Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 156


__ADS_3

Tema untuk acara Mancanegara kali ini adalah Black Rose. Sesuai dengan tema, para tamu undangan sudah memakai drestcode black rose. Parkiran Hotel Admidjaya sudah dipenuhi oleh mobil sprot keluaran terbaru milik Pak Rapijay. Sebagian besar tamu undangan yang datang memang rekan bisnis Pak Rapijay. Begitu juga dengan mobil yang biasanya Fano naiki, saat ini sedang membawa Dakota, sudah sampai di lobi utama Hotel Admidjaya. Heels silver rancangan desainer Jimmy Choo yang Dakota kenakan sudah mendarat di lantai lobi utama Holel Admidjaya.


“ ... Wah ... siapa wanita ini ....”


“Body Gols ... kedua wanita itu benar-benar cantik.”


“Sepertinya mereka Nyonya Kaya dari perusahaan terkenal di Indonesia.”


“Aku rasa mereka belum ada pasangan.”


Bisik tamu undangan ketika Dakota dan Siti memasuki Aula Hotel. Pandangan Dakota sudah tertuju pada sekitar ruangan. Sebelum memasuki Aula, semua orang harus melalui pemeriksaan untuk masuk kedalam. Pengawasan di sektiar sudah ketat, baik oleh pihak pengawal milik keluarga Admidjaya dan pihak keluarga Reinhard. Pasukan intel dari pihak kepolisina juga sudah masuk kedalam ruangan bergabung sebagai tamu undangan.


“Haris sudah melakukan tugasnya, kamera pengawas yang dia katakan sangat rapi tersembunyi, tidak mudah disadari oleh tamu. Bagaimana dengan rencana Tuan Rapijay, apa beliau sudah sampai?” batin Dakota.


“Nona ... mohon maaf, kami sedang pemeriksaan” ucap salah satu penyambut tamu wanita pada Dakota dan Siti. Dakota pun menyerahkan tasnya, begitu juga dengan Siti. Tubuh Dakota dan Siti juga di periksa.


“Sudah selesai, mari ikut dengan saya” ucap penyambut wanita itu. Mereka mengikuti langkah wanita itu menuju Aula Hotel. Ketika memasuki ruangan, ada banyak tatapan mata sudah memperhatikan penampilan Dakota dan Siti. Ruangan aula hotel sudah di sulap menjadi ruangan pesta. Semua orang yang ada di dalam ruangan diharuskan memakai mask eyes.


“Ini pertama kalinya aku memakai gaun seksi ... aku bisa menghadapi badai ini ... semua demi kebaikan kami” batin Siti sambil megenggam erat gaunnya. Dakota pun menganggukkan sedikit dagunya pada Siti. Siti sudah memahami maksud Dakota, Siti pun langsung bergabung menemui para tamu undangan.


“Ini sudah jalan 4 hari aku tidak bertemu denganmu, aku berharap malam ini menjadi akhir dari penderitaan yang sudah kita lalui, aku masih berharap kau kembali kesisiku. Sebenarnya sangat berat untuk mengikuti acara ini, aku akan teringat aroma tubuhmu. Melihat ruangan ini, ingatanku kembali mengingat momen saat kau menatapku dengan seksama walau aku memakai topeng wajah. Bahkan kita dipertemukan kembali dalam sebuah pernikahan. Sungguh kita memang berjodoh ....” batin Dakota.


“Ini aku ....” bisik Haris pada Dakota sambil menggengam jari-jemari Dakota.


“Haris” ucap Dakota pelan.


“Deren ... panggil nama samaranku” bisik Haris lagi di telinga saudarinya itu.


“Mr. Gipi, apa Mr. Pich sudah berada diruangan ini?” bisik Dakota bertanya.


“Dia belum datang, namun orang-orangnya sudah ada disekitar kita ... hati-hatilah menghadapi mereka, barusan aku mencek identitas mereka, mereka merupakan pembunuh bayaran, walau mereka sudah melewati pemeriksaan dari pengawas, sepenuhnya mereka belum bersih dari senjata tajam” ucap Haris pelan sambil merangkul pinggang Dakota agar terlihat bahwa mereka hanya berbincang. Haris tetap memperhatikan sekitar untuk mengawasi setiap gerak-gerik semua orang yang berada di ruangan itu.


