Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 111


__ADS_3

# Jerman


Tidak ada yang bisa menahan tangis Dakota setelah kepergian Fano. Saat Pak Reinhard dan ibu Lena menenangkan Dakota, dia hanya diam sebentar melap air matanya. Namun saat mereka keluar dari ruangan itu, Dakota kembali menangis sambil memeluk Alfata. Selama seminggu Dakota bersedih di kediaman Pak Reinhard. Bahkan saat ini dia sudah bisa bergerak, tubuhnya bekas operasi juga sudah kering berkat bantuan Dokter keluarga juga makanan yang dia konsumsi di cek secara teratur. Dakota memlih tetap berdiam diri di dalam kamar.


Hingga ibu Endangsi tiba di kediaman Pak Reinhard, sesuai dengan ucapan Pak Admidjaya. Ibu Endangsi dikirim ke Jerman untuk menemani Dakota dan Alfata.


“Ibu ...” tangis Dakota tidak percaya melihat keberadaan ibunya sudah tiba didalam kamarnya, semua ini serasa mimpi bagi Dakota. Bahkan wajah ibu Endangsi terlihat cerah juga segar di tatap oleh Dakota.


“Ini benaran ibu?” tanya Dakota kembali.


“Benar nak, ini ibu” ucap ibu Endangsi langsung beranjak memeluk tubuh Dakota.


“Ibu ... aku kangen sama ibu” ucap Dakota. Tangis Dakota semakin menjadi mendapati ibunya benaran sudah ada dipelukannya.


“Nak, jangan menangis lagi, ibu sudah ada disini” ucap ibu Endangsi melap pipi Dakota.


“Bagaimana keadaan ibu, apa perawatan ibu sudah selesai. Ibu tidak sakit lagikan, tidak kan bu?” tanya Dakota memastikan.


“Keadaan ibu sudah membaik, selama ini Pak Admidjaya dan Haris selalu menemani ibu. Nak, ibu minta maaf sudah merahasiakan segalanya darimu. Bahkan Mr. Pich yang palsu sudah menyekap dirimu” ucap ibu Endangsi.


“Ibu ... ibu tidak perlu meminta maaf, selama ini ibu melakukan itu karena ibu sayang padaku” ucap Dakota melepas pelukannya.


“Ibu minta maaf tidak memberitahukan pada kalian. Pak Sugiono sudah meninggal, beliau adalah bos ibu di kantor tempat ibu bekerja. Namun, dia juga punya bos, selalu memakai topeng tertutup. Saat itu ibu bergabung sebagai penari, bertemu dengan Mr. Pich. Ibu tidak tahu kalau Mr. Pich yang selama ini ibu temani adalah orang yang berbeda. Saat itu ibu tahu dari Tuan Rapijay, dia mengatakan agar ibu hati-hati dengan Mr. Pich karena mereka memiliki niat yang buruk. Ternyata bernar, ibu mendapat kabar dari Haris kalau salah satu dari dua orang yang berbeda dari Mr. Pich itu adalah Pak Sugiono” jelas ibu Endangsi.


“Ibu, semua yang ibu lakukan selama ini, itu demi kebaikanku, aku tidak pernah marah ataupun benci pada ibu. Ibu tidak perlu merasa bersalah. Saat ini ibu sudah sehat kembali, aku sangat bersyukur ibu” ucap Dakota kembali memeluk ibu Endangsi.


“Siapa nama dari putramu ini?” tanya ibu Endangsi memandangi Alfata yang sedang tertidur.


“Namanya Alfata Reinhard, ibu bisa panggil dia Fata” ucap Dakota melepas pelukannya. Dakota langsung meraih tubuh Alfata dari keranjang bayi untuk diberikan pada ibu Endangsi. Ibu Endangsi langsung menerima Alfata kepelukannya.


“Dia tidak mirip denganmu Nak” ucap ibu Endangsi memperhatikan wajah Alfata.


