Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 44. Belum Siap


__ADS_3

“Kenapa dia semakin marah. Ah, aku nggak tau apa yang harus aku ungkapkan, memang wanita tidak bisa ditebak isi hatinya” batin Fano.


“Kenapa kamu diam? Apa aku salah bicara” ucap Dakota. Fano tidak merespon, kakinya mulai melangkah semakin dekat pada tubuh istrinya itu.


“Nona Dakota Kaif, bisakah kau tidak berprasangka buruk kepadaku. Aku tidak pernah melirik wanita manapun. Ini juga sudah larut, bolehkah kita pulang, mamaku sudah mencemaskanmu” ucap Fano. Namun Fano tidak menunggu jawaban istrinya, dia sudah menarik tangan istrinya dengan paksa keluar dari rumah langsung menuju mobil.


“Kau mau apa? kenapa main seret aja” ucap Dakota diseret Fano masih bertelanjang kaki.


Yohana dan Naon yang berada diluar rumah terkejut melihat Fano sudah menarik paksa Dakota masuk kemobil. Yohana hanya diam menggelangkan kepalanya. Sementara Naon ikut mengejar Presdirnya.


“Aih, sakit tau. Kau bahkan tidak bisa memperlakukan wanita dengan baik” ucap Dakota memegangi pergelangan tangannya. Tubuhnya sudah terpental di bagian kursi belakang.


“Bam ....” Fano langsung menutup pintu mobil, dia sudah duduk dibagian setir dan menyalakan mobil itu.


“Presdir, bagaimana dengan saya” ucap Naon terlihat bodoh berdiri dipinggir jalan. Mobil mewah Fano sudah melaju dengan cepat meninggalkan Naon.


“Manajer Naon, sepertinya kamu harus naik gojek. Ini tas dan sepatu Dakota” ucap Yohana menyerahkan barang-barang Dakota yang tertinggal, dia kasihan melihat Naon sudah larut malam masih mengurusi pasangan suami istri yang sedang marahan, bahkan ditinggal pula.


“Sepertinya begitu nona Yohana. Saya pamit dulu” sahut Naon menerima barang-barang Dakota, dia melambaikan tangan pada Yohana dan melangkahkan kakinya sambil memainkan handphonenya untuk memesan gojek. Yohana membalas lambaian tangan Naon.


Sepanjang perjalanan Dakota tidak berbicara sedikitpun, pandangan matanya mengarah keluar jendela. Dia masih memegangi pergelangan tangannya, matanya sedikit berkaca-kaca. Perlakuan Fano tadi terlalu kasar baginya. Bahkan tas dan sepatunya masih tinggal di rumah.


# Kediaman Reinhard.


Sesampainya di lobi rumah Fano. Fano langsung keluar dari mobil.


“Selamat malam tuan muda” ucap para pelayan. Mereka sudah berdiri disamping mobil dan terkejut melihat Fano yang menyetir mobil.


“Tolong kalian parkirkan” ucap Fano melempar kunci mobil pada pelayan pria. Dia membuka pintu mobil karena Dakota belum keluar juga.


“Kau sangat betah duduk disini” ucap Fano sudah membuka pintu. Namun Dakota tidak merespon perkataan Fano, dia masih duduk tenang memalingkan wajahnya. Terpaksa Fano berbuat semaunya.

__ADS_1


“Grebb ....” Fano langsung mengangkat tubuh Dakota, tubuh Dakota tidak digendong seperti perlakuan pengantin pria menggendong pengantin wanitanya dengan perlakuan lembut, melainkan diletakkan Fano tubuh Dakota kepundaknya. Hal itu membuat Dakota terkejut.


“Lepaskan aku ....” teriak Dakota meronta-ronta.


Semua orang yang ada dirumah itu terkejut melihat nyonya muda mereka sudah meronta-ronta di pundak Fano.


Fano mengabaikan teriakan istrinya, dia tetap melangkah mengabaikan orang-orang yang ada didalam rumah. Bahkan ibu lena terkejut melihat aksi putranya itu dan hanya bisa menggelengkan kepala, dia tidak ingin ikut campur urusan anak dan menantunya. Dia hanya bisa besyukur bahwa menantunya baik-baik saja.


“Lepaskan aku ... ah ... perutku sakit tau” teriak Dakota meronta-ronta memukuli punggung Fano.


Fano tetap melangkahkan kakinya dan menerima pukulan istrinya itu membawa istrinya masuk kekamar. Fano menendang pintu kamar dan langsung melemparkan tubuh Dakota di atas kasur mereka.


“Aduh ....” teriak Dakota membenarkan posisi tubuhnya yang sudah terpental diatas kasur. Bagian pahanya sudah terbuka karena rok pendek kantor yang dia kenakan sudah naik keatas.


Sementara itu, Fano sudah membuka baju dan celananya langsung melemparkan bajunya kesembarang tempat. Dia hanya mengenakan boxer kecilnya. Melihat tubuh suaminya sudah bugil membuat Dakota terkejut dengan tingkah suaminya.


