Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 136


__ADS_3

Siti masih menyeret tubuh Beni untuk segera masuk kedalam kamar penginapan yang ada di Mall IndoBoutik. Walau tubuh Beni sangat berat, dengan susah payah Siti membaringkan tubuh Beni keatas kasur.


Tidak lama Kela juga datang membawa tubuh Sena yang sudah mabuk dan terlihat gelisah di pelukan Kela. Siti pun ikut membantu Kela untuk memapah tubuh Sena.


“Aduh, kenapa ini sangat panas” ucap Sena. Sena masih setengah sadar, karena pengaruh obat perangsang, membuat tubuh Sena terlihat gelisah. Siti dan Kela pun langsung membaringkan tubuh Sena di atas kasur.


“Siti, Tuan Beni ini tidak benar-benar pingsan kan” ucap Kela sambil membuka pakaian Beni.


“Bentar lagi dia akan bangun” ucap Siti. Sebenarnya perasaan Siti juga tidak enak malam itu. Pasalnya tubuh Siti ikut terasa panas.


“Kela, kenapa perasaanku tidak enak begini” ucap Siti.


“Mungkin kau sangat lelah hari ini, lebih baik sepulang dari sini kau segera istirahat” ucap Kela. Siti belum juga melepas pakaian Sena. Pandangan Siti mulai kabur dan samar-samar.


“Siti, ada apa denganmu, kau baik-baik saja” ucap Kela.


“Entahlah, kepalaku terasa pusing” ucap Siti sambil memegangi kepalanya.


“Biar aku saja yang melepaskan pakaian Sena” ucap Kela sambil meraih tubuh Sena. Sena sudah tidak sadar dengan dirinya. Siti masih memegangi tubuhnya yang mulai terasa panas. Beberapa menit kemudian Kela sudah membereskan pakaian Sena. Kela langsung mengambil foto Sena dan Beni sedang tidur bersama di atas kasur tanpa memakai busana. Setelah mengambil foto, Siti dan Kela pun beranjak keluar dari kamar itu.


“Siti, aku akan berjaga disini, lebih baik kau istirahat saja” ucap Kela.


“Tidak, aku masih harus mengawasi Nona Irma” ucap Siti sembari beranjak meninggalkan Kela.


“Kau yakin baik-baik saja” ucap Kela mengkhawatirkan Siti. Siti tidak menghiraukan ucapan Kela. Siti pun beranjak masuk ke dalam gedung pameran. Siti sudah bertemu dengan Naon.


“Manajer Naon” ucap Siti.


“Siti, dimana Presdir dan Nyonya Muda” ucap Naon pada Siti.


“Mereka ada di ruangan Nyonya Muda. Bagaimana dengan Nona Irma?” tanya Siti.


“Dia sudah pergi bersama pria itu” ucap Naon.


“Pria yang mana?” tanya Siti lagi.


“Pria yang menjadi pasangan Nona Irma malam ini. Pria itu sepertinya sudah tahu rencana Nyonya Muda” ucap Naon.


“Walau pria itu tahu, tapi sepenuhnya untuk membuat Nona Irma mabuk itu bukan dari bagian rencana kita. Nona Irma mabuk itu karena ulah dari Tuan Beni yang memasukkan obat perangsang pada botol minuman itu” ucap Siti sambil memegangi kepalanya.

__ADS_1


“Kau baik-baik saja” ucap Naon langsung meraih tubuh Siti. Tubuh Siti hampir saja terjatuh.


“Kepalaku sedikit pusing, tubuhku juga terasa panas” ucap Siti mulai melonggarkan bajunya.


“Apa yang kau lakukan” ucap Naon langsung menahan tangan Siti untuk tidak membuka bajuanya.


“Tapi disini sangat panas” ucap Siti.


“Apa yang terjadi padamu” ucap Naon. Naon langsung memapah tubuh Siti.


“Manajer Naon” ucap Kela saat Naon memapah tubuh Siti.


“Aduh, kenapa panas sekali” ucap Siti sambil mengipasi tubuhnya.


“Kela, apa yang dia makan seharian ini” tanya Naon pada Kela.


“Aku tidak terlalu memperhatikan hal itu, seharian ini kami sibuk disini. Tunggu dulu, jangan bilang Siti meminum minuman Nyonya Muda yang sudah saya tukar tadi” ucap Kela.


“Maksudmu minuman botol yang sudah di masukkan obat perangsang itu” ucap Naon.


“Benar Manajer Naon, kebetulan saya tadi membawa minuman itu ke balik layar, memang minuman itu sudah bercampur dengan minuman baru. Seingat saya, tadi Siti mengatakan dia haus, dan meminum minuman botol itu sampai habis” ucap Kela sambil megingat kembali saat Siti menghabiskan isi dari botol minuman itu.


“Waduh, bisa gawat ini” ucap Naon.


“Manajer Naon, bagaimana ini” ucap Kela.


“Presdir tidak boleh tau hal ini” ucap Naon pada Kela. Kela pun mengangguk pada Naon. Naon sudah membawa Siti kedalam kamar disebelah kamar penginapan yang di tempati oleh Beni dan Sena. Naon langsung buru-buru memapah tubuh Siti. Saat Naon ingin melepaskan tubuh Siti, namun Siti tidak mau melepas tangannya. Siti malah merangkul semakin erat tubuh Naon.


