Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 155


__ADS_3

Tiada hentinya Dakota terus menciumi tangan ayahnya. Bahkan saat ini semua orang membiarkan Dakota dan Pak Elcid berada di taman belakang kediaman Reinhard. Suasana di taman memang sangat tenang, di tambah lagi udara segar dari cuaca juga sangat mendukung. Dakota kembali memeluk tubuh ayahnya sambil memejamkan matanya. Pak Elcid pun mengelus punggung putrinya.


Sedikit kepingan kisah yang sudah Pak Elcid alami sudah dia ceritakan pada Dakota. Walau komunikasi melalui papan tulis kecil, Pak Elcid tetap menceritakan sedikit kisahnya pada Dakota, hingga sampai menjadi tawanan Pak Sutan selama puluhan tahun lamanya.


“Ayah ... sejak hari ini dan seterusnya ... ayah harus janji tidak boleh lagi mengilang ... bisakan ayah berjanji” ucap Dakota sambil melap kelopak mata Pak Elcid yang masih basah. Pak Elcid pun mengangguk pada Dakota.


“Ayah ... sakit sekali melihat ayah tidak bisa bicara padaku ....” ucap Dakota lagi sembari melap pipinya.


“Ayah ... aku tidak akan menangis lagi, jadi tolong ... ayah harus cepat sembuh, supaya ayah bisa bicara pada cucu ayah” ucap Dakota sembari menujuk pada Alfata. Alfata sedang tidur di pangkuan Pak Purnomo. Pak Elcid mulai meraih papan kecil, walau tangan Pak Elcid masih gemetar, Pak Elcid kembali menulis kata demi kata untuk Dakota.


{Ayah akan berusaha, demi Putri ayah} tulis Pak Elcid pada Dakota.


“Ayahku memang hebat, aku pasti menangkap orang yang sudah menahan ayah selama ini” ucap Dakota sambil mengepalkan tangannya. Tangan Pak Elcid kembali menulis kata untuk Dakota.


{Ayah sudah lama kenal Pak Sutan, berhati-hatilah menghadapinya, ada begitu banyak pembunuh bayaran yang menjadi bawahannya} tulis Pak Elcid dengan emot sedih.


“Aku akan hati-hati” ucap Dakota sembari membalas tulisan itu.


{Ayah jangan khawatir} balas Dakota. Pak Elcid mulai tersenyum melihat Dakota. Dakota sudah tumbuh menjadi putri yang dewasa bukan Dakota yang dulu masih kecil di dalam pangkuannya.


Tidak lama kemudian, setelah melepas rindu pada ayahnya. Dakota dan Siti sudah berkunjung kerumah sakit untuk mengunjungi Yoki dan Kela. Dakota sangat menyesal pada keluarga besar Kela karena sudah melibatkan Kela yang masih memiliki balita. Untungnya keluarga Kela sudah paham dengan situasi saat ini karena sebelumnya Pak Purnomo sudah meminta maaf pada keluarga Kela.


“Nyonya Muda ... syukurlah anda selamat” ucap Yoki dari baringannya.


“Yoki ... aku minta maaf sudah melibatkanmu sejauh ini” ucap Dakota sembari menggengam jari-jemari Yoki.


“Nyonya ... anda tidak perlu minta maaf, saya akan pulih secepatnya” ucap Yoki.


“Aku sudah dengar dari Dokter, aku minta maaf ... maaf aku datang terlambat, jika saja aku tepat waktu datang, mungkin kau tidak akan disentuh oleh mereka ... hiks ....” tangis Dakota mulai pecah melihat keadaan tubuh Yoki.


“Nyonya Muda ... saya tidak apa-apa ... anda tidak perlu menyalahkan diri sendiri, saya akan pulih seiring berjalannya waktu” ucap Yoki ikut menitikkan air mata.


“Yoki ... jika kau marah, marahlah padaku, luapkan segala emosimu, akulah yang patut disalahkan untuk semua ini” ucap Dakota.

__ADS_1


“Nyonya ... aku tulus mengatakan ucapanku barusan, aku tidak pernah benci pada Nyonya sampai kapan pun, aku pasti sembuh, kakiku ini pasti bisa berjalan kembali” ucap Yoki sembari melap pipinya.


“Ingin rasanya menolak semua kejadian ini, namun takdir berkehendak lain. Sudah banyak yang menjadi korban karena keegoisan dan perebutan kekuasaan. Aku berpikir selama ini menjadi orang kaya itu hidupnya sudah pasti enak dan terjamin. Namun aku salah ... di balik kekuasaan seseorang ... ada banyak luka yang dia simpan sampai akhirnya dia bisa berada dipuncak kejayaan. Semoga badai ini cepat berlalu ... semoga Presdir dan Manajer Naon segera kembali” batin Siti ikut menangis melihat keadaan Yoki dan Dakota.