“Berapa jumlah mereka?” tanya Dakota mulai ikut terlihat normal balas meraih lengan Haris.


“Sekalipun mereka banyak, kita tidak akan kalah jumlah. Papa mertuamu juga sudah berdiskusi denganku. Sejauh ini lokasi ini masih aman dari bahaya. Lihat arah jam 3, pria itu sudah menunggu sedari dia tiba di ruangan ini” bisik Haris lagi sambil mengarahkan pandangan matanya kearah pukul tiga. Dakota pun melihat arah pukul tiga, dari penampilan dan postur tubuh itu, Dakota sudah dapat mengenali penampilan pria itu.


“Aku akan menghampiri Tuan Rapijay” ucap Dakota sembari melepaskan tangannya dari lengan Haris.


“Hati-hatilah” bisik Haris sembari mencium punggung tangan Dakota, agar terlihat bahwa Haris sedang merayu Dakota untuk pamit undur diri. Dakota pun langsung menghampiri orang yang berada di arah pukul tiga tadi.


“Deren” ucap Pak Rapijay sembari memegang bahu Dakota.


“Tuan Rapijay, anda sudah tiba” ucap Dakota balas mencium pipi kanan dan pipi kiri Pak Rapijay.


“Kau terlihat kurusan” ucap Pak Rapijay sembari menarik tangan Dakota untuk duduk semeja dengannya. Dakota mengikut saja kemana Pak Rapijay mengajaknya untuk berbincang dengan tamu undangan. Sesuai dengan rencana sebelumnya dengan Pak Rapijay, karena ini pertama kalinya Dakota sebagai tamu undangan, Dakota harus menampakkan diri sebagai istri dari Fano.


Waktu pun terus berjalan, bahkan hiburan sudah tersediah untuk menunggu tamu memenuhi ruangan aula itu. Setelah semua tamu saling berbincang, MC pembawa acara sudah naik kepanggung.


“Ladies and gentleman” ucap MC pembawa acara.

__ADS_1


“Mari kita berikan tepuk tangan kepada para tamu yang sudah hadir dari India” ucap Protokol dalam bahasa Inggris.


“Prok ... prok ....” tepuk tangan dari tamu undangan.


"Orang-orang yang ada diluar sudah tewas" pekik Pak Rapijay dalam hati.


“Fokus pada pintu masuk, Mr. Pich sudah tiba” bisik Pak Rapijay pada Dakota sembari memperhatikan jam tangannya. Ternyata jam tangan Pak Rapijay merupakan ponsel pribadinya, hasil rekaman kamera pengawas dari area gedung sudah terhubung pada ponselnya, Pak Rapijay pun melihat dalam jam tangnnya bahwa Mr. Pich sudah tiba. Dakota langsung menoleh kearah pintu masuk gedung. Benar saja, walau memakai mask eyes, dari postur tubuh pria yang baru saja datang itu sudah bisa Dakota kenali, bahwa pria itu adalah Pak Sutan. Tangan Daokota mulai mengepal melihat kedatangan Pak Sutan dengan Irma dan para bawahannya.


“Sepertinya mereka datang bukan untuk menghadiri pesta” ucap Dakota langsung sadar.


“Hancurkan tempat ini ....” teriak Pak Sutan pada orang-orangnya.


“Dor ... dor ....” suara tembakan mengarah pada lampu hias gedung.


“Crang ....” lampu hias itu langsung pecah. Semua sumber cahaya pada ruangan itu dalam sekejap langsung padam. Para tamu undangan langsung syok mendapat serangan mendadak.


“Awas ... selamatkan dirimu ....” ucap Pak Rapijay langsung mendorong tubuh Dakota untuk menjauh dari arah lampu hias itu.


“Ah ... tolong ....”


“Ada apa ini, kenapa bisa ada pembunuh bayaran ....”


“Gelap sekali ... dimana jalan keluar ....”


Teriak semua orang sambil berlari. Pak Sutan langsung duduk dikursi yang disediakan oleh bawahannya.


“Temukan wanita itu ....” teriak Pak Sutan sambil memakan permen karetnya. Para bawahan milik Pak Sutan itu langsung menghancurkan setiap meja yang ada di ruangan itu.


