Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 48. Gosip


__ADS_3

Perasaan Dakota tidak enak, sejak pagi dia hanya mendengarkan gosip miring mengenai dirinya. Dia kembali fokus mengerjakan pekerjaannya. Hari sudah semakin siang bahkan waktu istrirahat juga sebentar lagi tiba. Tidak berapa lama, ia kembali mendengar gosip hura hara karyawan yang ada diruangannya.


“Wah, kenapa Presdir masuk keruangan kita” ucap karyawan, “dia tumben kesini” ucap yang satu, “dia sangat tampan” ucap yang lain bergosip.


Mendengar karyawan pada berisik membuat Dakota tidak nyaman. Pandangan matanya kembali kesekitar ruangan ternyata benar Fano sudah masuk dari pintu utama ruangan desain interior dan melewati ruangan Susi.


Dakota terkejut melihat Fano melangkah memasuki ruangannya tidak singgah di ruangan Susi. Semua karyawan wanita sudah terkesima dengan penampilan Fano sekaligus terkejut. Fano tidak pernah masuk keruangan itu sebelumnya, kalau pemeriksaan dia hanya akan masuk keruangan Susi.


Dakota beranjak dari kursinya, dia menunduk dibawah meja menyembunyikan tubuhnya. Ternyata Fano menghampiri kursi Dakota, membuat semua karyawan heboh dan ribut. Termasuk Susi juga terkejut dengan sikap Fano yang tiba-tiba masuk keruangan tanpa menemuinya terlebih dahulu.


“Tolong jangan menemuiku. Semoga dia tidak datang kesini” gerutu Dakota pelan masih terdengar oleh Fano.


Dakota melihat dari bawah meja sudah tampak sepasang sepatu hitam mengkilat yang dipakai seseorang berdiri dimejanya.


“Deg ... deg ....” Jantung Dakota sudah berdetak kencang, dia seperti seorang pencuri saja. Dia yakin kaki yang berdiri itu adalah kaki suaminya.


“Kenapa pria ini ada disini, bukannya dia bilang kita tidak boleh ketahuan sebagai suami istri di kantor” batin Dakota.


“Aku sudah disini, bisahkah kau tidak bersembunyi seperti anak kecil” ucap Fano dingin. Mendengar ucapan Fano membuat Dakota malu sudah ketahuan bersembunyi. Dia tetap bersembunyi dibawah meja, apa lagi dia juga mendengar karyawan sudah bergosip mengenai dirinya.


Melihat istrinya tidak keluar dari bawah meja, terpaksa Fano menundukkan tubuhnya.


“Bisakah kau keluar” ucap Fano, dia mengulurkan tangannya.


“Dia bersembunyi dibawah meja begini terlihat imut” batin Fano menatap wajah istrinya.


Wajah Fano sudah terlihat merah melihat tubuh istrinya bersembunyi dibawah meja. Belum lagi posisi tubuh Dakota sangat menggemaskan meringkuk dibawah meja. Apa lagi Dakota yang menunduk membuat bagian belahan dadanya tidak sengaja terlihat oleh Fano. Wajah Fano semakin merah membuat pandangan matanya serba salah.


“Aku bisa keluar Presdir” ucap Dakota, dia masih malu dengan dirinya. Baginya tingkahnya ini sangat konyol. Awalnya dia melakukan ini karena ingat dengan perjanjian pernikahan. Padahal dia seorang karyawan, harusnya dia tetap saja duduk dikursinya.


“Kenapa aku melakukan hal konyol begini” batin Dakota.


“Jdug ....” bunyi kepala Dakota terbentur keras dengan meja saat dia keluar dari bawah meja.


“Aduh ....” Dakota meringis memegangi kepalanya. Fano langsung menarik tubuh Dakota untuk berdiri.


“Kenapa kau tidak hati-hati” ucap Fano. Dia beranjak keluar dari ruangan menarik tangan Dakota.

__ADS_1


Melihat hal itu membuat semua karyawan heran dengan tingkah Presdirnya.


“Mereka ada hubungan apa” bisik yang satu, “apa Dakota memiliki hubungan khusus dengan Presdir” tebak yang lain. Semua karyawan terkejut dengan perlakuan Fano terhadap Dakota.


“Apa benar yang dikatakan oleh Kamila, kalau Dakota sudah merayu Fano” batin Susi memperhatikan Fano membawa Dakota keluar dari ruangan itu.


“Kalian sudah cukup bergosipnya, kembali keaktifitas kalian lagi” ucap Susi kesal membubarkan perkumpulan karyawan itu.


