
# Admidjaya Group.
Sesuai dengan penyampaian Fano, team pengawas dari Haris sudah melacak keberadaan pria muda misterius yang tertangkap kamera pengawas. Namun anehnya dari celah akses masuk dan keluar menuju kantor Admidjaya Group pria itu tidak tertangkap oleh kamera. Tiba-tiba saja pria itu sudah berada di Ruangan Pers. Semua tim IT bahkan sudah melacak akses keluar dan masuk menuju kantor tidak ada ditemukan pria misterius itu melewati akses tersebut.
Fano yang sudah khawatir akan terjadi hal buruk pada istrinya, dia sudah buru-buru menuju Admidjaya Group, bahkan dia sendiri yang langsung menyetir. Naon sengaja tinggal di kantor untuk mengurusi pekerjaan di kantor.
Sesampainya Fano di Admidjaya Group. Fano langsung beranjak menuju Ruangan Presdir.
“Presdir” ucap Bodyguard utusan Fano.
“Dimana istriku?” tanya Fano pada Bodyguard itu.
“Nyonya Muda masih aman, saat ini nyonya muda sedang rapat dengan klien” ucap pengawal itu.
“Kau yakin dia baik-baik saja” ucap Fano memastikan.
“Nyonya Muda baik-baik saja Presdir” ucap Bodyguard itu memastikan pada Fano.
Fano langsung mengintip ruangan itu dari celah pintu dan mendapati istrinya sedang presentasi. Perasaan Fano langsung lega, dia masih menemukan keberadaan istrinya berada di ruangan itu bersama Pak Admidijaya dan klien bisnis mereka. Keadaan dari Dakota ternyata baik-baik saja. Karena istrinya sedang sibuk bekerja mengurus investor, Fano memilih beranjak keruangan IT dari Admidjaya Group. Fano yakin saat ini Haris sudah berada diruangan itu untuk melacak pria misterius itu.
“Bagaimana, apa kalian sudah menemukan pria itu?” tanya Fano saat dia tiba di dalam ruangan IT.
“Pria ini sangat pandai, tidak ada gunanya kita sebarkan fotonya ke internet” ucap Haris sambil memantau team IT memeriksa semua tamu yang masuk sedari kantornya dibuka.
“Apa maksudmu?” tanya Fano belum mencerna ucapan Haris.
“Penyidik sudah melacak wajah dari pria ini. Wajahnya tidak terdaftar kependudukan Indonesia, sudah semua situs online dicek mengenai wajah dan data pribadinya. Tidak ada sedikitpun terdeteksi” ucap Haris mengepalkan tangannya.
“Aku yakin dia masuk saat wartawan berbondong-bondong tadi, bisa jadi momen itu menjadi kesempatannya. Hah ... kenapa bisa begini. Apa kalian yakin tidak bisa mencek lebih detail” tanya Fano.
“Kami akan berusaha” ucap salah satu team penyidik.
Fano merasa yakin bahawa pria misterius itu pastinya asli orang Indonesia dan tentunya tinggal di Jakarta. Karena tidak puas dengan ucapan team penyidik, Fano mengambil alih komputer mereka dan mengotak atik komputer itu.
“Coba perhatikan baik-baik dari jam tangan dan pakaian yang dia pakai, atau bahkan sepatunya, hingga tanda yang ada diwajahnya” ucap Fano menzoom gambar pria itu.
__ADS_1
Sontak Haris dan semua team penyidik itu sangat terkejut, tidak terpikirkan oleh mereka mengenai hal itu, mereka hanya fokus mengenali wajah dari pria itu.
“Maafkan kami Presdir Fano, kami akan mencoba melakukan pekerjaan kami” ucap penyidik itu merasa bersalah sudah lalai dalam berkeja.
“Tidak sampai terpikir olehku, dia memang luar biasa, kemampuan analisisnya jauh lebih baik dariku” batin Haris memandangi Fano.
“Hari ini kalian harus menemukan bukti, jangan buat Presdir Fano sia-sia datang kemari sudah meluangkan waktunya” tegas Haris pada mereka.
“Baik Presdir” ucap team penyidik itu serentak.
Fano sembari menunggu hasil penyelidikan mengenai pria misterius itu, dia juga melakukan pekerjaannya dari ruangan itu, dia sudah mengabari Naon untuk menggantikan posisinya di kantor. Begitu juga dengan Haris, dia ikut mengawasi pekerjaan dari team penyidik. Butuh waktu selama 3 jam, baru team penyidik itu menemukan bukti mengenai pria itu.
“Hah, ternyata dia menyamar ....” teriak Haris saat menemukan bukti yang falid mengenai pria misterius itu. Mendengar teriakan Haris, Fano kembali menghentikan pekerjaaannya.
“Bagaimana?” tanya Fano langsung mendekat pada team penyidik. Begitu terkejutnya Fano melihat pria misterius itu. Wajah mereka berbeda dari pria misterius yang pertama.
“Bisa kalian jelaskan?” tanya Fano kembali pada mereka sembari menunjuk gambar pria misterius itu.
