Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 41. Gagal Bertunangan


__ADS_3

Setelah Kamila wisuda, dia menuntut pada tantenya ibu Lena mengenai rencana pertunangannya dengan Fano.


Tentu saja ibu Lena sangat senang karena Kamila akan jadi menantu di rumahnya, ibu Lena mengurus acara pertunangan putranya itu dan di gelar di Kota X. Walau sebenarnya Kamila sudah mengetahui bahwa akun facebook atas nama Fano itu bukanlah milik Fano melainkan milik Henri.


# Kota Tua


“Kamu senang sudah keliling Kota Tua” ucap Henri pada Kamila. Mereka melangkah berjalan menikmati indahnya Kota Tua di malam hari.


“Iya, aku senang banget. Seandainya saja aku bisa kesini dengan Fano, padahal dia yang rekomendasiin ingin jalan-jalan kesini denganku” ucap Kamila pada Henri meneruskan langkahnya.


“Kamila” ucap Henri memegang tangan Kamila. Hal itu membuat langkah kaki mereka berhenti.


“Apa yang kamu lakukan” ucap Kamila melepaskan genggaman tangan Henri. Henri tidak melepaskan tangan Kamila dan semakin meggengamnya dengan erat.


“Aku hanya ingin kamu tau, sejak awal kamu datang ke rumah Fano, aku sudah suka sama kamu” ucap Henri menatap wajah Kamila.


“Kamu kenapa ngomong begini, kita itu tidak dekat, jangan begini tau” ucap Kamila heran dengan tindakan Henri.


“Aku harus jujur padamu, selama ini akun facebook atas nama Fano itu, akulah yang menggunakan akun itu. Selama ini akulah yang sudah mengirim pesan padamu dan mengirim semua kado itu selama kamu di Bandung” ucap Henri jujur.


“Apa maksudmu” ucap Kamila mendorong tubuh Henri.


“Jadi ... selama ini aku sudah dibohongi dengan foto profil mereka berdua, pantesan setiap foto yang dimasukkan ada Henri didalamnya. Fano tidak pernah merespon padaku saat kami bertemu, ternyata ....” batin Kamila kecewa.


“Aku minta maaf padamu, aku sangat menyukaimu. Aku salah sudah menggunakan akun palsu atas nama Fano untuk bisa dekat denganmu” ucap Henri, dia sudah berlutut dihadapan Kamila.


“Jadi kado ulang tahun itu juga darimu” ucap Kamila, dia semakin marah karena selama ini telah berharap pada orang yang salah.


“Iya, itu semua dari aku” ucap Henri.


“Wah, selamat kamu sudah berhasil membuatku jatuh cinta, jatuh cinta untuk orang yang bernama Fano. Semua teman-teman kuliahku tau aku sudah jadi pacarnya Fano saat kue ulang tahun itu dikirimkan, kamu mikir gak sih kalau kamu sudah melakukan hal yang tidak wajar” ucap Kamila, dia semakin benci dengan tingkah Henri.


“Iya, aku salah. Aku sangat salah, saat itu aku tidak tahu caranya bagaimana bisa dekat denganmu” ucap Henri.


“Aku tidak peduli siapa pemilik akun itu. Aku sarankan padamu untuk menarik rasa sukamu dariku, aku tidak ada sedikitpun tertarik padamu, stop” suara Kamila sudah meninggi. Dia melangkah jauh meninggalkan Henri.


“Gawat, dia benar-benar benci padaku” batin Henri.


# Kota X.


Kamila sebagai sepupu jauh dari Fano sudah dekat dengan Pak Purnomo dan ibu Lena. Kebetulan Pak Purnomo lebih sering menetap di Kota X untuk mengurus cabang perusahaan mereka.


Saat itu Fano sudah di beritahu oleh ibu Lena, bahwa dia akan bertunangan dengan Kamila di Kota X karena Fano dan suaminya juga berada di Kota X untuk mengurus bisnis mereka, Fano selalu menolak permintaan mamanya itu, namun ibu Lena tetap melaksanakan pertunangan itu karena didukung oleh suaminya.


Acara pertunangan itu rencana ibu Lena digelar secara keluarga saja, kalau sudah menikah baru diberitahukan pada publik. Hari pertunangan itupun tiba, namun keluarga dari Kamila masih berada diluar negeri tidak bisa hadir saat itu hanya teman-teman dan kerabat Kamila yang hadir, karena acara pertuangannya juga secara keluarga saja.


