Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 135


__ADS_3

Pelayan yang membawakan minuman ternyata adalah Kela. Kela sudah menyamar sebagai pelayan sesuai dengan rencana yang sudah Dakota susun. Begitu terkejutnya Kela melihat keberadaan Irma saat mengantarkan minuman ke meja Dakota. Hampir saja tangan Kela gemetar saat meletakkan minuman yang dia bawa. Bila di ingat kembali, Irmalah yang sudah menyuruh Kela untuk mengantarkan rangkaian bunga mawar berwarna merah pada Dakota.


“Ada apa dengan kalian” ucap Beni. Namun Dakota dan Irma hanya diam tidak menyahuti ucapan Beni. Apa lagi saat ini perasaan Dakota sangat terpukul setelah mendapatkan informasi terbaru mengenai ayahnya dari Irma. Entah pilihan apa yang harus Dakota pilih saat ini.


“Silahkan dinikmati” ucap Kela setelah dia meletakkan minuman pesanan yang sudah Beni pesan tadi.


“Tunggu dulu” ucap Irma.


“Iya Nona” ucap Kela.


“Sepertinya aku pernah bertemu denganmu, tapi dimana ya” ucap Irma sambil memperhatikan penampilan Kela.


“Anda mungkin salah lihat Nona, saya tidak kenal dengan anda” ucap Kela.


“Serius kau mengenalnya, dia pelayan di Restoran IndoBoutik ini, kenapa kau bisa mengenalnya, kau saja tidak pernah datang kemari” ucap Dakota. Dakota ingin menguji ingatan Irma.


“Untungnya gaya rambut dan penampilan Kela di rubah sedikit, kalau tidak wanita licik ini pasti sudah mengenalinya, tidak kusangka matanya jeli juga” batin Dakota.


“Lupakan saja, kau boleh pergi” ucap Irma. Irma langsung meraih minuman wine yang ada dihadapannya.


“Baik saya akan pergi” ucap Kela sambil menunduk pada mereka.


Tidak lama Kela langsung main mata pada Dakota seraya beranjak meninggalkan meja Dakota. Beni pun ikut meraih botol minuman wine yang sudah dia pesan. Sementara Dakota, masih tidak mau meminum minumannya.


“Nona Dakota, bukannya kau haus, aku sudah pesan minuman non alkohol” ucap Beni.


“Aku sudah pastikan minuman itu sudah diisi obat perangsang” batin Beni.


“Akan aku minum” ucap Dakota.


“Dia tidak akan sanggup minum, saat ini dia masih syok” ucap Irma sambil meletakkan botol winenya.


Irma tidak tahu sama sekali rencana busuk Beni dan Sena terhadap Dakota. Sementara Beni, juga tidak tahu apa rencana Irma yang sebenarnya. Hal ini membuat Dakota memanfaatkan keadaan. Walau perasaan Dakota masih cemas memikirkan keberadaan ayahnya, namun tujuan utama Dakota saat ini adalah untuk membalaskan rencana Beni dan Sena padanya.


“Kenapa begitu, apa Nona Dakota sakit?” tanya Beni sambil meletakkan kembali botol minuman winenya.


“Aku baik-baik saja, Irma terlalu khawatir padaku” ucap Dakota. Tidak lama tiba-tiba saja lampu di ruangan itu mati.


“Ada apa ini.”


“Kenapa lampunya mati.”


“Aduh gelap sekali.”


Keluh kesah semua tamu undangan sambil menghidupkan ponsel masing-masing untuk pencahayaan disekitar karena gelap.


Langsung saja ada seseorang dari arah belakang Dakota datang dengan gerakan cepat menggantikan minuman Dakota. Tidak lama kemudian lampu di ruangan itu kembali hidup. Dakota langsung berdiri dari kursinya menghadap pada tamu undangan.


“Maaf untuk semuanya, lampunya tiba-tiba mati karena kesalahan teknis” ucap Dakota sambil menunduk. Semua orang sudah kembali berbincang-bincang lagi.


“Kau tidak perlu minta maaf, hanya kesalahan teknis” ucap Beni.


“Wajar dia minta maaf, orang dia baru saja di angkat jadi anak orang kaya, dia harus cari muka pada tamu undangannya” ucap Irma menyahuti ucapan Beni sambil mengembangkan senyumnya.


