
# Lokasi Perumahan Kosong di Kota X
Dakota sudah sadar dari kantuknya, dia mendapati kedua kaki dan tangannya terikat dengan tali, namun saat dia mencoba bersuara, mulutnya tidak bisa dia gerakkan. Dia menatapi ruangan itu terlihat seperti gudang pabrik yang sudah kosong. Dakota langsung melihat sekitar, begitu terkejutnya Dakota sudah menemukan tubuh mama mertuanya ibu Lena dan Pak Purnomo juga kakeknya Pak Admidjaya disekap diruangan yang sama dengannya.
“Humh ... humh ...” teriak Dakota memandangi tubuh Pak Admidjaya masih pingsan, begitu juga dengan Pak Purnomo masih pingsan tergeletak dilantai. Sementara itu, ibu Lena sudah menangis melihat menantunya terkapar dilantai. Perlakuan yang sama juga terjadi pada ibu Lena, Pak Purnomo dan Pak Admidjaya, bahkan mulut mereka di tutupi pakai lakban berwarna hitam.
“Ya ... Tuhan ... ini tidak adil, kenapa insiden ini kembali lagi, aku mohon ... selamatkan anakku ini” ucap Dakota membatin. Air mata Dakota sudah mengalir, tubuhnya sudah susah untuk bergerak, dia hanya bisa terbaring.
“Humhh ...” teriak ibu Lena mencoba mendekati tubuh menantunya.
Tidak berapa lama seorang pria memakai topeng ditemani gadis-gadis cantik sudah masuk kedalam gudang itu.
“Dia ... bukannya dia Mr. Pich, ah ... aku ingat, gadis itu pelayan SPA yang sudah memberikan kami jus tadi siang. Kenapa aku begitu bodoh ... Lalu dimana Yohana dan Siti” batin Dakota kembali memperhatikan sekitar.
“Siram mereka!” perintah pria itu. Gadis-gadis cantik itu langsung melaksanakan perintah dari pria itu untuk menyiram tubuh Pak Purnomo juga tubuh Pak Admidjaya.
“Crasss ... crasss ...” suara air membasahi tubuh Pak Purnomo dan Pak Admidjaya.
Tidak berapa lama, pria itu sudah duduk ditengah-tengah area gudang. Dakota hanya bisa diam, dia sangat takut kalau dia salah bergerak, akan terjadi hal buruk padanya, apa lagi dia sudah hamil kalau terjadi sesuatu nanti pada anaknya. Pak Purnomo dan Pak Admidjaya langsung sadar mendapati tubuh mereka sudah basah kuyup. Tubuh Pak Purnomo langsung meronta-ronta melepaskan tali pengikat tangannya.
“Purnomo, kau sudah tidak sabar ya” ucap pria itu. Begitu juga dengan Pak Admidjaya ikut meronta menggerakkan tubuhnya.
“Buka mulut mereka” perintah pria itu. Gadis-gadis itu langsung melaksanakan perintah pria itu.
“Mr. Pich ...” ucap Pak Admidjaya saat mulutnya sudah terbuka.
“Aku tidak salah lagi mendengar suaramu, kau buka saja topeng palsumu itu” ucap Pak Purnomo.
“Hahaha ... kalian sudah tidak sabar lagi, kalau aku buka topengku ini, takutnya menantumu itu langsung pingsan mengenali wajahku” ucap pria itu.
Pak Admidjaya langsung menatap pada cucunya Dakota.
“Jadi .. kau yang sudah membunuh istriku, bajin**...” teriak Pak Admidjaya.
Mendengar ucapan pria itu, benar saja tubuh Dakota langsung gemetar bahkan sudah keringat dingin.
“Dia yang membunuh nenek, membawa ayah kabur” batin Dakota.
“Cucuku Dakota, tenanglah nak, dia tidak akan membunuhmu” ucap Pak Admidjaya menenangkan tubuh Dakota.
“Sayang, tenangkan dirimu. Pejamkan saja matamu nak, anggap ini sedang berada di rumah ...” ucap ibu Lena menenangkan menantunya.
“Hahaha ... keluarga yang bahagia, ada menantu, mertua, kakek, bentar lagi suamimu juga akan bergabung disini” ucap pria itu menatap tubuh Dakota.
__ADS_1
“Kau tidak perlu berbasa basi, lepaskan saja topengmu itu, aku sudah tahu kau Sugiono” ucap Pak Purnomo.