“Aku tidak akan bertunangan denganmu” ucap Fano pada Kamila.


Mereka masih berada diluar Hotel. Sedang ibu Lena, Pak Purnomo dan rekan bisnisnya sudah berada di dalam Hotel berbincang-bincang.

__ADS_1


“Setelah sekian lama aku bisa bicara denganmu, hanya kata penolakan yang aku dengar” ucap Kamila.


“Apa kau tidak mengerti, selama ini Henri sangat menyukaimu, seharusnya kau memikirkan perasaannya” ucap Fano menjelasakan.


“Tapi aku jatuh cintanya sama kamu” ucap Kamila menatap Fano.


“Kamu sudah jatuh cinta dengan orang yang salah. Kita akan membatalkan pertunangan ini” ucap Fano.


“Tunggu dulu, kamu tidak boleh membatalkan pertunangan ini, bagaimanapun teman-temanku juga berada disini, selama ini mereka tahu aku pacarmu, bisa tidak kamu melanjutkan pertunangan ini” pinta Kamila, dia sudah memakai gaun indah rancangan desainer terkenal masa itu.


“Kamu belum dengar ya, aku tidak mencintaimu tidak ada yang perlu kita lanjutkan” ucap Fano tetap pada ucapannya.


“Aku tidak memintamu untuk mencintaiku, aku hanya tidak ingin pertunangan ini batal, bagaimana dengan tamu undangan yang sudah datang” ucap Kamila.


“Aku akan mengatakan pada tamu undangan bahwa pertunangan ini batal” ucap Fano.


“Kau akan tetap membatalkan pertuanangan ini, tapi aku sudah mengundang para wartawan untuk hadir diacara pertunangan ini” ancam Kamila.


“Apa kau sedang mengancamku” ucap Fano. Tatapan mata Fano semakin tajam.


“Aku tidak mengancammu, aku minta kita lanjutkan acara pertuangan ini, aku akan cegah para wartawan itu” ucap Kamila.


“Kamu pikir aku takut dengan wartawan itu, aku yang akan katakan pada mereka bahwa pertunangan ini dibatalkan” ucap Fano meninggalkan Kamila, dia langsung masuk kedalam Hotel.


“Dihadapan teman-temanku, aku adalah orang yang beruntung bisa berpacaran dengan Fano seorang Presdir muda berprestasi. Mereka tidak tahu bahwa aku hanya wanita bodoh sudah jatuh cinta dengan orang yang sama sekali tidak cinta padaku” batin Kamila.


“Jika pertunangan ini harus dibatalkan, aku tidak ingin meninggalkan kesan sebagai wanita yang dibuang dan ditolak” batin Kamila.


Melihat hal tersebut membuat ibu Lena terkejut bahkan Pak Purnomo sudah marah pada ibu Lena, karena acara ini seharusnya tidak diliput oleh publik.


“Presdir Fano, apa benar hari ini anda akan bertunangan dengan wanita pilihan mama anda?” tanya wartawan, “kenapa pertunangan ini diadakan secara tertutup” ucap wartawan yang satu. “Nona Muda dari keluarga mana yang akan jadi tunangan anda” tanya wartawan yang lain. Semua wartawan sudah masuk berdesakan.


Fano menganggap bahwa Kamila hanya mengancam tidak akan bersungguh-sungguh untuk mengundang wartawan, ternyata dia salah menilai wanita itu. Fano langsung menghadapi wartawan tersebut untuk memberikan klarifikasi.


“Cekrek... cekrek” kamera sudah berada disekitar Fano berdiri.


“Presdir Fano, apa benar anda akan tunangan hari ini?” tanya salah satu wartawan.


“Saya tidak akan tunangan hari ini, saya akan mem” ucap Fano terpotong oleh teriakan Kamila.


“Tunggu dulu, kalian harus lihat ini” ucap Kamila melemparkan foto-foto Fano tidur dengan wanita lain. Semua orang yang ada di dalam ruangan itu terkejut dengan kelakuan Kamila.


“Siapa wanita ini?” ucap wartawan.


“Bukankah ini Presdir Fano” ucap para wartawan lagi melihat foto yang berserakan.


“Kalian bisa meliput aku” ucap Kamila. Semua wartawan langsung merapat pada Kamila.


