Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 72. Mencintaimu


__ADS_3

Setelah Ami memberikan saran agar Fano segera memberikan cucu pada ibu Lena, Fano bisa melihat istrinya hanya terdiam, tidak terlihat bersuara walau mereka tadi bercengkrama hingga mereka mengantar kepergian keluarga kecil Ami. Bahkan saat mereka beranjak menuju kamar, istrinya itu tidak memeluk lengannya, Dakota lebih dulu melangkah didepannya, hanya terdiam membisu.


Sesampinya di dalam kamar, Dakota sudah masuk kedalam kamar mandi. Sementara Fano langsung berbaring ke atas kasur. Dia masih ingat perkataan Henri saat dia menelvon Henri tadi, bahwa istrinya itu sudah siap melayaninya. Lama Fano menunggu istrinya itu keluar dari kamar mandi, bahkan dia duduk di Sofa memainkan handphonenya.


“Kenapa dia sangat lama di dalam kamar mandi” batin Fano.


Dakota keluar dari kamar mandi, pandangan matanya tertuju kekasur dan tidak melihat sekitar, karena seingatnya suaminya itu berbaring di atas kasur, namun kasur kosong, dia langsung mematikan lampu kamar mereka, tidak menyadari bahwa suaminya sudah duduk di sofa. Saat Dakota ingin beranjak kekasur, suaminya sudah bersuara.


“Kenapa kau matikan lampunya” ucap Fano menarik tangan Dakota, membuat langkah Dakota berhenti dan berbalik badan melihat suaminya sudah duduk di sofa.


“Jadi kamu ada didalam sedari tadi, kenapa tidak bersuara” ucap Dakota kaget dengan Fano masih di dalam kamar mereka, namun dia tidak berani menatap wajah Fano, dia memalingkan wajahnya kesembarang arah. Fano langsung berdiri, tangan Dakota masih dia genggam.


“Lihat aku” ucap Fano mengarahkan wajah Dakota untuk menatapnya.


“Jadi selama itu dia di kamar mandi hanya untuk menangis” batin Fano.


“Apa kau menangis” tanya Fano memperhatikan wajah istrinya, mata Dakota mulai bengkak.


“Aku tidak menangis, aku baru saja membasuh wajahku” ucap Dakota berdalih, dia langsung melap pipinya.


“Apa kau sangat tertekan karena permintaan kak Ami tadi” tanya Fano memastikan istrinya. Dakota hanya terdiam.


“Aku sudah katakan padamu, aku tidak akan memaksamu, aku akan sabar menunggumu” ucap Fano.


“Sabar katamu, semua orang sangat mengharapkan kita segera memiliki anak, apa kau tidak tahu bagaimana perasaanku, saat mendengar hal itu, bahkan semua orang yang ada dirumah ini tahu bahwa aku belum melayanimu sebagai istrimu” ucap Dakota, air matanya sudah kembali keluar.


“Karena hal itu kau menangis selama itu didalam kamar mandi” ucap Fano melap air mata istrinya.


“Apa kau tidak mengerti dengan keadaan ini, bisakah aku masih memaksa diri untuk tersenyum, bukankah pantasnya aku menangis, menikah dengan pria yang tidak mencintaiku, awalnya aku mengajukan isi perjanjian untuk tidak disentuh olehmu. Aku melakukkan itu karena aku belum siap menyerahkan diriku pada pria yang tidak mencintaiku. Aku tidak ingin, saat aku sudah punya anak nanti kau akan meninggalkan aku karena tidak mencintaiku dan menikahi wanita lain. Hal itu tentunya hal mudah bagimu, kau adalah seorang Presdir, bahkan pernikahan kita saja tersembunyi” ucap Dakota mengeluarkan segala keresahan yang ada di dalam hatinya.


“Siapa yang bilang aku akan meninggalkanmu dan siapa yang bilang aku tidak mencintaimu” ucap Fano menatap wajah Dakota semakin dekat, bahkan dia semakin erat menggenggam jari-jemari Dakota. Mendengar perkataan suaminya, jantung Dakota sudah berdetak kencang.

__ADS_1


“Tatap mataku, apa aku terlihat tidak mencintaimu” ucap Fano mendekap wajah Dakota, kedua tangannya sudah menyentuh pipi Dakota dengan lembut. Dengan sentuhan lembut, perlahan-lahan Fano mencium bibir Dakota. Dakota langsung memejamkan matanya, ciuman itu tidak lama, hanya sebentar, Fano sudah melepas ciuman itu.


“Kalau aku sudah menciummu, itu artinya aku sudah mencintaimu. Jangan pernah katakan aku meningalkanmu, itu tidak akan pernah terjadi” tegas Fano memeluk tibuh istrinya. Jantung Dakota semakin berdegup kencang mendengar perkataan Fano, bahkan sentuhan Fano tadi membuatnya merinding.


“Kenapa tubuhku terasa panas dipelukannya” batin Dakota.


“Sejak kapan kau jatuh cinta padaku” tanya Dakota, kedua tangan Dakota sudah dia kalungkan dileher Fano, mata mereka saling beradu.


“Untuk yang pertama kali aku sudah jatuh cinta padamu 5 tahun lalu, itu adalah pertemuan kita pertama Deren” ucap Fano, sontak Dakota terkejut mendengar nama samarannya disebutkan oleh Fano.


