
Pelayan langsung mengamankan meja yang sudah ditempati oleh Dakota dan membersihkan pecahan gelas Dakota. Dakota masih memegangi kostumnya yang basah, sementara Pak Rapijay dan Mr. Pich kembali duduk dikursinya.
“Deren kamu tidak apa-apa” ucap Yohana menghampiri meja Dakota. Kostum Dakota jadi kotor karena ciprakan air anggur tadi.
“Aku yakin pria yang menghalangi Dakota untuk tidak meminum anggurnya adalah Haris” batin Yohana.
“Aku tidak apa-apa Yona” ucap Dakota memegangi kostumnya.
“Serius nona Deren tidak apa-apa?” tanya Pak Rapijay.
“Hmm, wanita yang menarik. Ternyata ada yang melindungimu, aku hanya mencoba untuk menggertak, namun minuman itu tidak bisa membantu” batin Mr. Pich.
“Tuan Rapijay dan Mr. Pich saya undur diri sebentar untuk merapikan diri, ada teman saya Yona yang akan menemani kalian” ucap Dakota minta izin.
“Ya, silahkan” ucap Mr. Pich dan Pak Rapijay bersamaan. Dakota melangkah ke toilet, namun Yohana mengikutinya dari belakang.
“Deren tunggu dulu” ucap Yohana menghentikan langkah Dakota.
“Kenapa kamu ikut Yona” ucap Dakota berbalik badan.
“Aku mau tanya, yang mana Mr. Pich” bisik Yona ditelinga Dakota.
“Yang memakai topeng, dia memberiku minumannya tadi, sebenarnya aku juga ragu untuk meminum minuman itu. Hati-hatilah menghadapinya” bisik Dakota.
“Baiklah, aku akan tangani dia, segeralah bergabung dengan kami” ucap Yohana.
Yohana kembali menemui Pak Rapijay dan Mr.Pich. Dia sudah melihat mereka sedang asyik mengobrol.
“Tuan-tuan, apa boleh saya bergabung” ucap Yohana memotong pembicaraan mereka.
“Silahkan bergabung gadis cantik” ucap Mr. Pich.
“Mr.Pich saya bergabung kesana dulu” ucap Pak Rapijay sudah berdiri dari duduknya.
“Silahkan tuan Rapijay” ucap Mr.Pich. Pak Rapijay beranjak dari mejanya menuju meja lain.
Sepeninggalan Dakota, Yohana sudah mengajak Mr. Pich mengobrol.
Sesampainya Dakota ditoilet wanita, dia membersihkan air anggur yang menempel dikostumnya dengan air dan dia keringkan dengan tisu yang ada di dalam toilet.
“Bagaimana bisa tuan Rapijay mengatakan bahwa ibuku sudah meninggal, lalu bagaimana dengan Mr. Ela, apa dia juga sudah meninggal?. Tadi dia bilang Mr. Gipi anaknya Mr. Ela, kemudian ibu dan Mr.Ela dulunya adalah sepasang kekasih. Apa mungkin Mr. Ela adalah ayahku” batin Dakota penuh dengan pertanyaan.
__ADS_1
“Ah, kenapa pria itu harus menyenggolku sih. Tunggu dulu ... apa mungkin didalam minuman itu ada sesuatu seperti yang dikatakan oleh kakek. Lalu siapa pria yang sudah membantuku tadi, aku merasa dia sengaja menyenggolku, kalau Haris aku belum bertemu dengannya. Begitu juga Mr. Gipi dan Mr. Kley aku juga belum bertemu dengannya” ucap Dakota, dia berbicara sendiri di toilet itu, tidak sadar bahwa seorang pria sudah berada didalam toilet.
“Dia mencari aku dan Mr.Gipi” batin Fano mendengar ucapan terakhir Dakota.
“Brugh” saat Dakota berbalik tidak sadar dia sudah menabrak tubuh seorang pria.
“Kenapa dia tidak memakai matanya” batin Fano.
‘Ah, tuan apa yang anda lakukan disini?” tanya Dakota heran dengan pria yang sudah masuk ketoilet wanita.
Fano hanya diam memandangi tubuh istrinya. Dia memperhatikan tubuh itu sangat terbuka memperlihatkan setiap lekuk. Tubuh yang sudah dia kenali saat ini dia lihat dari dekat. Dia semakin kesal dan geram, kenapa istrinya itu harus memakai kostum terbuka dihadapan semua orang.
Dakota merasakan aura pria itu semakin dingin, apa lagi pria itu menatapi tubuhnya.
“Apa yang pria ini lihat, ini juga di dalam toilet wanita” batin Dakota.
“Apa yang tuan lihat” ucap Dakota menutupi tubuhnya.
“Kau masih ada rasa malu, aku pikir urat malumu sudah hilang nona” ucap Fano.