“Lihat jam tangan dan sepatunya” ucap Haris pada Fano.
Fano langsung membandingkan gambar pria misterius yang pertama dan gambar wajah pria yang kedua. Jam tangan dan sepatu mereka sama persis, tidak ada bedanya, bahkan pemakaian jam tangan itu berada di tangan kiri pria misterius itu.
“Benar Presdir Fano, dia masuk sebagai tamu undangan. Sesuai perintah semua kamera sudah dipasang, sepatu dan jam tangannya sama. Kemungkinan dia mengganti penyamarannya di dalam toilet. Karena pria itu tertangkap kamera masuk dan keluar dari toilet pria. Namun data dari pria ini, dia hanya seorang pengusaha kecil” ucap salah satu dari team penyidik.
“Bagus, jangan sebarkan fotonya. Hari ini juga segera tangkap dia!” perintah Fano mengepalkan tangannya.
“Baik Presdir” ucap team penyidik itu kembali melaksanakan tugasnya.
“Aku yang akan menangani pria ini” ucap Fano pada Haris.
“Kenapa kau harus turun tangan, biarkan mereka yang turun, kau tidak perlu mengotori tanganmu” saran Haris pada Fano.
“Apa kau pikir hal ini main-main, ini menyangkut nyawa istriku” tegas Fano.
“Aku hanya memberikan saran padamu, kau sudah punya anak juga istri, jangan bertindak terlalu gegabah. Aku yakin dia tidak sendiri, pasti dia punya komplotan” ucap Haris.
__ADS_1
“Aku bisa menjaga diriku, yang penting itu kau bantu saja mengawasi istriku” ucap Fano segera keluar dari ruangan itu. Fano berencana menemui kembali istrinya di dalam Ruangan Presdir. Fano merasa istrinya itu sudah selsesai rapat. Namun saat Fano masuk kedalam, dia hanya menemukan keberadaan Eveno.
“Presdir Fano” ucap Eveno menghampiri Fano.
“Kemana istriku dan Pak Admidjaya?” tanya Fano.
“Mereka sudah berangkat ke IndoBoutik bersama dengan investor” ucap Eveno.
“Sudah berapa lama mereka pergi, apa mereka tetap didampingi pengawal” ucap Fano memastikan.
“Mereka baru berangakat sekitar sejam yang lalu. Mereka masih dikawal” ucap Eveno. Mendengar ucapan Eveno, Fanopun beranjak keluar dari Admidjaya Group. Sebelum pria misterius tadi ditemukan, perasaan Fano belum tenang, dia memutuskan untuk menemui istrinya ke IndoBoutik.
# IndoBoutik
Karena kepemilikan dan peresmian IndoBoutik baru di launching hari ini. Semua pengunjung IndoBoutik sudah ramai memadati Mall IndoBoutik. Dapat diketahui IndoBoutik saat ini sudah seperti Mall. Sudah banyak gaun dan pakaian dari desainer ternama di pajang di IndoBoutik. Bahkan ketika launching hari ini, indoBoutik memberikan diskon besar-besaran. Kalau sudah mendengar dan melihat diskon besar-besaran, biasanya kaum hawa akan beramai-ramai berbodong-bondong mengejar diskon.
Saat Fano memasuki lobi dari IndoBoutik, tubuh Fano sudah terasa gerah karena di padati oleh ibu-ibu yang sudah mengambil antrian untuk pembayaran kekasir. Hingga akhirnya salah satu dari keramaian itu menabrak tubuhnya. Padahal Fano berjalan sudah hati-hati dan memperhatikan jalan. Namun entah mengapa dia bisa menabrak tubuh seorang wanita masih muda. Tubuh wanita itu sudah jatuh kelantai.
“Aduh ....” ucap wanita itu memegangi pantatnya. Fano merasa dia tidak salah karena setahu Fano wanita itulah yang sengaja menabrakkan tubuhnya padanya. Fanopun tidak minta maaf pada wanita itu. Wanita itu langsung berdiri.
“Wah, bukannya ini Presdir Fano” ucap wanita itu mendekati Fano. Fano langsung mengenali wajah dari wanita itu.
“Bukannya wanita ini, aku pernah bertemu dengannya, tapi dimana ya” batin Fano.
“Predir Fano, kenapa anda lupa dengan saya, saya wanita yang menemani anda makan saat di Paris, nama saya Sena” ucap wanita itu mengakrapkan diri dengan Fano.
“Kau menyingkirlah. Aku sangat sibuk” ucap Fano menepis tangan Sena, saat Sena mengacungkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Fano.
“Presdir Fano, aku baru saja terjatuh karena anda menabrakku, bahkan belanjaanku masih berantakan, apa anda tidak merasa bersalah, setidaknya traktir aku makan” ucap Sena meninggikan suaranya, membuat semua ibu-ibu pengunjung menggosipi sikap Fano yang sudah terlihat kejam pada wanita.
“Wanita ini mau main-main rupanya” batin Fano.
BERSAMBUNG............
Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir🙏
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar dan Vote😊
See You🙋🙋🙋