
Fano terlihat kebingungan keluar dari ruangan itu bahkan wajahnya sudah terlihat stres, dia tidak tahu kenapa Dakota tidak mengenalinya, bahkan dirinya disebut seorang pembunuh. Kembali semua orang kebingungan di luar Ruangan ICU.
Dakota kembali tidur karena efek dari obat penenang. Setelah Dokter Mia dan Pak Admidjaya keluar dari ruangan itu, ibu Lena dan Yohana serta Siti langsung masuk. Sementara Fano, Haris dan Pak Admidjaya kembali menghadap pada Dokter Mia untuk membicarakan masalah serius yang dialami oleh Dakota.
# Ruangan Dokter Mia
“Dokter, apa ingatan cucuku sudah kembali” tanya Pak Admijaya saat mereka sudah duduk di kursi masing-masing.
“Benar yang anda sampaikan Pak Admidjaya. Saya langsung jelaskan saja pada kalian. Aku rasa kalian sebagai keluarga terdekat dari pasien sudah mengetahui hal ini, bahwa pasien sudah pernah di sugesti untuk menghilangkan ingatan buruknya saat dia berusia 6 tahun, tepatnya 14 tahun yang lalu. Saat ini ingatan pasien kembali kemasa 14 tahun yang lalu saat dia berusia 6 tahun. Namun untuk ingatan setelah itu dia masih belum bisa mencerna, karena ingatan buruk ini sangat mempengaruhi pikirannya" ucap Dokter Mia.
“Benar yang anda sampaikan Dokter, ini memang salah saya, saat kejadian buruk itu terjadi, dia tidak bisa tidur selama berhari-hari, hanya berteriak-teriak mengucapkan pria pembunuh yang membunuh ayahnya, bahkan dia selalu mencari ayahnya, padahal mayat anak saya sampai sekarang belum ditemukan. Karena hal itulah kami mensugesti pikirannya untuk menghilangkan ingatannya yang buruk itu, ternyata semua ingatan Dakota hilang total, dia hanya mengingat ibunya, semua kenangan bersama dengan ayah dan neneknya juga mengenai saya ikut hilang” ucap Pak Admidjaya.
“Lalu kenapa dia mengatakan aku sebagai pembunuh Pak Admidjaya, andakan tahu saya tidak pernah membunuh” tanya Fano.
“Dalam ingatan Dakota, ada dua pria yang membunuh ayah dan neneknya, salah satunya dia sebutkan pria muda yang membawa bunga mawar berwarna merah. Namun saat itu hanya dirimu yang membawa bunga mawar berwarna merah dari hasil penyelidikan di Resort Kota X, saat 14 tahun yang lalu. Aku tidak tahu kalau ternyata pria muda yang disebutnya sebagai om itu adalah dirimu. Dia melihat wajah pembunuh itu, saat membunuh neneknya, dan juga pria itu menghempaskan bunga mawar merah yang ada di atas kasur, ingatan dia mencerna karena bunga mawar itu adalah milikmu. Saat itu kau juga sudah melewati pemeriksaan, kami tidak bisa memaksanya, karena kejadian kelam itu sangat menyiksa otak Dakota. Aku yakin dia sangat kenal dengan wajah pembunuh itu” ucap Pak Admidjaya.
“Tunggu dulu, jangan bilang saat 14 tahun yang lalu, saat itu aku kabur ke Kota X untuk bertemu dengan Tasya, karena dia ikut dengan Haris untuk merayakan ulang tahun ibu Milen, aku tidak tahu kalau anak kecil yang memanggilku om itu adalah Dakota. Aku memang membawa bunga mawar merah sebagai hadiah ulang tahun, aku tidak tahu kalau pembunuh itu menggunakan bunga itu” ucap Fano mengingat kembali.
“Benar yang kau katakan, dia sudah salah paham padamu, kau tidak mungkin membunuh papanya Haris, sudah jelas saat itu kau bersama denganku” ucap Pak Admidjaya.
“Jadi dia sudah salah paham padaku, lalu bagaimana caranya agar dia kembali mengingat aku sebagai suaminya” tanya Fano kembali.
__ADS_1
“Untuk mengingat kembali itu tidak mudah dilakukan, kalau dia kembali di sugesti atau meminum obat-obatan bisa jadi semua ingatannya akan hillang, hal itu terjadi karena pasien sudah sering mengalami hal buruk, seperti pingsan atau terancam. Apa akhir-akhir ini pasien pernah mengalami hal buruk” tanya Dokter Mia.