“Benar besan, bayi Alfata sangat mirip dengan Fano saat Fano lahir dulu. Bayi Alfata ini persis seperti foto copy dari Fano” ucap ibu Lena menghampiri Dakota dan ibu Endangsi. Ibu Lena langsung memberikan foto Fano saat bayi dulu.


“Astaga, ini benar-benar mirip” ucap ibu Endangsi memperhatikan foto Fano saat bayi. Dakota yang penasaran dengan foto Fano waktu bayi itu, dia langsung meraih foto itu dari tangan ibu Endangsi.


“Ya ampun, mereka seperti adik kakak” ucap Dakota ikut memperhatikan foto itu dan kembali memandangi wajah Alfata.


“Bukan hanya itu saja, tanggal lahir dan bulan lahir Fano dan Alfata juga sama” ucap ibu Lena kembali membuat ibu Endangsi terkejut. Dakota sudah tahu kalau tanggal lahir anak dan suaminya sama. Padahal Dakota yakin akan melahirkan dibulan yang sama dengan bulan kelahiran Fano namun dia tidak mengira akan meliharkan anaknya secepat itu karena insiden penyekapan itu.


“Kalau tanggal dan bulan lahir mereka sama, aku yakin mereka tidak akan bisa akur” ucap ibu Endangsi.


“Benar besan, aku juga meragukan hal itu, semoga saja hal itu tidak benar” ucap ibu Lena.


“Itu hanya mitos, kenapa kalian percaya” ucap Dakota tidak percaya akan hal itu.


“Tapi sudah banyak yang terjadi nak, saat anak dan si ayah sama lahir ditanggal dan bulan yang sama, biasanya mereka tidak akan pernah akur, selalu bertengkar. Walau si ayah sayang pada anaknya namun saat dekat dengan si anak, bawaan mereka hanya bertengkar saja” ucap ibu Endangsi.

__ADS_1


“Ibu, pamali mengatakan hal itu, sudahlah” ucap Dakota menghentikan pembicaraan itu.


“Semoga saja tidak seperti itu” ucap ibu Lena menimpali.


###


5 Tahun Kemudian


Seiring berjalannya waktu, Dakota sudah tumbuh menjadi gadis dewasa. Usianya saat ini sudah beranjak 27 tahun. Senyum bahagia dia sumbingkan pada kamera saat foto bersama di hari kelulusannya mengambil gelar Magister. Walau sebenarnya dibalik senyumnya itu masih tersimpan begitu dalam kesedihan karena tidak ada Fano dalam kurun waktu 5 tahun terakhir bersama dengannya.


“Ayo Fata, kamu juga ikut foto” ajak ibu Endangsi saat ibu Lena dan Pak Reinhard sudah selesai berfoto dengan Dakota.


“Kakek Buyut, geser sedikit, aku ingin dekat dengan Bunda" ucap Alfata mendorong tubuh Pak Reinhard.


“Kau ini” ketus Pak Reinhard menyenggol lengan Alfata.


“Kakek Buyut ...” teriak Alfata pada Pak Reinhard.


“Aku sudah setua ini, kau masih berani teriak-teriak padaku” teriak Pak Reinhard. Kameramen jadi ikut kebingungan melihat situasi saat ini.


Pak Reinhard terpaksa mengalah, dia mengambil jarak melangkah selangkah. Pasalnya saat ini Pak Reinhard sudah melihat foto copy wajah Fano saat kecil dulu saat Fano berkunjung kekediamannya. Bahkan Fano tidak pernah akur dengannya. Makanya Pak Reinhard sering memukul Fano dimanapun itu. Begitu juga dengan Alfata, dia tidak pernah akur dengan Alfata. Ada-ada saja hal yang membuat mereka bertengkar. Ibu Lena dan Ibu Endangsi hanya menggelengkan kepala memahami hal itu.


“Fata, ada apa denganmu nak, sini biar Bunda gendong saja” ucap Dakota meraih tubuh Alfata.