“Apa yang kau lakukan” ucap Dakota, belum sempat dia duduk, tubuhnya sudah ditekan oleh Fano. Tubuh Dakota sudah tidak bisa bergerak bahkan roknya sudah naik, kedua tangannya sudah dikunci dan digenggam oleh satu tangan Fano.


“Kau bahkan membuatku cemas, kalau saja terjadi sesuatu yang buruk padamu, aku tidak akan memaafkan diriku” batin Fano.


“Krak ....” atasan baju istrinya itu sudah dikoyak paksa oleh Fano, bahkan roknya yang pendek ikut juga ditarik oleh suaminya.


Tubuh istrinya itu sudah terbuka mengenakan bra. Kedua gunung kembar Dakota yang mulus sudah menjulang membuat mata Fano berbinar-binar, melihat hal itu Fano langsung menjilati kedua gunung kembar Dakota.


“Lepaskan aku” ucap Dakota masih meronta-ronta. Tenaganya tidak sanggup melawan tenaga Fano, bahkan tubuhnya dikunci erat.


Fano tetap melaksanakan aksinya dan menghiraukan perkataan istrinya, bahkan tangannya yang satu sudah masuk kearea terlarang tubuh Dakota dan memainkan tangannya menari-nari dibalik pembungkus kecil area terlarang Dakota.


Tubuh Dakota malah menggeliat menerima perlakuan suaminya, sepertinya perlakuan Fano membuat tubuh Dakota terangsang. Fano melihat tubuh istrinya sudah terangsang, dia melaksanakan aksinya, bibir Fano tetap menjilati tubuh istrinya itu, sekali-kali dia memaksakan bibirnya mendarat kebibir Dakota dan memainkan bibir seksi Dakota. Lepas dari bagian bibir Dakota, Fano menjilati kembali tubuh Dakota menuju bagian pusat bahkan sudah mendarat dibagian pembungkus area terlarang Dakota.


“Tolong...tolong jangan perkosa aku” ucap Dakota, air mata Dakota sudah keluar. Mendengar kata tolong membuat Fano menghentikan aksinya. Dia langsung memandang wajah Dakota sudah penuh dengan air mata yang menetes.

__ADS_1


“Aku mohon padamu, tolong jangan perkosa aku, hu ... hu ....” ucap Dakota memandang wajah Fano, air mata itu berlinang.


“Ah, apa yang kulakukan” ucap Fano sudah sadar melepas tubuh Dakota, tangan Fano sudah meninju kasur membuat kasur itu bergoyang. Fano berbaring di samping tubuh istrinya itu, dia merasa menyesal sudah berlaku kasar pada istrinya, apa lagi istrinya sudah menangis.


Dakota menangis sejadi-jadinya menutupi wajahnya. Dia tidak menutupi tubuhnya diatas kasur yang sudah bugil akibat ulah Fano. Dia hanya menangis karena terkejut dengan aksi suaminya yang memaksa secara tiba-tiba.


“Sayang ....” ucap Fano sudah memeluk tubuh Dakota.


“Aku minta maaf sayang” ucap Fano memakaikan selimut pada mereka berdua, dia masih memeluk tubuh istrinya itu, sementara itu Dakota hanya menangis.


“Sayang, lihat aku” ucap Fano membuka tangan Dakota dari wajahnya. Dia tidak tega melanjutkan aksinya, apa lagi istrinya mengeluarkan air mata. Hal itu memandakan bahwa istrinya itu belum siap untuk melayaninya.


“Hiks ....” Dakota hanya menangis memandang wajah suaminya.


“Aku minta maaf sayang” ucap Fano. Kedua tangan Fano sudah bertengger memegangi wajah istrinya. Dengan lembut dia menyeka air mata istrinya itu.


“Aku belum siap melayanimu” ucap Dakota pasrah diperlakukan oleh suaminya. Matanya masih berkaca-kaca memandangi Fano.


“Aku minta maaf, aku tidak akan memaksamu. Hari ini aku sangat mencemaskanmu, bagaimana jika kamu tidak aku temukan, aku bahkan sudah memarahi semua orang yang ada dirumah” ucap Fano menjelaskan kecemasannya. Dakota tertegun mendengar ucapan suaminya itu.


“Jika kau marah padaku, pukul saja aku. Lampiaskan amarahmu padaku, jangan pergi kabur meninggalkan aku” ucap Fano, dia meletakkan tangan istrinya didadanya.


Sontak mata Dakota sudah memandangi tubuh Fano, dia melihat ada sedikit bekas luka ditubuh suaminya itu. Dakota terdiam dan memandangi tubuh Fano, ada bekas jahitan yang masih tampak terlihat olehnya. Baru kali ini dia dengan jelas memandangi tubuh Fano, abs sobek Fano masih diraba dengan lembut oleh telapak tangan Dakota.


“Ternyata benar yang dikatakan Siti, tubuhnya penuh luka karena ulah papa mertua” batin Dakota meraba abs Fano.


BERSAMBUNG.........


Hai Reader Wanita Presdir. Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa jadiin Favorite plus jempol dan komentarnya ya.🙏🌹


Vote juga boleh😊

__ADS_1


See You🙋🙋🙋


__ADS_2