"Tuan, apa yang anda maksud. Anda jangan macam-macam disini” ucap Dakota melindungi tubuhnya, tubuhnya refleks ketakutan.
“Nona, kenapa kau ketakutan. Tadi kau sangat berani memperlihatkan tubuhmu ini pada semua orang” bisik Fano ditelinga Dakota. Jarak Fano pada Dakota sangat dekat, bahkan Fano tidak memberi ruang untuk Dakota bergerak.
“Tuan, apa yang kau lakukan” ucap Dakota mencoba mendorong tubuh pria itu. Namun Fano semakin mempererat pelukannya.
“Kenapa wangi dari tubuh pria ini mirip dengan Fano. Apa mungkin pria ini suamiku, kalau iya bagaimana bisa dia mengenaliku” batin Dakota masih dipelukan pria itu.
“Tuan tolong lepaskan saya, saya sudah punya suami. Tolong jaga sikap anda, ini juga toilet wanita. Anda salah masuk toilet” ucap Dakota mendorong tubuh Fano.
“Sadar juga kau sudah bersuami” batin Fano.
Fano melepaskan pelukannya dari Dakota.
“Nona, pelukan yang kuberikan itu hanya untuk menutupi bentuk tubuhmu dari mataku ini” ucap Fano menyerahkan gaun yang sudah didapatkan oleh Naon pada Dakota.
“Apa ini tuan?” tanya Dakota memperhatikan kantong bungkus pakaian.
“Pakailah itu, aku akan menunggumu diluar” ucap Fano keluar dari toilet.
Ternyata Naon sudah ada diluar toilet mencegah orang lain masuk kedalam toilet.
__ADS_1
“Tidak salah lagi, dia adalah suamiku, postur tubuh dan suaranya juga sama. Kalau sampai dia mengenali aku, mampuslah aku nanti” batin Dakota mengganti pakaiannya.
Beberapa menit kemudian Dakota sudah mengganti pakaiannya. Gaun yang diberikan oleh Fano ternyata sesuai dengan warna mask eyes yang dia pakai, gaun itu terlihat elegan dan tidak terbuka. Walau begitu gaun itu membuat bentuk tubuh Dakota terlihat anggun dan langsing. Kostum yang sudah kotor itu dia masukkan kedalam kantong bungkus tadi. Dia keluar dari toilet wanita sambil menenteng kantong bungkus tadi ditangannya.
Benar yang dikatakan oleh Fano, dia sudah menunggu Dakota didepan pintu toilet.
“Tuan, kenapa anda masih menunggu saya” ucap Dakota. Dakota terkejut melihat sudah ada dua pria yang menungguinya diluar. Fano langsung mengambil kantong bungkus yang ditenteng oleh Dakota. Dia menyerahkan kantong itu pada Naon. Naon menerima kantong itu dan menunduk untuk undur diri.
Dakota dan Fano sudah masuk kembali keruangan. Dakota melihat Yohana masih berbincang-bincang dengan Mr. Pich. Dakota memilih bergabung semeja dengan Yohana.Ternyata Fano mengikut kemana istrinya itu untuk duduk.
“Mr. Kley, kemana saja kamu” tanya Mr. Pich saat Dakota dan Fano menghampiri meja itu.
“Mr. Pich, apa kabar?” tanya Fano sudah duduk disamping Mr. Pich.
Dakota masih berdiri mematung disekitar meja.
Dia sangat syok mendengar nama pria yang disebutkan oleh Mr. Pich adalah Mr. Kley, dia semakin terkejut dan gugup.
“Jadi dia Mr. Kley. Fano adalah Mr. Kley” batin Dakota.
“Saya baik, seperti yang anda lihat Mr. Kley” sahut Mr. Pich.
“Deren kenapa kamu tidak duduk” ucap Yohana melihat sahabatnya itu bengong. Mendengar nama yang disebutkan oleh wanita itu adalah Deren membuat Fano juga ikut syok dan terkejut.
“Deren ... hmm, menarik sekali, istriku ini adalah Deren” batin Fano.
“Eh, iya Yona” ucap Dakota dia langsung duduk di antara Fano dan Yohana.
“Nona nama anda Yona” tanya Fano heran mendengar nama Yona mirip dengan nama sahabat istrinya Yohana.
“Iya tuan, perkenalkan nama saya Yona” ucap Yohana menjabat tangan Fano.
“Oya, panggil saja saya Mr. Kley nona” ucap Fano membalas jabatan tangan Yohana.
“Kenapa pria ini mirip dengan suaminya Dakota” batin Yohana.
Mereka kembali berbincang-bincang. Tidak berapa lama kemudian Haris menghampiri meja mereka.
BERSAMBUNG...........
Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir. Jadiin favorit untuk up selanjutnya. Jangan lupa like dan komentar ya.🙏🌹
__ADS_1
Vote juga boleh😊
See You🙋🙋🙋