
Saat di perjalanan menuju rumahnya, Dakota mencoba menghidupkan handphonenya. Dia masih ragu untuk membaca pesan chat yang ada di grup whatsapp. Namun karena suaminya mengatakan padanya bahwa artikel itu sudah di hapus, dia memberanikan diri membaca pesan yang ada di grup desain interior. Dakota terus menggeser pelan-pelan membaca setiap kata yang dikirimkan, ternyata mengenai artikel itu pesannya sudah di tarik dari grup.
Semua karyawan dan kepala bidang desain interior hanya mengucapkan semoga Dakota Kaif cepat sembuh dan kembali lagi bekerja kekantor. Sebagian karyawan masih ada yang mencibir dan menyampaikan ujaran kebencian untuk Susi. Tidak berapa lama Dakota kembali mencek ada pesan dari Sita. Namun pesan tersebut sudah dihapus oleh Sita.
“Apa mungkin Sita sudah membaca artikel itu, huh ... semoga saja suasana kantor sudah kondusif, untungnya suamiku bergerak cepat menarik artikel itu” gumam Dakota.
Sesampainya dia dirumah, Siti langsung memarkirkan mobil di halam rumah Dakota. Dakota melangkah masuk kedalam Sanggar, Siti hanya mengikut saja, baru kali itu dia di perbolehkan oleh Dakota masuk ke Sanggar. Sebelum tiba di Sanggar, Dakota heran melihat security terus memandanginya, tidak seperti biasanya.
“Ada apa pak, kenapa memandangi saya” tanya Dakota heran pada security.
“Nggak apa-apa neng, neng Dakota mirip dengan karyawan Reinhard Group yang baru saja heboh semalam, eh ternyata beritanya palsu, yang benar ternyata karyawan itu diculik” ucap security masih mengingat foto yang ada dalam artikel mirip dengan majikannya.
“Oh, begitu ya pak. Perasaan bapak aja kali” ucap Dakota langsung melewati security memasuki Sanggar.
"Mungkin Neng" sahut security.
Security itu sudah dibayar oleh Pak Admidjaya untuk mengawasi tamu yang masuk ke Sanggar. Termasuk Siti yang mengikuti Dakota diperhatikan oleh security dengan seksama. Siti hanya mengangguk senyum pada security.
Sesampainya Siti di dalam Sanggar betapa terkejutnya dia melihat tulisan gedung itu adalah Salon, walau memang ada salon, hanya di bagian luar saja, salon itu juga kecil, namun saat memasuki bagian dalam, ruangan itu penuh dengan penari sudah latihan. Bahkan setiap dinding ruangan di lapisi dengan kaca (cermin), sehingga setiap bentuk gerakan keseluruhan tubuh terlihat di setiap ruang. Siti disuruh oleh Dakota untuk berkeliling karena memang tugas Siti hanya mengawasi Dakota. Sementara Dakota sudah menemui Yohana, yang sibuk teriak-teriak mengajar murid baru.
“Beb” ucap Dakota melambaikan tangannya.
“Ah, kamu udah sampai” ucap Yohana menghentikan aktifitasnya, langsung menemui Dakota.
“Kamu sendiri kesini?” tanya Yohana memperhatikan sekitar Dakota.
“Aku sama Siti, dia sedang keliling” ucap Dakota.
“Kita masuk keruang tamu dulu” ucap Yohana. Dakota langsung mengikuti Yohana keruang tamu. Yohana langsung mengambil minuman dan meletakkannya di atas meja tamu.
“Kamu dikasih izin sama suamimu kesini” tanya Yohana penasaran, dia sudah duduk di sofa.
“Aku sudah dapat izin darinya, dia juga sudah tahu bahwa aku seorang penari dari Sanggar ini” ucap Dakota mendudukkan tubuhnya di atas sofa.
“Ada banyak hal yang harus kuceritakan padamu, kemarin ada yang mengirim bunga mawar merah kerumah kita, aku tidak tahu siapa yang mengirimnya, tidak ada nama pengirimnya, namun tujuan bunga itu di tujukan padamu, sudah jelas kamu tidak suka bunga mawar warna merah” ucap Yohana kesal mengingat bunga itu.