“Bicaralah seksukamu” batin Dakota.

__ADS_1


“Nona Irma, kelihatannya kau sangat tidak suka dengan Nona Dakota, apa kalian sebelumnya saling kenal” ucap Beni sambil menatap pada kedua wanita itu.


“Aku tidak kenal dengannya” ucap Irma sambil kembali meneguk minumnya. Dakota kembali diam sambil membalas chat dari suaminya.


{Sayang, barusan lampu mati, apa itu bagian dari rencana juga} pesan dari Fano.


{Iya, bagaimana dengan Sena. Apa Sena juga minum minumannya} balas Dakota.


{Iya, dia minum. Hati-hatilah dengan Beni} balas Fano. Dakota kembali melanjutkan obrolannya dengan Fano melalui pesan whatsapp dan menghiraukan keberadaan Irma yang sudah mulai mabuk.


“Serius kalian tidak saling kenal” ucap Beni.


“Sudah aku bilang, aku tidak kenal dengannya” ucap Irma lagi sambil meneguk minumnya. Kepala Irma sudah terasa pusing juga sakit.


“Ada apa dengan minuman ini, bukannya Beni yang pesan. Tidak mungkin minuman ini diberi obat. Untuk apa Beni mengerjaiku, sudah jelas aku dekat dengan Mr. Pich, tidak mungkin Beni memusuhiku” batin Irma. Mata Irma sudah tidak bisa diajak kompromi dengan baik. Pandangan Irma sudah mulai kabur.


“Nona Dakota” ucap Beni membuyarkan fokus Dakota pada ponselnya.


“Kenapa Beni” ucap Dakota sambil memasukkan ponselnya kedalam tasnya.


“Sedari tadi kau tidak meminum minumanmu” ucap Beni sambil arah matanya tertuju pada botol minuman yang ada di hadapan Dakota.


“Si Beni ini sudah tidak sabaran rupanya, baiklah akan aku minum” batin Dakota. Dakota pun langsung meminum minumannya.


“Lihat, aku sudah minum” ucap Dakota. Minuman itu sudah habis Dakota teguk. Kebetulan Dakota juga sangat haus.


“Baiklah aku akan minum minumanku” ucap Beni ikut menghabiskan botol winenya. Tidak lama Dakota pun ikut merasakan rasa panas dalam dirinya.


“Aduh, kenapa rasanya sangat panas” ucap Dakota.


“Irma” ucap Dakota sambil menggoyangkan lengan Irma.


“Hum, kenapa ini terasa panas” ucap Irma.


“Kenapa tubuhku juga ikut terasa panas begini, aku tidak memasukkan obat perangsang pada wine milikku, apa mungkin pelayan itu ikut memasukkan obat perangsang pada wine milikku juga milik Irma” batin Beni.


“Aku permisi ketoilet dulu, tubuhku sangat panas” ucap Dakota sambil beranjak dari duduknya. Sambil memegangi kepalanya yang tidak terasa pusing Dakota pun berjalan meninggalkan Irma dan Beni. Namun Beni sudah ikut mengekor dari belakang. Karena Dakota merasakan kehadiran Beni mengikutinya. Dakota tidak jadi beranjak ke toilet. Dakota memilih beranjak kearah kamar penginapan yang ada di Mall IndoBoutik.


“Sepertinya obat perangsang itu sudah mulai bekerja, tapi kemana si Sena, aku sudah laksanakan tugasku, kenapa dia belum juga muncul. Aduh, bahkan tubuhku ikut juga panas begini” batin Beni.


Kesadaran Beni sudah tidak stabil lagi bahkan penglihatannya mulai kabur. Dakota pun berbalik badan dan tidak lama kemudian, tiba-tiba saja Siti datang menghampiri mereka.


“Brugh ....” Kaki Siti langsung mendarat ke punggung Beni.


“Siti” ucap Dakota pelan.


“Nyonya, dia sudah pingsan” ucap Siti sambil memperhatikan kondisi tubuh Beni yang sudah ambruk.


“Bawa dia masuk, jalankan saja sesuai rencana” ucap Dakota.


“Baik Nyonya” ucap Siti sambil menyeret tubuh Beni.


Dakota langsung beranjak menuju ruang kerjanya yang ada di Mall IndoBoutik.


