Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 119


__ADS_3

Sesampainya Alfata dan Pak Purnomo di IndoBoutik. Mereka beranjak menuju kantor dari IndoBotik yang ada di lantai dua. Saat mereka mau masuk lift, Alfata dan Pak Purnomo sudah mendapati Dakota dan Beni beranjak keluar dari lift, namun Dakota tidak melihat keberadaan anaknya. Pandangan Alfata melihat bahwa pria yang yang sudah berjalan bersama bundanya itu terlihat sangat menyukai Dakota. Alfata langsung menghentikan langkah kakinya.


“Kakek” ucap Alfata.


“Humm ....” singkat Pak Purnomo.


“Kakek kenal tidak dengan pria itu” ucap Alfata berbisik pada Pak Purnomo.


“Sepertinya kakek kenal, dia Beni pebisnis gelap, hanya ingin menggandakan uangnya. Mungkin dia salah satu dari investor IndoBoutik ini” ucap Pak Purnomo.


“Kakek, bekerja samalah denganku, aku tidak mau pria lain mendekati Bundaku” ucap Alfata pada Pak Purnomo.


“Baiklah, kakek akan mengajak Beni untuk makan siang. Ikuti kakek, kau bersembunyilah di belakangku” ucap Pak Purnomo mengajak Alfata.


“Hum” ucap Alfata mengangguk. Alfata dan Pak Purnomo langsung beranjak mendekati Dakota dan Beni.


“Beni” ucap Pak Purnomo, sementara Alfata sudah berjalan mengendap-endap dari belakang Pak Purnomo. Dakota dan Benipun menghentikan langkah mereka. Dakota sudah mengenali suara ini. Dakota perlahan-lahan menoleh.


“Tenyata benar, papa mertua” batin Dakota.


“Pak Purnomo” ucap Beni langsung memeluk Pak Purnomo. Pak Purnomo langsung mengajak Beni mengobrol. Sementara Alfata menghampiri bundanya meraih tangan Dakota untuk meninggalkan Beni.


“Fata” ucap Dakota. Dakota tidak menyangka anaknya akan datang menemuinya ke IndoBoutik.


“Ayo Bunda” ajak Alfata menarik tangan Dakota.


“Nak, pelan-pelan sedikit” ucap Dakota sudah diseret oleh Alfata, belum lagi heels Dakota terlalu tinggi. Setelah merasa yakin sudah jauh dari Beni Alfata mulai mengecilkan langkahnya.


“Ada apa denganmu Fata? Kakek dan klien Bunda kenapa ditinggal?” tanya Dakota melihat ke arah belakang namun Pak Purnomo sudah membawa Beni.


“Aku tidak suka Bunda dekat dengan Om itu, dia sepertinya menyukai Bunda” ketus Alfata.


“Kau masih kecil nak, pikiranmu sudah jauh, tidak baik meninggalkan tamu” ucap Dakota meraih tangan anaknya. Karena Dakota juga lapar dia membawa anaknya untuk sarapan siang.


“Kita mau kemana?” tanya Alfata.


“Kita makan siang, Bunda sudah lapar” ucap Dakota membawa Alfata menuju Restoran yang ada di IndoBoutik. Tidak berapa lama Dakota dan Alfata sudah sampai di depan Rsestoran. Begitu terkejutnya Dakota dan Alfata melihat Fano makan bareng dengan serorang wanita. Karena Dakota penasaran dengan wanita itu, Dakota memperhatikan sejenak wanita yang menemani Fano.


“Sena ... untuk apa dia makan dengan suamiku. Apa mereka dekat?” batin Dakota menghentikan langkahnya.


“Bunda, siapa wanita itu?” tanya Alfata sudah kesal melihat ayahnya menggaet wanita lain selain bundanya.


“Wanita itu Sena, musuh Bunda sewaktu di Sekolah” ucap Dakota melepas tangan Alfata.


“Suamiku ini sudah pakai brewok masih saja diembat wanita lain” batin Dakota.