“Serius beb, siapa yang mengirimnya ya” ucap Dakota bertanya.
__ADS_1
“Aku rasa orang itu ingin berbuat jahat deh beb, sayangnya kamu tidak tahu alasanmu kenapa kamu tidak suka bunga mawar merah, namun sejak insiden waktu SMA, kamu benar-benar benci dengan bunga itu” ucap Yohana.
“Aku juga lupa beb, kayaknya aku melupakan sesuatu, tapi aku juga tidak ingat insiden mengenai bunga itu, hanya saja setiap melihat bunga itu aku merasa ketakutan, akhir-akhir ini, aku juga mimpi mengenai bunga itu saat aku di rawat setelah penculikan itu” ucap Dakota merinding.
“Kamu harus hati-hati mulai dari sekarang beb, aku yakin orang yang mengirimkan bunga mawar itu bukan orang baik, lebih baik Siti selalu mengawasimu, aku lihat Siti juga bisa bela diri, walau kita memiliki ilmu bela diri, namun kekuatan wanita berbeda dengan kekuatan pria” ucap Yohana mengkhawatirkan sahabatnya.
“Ya, aku juga harus waspada. Aku juga ingin membicarakan strategi untuk acara bisnis ke Paris nanti” ucap Dakota.
“Aku lupa menyampaikan padamu, sewaktu kita di Hotel A. Aku bisa menilai bahwa Mr. Pich bukan orang yang baik, dia sudah jelas memasukkan obat dalam minumanmu waktu itu dan kau tau siapa pria yang sengaja menyenggolmu” ucap Yohana.
“Siapa?” tanya Dakota penasaran.
“Orang tersebut Mr. Gipi alias Haris. Aku rasa kita akan bertemu dengan Mr. Pich di Paris nanti, kita berada di negara orang, kita harus lebih waspada nanti” ucap Yohana.
Dakota dan Yohana melanjutkan pembicaraan mereka, mereka membahas bagaimana strategi tarian, hingga strategi menghadapi tamu nanti yang Dakota yakin akan ada resiko yang mereka hadapi saat di Paris nanti sesuai dengan pesan kakeknya Pak Admidjaya. Panjang lebar mereka membahas kejadian akhir-akhir ini, bahkan sampai masalah artikel semalam hingga saat di Hotel A, Fano dan Haris yang berdebat dan berantem mempeributkan Dakota juga di sampaikan oleh Yohana. Dakota sangat terkejut mendengar dari sahabatnya bahwa Fano dan Haris pernah berantem karena dirinya, dia bertanya-tanya sebenarnya apa hubungannya dengan Haris.
“Saat aku dekat dengan Haris, aku merasa dia seperti saudara kandungku, dia juga sangat baik memperlakukan aku dan Yohana, dia bahkan berantem gara-gara aku, kalau Fano wajar saja dia berantem mempeributkan aku, karena dia suamiku, namun Haris.. kakek bilang dia adalah kakekku, saat kutanya apa hubungannya dengan ibu, kakek tidak pernah memberikan jawaban yang pasti. Bahkan saat ini kakek masih di Singapore menjaga pemulihan ibu” gumam Dakota.
###
Sesampainya di Reinhard Group, semua mata karyawan tertuju pada Dakota, sudah banyak karyawan yang berbisik mengenai dirinya sepanjang Dakota berjalan melewati gedung kantor itu menuju ruangannya.
“Ternyata beritanya hoaxs ya, beruntung sekali Dakota Kaif bisa diselamatkan oleh Presdir, bahkan dipeluk lagi”
“Tega sekali ya bu Susi mencelakai bawahannya sendiri, padahal bu Susi orangnya selalu profesional dalam bekerja”
“Lalu siapa yang mengisi posisi bu Susi ya”
“Bagian kepala bidang dan wakil kepala bidangkan masih ada, mereka juga juga masih muda dan mantan desain utama perusahaan juga”
“Aku dengar wanita yang membantu bu Susi mantan tunangan Presdir keponakan dari mama Presdir sendiri, untung saja Presdir gagal tunangan dengan wanita itu, wataknya saja tidak baik”
Semua karyawan berbisik mengenai insiden penculikan itu.