“Bunda, aku sudah besar” ucap Alfata menolak untuk digendong. Namun Dakota tetap menggendong tubuh Alfata.


Mereka kembali tersenyum pada kamera.


“Tuan Rapijay” ucap ibu Endangsi tidak percaya sudah melihat Pak Rapijay.


“Endangsi” balas Pak Rapijay memeluk tubuh ibu Endangsi.


Mereka saling memeluk karena sudah lama tidak bertemu.


“Lebih baik kita masuk dulu” ajak Pak Reinhard. Mereka kembali masuk keruang tamu untuk berbincang.


Ada hal penting yang ingin disampaikan oleh Dakota pada Pak Rapijay. Karena selama ini Pak Rapijay sangat sibuk. Dia sudah mengetahui kebenaran Dakota menikah dengan Fano, bahkan saat Dakota menyampaikan sudah melahirkan seorang putra. Saat itu Pak Rapijay sudah berjanji akan menemui Dakota dan anaknya. Beruntungnya saat ini Pak Rapijay ada urusan di Jerman, Pak Rapijay menyempatkan diri untuk bergabung dengan mereka.


Lama mereka berbincang, hingga keluarga itu membiarkan Dakota dan Pak Rapijay membicarakan hal serius. Yang paling utama Dakota bawa kehadapan Pak Rapijay adalah sebuah foto keluarga dari Pak Reinhard berserta kedua anaknya Sutan dan Purnomo.


“Untuk apa foto ini?” tanya Pak Rapijay.


“Coba Tuan perhatikan sejenak foto itu?’ tanya Dakota.


“Hmmm, rasanya aku cukup familiar dengan foto ini. Ini anak dari Tuan Reinhard?” tanya Pak Rapijay.


“Tebakan Tuan benar, yang disamping kanan kakek itu adalah papa mertuaku dan yang disamping kirinya itu adalah anak pertama dari Pak Reinhard” ucap Dakota.

__ADS_1


“Apa hubungan foto ini dengan permasalahanmu dan suamimu” tanya Pak Rapijay pada intinya dia bertemu dengan Dakota.


“Saat ini kami mencurigai paman Sutan ini adalah Mr. Pich yang asli. Dari kabar yang sudah beredar beliau sudah meninggal, namun sampai sekarang mayatnya belum ditemukan” ucap Dakota.


“Tunggu dulu, aku tidak asing dengan wajah ini. Ah ... aku pernah bertemu dengannya di Bandara Internasional CDG Paris. Aku bahkan menjatuhkan tanda pengenalnya” ucap Pak Rapijay.


“Bagus Tuan Rapijay, tolong ingat kembali saat itu tanggal berapa jadwal penerbangan Tuan, kita bisa melacak keberadaannya” tanya Dakota penasaran.


“Tunggu dulu, seingatku, namanya bukan Sutan. Apa mungkin karena dia sudah dikabarkan meninggal dunia dia menggunakan identitas baru agar bisa berpergian” ucap Pak Rapijay mengingat kembali.


“Benar Tuan Rapijay, kenapa selama ini tidak terpikirkan oleh kami. Berarti benar dia masih hidup” ucap Dakota.


“Kalau benar dia Mr. Pich yang asli. Kita harus menjebaknya ... aku akan bantu kalian mendapatkan identitas barunya serta keberadaan tempat tinggalnya dari Bandara CDG. Kalau kalian ingin mendapatkan dia, terlebih dahulu kalian melakukan pergerakan yang tidak terduga. Bukan secara sembunyi-sembunyi. Karena dia mudah membaca pergerakan keluarga suamimu. Buat dia masuk pada lingkaran bisnis yang selama ini dia ikuti” ucap Pak Rapijay.


“Maksud Tuan, kita mengadakan acara bisnis Mancanegara lagi dan diadakan di indonesia. Lalu bagaimana mendatangkan tamu undangan nanti untuk bergerak secara natural” ucap Dakota.