“Kau mengatakan padaku, aku akan menunggumu saat itu kau masih berusia 15 tahun 6 bulan, aku masih ingat dengan usiamu. Untuk yang kedua kalinya aku jatuh cinta padamu saat fitting baju pengantin, saat itu aku sudah jatuh cinta padamu sampai sekarang” jelas Fano pada istrinya.


“Jika saja aku bukan Deren, apa kau masih mencintainya” tanya Dakota.


“Tidak, aku hanya mencintainya saat 5 tahun yang lalu, aku akan mencintaimu yang sekarang. Aku bersyukur bahwa wanita yang pernah aku cintai 5 tahun lalu adalah orang yang sama, bahkan aku sudah menikahimu” ucap Fano.


“Maaf, aku tidak menyadari bahwa kau sudah mencintaiku, sejujurnya, 5 tahun lalu aku juga menyukaimu saat itu” jelas Dakota.


“Aku sudah paham maksudmu” ucap Fano. Dengan lembut Fano menyentuh pipi istrinya, tidak berapa lama, Fano kembali mencium bibir Dakota. Mata Dakota kembali terpejam.


“Hah ....” Fano dan Dakota mendesah.


“Sayang” ucap Fano, dia kembali menjulurkan lidahnya dengan lembut sudah menjilat telinga istrinya menuju kebagian leher Dakota. Hal itu membuat tubuh Dakota terangsang, seperti sengatan listrik. Tidak sampai disitu saja, tangan Fano sudah bekerja dengan cepat, dia mencoba membuka pakaian istrinya hingga pakaian istrinya terbuka, sambil lidahnya menjilati atasan gunung kembar Dakota. Dakota hanya memejamkan matanya. Bahkan tangan Fano sudah masuk dibalik pembungkus kecil area sensitif Dakota, dia menari-narikan tangannya dengan lembut, membuat tubuh Dakota menggeliat.


Dengan langkah pelan perlahan-lahan Fano membawa istrinya itu menuju kasur. Dengan lembut Fano menidurkan tubuh istrinya itu, tangan Fano sudah bermain-bermain meremas gunung kembar Dakota yang sudah menjulang tinggi. Tidak berapa lama, Fano sudah melepas semua pakaiannya, hanya tinggal bagian boxer kecilnya. Fano kembali melucuti tubuh istrinya, dia menjilati dada Dakota, sentuhan Fano membuat sensai hangat pada mereka.


Kedua tangan Dakota sudah meremas sprei kasur, dia ingin menahan nafasnya supaya tidak terdengar oleh Fano, namun tubuhnya sudah terangsang.


Hanya suara desahan yang keluar dari mulut Dakota. Fano sudah menarik pembungkus kecil yang menutupi area sensitif Dakota. Dakota langsung menutup kedua matanya saat Fano melepaskan boxer kecilnya dan melemparkan boxer itu kesembarang arah.


“Huh ....” suara memburu hembusan nafas Fano kejar-kejaran terasa di tubuh Dakota.

__ADS_1


“Sayang, tubuhmu sangat wangi” ucap Fano kembali menjilati bagian pusat Dakota. Dakota kembali menggeliat.


“Sayang, lihat aku” ucap Fano menghentikan aksinya, dia menarik kedua tangan Dakota lalu menggegangam tangan Dakota. Pandangan mata Dakota sudah bertemu pada Fano.


“Apa kau takut?” tanya Fano.


“Iya, aku sangat takut” ucap Dakota malu, bahkan dia sudah melihat suaminya sudah bugil.


“Serahkan saja padaku, tidak perlu sembunyikan nafasmu, bersuaralah” ucap Fano, kembali dia menciumi kedua gunung kembar Dakota, dan menari-narikan lidahnya dibagian ujung gunung kembarnya. Tidak berapa lama Fano mencoba menyatukan tubuhnya pada tubuh istrinya.


“Kenapa ini sangat sempit” gumam Fano memaksakan tubuhnya menyatu dengan tubuh istrinya. Dakota meremas erat sprey kasur mereka dalam kepalannya.


“Tahanlah sedikit sayang” ucap Fano melancarkan aksinya lebih dalam menuju surga dunia.


Dakota hanya bisa berteriak sambil memejamkan matanya, dia sudah merasakan tubuhnya menyatu dengan Fano. Tidak berapa lama Fano melihat sedikit darah perawan Dakota keluar dari area sensitif Dakota. Fano langsung tersenyum lebar merasakan perasaan nikmat yang belum pernah dia rasakan sebelumnya karena ini kali pertama dia menyentuh seorang wanita.


“Terima kasih istriku” batin Fano.


“Sayang aku mencintaimu” ucap Fano melanjutkan aksinya. Malam ini menjadi malam yang panjang bagi pasangan itu.


BERSAMBUNG...........


Hai Reader setia Wanita Presdir,


terima kasih sudah mampir, jangan lupa vote dan komentar ya, 😍


Jadiin Favorite untuk up Lanjutan,


Sesekali Vote ya😊


Reader : Thorrrrrrr, aku masih jomblo, baca episode ini jadi halu 😱😰😰

__ADS_1


Author : Maaf ya Reader, author yakin reader yg baca sudah usia 18 tahun ke atas. 😊


See you 🙋🙋🙋


__ADS_2