“Baru-baru ini dia sudah diculik oleh pembunuh bayaran” ucap Fano menunduk. Begitu terkejutnya Haris mendengar kabar tesebut.
“Kau ... astaga ... kau bahkan tidak bisa menjaganya” ucap Haris kecewa pada Fano. Bahkan dia sudah beranjak kembali ingin menghajar Fano.
“Haris, kau tenanglah” ucap Pak Admidjaya menahan Haris, Pak Admidjaya sudah tahu kalau Dakota pernah diculik.
“Kalian tenanglah, Pasien tidak bisa di sugesti lagi, biarkan ingatannya pulih, itu hal terbaik yang bisa dilakukan saat ini, yang perlu kita lakukan bagaimana dia bisa mengingat kembali masa setelah 6 tahun. Kalian harus ekstra memberitahukan padanya hal-hal positif untuk menghilangkan ingatan buruknya” ucap Dokter Mia.
“Jadi, dia tidak akan ingat bahwa dia sudah menikah?” tanya Fano kembali.
“Butuh waktu untuk dia ingat semua itu, yang perlu kau lakukan hanya melakukan pendekatan padanya, beritahu padanya bahwa dia sudah menikah, karena saat ini pikirannya kembali kemasa usia 6 tahun, dia akan terlihat seperti anak-anak. Penuhi semua keinginannya, saat keinginannya terpenuhi dia akan terlihat senang lambat laun ingatan buruk itu akan hilang dan mengingat ingatan selanjutnya” ucap Dokter Mia.
Sepeninggalan Dokter Mia, Fano masih duduk bengong di ruangan itu dengan perasaan bersalah pada istrinya.
“Pak Admidjaya, saya minta maaf, seandainya saja saya tidak melakukan hal buruk padanya, dia pastinya tidak akan mengingat hal buruk itu” ucap Fano menunduk.
“Kau tidak perlu minta maaf. Sebenarnya cepat atau lambat dia memang harus mengingat hal itu, justru saat dia sudah dewasa dia bisa ditanyai kembali mengenai wajah dari pembunuh itu” ucap Pak Admidjaya.
“Jadi, Dakota cucu kandung dari Pak Admidjaya” tanya Fano.
__ADS_1
“Benar, Dakota adalah kembaran Haris, karena ingatan kecilnya yang hilang dia selalu mencari tahu mengenai ayahnya. Dia bergabung ke Sanggar Elaya untuk mencari tahu siapa ayahnya, hal itu aku setuju karena dia sudah dewasa, hanya dia yang bisa mengungkap siapa dibalik pembunuhan istriku dan dimana mayat putraku saat ini berada” ucap Pak Admidjaya.
“Aku tidak tahu kalau selama ini dia masuk sebagai penari karena hal itu, aku bahkan sering salah paham padanya, jadi alasan dia membenci bunga mawar berwarna merah itu karena insiden pembunuhan ibu Milen. Kalau begitu, pembunuh itu masih terus mengintai istriku” ucap Fano.
“Benar, pembunuh itu berkaitan dengan musuh ayahmu juga” ucap Pak Admidjaya.
“Baru-baru ini ada yang sudah mengirim bunga mawar merah ke rumah istriku” ucap Fano.
“Kita harus ekstra melakukan pengawasan pada adikku, aku yakin pembunuh itu sudah mengintai dirinya selama ini” sahut Haris.
“Apa pembunuh itu alasan Pak Admidjaya menyembunyikan identitas istriku dari publik?” tanya Fano kembali.
“Bukan hanya dari publik, aku menyembunyikannya karena status dari Haris. Aku yakin keluarga Sugiono juga terlibat dalam insiden pembunuhan istriku. Sebenarnya Melda Sugiono bukanlah ibu kandung dari Haris, dia wanita yang mandul” ucap Pak Admidjaya.
“Apa? Tapi pemberitaan media dia melahirkan anak laki-laki” ucap Fano tidak percaya.
“Panjang ceritanya, aku akan ceritakan padamu” ucap Pak Admidjaya.
BERSAMBUNG............
Hai Reader Wanita Presdir, terima kasih sudah mampir, jangan bosan ya reader, berikan like dan komentar kalian, karena like dan komentar kalian itu gratis, hihi😊
__ADS_1
Sesekali Vote ya,😘
See You 🙋🙋🙋