“Itu gampang, aku akan menghubungi semua rekan bisnis dan mengundang mereka sebagai rekan dari Reliance Industries. Aku yakin akan banyak tamu undangan yang datang. Dia tidak akan curiga. Namun yang aku takutkan, apa kau sudah siap menghadapi Mr. Pich ini nanti, hal ini akan melibatkanmu juga teman-teman penarimu” ucap Pak Rapijay mengkhawatirkan Dakota.


“Aku sudah siap Tuan. Sudah lama aku menunggu waktu ini. Selama 5 tahun anakku terpisah dari suamiku. Aku tidak sanggup lagi lebih dari itu berpisah dengan suamiku” ucap Dakota.


“Kalau kalian sudah berdiskusi mengenai hal ini. Aku akan bantu sebisa mungkin melindungi anakmu nanti” ucap Pak Rapijay.


“Terima kasih Tuan Rapijay. Ini alasan saya mengundang anda datang kemari” ucap Dakota merasa bersalah sudah melibatkan Pak Rapijay.


“Kau tidak perlu sungkan begitu padaku. Istriku sangat senang mendengarmu sudah punya anak. Kau harus tahu, kau sudah seperti putri kami. Untuk masalah anakmu ini memang lebih baik kau segera pulang ke Indonesia. Aku rasa untuk menarik perhatiannya, lebih baik kau munculkan dirimu pada publik sebagai putri dari keluarga Admidjaya” saran Pak Rapijay.


“Saran Tuan Rapijay sangat tepat. Hal itulah yang akan kulakukan sepulang dari Jerman ini. Tinggal menunggu waktu saja Tuan. Aku akan kembali pulang sebagai cucu kandung dari keluarga Admidjaya. Itu hasil dari diskusiku bersama suamiku dan keluarga besar. Ide ini sebenarnya disampaikan oleh kakek Pak Reinhard” ucap Dakota melirik sejenak pada Pak Reinhard yang sedang asyik bermain bersama anaknya Alfata.


“Jika dia tahu kau muncul sebagai cucu dari keluarga Admidjaya, aku yakin dia akan melakukan pergerakan untuk mendekatimu, saat itu berhati-hatilah melindungi putramu. Walau kalian bilang dia menargetkan putramu. Sebenarnya, aku rasa putramu itu hanya sebagai ancaman saja, dia menginginkan papa mertuamu yang sengsara bukan anakmu” tebak Pak Rapijay menekan foto Pak Purnomo.


“Ini hanya masalah keluarga saja, karena merasa benci yang berlarut-larut. Kalian harus segera memunculkan kartu Joker kalian, jika waktunya nanti sudah tiba” ucap Pak Rapijay kembali.


“Benar Tuan, saat ini kartu Joker kami cucu kandungnya” ucap Dakota.


“Bukan cucu kandungnya, kartu Joker ada pada Pak Reinhard. Pak Reinhard adalah sumber awal mulainya kebencian yang berlarut-larut itu, dia juga akan menjadi solusi. Anggap saja kedua anaknya ini api, maka Pak Reinhard adalah batu esnya” ucap Pak Rapijay menekan foto Pak Reinhard.


“Tapi ... beliau sudah berumur, kami tidak mungkin melibatkan kakek” tolak Dakota.


“Tidak akan ada anak yang tega membunuh ayah kandungnya sendiri. Pengang ucapanku ini” ucap Pak Rapijay menegaskan ucapannya tidak salah. Dakota mengangguki ucapan Pak Rapijay ada benarnya juga.


“Selama ini, Mr. Pich hanya melakukan ancaman, walau ancaman itu berbahaya, dia tidak tega langsung melakukan pembunuhan pada papa mertua. Berarti ucapan tuan Rapijay benar, rasa benci yang mengakar itu bersumber dari kakek Reinhard” batin Dakota.


BERSAMBUNG............


Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir🙏


Author mengucapkan banyak terima kasih sudah mendukung karya author.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar ya, jika berkenan di Vote juga boleh😊


See You 🙋🙋🙋


__ADS_2