“Kau tidak pernah berubah Purnomo, padahal kau sudah disekap, kau masih saja sombong. Disini akulah bosnya, kalau kau bertindak, aku tidak akan segan-segan membunuh menantumu ini” ucap pria itu. Pria itu langsung membuka topengnya dan menatap tajam pada Dakota.
“Haaaahhh ... dia ... dia pembunuh nenek ... kakek tolong aku, dia ...” teriak Dakota ketakutan mengenali wajah Pak Sugiono.
“Nak, jangan lihat dia, tarik nafasmu dalam-dalam” ucap ibu Lena, kembali ibu Lena menangis melihat keadaan menantunya.
“Ibu... ibu... tolong aku, hiks ...” tangis Dakota. Dakota langsung menutup matanya, dia tidak berani lagi menatap wajah Pak Sugiono.
“Sugiono, bisa tidak ... kau jangan jadi pecundang” teriak Pak Admidjaya mencemaskan cucunya.
“Sugiono, sudah cukup main-mainnya, tolong segera kau katakan, apa yang kau inginkan dari kami” tegas Pak Purnomo.
“Hahaha ...” tawa Pak Sugiono. Membuat emosi Pak Purnomo semakin naik.
“Sial, aku harus tahu dulu, apa dia dibalik semua kekacauan yang ada dalam rumah tanggaku selama ini” batin Pak Purnomo.
“Aku mengumpulkan kalian untuk melihat penderitaan menantumu ini” ucap Pak Sugiono, dia langsung duduk dikursinya. Gadis-gadis cantik tadi kembali kepelukannya.
“Kenapa kau harus menargetkan dia, saat dia sedang hamil tua begini” teriak Pak Admidjaya, bahkan air mata Pak Admidjaya sudah menetes melihat wajah cucunya sangat mirip dengan istrinya ibu Milen, seolah-olah Pak Admidjaya menyaksikan penderitaan cucu sekaligus istrinya.
“Aduh ... Admidjaya, kau masih ada tenaga rupanya. Apa perlu aku suruh gadis-gadisku ini menghajarmu” ucap Pak Sugiono.
“Bisa tidak, kau melepaskan menantuku. Apa yang kau mau ... Perusahaanku ... silahkan ambil saja” ucap Pak Purnomo memancing pak Sugiono untuk mengungkapkan masud dan tujuannya mensekap mereka di ruangan kosong itu.
“Pak Purnomo memang orang yang tidak sabaran. Aku lupa mengatakan padamu Lena, saat kau hamil tua dulu, apa kau ingat, Purnomo juga menyeret dirimu, haha ...” ucap Pak Sugiono. Ibu Lena dan Pak Admidjaya saling menatap, begitu terkejutnya mereka mendengar penjelasan Pak Sugiono.
“Oh, jadi kau sedang main catur denganku, kau bahkan tahu urusan rumah tanggaku” ucap Pak Purnomo.
“Purnomo... Purnomo... aku sangat puas melihat rumah tanggamu hancur. Apa kau tahu, akulah yang menyuruh Dokter kandungan itu, mengatakan tubuhmu tidak subur. Harusnya kau percaya pada istrimu, ternyata kau tetap membenci Lena sampai sekarang. Bahkan kau meragukan Fano sebagai anakmu” ucap Pak Sugiono.
“Bagus, lanjutkan, aku mau tahu sampai mana kau sudah merusak rumah tanggaku” batin Pak Purnomo.
“Kalau kau sangat benci pada Purnomo, kenapa kau melibatkan aku, membunuh istriku juga menghilangkan anakku, hah...” teriak Pak Admidjaya.
“Admidjaya, kenapa kau menghabiskan tenagamu untuk teriak-teriak. Aku sangat benci pada kalian berdua, jauh sebelum kalian mengenal Milen, aku sudah lebih dulu kenal dengannya” ucap Pak Sugiono.
“Kau...” pekik Pak Purnomo tidak percaya dengan ucapan Pak Sugiono.
“Maksudmu apa bajin**” teriak Pak Admidjaya kembali.
“Akulah yang mengeluarkan beasiswa sekolah untuk Milen dari dia mulai SD hingga ke Perguruan Tinggi, namun Perusahaan ayahku bangkrut, aku tidak bisa membantunya lagi sampai dia lulus kuliah. Aku lebih dulu bertemu dengan Milen. Tapi dia memilih lebih akrab berteman denganmu Purnomo, padahal aku selalu membantu dia mengerjakan tugas sekolah, menemaninya. Aku sudah pernah menyatakan cintaku padanya saat SMA dulu, tapi dia menolakku. Bahkan saat aku kuliah di Perguruan Tinggi yang sama dengan kalian, aku kembali menyatakan cintaku padanya, lagi-lagi dia menolakku, malah menjodohkan aku dengan temannya. Aku pikir karena dia tidak mau punya kekasih saat masih kuliah, namun aku salah, dia bahkan langsung menikah denganmu Admidjaya, apa kau tidak tahu betapa sakitnya hatiku ini” teriak Pak Sugiono.
