Wanita Presdir

Wanita Presdir
Episode 42. Cemas


__ADS_3

Keluar dari ruangan Fano membuat hati Kamila masih sakit atas perlakuan Fano.


“Cin, bagaimana perasaanmu?” tanya Susi memberikan minuman kaleng yang ada di kantin perusahaan pada Kamila, dia mengkhawatirkan perasaan sahabatnya itu.


“Aku baik-baik saja cin” ucap Kamila meminum minuman kalengnya.


“Aku sangat terkejut dengan perlakuan Predir Fano tadi cin” ucap Susi.


“Ini semua karena karyawan culun itu” ucap Kamila. Kaleng minuman yang ada ditangannya sudah remuk karena tekanan tangannya yang kuat.


“Maksudmu Dakota cin” ucap Susi menebak perkataan Kamila.


“Iya, Fano sudah jatuh hati pada karyawan culun itu” ucap Kamila.


“Bagaimana bisa Presdir Fano jatuh hati sama Dakota” ucap Susi heran.


“Apa kamu tidak lihat reaksi Fano tadi samaku, juga reaksi wanita culun itu membanting pintu dengan keras. Itu artinya wanita culun itu cemburu dengan kehadiranku tadi” ucap Kamila.


“Apa mungkin dia selama ini merayu Fano. Selama ini aku sebagai atasannya sudah curiga padanya cin, aku pernah lihat dia dan Presdir Fano mencuri-curi pandang cin, aku gak nyangka dia tidak seperti yang dia ucapkan” ucap Susi kesal, dia mulai emosi mendengar perkataan Kamila.


“Menarik sekali, Dakota ternyata bawahan Susi” batin Kamila.


“Kamu hati-hati aja cin sama dia, bisa-bisa posisimu jatuh nanti karena hubungannya dengan Fano” ucap Kamila memancing emosi Susi.


“Aku nggak akan biarkan wanita perayu itu bertahan di perusahaan ini, lihat saja nanti” ucap Susi menahan emosinya.


“Aku sarankan padamu cin, untuk hati-hati dengannya” ucap Kamila.


“Aku akan ingat cin. Oya cin, aku harus kembali ke ruanganku cin” ucap Susi melihat jam tangannya sudah menunjukkan waktu istirahat sudah habis.


“Iya cin, aku balik saja cin. Aku ingin istirahat juga” ucap Kamila.


Mereka beranjak dari kantin perusahaan. Kamila langsung pergi meninggalkan perusahaan, sedang Susi beranjak keruangannya. Saat dia masuk keruangan, dia tidak menemukan batang hidung Dakota, padahal sudah masuk jam kerja sudah seharusnya semua karyawan mengerjakan pekerjaan masing-masing.


“Bu Susi” ucap Karyawan wanita saat Susi sudah duduk dikursinya.


“Kenapa” ucap Susi.


“Saya mau menyampaikan pada ibu bahwa Dakota izin kelapangan dari siang tadi, dia sudah izin pada kepala bidang” ucap karywan wanita itu.


“Apa dia tidak menunggu saya” ucap Susi heran dengan Dakota yang berangkat tanpa meminta izin.


“Dia menunggu ibu dirungan ini, tapi waktu terus berjalan bu, beliau meminta saya untuk menyampaikan izinnya pada ibu” jawab karyawan itu.


“Baiklah” ketus Susi.


“Saya pamit bu” ucap karyawan itu keluar dari ruangan Susi.

__ADS_1


###


Dakota keluar dari perusahaan dengan perasaannya yang kacau, sebenarnya dari siang itu jadwalnya pergi kelapangan melanjutkan surveinya. Namun karena perasaannya yang sudah kacau, dia memutuskan untuk kembali kerumahnya yang berada dekat dengan Sanggar.


Rumah itu memiliki dua kamar, satu kamar untuk ibu Endangsi, namun ibu Endangsi masih berada di Singapore, satu lagi untuk dirinya dan Yohana. Karena lelah dengan pikiran dan perasaanya dia memutuskan untuk tidur di kamar ibunya, kebetulan kunci cadangan rumah itu dia tahu letaknya didekat pintu rumah. Selama dia tinggal disana kunci itu sudah terbiasa diletakkan disana. Dia masuk kerumah itu dan menguncinya kembali.


Sementara itu, Siti sudah menunggu Nyonya Mudanya untuk keluar dari kantor. Semua karyawan sudah berbondong-bondong keluar dari kantor kembali pulang kerumah masing-masing. Dia sudah menunggu satu jam dari kepulangan orang dari kantor, namun tidak juga menemukan keberadaan Dakota.


“Siti, apa yang kau lakukan masih dikantor jam segini” ucap Naon melihat Siti masih berada diparkiran.


“Manajer Naon, mohon maaf apa manajer Naon bersama dengan nyonya muda?” tanya Siti.


“Bukannya nyonya muda dari siang tadi kelapangan” ucap Naon.


“Oh, begitu. Tapi sudah saya hubungi handphone nyonya muda tidak diangkat dan beliau belum pulang kerumah” ucap Siti.


“Mungkin nyonya muda sudah pulang kerumah, kembalilah dulu kerumah” ucap Naon meninggalkan Siti.


“Kemana nyonya muda ya, tidak mungkinkan dia tidak kembali kerumah” batin Naon.


Naon mengantar Fano kembali kerumah dan Siti ikut juga kembali kerumah. Mereka berdua belum melaporkan pada Fano bahwa Dakota belum kembali.