###


Siklus hidup yang tidak bisa manusia tolak adalah takdir. Takdir saat dilahirkan, berjodoh dengan siapa hingga wafat dengan waktu yang tidak bisa ditentukan oleh manusia itu sendiri. Selama puluhan tahun berpisah dengan ayahnya. Dakota semakin mulai menyadari kepingan-kepingan memori hingga misteri perjalanan hidupnya sejak dia berpisah dengan ayahnya. Kepingan misteri itu mulai terjawab sekarang, bahkan ketika Dakota sedikit berbincang dengan ayahnya kemarin. Ada hal penting yang harus Dakota pecahkan di dalam kepingan misteri itu.


“Dari penjelasan ayah dan ingatanku saat itu ... siapa pria muda yang sudah menyeret ayah sebelumnya ... aku menyangka pria itu adalah suamiku. Dia bukan Mr. Pich, lalu dimana dia saat ini, apa mungkin pria itu selama ini ikut terlibat mengirimkan bunga mawar itu. Tapi ... seingatku, dia hanya bawahan Pak Sugiono, apa mungkin dia masih setia menjadi bawahan Mr. Pich, kalau iya ... berarti malam ini dia akan tiba” batin Dakota.


“Nyonya Muda” ucap Siti pada Dakota.


“Bagaimana penampilanku?” tanya Dakota pada Siti saat di depan cermin.


“Anda sangat cantik Nyonya” ucap Siti sambil memperhatikan body goals milik Dakota.


“Siti, mask eyes warna apa yang harus aku pakai?” tanya Dakota lagi.


“Ayo kita berangkat” ajak Dakota setelah memakai mask eyes. Siti pun ikut mengangguk, lalu mereka beranjak keluar dari kediaman Reinhard. Siti juga sudah mengubah penampilannya, kali ini Siti merias dirinya dan ikut memakai mask eyes. Kedatangan Dakota kali ini bukan sebagai penari melainkan sebagi tamu undangan.


Sementara itu, di tempat yang berbeda, Fano juga sedang melakukan penyamaran untuk menghadiri Acara Mancanegara kali ini.


“Presdir, sekitar 75 % tamu undangan kenalan Tuan Rapijay sudah tiba di lokasi. Presdir Haris sudah mengirimkan pesan padaku, bahwa anak buah Mr. Pich sudah memasuki lokasi, namun untuk Mr. Pich belum hadir” ucap Naon melaporkan informasi terbaru dari Acara Mancanegara.


“Tidak masalah, Mr. Pich pasti hadir malam ini ... apa kau sudah mengirimkan informasi penting itu pada papaku?” tanya Fano sambil mencek CCTV di kediaman Reinhard. Wajah Fano sudah memerah melihat penampilan istrinya saat keluar dari kamar menuju ruang tamu. Begitu juga dengan Naon ikut melihat video rekaman pengawas itu. Wajah Naon sangat terkejut melihat penampilan Siti sangat berubah drastis dari biasanya, memakai gaun berwarna hitam.


“Sudah Presdir, Tuan Besar sudah melaksanakan sesuai dengan permintaan informasi itu” ucap Naon.


“Tema dari Acara Mancanegara kali ini adalah Rose Black, gaun Siti sangat terbuka ... bagaimana jika pria lain melihat penampilannya” pekik Naon membatin masih memperhatikan penampilan Siti dalam video itu. Tidak lama kemudian, ponsel Fano pun berdering. Fano melihat nama kontak yang menghubunginya adalah Septa.


“Halo” ucap Fano pada ponselnya.


“Tuan ... Tango Alpha Romeo Golf Echo Tango” ucap Septa dari seberang.

__ADS_1


“10-2?” tanya Fano sudah memahami maksud pembicaraan Septa.


“30 km dari Timor Kupang Pati” jawab Septa.


“Solo Garut” ucap Fano.


“8-6” ucap Septa menutup panggilan.


“Ayo kita berangkat” ucap Fano pada Naon.


“Baik Presdir” ucap Naon.


BERSAMBUNG............


Hai Reader 🤗


Mohon like dan komentar ya 🙏


Jangan lupa Vote juga biar author semangat menulis ✍️


Note Author✍️


Tango Alpha Romeo Golf Echo Tango (Target)


10-2 (posisi)


Timor Kupang Pati (lokasi acara mancanegara)


Solo Garut (siaga)


8-6 (Dimengerti)


See You 👋👋👋

__ADS_1


__ADS_2