Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 130


__ADS_3

Selesai memandikan anak dan suaminya, Dakota kembali beranjak kedapur untuk membantu pelayan rumah tangga memasak untuk makan malam. Sementara itu, Fano dan Alfata masih merapikan diri mereka di dalam kamar. Awalnya Dakota memaksa untuk memakaikan pakaian untuk anaknya, namun Alfata menolak.


“Ayah” ucap Alfata sambil memakai bajunya.


“Kenapa” balas Fano juga masih memakai pakaiannya.


“Ayah tidak lupakan hari ini hari apa” ucap Alfata.


“Ayah tidak lupa” ucap Fano.


“Kalau begitu, ayah sudah rencanakan belum hadiah apa yang harus ayah berikan pada bunda” ucap Alfata.


“Sudah” ucap Fano.


“Ayah tidak buat kejutan?” tanya Alfata.


“Kejutan” ucap Fano mengangkat alisnya.


“Iya kejutan, kita harus kerjai bunda, supaya hari ini jadi hari spesial untuknya” ucap Alfata memberikan ide. Alfata langsung berbisik pada Fano untuk melaksanakan rencana kejutan untuk Dakota.


"Tidak bisa, itu sangat konyol, bisa-bisa istriku langsung syok, bahkan dia akan benci padaku” ucap Fano menolak rencana anaknya.


“Ayolah ayah, aku sudah kerja sama dengan kakek dan nenek, mereka juga setuju” ucap Alfata.


“Kalian masih mending tidak apa-apa, setelah kejutan itu, bisa-bisa aku tidak akan dapat jatah darinya, apa aku harus mengikuti saran anakku ini, tapi ....” batin Fano sambil berpikir sejenak.


“Ayah, waktu terus berlanjut, kita harus susun rencana ini, kerja samalah” ucap Alfata kembali membuyarkan lamunan Fano.


“Kau harus tahu, kalau sampai istriku marah padaku, kau harus membujuknya” ucap Fano.


“Ayah tidak perlu khawatir” ucap Alfata sambil mentoskan tangannya pada Fano.


“Pegang ucapanmu” ucap Fano.


Mereka keluar dari kamar untuk melaksanakan rencana kejutan pada Dakota. Rencana kejutan ini Alfatalah yang menghendle, bahkan Alfata sudah berdiskusi dengan pelayan rumah, juga dengan para bodyguard.


Selesai Dakota memasak, Dakota sudah menyusun semua sarapan makan malam di meja makan. Alfata dan Fano tiba-tiba datang menghampiri meja makan. Sesuai permintaan Alfata tadi siang pada bundanya, Dakota sudah memasak ayam geprek kesukaan Alfata.


“Bunda sudah selesai memasak” ucap Alfata. Alfata langsung meraih ayam geprek yang tersaji diatas meja.


“Fata, cuci tanganmu dulu” ucap Dakota memberikan tisue basah untuk anaknya. Alfata dan Fano langsung membersihkan tangan mereka. Begitu juga dengan Pak Purnomo dan Ibu Lena sudah beranjak mendekat ke meja makan.


“Ada apa dengan semua orang, kenapa begitu cepat menghampiri meja makan” batin Dakota. Dakota juga belum mandi. Alfata sudah mencicipi ayam geprek buatan Dakota.


“Bunda, ayamnya tidak enak” ucap Alfata meletakkan sisa ayam geprek yang dia makan di atas meja. Fano ikut mencoba ayam geprek buatan istrinya.


“Uhuk ... uhukk ....” Fano malah batuk saat memakan ayam geprek itu.


“Masakan istriku ini memang enak, aku tidak bisa memuntahkan masakannya” batin Fano.


“Harusnya ayah muntah bukan batuk” batin Alfata. Alfata sudah main mata pada kakek dan neneknya. Mereka ikut mencoba memakan ayam geprek buatan Dakota.


“Kenapa ayam geprek ini melempen” ucap Pak Purnomo langsung meletakkan sisa ayam geperknya diatas meja.


“Serius pa” ucap Ibu Lena pura-pura memastikan. Ibu Lena ikut memakan ayam geprek itu.


“Aduh, kenapa rasanya buruk begini, membuat mama mau muntah” ucap Ibu Lena. Pak Purnomo dan Ibu Lena sudah beranjak menuju ruang tamu.