“Bu Susi, ini sudah jam istirahat” ucap salah satu karyawan mengingatkan atasannya. Susi melihat jam tangannya dan benar waktu sudah menunjukkan untuk istirahat, dia langsung masuk keruangannya karena sudah kesal dan tidak tahu kalau jam istirahat sudah tiba.


# Ruangan Presdir


Fano keluar dari ruangan itu menuju lift, semua karyawan melihat tingkah Fano dengan Dakota. Lagi-lagi karyawan semuanya bergosip sampai Fano dan Dakota masuk keruangan tetap digosipi oleh karyawan.


“Kau kenapa begitu bodoh sih” ucap Fano mengelus kepala Dakota yang sudah bengkak. Mereka sudah duduk di sofa.


“Kamu tidak dengar, semua orang sudah menggosipi kita” ucap Dakota.


“Aku tidak peduli dengan orang yang menggosip, aku hanya heran padamu. Kenapa kau harus bersembunyi” ucap Fano menatap wajah istrinya.


“Bukannya kamu tidak ingin kita terlihat sebagai suami istri” ucap Dakota.


“Kaukan bisa meminta pada Naon untuk mengatakannya padaku, kenapa harus datang keruangan” ucap Dakota heran dengan tingkah suaminya.


“Kau masih marah padaku ya, kenapa harus menghindar. Naon lagi ada urusan” ucap Fano berdalih.


“Ah, aku tidak tau kenapa kau bersikap sebagai suami dikantor, padahal kau yang mengajukan perjanjian pernikahan. Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan sesuai dengan isi perjanjian” ucap Dakota.


“Jadi kau belum memaafkan aku” ucap Fano menatap wajah istrinya. Posisi tubuhnya sangat dekat dengan Dakota. Dia menatap lekat wajah istrinya itu.


“Aku sudah memaafkanmu, bisakah kau tidak terlalu dekat denganku” ucap Dakota mendorong tubuh Fano.


“Kenapa, hanya ada kita berdua disini” ucap Fano menggoda istrinya.


“Kalau kau begini, akan terlihat kau bukan seorang Presdir” ucap Dakota.


“Apa maksudmu?” tanya Fano, dia heran mendengar ucapan istrinya.

__ADS_1


“Aku bilang, kau ... kau terlihat seperti pria mesum” ucap Dakota ragu-ragu menjauhkan duduknya dari Fano.


“Aku lupa, aksiku semalam masih kurang, kau yang bilang aku pria mesum, jangan salahkan aku bertindak” goda Fano senyum iblisnya sudah melebar, duduknya sudah berpindah mendekat pada Dakota dan meraih pinggang Dakota.


“Pria ini memang mesum, tidak melihat situasi. Aku bisa habis dilahapnya, seseorang tolong datanglah” batin Dakota.


“Apa yang kau lakukan, bukannya kita mau makan” ucap Dakota mengalihkan pembicaraan. Fano sudah memeluk erat tubuh Dakota.


“Tok ... tok ....” suara ketukan pintu.


Sontak mereka langsung berdiri. Fano langsung menghampiri kursinya. Sementara Dakota sudah merapikan posisi duduknya di sofa.


“Masuk” ucap Fano, dia sudah duduk di kursinya.


“Presdir” ucap Naon menghampiri Fano.


“Ah, ternyata kau Naon” ucap Fano lega melihat situasi begitu juga dengan Dakota.


“Begini Presdir, tamu dari Reliance Industries India sudah tiba dan mereka sudah menginap di Hotel A. Apa Presdir langsung berkunjung siang ini kesana atau bagaiamana Presdir” ucap Naon.


“Nanti malam saja kita berkunjung kesana. Oya, tolong bawakan makan siang untukku dan Dakota keruangan ini” pinta Fano.


“Manajer Naon, tidak perlu pesan untukku, pesan untuk Presdir saja” ucap Dakota memotong pembicaraan.


“Tapi nyonya muda” ucap Naon kebingungan menatap wajah Presdirnya, namun Fano menghiraukan Naon. Naon jadi serba salah.


“Sudah, pesan saja untuknya, aku akan makan dikantin” ucap Dakota mendorong tubuh Naon untuk segera pergi memesan makanan.


“Baiklah Presdir, saya pamit dulu” ucap Naon, dia masih bingung mau pesan dua atau satu porsi makanan. Setelah Naon pergi, Dakota juga ikut pamit.


“Presdir, saya juga undur diri” ucap Dakota, keluar dari ruangan itu.


“Aku sudah meminta dia untuk makan bersama, tapi dia malah kabur” batin Fano.


BERSAMBUNG.........


Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir, jangan lupa jadiin untuk up selanjutnya. Oya tinggalin jempol dan komentar ya🙏🌹

__ADS_1


Vote juga boleh😊


See You🙋🙋🙋


__ADS_2