“Apa Bunda tidak kesal melihat ayah dan wanita itu sudah makan bareng” tanya Alfata.


“Aku bukan hanya kesal, bahkan aku sangat marah ....” ucap Dakota mengepalkan tangannya.


“Bunda, aku tidak mau wanita itu dekat dengan ayah” ucap Alfata.

__ADS_1


“Mari kita singkirkan wanita itu, kau tahu apa yang harus dilakukan” ucap Dakota memandang pada Alfata.


“Tenang saja, serahkan semua padaku. Bunda tidak perlu ikut campur, aku pastikan akan mengusir wanita itu” ucap Alfata menyilangkan kedua tangannya di dada. Alfata langsung meraih kaca mata hitam yang sudah bertengger di kepala Dakota. Alfata langsung memakai kaca mata itu walau kaca mata itu kebesaran diwajahnya.


“Anakku ... semangat!” Teriak Dakota menyemangati Alfata. Alfata mengagguk pada Dakota. Alfata beranjak masuk kedalam Resotran untuk melabrak Fano dan Sena.


Sementara itu Dakota memilih beranjak keruangan lain untuk memantau aksi anaknya mengusir Sena.


Sesampainya Alfata di meja Fano. Fano masih fokus melahap makan siangnya walau Sena mengajaknya mengobrol Fano tetap mengabaikan ucapan Sena. Fano tidak sadar anaknya Alfata sudah menghampiri mejanya.


“Crass ....” Alfata sengaja menyenggol tubuh Sena membuat air jus yang ada pada tangan Alfata tumpah.


“Fata” batin Fano terkejut melihat anaknya sudah menghampirinya dengan Sena. Fano langsung melihat sekitar, Fano merasa kalau sudah ada Fata bisa jadi istrinya juga ada disekitar.


“Jangan sampai istriku salah paham” batin Fano.


“Heh ... anak kecil” teriak Sena memegangi roknya yang sudah basah.


“Maaf kakak” ucap Alfata berpura-pura salah sambil melap tangannya yang basah karena jus itu.


“Maaf katamu! Kau tidak punya mata!” Bentak Sena. Fano masih celingak celinguk melihat sekitar dan tidak menemukan keberadaan Dakota disekitar, untuk sementara Fano merasa lega.


“Wah kakak jelek, aku punya mata nih” ucap Alfata melepas kaca matanya sambil mengejek Sena.


“Woekk ....” ejek Alfata pada Sena membuat emosi Sena naik.


“Kau tidak diajari orang tuamu ya!” Teriak Sena membuat semua orang yang ada di Restoran melihat sekitar.


“Siapa bilang dia tidak diajari” ucap Dakota menghampiri meja Fano.


“Kau ... bukannya kau Dakota ... beraninya kau menyiramku ....” teriak Sena balas meraih minuman yang ada dimejanya untuk dia siram pada Dakota. Alfata sudah mengambil tindakan melindungi Dakota. Sementara itu, Fano langsung menepiskan tangan Sena membuat tangan Sena menabrak gelas yang ada dimeja.


“Singkirkan tanganmu!” teriak Fano pada Sena.


“Bisa gawat ini, istriku bahkan tidak melirikku” batin Fano menatap Dakota.


“Presdir Fano, tolong aku, dia duluan yang main siram” ucap Sena merasa Fano akan membelanya.


“Wah ... kenapa ribut-ribut.”


“Siapa diantara mereka yang jadi pelakor.”


“Aku lihat sedari tadi pria itu bersama wantia itu, kemungkinan wanita yang baru datang ini istrinya.”


Gosip semua orang yang ada di dalam Restoran.


“Presdir Fano” ucap Sena mulai mendekat pada Fano.


“Lebih baik kau menjauhi pria ini” ucap Dakota menarik tubuh Fano untuk menjauh dari Sena.


“Kau tidak berubah ya, perebut kekasih orang, dulu kau juga merebut Janter dari Irma, sekarang kau bahkan ingin merebut Presdir Fano dariku” teriak Sena menarik kerah baju Dakota.