“Naon bodoh, ini sangat panas” ucap Siti sambil memeluk tubuh Naon.


“Siti, tolong kau lepaskan. Bagaimana aku bisa membantumu kalau kau terus menempel begini” ucap Naon mencoba melepas tangan Siti. Siti tetap memeluk Naon, bahkan bibir Siti malah liar menciumi leher Naon.


“Siti, sadarlah ... kita belum menikah” ucap Naon langsung mendorong paksa tubuh Siti hingga terpental keatas kasur.


“Ini sangat panas, tolong aku” ucap Siti sambil melepas bajunya.


“Astaga Siti, apa yang kau lakukan” ucap Naon sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh Siti.


“Tubuhnya bagus juga, sayangnya aku belum menikah denganmu” ucap Naon lagi. Naon pun meraih ponselnya untuk menghubungi Dokter Mia. Belum sempat Naon membuka layar ponselnya. Siti kembali memeluk tubuh Naon dari belakang.

__ADS_1


“Panas, tolong ... ini sangat panas” ucap Siti. Siti mulai liar lagi meraba punggung Naon bahkan kedua gunung kembar Siti sudah terasa di punggung Naon. Ponsel Naon sudah terjatuh kelantai.


“Kenapa aku terangsang begini” ucap Naon. Naon pun berbalik badan dan mendapati wajah Siti sudah terlihat gelisah.


“Naon bodoh, tolong aku ... ini sangat panas” ucap Siti. Mata Siti mulai berkaca-kaca.


“Kau sangat ceroboh, bagaimana aku bisa membantumu” ucap Naon sembari meraih wajah Siti.


“Aku mau kau” ucap Siti. Siti pun mendaratkan bibirnya pada bibir Naon. Naon sangat syok mendapat serangan ciuman dari Siti.


“Embh ....” Ciuman itu pun langsung diambil alih oleh Naon. Naon sudah menikmati ciuman panjang itu untuk yang pertama kalinya. Ini kali pertama Naon mencium lawan jenisnya di usianya yang ke 33 tahun. Hingga ciuman itu lepas. Siti yang sudah terangsang karena obat perangsang terus melakukan aksinya pada Naon. Pakaian Naon sudah Siti lepas satu persatu. Naon belum sadar pada dirinya, dia membiarkan Siti melakukan aksinya. Karena Naon masih polos, dia pun menampar pipinya berharap aksi yang barusan dia alami hanyalah mimpi.


“Plak ....” Pipi Naon sudah dia tampar dengan keras.


“Aduh, ini tidak mimpi, aku masih sadar” ucap Naon. Saat Naon kembali sadar. Naon kembali syok melihat tubuh Siti sudah setengah bugil. Bahkan tubuh Naon saat ini ikut juga setengah bugil karena ulah Siti.


“Siti, ini tidak benar” ucap Naon langsung menutupi kedua gunung kembar Siti pakai jasnya. Belum sempat Naon beranjak dari kasur. Dengan cepat Siti menarik tubuh Naon. Hingga mereka berdua berbaring diatas kasur. Naon langsung menutup matanya saat jasnya lepas dari tubuh Siti.


“Tolong aku” ucap Siti sembari menciumi dada bidang milik Naon.


“Siti, kalau begini terus, aku ini laki-laki normal. Jangan salahkan aku kalau kau sudah sadar nanti” ucap Naon masih menutupi matanya.


“Aku tidak peduli, aku mau kau” ucap Siti. Mendengar ucapan Siti perlahan Naon membuka matanya. Naon sudah memandangi tubuh Siti yang sudah liar menciumi tubuhnya. Wajah Naon sudah merona melihat tubuh Siti.


“Ah ... aku sudah terangsang. Siti, kalau kau sudah sadar besok, jangan menyesal ya, aku pasti tanggung jawab” ucap Naon. Naon sudah meraih tubuh Siti, perlahan Naon langsung membaringkan tubuh Siti. Mata Naon sudah berbinar-binar menatap kedua gunung kembar milik Siti. Saat Naon ingin mendaratkan bibirnya pada atasan gunung kembar milik Siti. Tiba-tiba saja ada suara ketukan dari pintu kamar.


“Tok ... tok ....” pintu kamar itu sudah Dakota ketuk.


“Naon, kau didalam” ucap Fano. Kela juga bersama dengan mereka. Kela sudah cemas, pasalnya tadi Naon sudah menitip pesan pada Kela agar Fano tidak mengetahui bahwa Siti ikut mabuk karena obat perangsang itu.


“Naon” ucap Fano kembali. Naon langsung sadar mendengar ucapan Fano.


“Iya Presdir, saya disini” ucap Naon menghentikan aksinya. Naon langsung cepat-cepat bergerak meraih pakaiannya.


“Apa yang sudah kulakukan” ucap Naon sambil memakai bajunya. Tubuh Siti sudah Naon selimuti. Naon pun beranjak untuk membukakan pintu.


“Bisa-bisa Presdir marah padaku” batin Naon.


BERSAMBUNG............

__ADS_1


Hai Reader Wanita Presdir, maaf baru bisa up. Dukung selalu novel ini dengan like dan komentar ya, di Vote juga boleh🙏


See You🙋🙋🙋


__ADS_2