__ADS_1
“Hah, kau sudah setua ini, sudah punya anak juga cucu, masih saja memikirkan Milen, bahkan kau tega membunuhnya, kalau kau mencintai Milen seharusnya kau tidak menghilangkan nyawanya ...” teriak Pak Purnomo.
“Kau tidak mencintai istriku, kau hanya psikopat, beruntung istriku menolakmu” pekik Pak Admidjaya. Sementara itu ibu Lena mencoba terus mendekati tubuh Dakota. Dakota masih menutupi matanya.
“Benar yang kau katakan, setidaknya dia tidak jadi milik kalian berdua. Dia sudah pergi, haha ...” ucap Pak Sugiono tertawa.
“Purnomo, apa kau tahu selama ini anakmu Fano itu pasti sudah melakukan tes DNA denganmu, dan kau tahu dia sudah tahu kalau kau ayah kandungnya, kalau dia tahu kau meragukan Fano sebagai anakmu, bagaimana perasaan Fano nanti, haha... kita tunggu saja dia datang” ucap Pak Sugiono kembali.
“Kau tahu apa mengenai rumah tanggaku, kau pikir aku orang bodoh, aku juga melakukan hasil tes DNA dengan anakku jauh dari yang kau pikirkan, kalau dia bukan anak kandungku untuk apa aku menyerahkan sepenuhnya perusahaanku padanya. Apa kau pikir aku sepenuhnya meragukan anakku, kalau aku meragukannya sudah lebih dulu aku melenyapkannya, aku hanya ingin tahu pecundang mana yang sudah mengusik kehidupan rumah tanggaku” ucap Pak Purnomo menegaskan ucapannya.
Ibu Lena langsung terkejut mendengar penuturan dari Pak Purnomo. Selama ini hal itu yang selalu ibu Lena sembunyikan dari Fano. Ibu Lena sangat takut kalau anaknya itu mengetahui penyebab Pak Purnomo berlaku kasar padanya.
“Huuhuhu ...” tangis Ibu Lena meledak mendengar ucapan suaminya. Ibu Lena begitu lega mendengar bahwa anaknya Fano sudah diakui oleh Pak Purnomo.
“Mama mertua, jangan menangis ... hiks ....” ucap Dakota ikut menangis. Dakota sudah tahu alasan mama mertuanya mendapat perlakuan kasar dari papa mertuanya.
“Wah, wah... Lena, kenapa kau harus menangisi suami yang tidak mencintaimu ini. Cintanya hanya untuk Milen” ucap Pak Sugiono.
“Kau tidak tahu arti cinta itu seperti apa, kau hanya psikopat” ucap Pak Purnomo.
“Kau yang lebih psikopat, kalau kau sudah tahu Fano anak kandungmu, kenapa kau masih menyiksa istrimu” ucap Pak Sugiono.
“Sudah semakin jelas, ternyata kau dibalik semua kekacauan rumah tanggaku, tapi aku yakin kau bukan sendiri, aku tidak perlu memberitahumu alasanku menyiksanya, itu urusanku dengannya. Bukannya kau tahu aku sangat benci orang yang berbohong” ucap Pak Purnomo. Pak Sugiono langsung mendekati tubuh Dakota.
“Sial, jadi aku sudah gagal selama ini. Lalu bagaimana jika kita bermain-main dengan menantumu ini, mengingat menantumu ini sangat mirip dengan Milen, membuatku benci melihat wajahnya, ingin rasanya aku membunuh menantumu ini” ucap Pak Sugiono memegangi dagu Dakota.
Dakota sudah menangis ditatap oleh Pak Sugiono.
“Kau...” teriak Pak Admidjaya.
Tidak berapa lama, terjadi suara tembakan dari luar gudang.
“Bang ... bang ...” suara tembakan semakin dekat dengan mereka.
“Sial, pengawal yang ada diluar tidak berfungsi, cek siapa yang datang” perintah Pak Sugiono pada gadis-gadisnya.
BERSAMBUNG...........
Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir, 🙏
Jangan lupa like dan komentar kalian.
Kalau berkenan berikan Vote ya untuk mendukung novel ini👍
__ADS_1
See You 🙋🙋🙋