__ADS_1


“Wanita ini, siapa yang merebut siapa” teriak Dakota mendorong tubuh Sena. Fano langsung menangkap tubuh Dakota kedalam pelukannya.


“Sayang, untuk apa kau teriak-teriak” ucap Fano menutup mulut Dakota.


“Sayang” ucap Sena terkejut mendengar ucapan Fano pada Dakota.


“Kakak jelek, kau memang pelakor, ayah dan bundaku sudah menikah, kau masih saja mengembat suami orang” teriak Alfata kembali menyiram air yang ada di meja itu pada Sena membuat seluruh tubuh Sena basah.


“Kau!” pekik Sena melap wajahnya.


“Astaga, jadi wanita yang sedari duduk dengan pria itu yang pelakor.”


“Aku kira mereka akan jambak-jambakan.”


Kembali semua orang bergosip. Mendengar keributan didalam Restoran dan melihat Dakota sebagai pemilik dari IndoBoutik, Manajer dari Restoran langsung memanggil bodyguard untuk menarik Sena keluar dari ruangan. Fano langsung melepas pelukannya dari Dakota.


“Sena, ini anak dan istriku. Aku masih kasih kau kesempatan, kau boleh pergi, tapi ingat jangan muncul lagi dihadapanku maupun dihadapan istriku, kalau tidak kau akan tahu konsekuensinya” tegas Fano. Fano langsung memainkan tangannya, akhirnya bodyguard yang sudah berada di Restoran langsung menyeret Sena untuk segera keluar dari ruangan itu.


“Kenapa kalian menarikku” teriak Sena.


“Sial, aku pastikan akan kembali lagi membalaskan hari ini. Dakota, kau berani denganku ....” batin Sena.


“Aku bisa sendiri!” teriak Sena. Namun bodyguard itu tetap menyeret Sena untuk keluar dari ruangan itu.


“Untuk semuanya saya minta maaf, silahkan nikmati hidangan kalian kembali” ucap Yoki. Yoki sebagai penanggung jawab dari IndoBoutik sedari tadi mencari Dakota. Ternyata Dakota berada di dalam Restoran dan mendapati Fano dan Daktoa sedang ribut-ribut didalam Restoran.


Fano dan Dakota kembali duduk, namun Dakota tidak melirik pada Fano walau Fano sudah berusaha untuk mencuri perhatian dari Dakota.


“Nyonya Dakota” ucap Yoki pada Dakota. Yoki langsung berbisik pada Dakota. Setelah Yoki menyampaikan pesan, Dakota langsung mengangguk pada Yoki.


“Kalau begitu saya undur diri Nyonya dan Tuan Muda Fano” ucap Yoki undur diri.


“Fata kau makan dengan ayah. Bunda ada yang harus diurus” ucap Dakota tanpa melirik pada Fano.


“Bunda” ucap Alfata ingin ikut dengan Dakota.


“Bukannya kau lapar” ucap Fano menahan Dakota.


“Aku tidak nafsu makan, bawalah Alfata bersamamu, lagian jam makan siang sudah mau lewat, kau juga harus kembali kekantormu” ucap Dakota beranjak keluar dari Resotran.


“Ayah, kau sudah buat Bunda marah” ketus Alfata. Tidak berapa lama Pak Purnomo sudah masuk kedalam ruangan itu.


“Kau mau kembali pulang atau tetap bersama ayahmu” tanya Pak Purnomo pada Alfata.


“Aku mau sama Bunda” ucap Alfata berlari menghampiri Pak Purnomo.


“Baiklah, kakek akan mengantarmu” ucap Pak Purnomo. Mereka sama-sama keluar dari Restoran itu.


BERSAMBUNG............


Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir, jangan bosan untuk tinggalin like dan komentar ya🙏

__ADS_1


Vote juga boleh,😊


See You🙋🙋🙋


__ADS_2