Sesampainya di kediaman Reinhard, Naon sudah sibuk menghubungi handphone Dakota, ternyata handphone Dakota tidak aktif, hari sudah malam, dia bahkan mencek semua lokasi lapangan dan bertanya pada karyawan lapangan, namun karyawan yang ada dilapangan mengatakan padanya tidak ada kunjungan atas nama karyawan Dakota Kaif. Naon semakin gelisah, dia sudah menyuruh semua pengawal untuk mencari keberadaan Dakota.


“Apa kalian sudah menemukan lokasi istriku” ucap Fano keluar dari ruangan baca. Fano sudah cemas karena istrinya belum juga pulang, padahal malam sudah larut.


Karena tadi siang dia melihat istrinya sudah emosi, dia tidak ingin langsung menemui istrinya. Dia masih mengumpulkan keberanian untuk bertemu dengan istrinya, namun saat dia masuk kekamar dia tidak menemukan keberadaan istrinya. Sadar tidak menemukan keberadaan istrinya di rumah, dia menghubungi handphone Dakota, namun handphonennya tidak aktif. Mendengar perkataan Fano membuat Naon terkejut, pada akhirnya Fano akan mengetahui hal itu.


“Kenapa tidak kau beritahu aku dari 5 jam yang lalu” ucap Fano, dia sudah mulai emosi. Apa lagi tadi siang hubungannya dengan istrinya tidak baik.


“Mohon maaf Presdir, saya pikir nyonya muda hanya ingin mencari angin segar saja serta menenangkan diri dan akan kembali malam ini” ucap Naon.


“Mencari angin segar katamu, ini sudah malam Naon bodoh. Apa yang sudah kalian lakukan, bahkan kalian tidak bisa mengawasi istriku” ucap Fano kesal.


“Maaf Presdir” ucap Naon dan Siti secara bersamaan.


“Cari tahu nomor handphone teman dekat istriku. Kalau dia tidak kembali kerumah ini, kalian berdua jangan harap bisa bangun besok pagi” tegas Fano.


“Baik Presdir” ucap Naon dan Siti gugup. Jika Presdir mereka sudah mengatakan apa yang dia katakan, maka hal tersebut akan terjadi. Mereka langsung melaksanakan perintah Fano.


Sementara itu, ibu Lena juga baru mengetahui bahwa menantunya itu tidak pulang kerumah.


“Fano, kenapa Dakota tidak pulang kerumah, apa tadi siang Kamila kekantor?” tanya ibu Lena melihat mimik wajah anaknya yang sudah cemas dan khawatir.


“Iya ma, wanita licik itu apa dia kembali kerumah ini?” tanya Fano.


“Astaga, Kamila tidak kembali kerumah nak” ucap ibu Lena.

__ADS_1


“Apa yang sudah terjadi nak, ini juga sudah malam. Apa mungkin dia kerumahnya, setahu mama dia tinggal dengan sahabatnya dirumah itu, kalau ibunya sedang di luar negeri menjalani pengobatan” ucap ibu Lena menebak.


“Ah, kenapa tidak terpikirkan dari tadi ya ma, aku akan kesana ma” ucap Fano meninggalkan ibu Lena.


“Ya ampun, apa yang sudah terjadi pada mereka” batin ibu Lena.


# Rumah Dakota.


Yohana kembali kerumah sudah malam, kebetulan dia makan malam diluar bersama penari lainnya. Dia sama sekali tidak menyadari ada yang masuk kerumah itu. Dia langsung duduk di Sofa memainkan handpphonennya. Tidak lama kemudian handphonenya itu bergetar menerima panggilan masuk, Yohana langsung mangangkat nomor baru yang menghubunginya.


“Halo” jawab Yohana.


“Halo, apa ini nomor Yohana” tanya Fano dari seberang.


“Iya benar, ini dengan siapa?” tanya Yohana heran seperti pernah mendengar suara dari seberang itu.


“Saya Fano suami Dakota, apa Dakota saat ini bersamamu?” tanya Fano.


“Dakota tidak bersamaku saat ini. Apa terjadi sesuatu dengannya” ucap Yohana heran mendengar ucapan Fano.


“Dia tidak kembali kerumah, ini sudah larut malam, aku pikir dia bersamamu. Apa kau tau kemana dia biasanya menenangkan diri” ucap Fano.


“Tunggu dulu, nanti aku kabari, aku akan cek tempat kami biasa kumpul” ucap Yohana.


“Baiklah, aku akan menuju kerumahmu” ucap Fano.


“Oke” ucap Yohana menutup panggilan.


“Kalau dia lagi sedih pasti menemuiku, apa mungkin dia ke Sanggar” batin Yohana.


Setelah menerima panggilan dari Fano, Yohana langsung mengabari teman-teman penari mereka untuk menanyakan keberadaan Dakota, namun mereka tidak bertemu dengan Dakota. Dia juga sudah memeriksa Sanggar, hanya ada penjaga security yang dia temui, kebetulan Sanggar bersebelahan dengan rumah mereka.


“Pak, tadi tidak melihat neng Dakota datang ke sini?” tanya Yohana pada security.


“Neng Yohana, tadi siang setahu saya neng Dakota mampir kerumah neng” ucap security.


“Serius Pak” ucap Yohana tidak percaya.


“Iya neng, saya lihat neng Dakota turun dari gojek tadi siang langsung masuk kerumah” ucap security.


“Begitu ya pak, makasih ya pak” ucap Yohana meninggalkan security.


“Apa mungkin dia masih dirumah, kenapa tidak aku periksa ya” batin Yohana.


BERSAMBUNG........


Hai Reader Wanita Presdir.Terima kasih sudah mampir. Jangan lupa like dan komentarnya ya.🙏🌹

__ADS_1


Vote juga boleh😊


See You🙋🙋🙋


__ADS_2