“Para tamu undangan ... saya minta maaf atas kejadian ini, tolong kalian segera berlindung ....” teriak Haris memakai mikrofon.


“Dor ... dor ....” para pengawal itu langsung menyerang orang-orang milik Pak Sutan.


“Argh ....” teriak salah satu tamu undangan ketika tubuhnya terluka parah karena serangan senjata api dari bawahan Pak Sutan.


“Bunuh saja mereka dan segera temukan wanita itu ....” perintah Pak Sutan.


Semua orang sudah gelisah dengan kondisi mereka. Tidak banyak yang berhasil keluar dari gedung itu, sebagian mereka sudah bersembunyi di bawah meja, sebagian lagi sambil menunduk mengangkat tangan pertanda menyerah.


“Serang mereka ....” teriak Pak Rapijay pada orang-orangnya.


Baku hantam pun terjadi di ruangan itu. Bahkan setiap benda yang ada di ruangan itu langsung hancur, sudah ada banyak darah yang tumpah akibat penyerangan itu.


“Larilah ....” ucap Pak Rapijay pada Dakota sambil mengeluarkan senjata apinya. Dakota pun berpaling, lalu melihat sekitar, namun tidak lama kemudian seorang pria langsung menarik rambutnya.


“Ah ....” teriak Dakota. Tubuh Dakota langsung tersungkur kelantai. Melihat Dakota sudah diserang oleh seorang pria, Siti dengan cepat berlari untuk menyelamatkan Dakota.


“Bugh ....” Tendangan kaki Siti langsung mengenai pria itu.


“Siti, awas ....” teriak Dakota ketika Irma datang untuk menyerang dari arah belakang. Dakota langsung menarik kaki Irma. Menyadari kehadiran musuh, Siti langsung berpaling dan melayangkan kakinya.

__ADS_1


“Bak ... buk ....” Siti langsung menyerang tubuh Irma. Tubuh Irma langsung terpental kelantai.


“Wanita jal*ng ini” pekik Irma sembari meraih senjata apinya.


“Crang .... “ gelas minuman kaca yang ada dilantai langsung Dakota lempar pada Irma. Pecahan gelas itu pun mengenai kepala Irma.


“Nyonya ....” teriak Siti pada Dakota saat tangan Dakota ikut terluka.


“Matilah kau wanita luknut ....” ucap Dakota sembari mengatur nafasnya. Kepala Irma sudah berdarah. Siti pun langsung menekan tangan Irma dengan kakinya, lalu meraih senjata api yang ada di tangan Irma.


“Sakit ....” ucap Irma sambil memegangi kepalanya. Irma sangat syok mendapati darah di tangannya semakin banyak karena bercucuran dari kepalanya.


BERSAMBUNG.........


Cerita Mini


Author masih tidur nyenyak dan sedang bermimpi berpelukan dengan Justin Bieber.


Reader : Thor ... kapan up lagi?


Masha pun datang dan menghampiri author "Thor bangun, readermu menunggu" sahut Masha sembari mengguncang tubuh author.


Bernard Bear pun ikut membangunkan author.


Bernard Bear "aihihihi"


"Sial ... lagi mimpi ciuman Ama Justin malah gak jadi. Bernard Bear dan Masha, kalian ngapain kesini, harusnya di ANTV menghibur Alfata" gerutu author.


Tukang tabok online pun datang "ayo serang author biar sadar"


Merekapun langsung menyerang author.


"Bak ... buk ... bak" serangan bertubi-tubi. Tubuh author yang langsing seketika jadi membengkak.


"Kenapa kalian ikut menyerang author, harusnya kalian bantu Dakota, nasib-nasib" ucap author sembari memegangi wajahnya.


Reader "Thor kemana aja sepekan ini?😠😡


Author "Kabur ... ada reader galak😩😭🏃🤸


Dakota pun ikut mengejar author. "Thor, gimana kelanjutan kisahku" ucap Dakota.


Author "author gak sanggup, takut ditabok" ucap author sembari lari terbirt-birit.


Dakota pun berhenti mengejar author.


"Dasar author, kebanyakan mimpi, kisahku gak jalan jadinya" batin Dakota.


Dakota "Reader yang terhormat, mohon like dan komentar ya, biar author lanjutin kisahku dan suamiku"🙏

__ADS_1


See You 👋👋👋


__ADS_2