahu kau cucu Pak Admidjaya dulu, harusnya kami melenyapkanmu dari bumi ini” ucap Irma.

__ADS_1


“Berarti aku masih beruntung ya, bisa hidup sampai sekarang dan melihat kau kembali menjadi wanita sampah” ucap Dakota. Emosi Dakota mulai naik.


“Wanita sampah katamu, kaulah yang sampah. Karena kau sampai saat ini Janter tidak mau menikahiku, bahkan dia memilih menjadi artis dari pada mengurus perusahaan ayahnya” ucap Irma.


“Aku tidak peduli dengan urusan pribadimu, mau itu Janter atau siapapun, bagiku kalian bukan siapa-siapa” ucap Dakota.


“Jangan terlalu percaya diri dulu, kau akan tetap tunduk padaku walau sekalipun kau sudah jadi seorang Nyonya” ucap Irma. Irma langsung melemparkan sebuah foto untuk Dakota. Mata Dakota langsung terbelalak melihat foto ayahnya. Tubuh Dakota sudah gemetar serta keringat dingin.


“Hum, kau sudah sadar, kau itu masih saja terlihat sama seperti dulu, baru aku gertak dengan foto itu, kau sudah terlihat lemah” ucap Irma sambil mengembangkan senyumnya.


“Ayah, ini benar ayah” ucap Dakota dalam hati. Dakota langsung meraih tubuh Irma.


“Dimana ayahku” tanya Dakota sambil menekan leher Irma.


“Uhuk ... uhuk ... lepaskan dulu, aku ini tamumu, kau mau membuat dirimu malu” ucap Irma. Sadar dengan dirinya, Dakota langsung melepas cengkraman tangannya dari leher Irma.


“Sial, aku malah mengotori tanganku” ucap Dakota sambil menghempaskan tubuh Irma kekursi.


“Cih” ucap Irma sambil meludah.


“Aku tidak takut padamu, dengar ya Irma ... sekali pun ayahku saat ini ada bersamamu, aku pastikan siapa pun yang sudah terlibat menahan ayahku akan mati ditanganku” ucap Dakota. Mata Dakota mulai berkaca-kaca.


“Bicaralah sesukamu, buktikan saja ucapanmu. Sampai saat ini kalian bahkan tidak bisa menemukan keberadaan Om Elcid. Aku memberikan foto itu padamu untuk membantumu” ucap Irma.


“Sejak kapan kau peduli padaku” ucap Dakota.


“Siapa bilang aku peduli padamu, dengar ya Dakota ... aku tidak pernah peduli padamu, aku tahu dimana ayahmu saat ini berada, aku ingin barter denganmu” ucap Irma.


“Apa yang kau inginkan” ucap Dakota.


“Kau langsung pada intinya. Aku suka denganmu, tidak perlu berbasa-basi. Aku ingin kau menjauhi Fano” ucap Dakota.


“Kau masih saja sama seperti dulu, menyukai pria yang juga menyukaiku” ucap Dakota.


“Pertimbangkan saja permintaanku ini, berpisahlah dengan Fano, maka aku akan memberikan padamu petunjuk keberadaan Om Elcid saat ini berada” ucap Irma.


“Aku menolak” ucap Dakota.


“Kau yakin menolak permintaanku, apa kau tidak bisa memperhatikan foto itu baik-baik. Aku yakin saat ini ayahmu sedang koma dan berbaring lemah disuatu tempat, kau mau ayahmu itu mati mengenaskan” ucap Irma.


“Aku tidak main-main dengan ucapanku, kau jauhi Fano maka aku bisa membawamu bertemu dengan ayahmu” ucap Irma lagi. Dakota hanya diam, tidak tahu apa yang harus dia pilih saat ini. Tiba-tiba Beni sudah ikut bergabung dengan mereka.


“Kalian sedang apa” ucap Beni. Dakota langsung menyembunyikan foto ayahnya.


“Kami hanya berbincang” ucap Irma. Tidak lama pelayan sudah datang membawa minuman untuk mereka.


BERSAMBUNG...........


Hai Reader Wanita Presdir. Mohon like dan komentar ya, di Vote juga boleh.🙏

__ADS_1


See You🙋🙋🙋


__ADS_2