“Aku wanita yang seharusnya bertunangan dengan Fano. Hari ini aku menggagalkan pertunangan ini, karena aku tidak mencintai pria yang sudah tidur dengan wanita lain. Aku harap kalian tahu bahwa akulah yang menolak untuk betunangan dengan Fano, aku harap kalian meliput apa yang sudah kukatakan” ucap Kamila. Kamila langsung meninggalkan Hotel.

__ADS_1


“Nona Muda tunggu dulu” ucap wartawan “siapa nama anda Nona” tanya wartawan masih penasaran dengan Kamila.


“Ya ampun, ternyata Kamila diselingkuhi” bisik tamu undangan, “bagus Kamila tidak usah lanjutin tunangannya” bisik yang satu, “ternyata begini kelakuan seorang Presdir” gosip tamu undangan.


“Bagaimana tanggapan anda Presdir Fano mengenai foto anda tidur dengan wanita lain” tanya wartawan. Fano tidak merespon bahkan tamu undangan semuanya bubar termasuk orangtua Fano juga ikut dikejar-kejar oleh wartawan. Tidak ada yang memberikan klarifikasi, semua tamu undangan kecewa termasuk teman bisnis Pak Purnomo.


“Mohon maaf untuk semua media yang sudah meliput, Presdir Fano tidak pernah tidur dengan wanita lain, itu adalah foto Presdir Fano sedang tidur bertelanjang dada dan foto itu sudah di edit” ucap Naon menjelaskan.


“Tapi foto tersebut terlihat asli” ucap wartawan. Naon tidak memberikan klarifikasi lagi.


# Kediaman Reinhard


Kabar gagal bertunangan dari Presdir Fano langsung menyebar dengan cepat, banyak komentar negatif yang muncul, bahkan berita itu berdampak juga bagi perusahaan.


Pak Purnomo yang sudah menahan amarahnya karena ulah istrinya yang tidak bisa mengatasi masalah pribadi Fano. Sekembalinya mereka dari Kota X, amarahnya langsung dia lupakan pada ibu Lena dan Fano. Karena dari awal Fano tidak menyetujui pertuanangan itu dia menggantikan ibu Lena untuk menerima cambukan amarah dari papanya.


“Lukamu belum sepenuhnya sembuh, kau belum bisa banyak gerak” ucap Henri memeriksa perban yang ada pada tubuh Fano.


“Karena siapa aku begini” ucap Fano memegangi tubuhnya.


“Aku minta maaf, aku tidak menyangka Kamila akan berbuat begitu, menjebakmu tidur dengan wanita lain” ucap Henri. Tiba-tiba saja Naon sudah datang.


“Presdir, untuk keterangan foto Presdir itu sudah didapatkan. Gadis yang ada dalam foto mengaku bahwa dia disuruh oleh Nona Kamila, beliau hanya bertelanjang dada saja, tidak ada menyentuh Presdir sama sekali” ucap Naon menjelaskan.


“Wanita licik itu sudah berbuat jauh. Sebarkan rekaman pengakuan gadis itu dan tarik semua pemberitaan mengenai foto itu” perintah Fano.


“Bagaimana dengan gadis itu dan Nona Kamila Presdir” tanya Naon untuk kelanjutannya.


“Lakukan seperti biasa kirim gadis itu kepenjara, kemudian hancurkan karir Kamila” tegas Fano.


“Baik Pres ....” belum selesai Naon bicara sudah di potong oleh Henri.


“Fano, tolong jangan hancurkan karir Kamila, bagaimanapun dia itu sepupumu” pinta Henri.


“Aku tidak peduli dengannya” tegas Fano.


“Tolong Tuan Muda Fano, akulah yang salah sudah melibatkanmu” ucap Henri berlutut.


“Kau berdirilah” ucap Fano pada Henri, namun Henri tetap berlutut dan memohon agar keputusan Fano untuk menghancurkan karir Kamila dibatalkan.


“Naon kau boleh pergi, laksanakan perintahku untuk gadis itu, untuk Kamila segera kirim dia kembali ketempat bibi” ucap Fano.


“Baik Presdir, saya undur diri” ucap Naon meninggalkan Fano dan Henri.


BERSAMBUNG...............


Hai Reader, Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa like dan komentarnya.🙏🌹


Vote juga boleh😊

__ADS_1


See You🙋🙋🙋


__ADS_2