__ADS_1


“Astaga, kenapa bisa begini, setahuku rasanya seperti biasa, aku bahkan sudah menyuruh Siti untuk mencoba terlebih dahulu dan Siti mengatakan rasanya enak, tapi papa dan mama mertua mengatakan rasanya tidak enak” batin Dakota.


“Bunda, kenapa rasanya tidak enak begini, harusnya bunda buat seperti biasa” rengek Alfata.


“Nak, bunda sudah masak seperti biasa” ucap Dakota mencoba mencicipi ayam geprek itu.


“Ah bunda, kenapa bisa tidak enak begini, aku tidak akan makan” rengek Alfata.


“Fata, kita bisa beli ayam geprek bensu” ucap Fano.


“Aku tidak mau ayam geprek yang lain” ucap Alfata. Alfata sudah berlari meninggalkan meja makan.


“Ada apa denganmu, dia sangat suka dengan masakanmu ayam geprek ini, bahkan dia sudah menunggu sejak tadi pagi, tapi kenapa rasanya tidak enak” ucap Fano. Pandangan Fano sudah sinis pada istrinya.


“Astaga, aku malah memarahi istriku, padahal dia tidak salah” batin Fano.


“Aku akan masak kembali” ucap Dakota.


“Tidak perlu, lebih baik kau mandi, aku akan pesan ayam geprek bensu saja” ucap Fano ikut pergi meninggalkan meja makan.


“Kenapa bisa begini, setahuku rasanya sudah pas” batin Dakota. Dakota sudah cemas pada anaknya. Dari semua masakan yang Dakota masak memang hanya ayam geprek buatan Dakota yang paling Alfata sukai.


“Manajer Naon, coba rasa dulu, apa benar rasanya tidak enak” ucap Dakota pada Naon. Naon langsung mencoba ayam geprek buatan Dakota.


“Huwekk” Naon langsung muntah setelah memakan ayam geprek itu.


"Maafkan saya Nyonya Muda" batin Naon.


“Cukup, kau tidak perlu memakannya lagi” ucap Dakota. Dakota tidak mau lagi menerima kritikan dari orang lain untuk masakannya. Dakota menyuruh pelayan untuk mengamankan ayam geprek masakannya.


Dakota sudah selesai merapikan dirinya, Dakota pun beranjak menuju meja makan. Namun tidak ada satu pun anggota keluarga yang dia temui. Hanya ada Siti di ruangan itu sedang berdiri mematung dengan wajah gelisahnya.


“Siti kemana semua orang?” tanya Dakota.


“Maaf Nyonya Muda, apa Nyonya Muda tidak tahu, barusan Alfata menghilang dari kediaman ini” ucap Siti sambil menunduk.


“Apa kau bilang, menghilang ....” teriak Dakota. Dakota sangat syok mendengar anaknya hilang.


“Suamiku ada dimana?” teriak Dakota kembali, dia meraih handphonenya.


“Presdir dan Manajer Naon sedang melacak keberadaan Alfata saat ini, untuk Tuan Besar dan Nyonya Besar juga ikut mencari keberadaan Alfata” ucap Siti.


“Kenapa bisa begini” ucap Dakota.


“Nyonya, anda tidak boleh keluar, bisa jadi Alfata sudah diculik” ucap Siti.


Saat Dakota beranjak keluar dari ruang makan. Dakota langsung mencek rekaman kamera pengawas untuk mengetahui terakhir kali anaknya ada dimana. Tidak lama saat Dakota masuk kedalam ruangan pengawas, Pak Purnomo sudah terlihat stres melihat hasil rekaman. Benar saja Alfata sudah diculik dalam rekaman itu. Dakota semakin syok melihat hasil rekaman terakhir anaknya.


“Fata, anak ku ....” teriak Dakota. Ibu Lena langsung menghampiri Dakota.


“Nak, tenanglah, Fano sudah menyuruh teamnya untuk melacak keberadaan penculik itu” ucap Ibu Lena menenangkan menantunya.


“Ada apa ini, apa mungkin karena Alfata merengek tadi, dia keluar dari pantauan kita, bagaimana ini? kalau sampai Mr. Pich yang menculik anak ku, hiks ....” tangis Dakota dipelukan ibu Lena.


Tidak lama handphone Dakota bergetar. Dakota langsung membuka layar handphonenya, begitu syoknya Dakota menerima pesan video singkat dari nomor baru di whatsappnya.