Dakota terus melangkah mengabaikan gosip karyawan. Sesampainya di ruangan desain interior, dia sudah melihat semua team berkumpul untuk briefing team. Ternyata pengganti posisi Susi adalah Siera wakil kepala bidang. Karena Susi bawahan dari Siera, dia tidak bisa menjaga eksistensi Susi untuk bertahan di perusahaan, jabatannya turun menggantikan posisi Susi. Begitulah aturan di Reinhard Group, jika bawahannya melakukan kesalahan karena masalah perusahaan, maka atasan lah yang bertanggung jawab.
Sesuai dengan jawaban Susi pada pers perusahaan, awalnya dia benci dengan Dakota karena dia merasa bahwa Dakota sebagai karyawan baru sudah berhasil menandinginya dari segi kemampuan, hal itulah yang membuat Susi iri hati pada Dakota. Dari alasan itulah Fano menurunkan jabatan Siera yang tidak bisa mengontrol Susi sebagai bawahannya. Karena dalam bekerja bukan hanya hasil yang menjadi prioritas perusahaan, masalah karyawan juga menjadi hal utama, karena karyawanlah SDM yang menggerakkan jalannya perusahaan. Perusahaan harus menjamin bahwa karyawannya nyaman bekerja, sesama karyawan harus kompak dan terjalin hubungan kekeluargaan, jika ada tekanan dari perusahaan pada karyawan maka karyawan harus mendapatkan reword atau refresing sesuai dengan SOP masing-masing. Setelah selesai briefing, Siera menyuruh Dakota menghadap padanya.
__ADS_1
“Dakota Kaif” ucap Siera sudah duduk dikursinya.
“Iya bu Siera” jawab Dakota.
“Sebelumnya saya minta maaf untuk insiden penculikan itu sebagai atasanmu. Saya harap kamu tidak berkecil hati karena tidak diperhatikan oleh para atasan. Dan saya lihat saat ini fisikmu sudah membaik. Selamat datang kembali ke kantor ini, saya harap kamu tidak mengecewakan saya kedepannya” ucap Siera.
“Iya bu” ucap Dakota.
“Kamu yang bertanggung jawab untuk kerja sama dengan perusahaan Reliance Industries” tanya Siera.
“Benar bu” ucap Dakota.
“Baiklah, karena kamu hari jumat kemarin tidak masuk, surat undangan dari Reliance Industries sudah masuk, kamu diberi izin dinas ke Paris menemui tuan Rapijay selama 4 hari. Surat izinmu sudah keluar. Persiapkanlah dirimu untuk menjaga sikap dengan tuan Rapijay nanti karena 10 hari lagi kamu akan berangkat ke Paris” ucap Siera.
“Untuk jadwal penerbangan saya bu, apa sesuai dengan perusahaan atau saya saja yang atur” tanya Dakota.
“Itu hakmu, yang penting saat kamu sudah sampai harap kabari saya” ucap Siera.
“Baik bu Siera” ucap Dakota lega, mengingat dia sebenarnya ingin berangkat dengan penari lainnya. Semua biaya sudah Pak Rapijay kirim kerekening Dakota kemarin.
“Kamu boleh kembali keruanganmu” ucap Siera.
“Baik bu, saya undur diri” ucap Dakota keluar dari ruangan Siera.
“Tuan Rapijay bergerak dengan rapi, dia bahkan mengurus izinku dari perusahaan dan melibatkan kerja sama perusahaan hanya untuk masalah pribadiku dan ibu” gumam Dakota.
BERSAMBUNG..........
Hai Reader, 😊
Semoga kita semua sehat selalu ya🙏
Jangan bosan ya Reader untuk beri like dan komentar kalian,
Sesekali Vote ya,
See You🙋🙋🙋
__ADS_1