“Aduh” ucap Dakota. Karena buru-buru, Dakota sampai tidak memperhatikan langkahnya, dia sudah menabrak seorang pria.

__ADS_1


“Nona, kau tidak memperhatikan jalanmu” bisik pria itu ditelinga Dakota. Tubuh Dakota langsung merinding. Dakota pun melihat tubuh pria itu, tangannya sudah terlihat mulai keriput juga terlihat tangan seorang pria yang sudah berumur. Namun wajah pria itu masih terlihat muda.


Dakota langsung merapikan dirinya.


“Permainan apa yang kau rencanakan, sampai-sampai kau juga membuat Irma mabuk” bisik pria itu lagi. Dengan cepat Dakota mendorong tubuh pria itu.


“Aku tidak ada urusan dengan Irma. Tanyakan saja padanya, kenapa dia mabuk” ucap Dakota.


“Aku tidak bodoh, sangat mudah bagiku membaca situasi saat ini. Di area Mall mu ini, CCTV ada dimana-mana. Jika aku sampai menyadap semua kamera pengawas yang ada di sini, apa kau bisa menjelaskan hal itu padaku” ucap pria itu. Kembali tubuh Dakota merinding mendengar ucapan pria itu. Untungnya Kela langsung datang menghampiri Dakota.


“Nyonya” ucap Kela. Pria itu pun langsung beranjak pergi meninggalkan Dakota.


“Nyonya, anda baik-baik saja” ucap Kela. Dakota langsung mengangguk. Dakota dan Kela pun beranjak menuju ruang kerja Dakota.


Sesampainya di ruang kerja Dakota. Yoki juga berada diruangan itu sedang stand by mengawasi semua hasil rekaman pengawas. Dakota langsung duduk di sofa. Kela sudah memberikan Dakota air putih.


“Nyonya, Sena sudah di masukkan di ruangan yang sama dengan Beni” ucap Kela.


“Pastikan tidak ada yang mengetahui hal ini” ucap Dakota.


“Baik Nyonya” ucap Kela. Kela pun langsung keluar. Selang beberapa menit Fano dan Haris sudah ikut masuk bergabung ke ruangan itu.


“Sayang, kau baik-baik saja” ucap Fano.


“Suamiku” ucap Dakota langsung meraih tubuh Fano. Mata Dakota mulai berkaca-kaca.


“Kenapa kau menangis” ucap Haris.


“Barusan aku bertemu dengan pria asing” ucap Dakota. Dakota sudah menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Fano pun balas mengelus punggung istrinya.


“Kau tidak perlu menangis, aku ada disini” bisik Fano di telinga istrinya.


“Jangan bilang kau bertemu dengan Mr. Pich” ucap Haris. Mendengar Mr. Pich, Dakota semakin erat memeluk tubuh suaminya.


“Yoki, coba kau cek aktifitas Dakota barusan” ucap Haris menghampiri Yoki. Haris dan Yoki dengan seksama memperhatikan pria asing yang sudah menabrak tubuh Dakota barusan. Ternyata dari hasil rekaman CCTV, pria itulah dengan sengaja menabrak tubuh Dakota.


“Benar saja, pria itu Mr. Pich” ucap Haris.


“Jadi, pria itu adalah pasangan Irma” ucap Dakota.


“Benar, pria itu sudah membawa Irma keluar dari gedung pameran” ucap Fano.


“Aku sangat takut padanya, barusan dia berbicara padaku” ucap Dakota.


“Kau tidak perlu takut, kenapa kau harus menghabiskan air matamu untuk orang asing” ucap Fano sembari melap pipi istrinya.


“Barusan Irma memberikan aku foto ini” ucap Dakota menyerahkan foto ayahnya. Fano pun memperhatikan foto itu. Haris langsung medekat ke sofa karena penasaran dengan foto yang di ucapkan oleh Dakota.


“Ini foto editan” ucap Fano menyerahkan foto itu pada Haris. Haris langsung memperhatikan foto itu. Wajah Haris sangat syok menerima foto itu.


“Ini memang foto editan, namun wajah ayah, wajah ayah asli. Ini wajah terbaru ayah” pekik Haris dalam hati.


BERSAMBUNG................


Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir, jangan lupa like dan komentar ya, di Vote juga boleh.🙏

__ADS_1


See You🙋🙋🙋


__ADS_2