“Bunda, tolong aku ....” teriak Alfata. Alfata sudah disekap oleh kedua pria bertopeng. Handphone Dakota langsung terjatuh kelantai. Hampir saja Dakota pingsan karena syok. Ibu Lena sudah membaringkan tubuh Dakota di atas sofa yang ada di ruang tamu dibantu oleh Siti.

__ADS_1


“Siti, tolong ambilkan air putih” ucap Ibu Lena. Siti langsung membawakan air putih. Ibu Lena pun memberikan Dakota air putih untuk diminum. Setelah Dakota meminum air putih itu, Dakota mulai sadar.


“Anak ku ... anak ku ada dimana?” ucap Dakota. Kembali air mata Dakota keluar.


“Nak, serahkan masalah ini pada Fano dan teamnya, Fata pasti segera ditemukan” ucap ibu Lena.


Tidak lama lampu diruang tamu itu dimatikan. Tiba-tiba semua orang sudah datang berkumpul diruang tamu.


“Happy brithday to you ... happy brithday to you ....” ucap semua orang menyanyikan lagu ulang tahun untuk Dakota.


Alfata sudah datang membawa kue ulang tahun, di atas kue sudah tertancap lilin angka 27. Hari ini tepatnya ulang tahun Dakota yang ke 27 tahun.


“Jadi ... jadi semua itu bohongan” ucap Dakota.


“Huhu ....” tangis Dakota meraih tubuh anaknya. Fano langsung meraih kue ulang tahun dari anaknya.


“Sayang, tiup dulu lilinnya” ucap Fano.


“Diam!” teriak Dakota sambil memeluk erat tubuh anaknya. Dakota sangat marah pada Fano.


“Waduh, dia benar-benar marah padaku” batin Fano. Semua orang kembali menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


“Nak, ini semua rencana dari Alfata” ucap Ibu Lena.


“Tiuplah lilinnya, tangan Fano sudah pegal” ucap Pak Purnomo.


“Bisa-bisanya kalian kerja sama” ucap Dakota. Air mata Dakota masih keluar.


“Bunda, maaf ya, ini kejutan untuk bunda” ucap Alfata mencium pipi Dakota.


“Walau ini kejutan, bukan begitu juga, kalau kau benaran diculik bagaimana” ucap Dakota tetap memeluk erat tubuh anaknya.


“Sayang, ayo tiup lilinnya” ucap Fano. Wajah Dakota masih basah, dia pun meniup lilin itu. Setelah ilin itu mati Fano langsung mengecup kening istrinya.


“Selamat ulang tahun sayang” bisik Fano. Namun Dakota tetap menghiraukan tatapan suaminya. Saat ini Dakota masih marah pada Fano. Kembali lampu dihidupkan.


“Yey ... bunda sudah dewasa” ucap Alfata kembali memeluk Dakota.


“Ayo kita makan malam, kakek sudah lapar” ucap Pak Purnomo.


Saat mereka berkumpul dimeja makan. Meja makan sudah tertata rapi, bahkan ayam geprek yang Dakota masak tadi sudah diletakkan di atas meja. Kembali Dakota dibuat syok, pasalnya sudah terletak kalung berlian di atas meja makan tepat di depan kursinya biasa duduk.


“Ini ....” ucap Dakota tidak percaya, sudah melihat kalung berlian yang dia lihat di Mall saat belanja tadi.


“Nyonya Muda, Presdir menyuruh saya untuk membeli kalung ini. Kalung ini awalnya tidak dijual, hanya untuk dilelang, namun Presdir langsung negosiasi dengan desainernya, akhirnya mereka menjual kalung ini” ucap Naon.


“Sayang, aku minta maaf ya, aku tidak akan mengulangi kejadian hari ini” ucap Fano langsung mengalungkan kalung berlian itu dileher istrinya.


“Ehem, apa kita sudah bisa makan malam” ucap Pak Purnomo. Semua orang kembali duduk dikursi masing-masing.


“Jadi, dia benar-benar membeli kalung ini untuk ku, aku hanya menatap kalung ini karena desainnya yang bagus, aku tidak menyangka kalau suamiku ini begitu perhatian dan tahu apa yang aku lihat, walau aku tidak meminta dibelikan, tapi dia ... dia benar-benar membuatku luluh” batin Dakota.


BERSAMBUNG...........


Hai Reader Wanita Presdir, maaf saya telat up, karena saya sibuk kerja mencari sesuap nasi.🙏


Terima kasih sudah mampir, jangan lupa like dan komentar ya, di Vote juga boleh🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2