100 Hari Menjadi Puteri Joseon

100 Hari Menjadi Puteri Joseon
Duel, salam thaiboxing jilid 2


__ADS_3

"Gileeee, gue salut sama itu bibi puteri, gimana doi bisa nebak gue bukan puteri Hwa, ya???" gumam Ara yang sedang berbaring tampak serius berpikir.


"Doi bukan cenayang, kan???" tanyanya lagi.


Tak habis pikir ketika dengan tegas puteri Ara membisikkan hal mengejutkan di telinga puteri Hwa mengenai keberadaan sosok asing yakni dirinya.


"*Kau bukanlah puteri Hwa, kan?"


"Siapa namamu?"


"Apa tujuanmu merasuki tubuh ini?"


"Kau tahu resikonya jika kami mengusirmu keluar dari tubuh ini, kan?"


"Atau mengurungmu dalam tubuh ini, kan*?"


Ingatan Ara selintas balik pada saat ia mengobrol manis dengan puteri Ara sepeninggal ratu dan putera mahkota.


"Mati??" ucapnya berat.


Kata mengerikan yang sempat dilontarkan putera Ara cukup membuat Ara bergidik dibuatnya.


"Tapi kan, misi gue harus kelar dulu sebelum balik. Masa gue dah di usir duluan, kan kata si nenek, gue bisa meninggoy coy, ogah gue."


"Di tinggal gue mati, diusir mati dan gak kelar misi mati juga."


"Aishhh kagak ada yang enak hidup gue mah. Masak gak ada yang nguntungin dikit sihhhh!!!." Celoteh Ara frustasi.


Membayangkan betapa beratnya pertaruhan yang ia lakukan sekarang. Tidak ada yang menguntungkan baginya.


"Jadi, gue harus secepetnya nyelesain tugas gue di sini sebelum tuan rumah ngusir gue." gumam Ara bermonolog sendiri.


Di luar ruangannya, berdiri sosok yang tengah siaga di baliknya. Bersama satu sosok lagi yang ada di belakangnya.


Srett.... Merobek kecil kertas dinding ruangan milik puteri Hwa, lalu mengintip.


Mengenakan topeng penutup wajah, berpakaian serba hitam. Tampak misterius. Hingga...


Krekkk"""" suara jendela di salah satu sisi ruangan itu telah terbuka sempurna. Menghadirkan sosok yang tadi mengawasi kediaman puteri Hwa.


Hap!!!!


"Siapa kau????" Desis Ara menangkap lengan sosok itu yang segera tertolak karena ada perlawanan.


Dan. Pertarungan kedua bagi Ara terulang lagi.


Meskipun yang digunakan sosok itu adalah seni beladiri era joseon, namun tak menyulitkan Ara dalam mengatasinya.


"Kau, dan kau.... Siapa kalian!!!" Tanyanya lagi geram.

__ADS_1


Ia bisa menebak jika dua orang ini merupakan laki-laki dan perempuan.


Tak dijawab.


Kyattt!!!!!!!


Ia kembali di serang, tapi bukan satu lawan satu melainkan keduanya langsung menghadapi Ara seorang diri.


"Wahhh kalian berdua berani keroyokkan yak!!!!!, wahhh cemen Lo pada." sindir Ara keras.


Dan.. Satu pukulan berhasil menyentuh perut puteri Hwa.


"Argghh. Sialan, brengsekkk!!!!" Ucap Ara marah membuat kerutan sempat terlihat di dua wajah penyerang Ara. Kaget mungkin dengan ucapan kasar yang terlontar dari bibir seorang bangsawan seperti puteri Hwa.


"Kalian memang berniat menyelakakan gue, ya? Oke, ayo kita bertarung serius." Ucap Ara yang kini siap dengan kuda-kudanya.


Jiaaayýyyyytttt!!!!


Melompat, menendang, memukul, menangkis bahkan membalas hal serupa adalah pemandangan di dalam ruangan ini.


Meskipun suara bising terdengar, tapi... Cukup aneh, selama pertarungan 10 menit ini, kenapa tidak ada yang masuk ke ruangan puteri Hwa???


'Wah, gue memang sengaja diserang bukan hanya dua cunyuk ini, tapi... Semua yang mengelilingi bangunan gue banyak yang terlibat.' batin Ara yang sempat bingung karena tidak ada yang datang.


Ara memang agak kesulitan menggunakan tubuh gemulai yang jauh dari aktifitas fisik para pria. Jadi, tidak salah jika ia beberapa kali terkena serangan, terlebih jika mengarah pada wajah.


Janganlah!!!! Sekuat tenaga harus Ara pertahankan agar jangan kena, biarlah lengan puteri Hwa nanti memar membiru atau terasa ngilu asalkan wajah ini jangan bengap, bonyok dan menghasilkan tampang mengerikan.


Ciyattttttt!!!!!!


Thaiboxing atau muay thai atau tinju thailand adalah seni bela diri yang terkenal cukup dilirik oleh sebagian besar orang-orang pada zaman Ara. Karena, pada teknik ini, mereka nyaris menggunakan banyak bagian tubuh untuk menyerang dan bertahan serta memiliki ketahanan dan ketenangan.


Seni bertarungnya mengandalkan siku, lutut, tinju dan tulang kering. Muay Thai berfokus pada keseimbangan gerakan tubuh saat meninju, menendang, dan menghalangi lawan. Disebut mematikan karena Muay Thai punya jurus rahasia yang bisa bikin seekor kerbau dewasa terbunuh dalam sekejap.


Dan Ara, kini membuktikan lagi. Satu orang yang ia tebak berjenis kelamin pria jatuh terduduk di sudut kiri setelah ia menarik dan membanting keras tubuh tegap itu.


Cringgg!!!


Satu lagi musuh Ara atau puteri Hwa sudah siap menyerang dengan sebilah pisau yang ada di dua tangannya.


"Sial!!!" geram Ara. Berpikir dan bersiap lebih keras, karena ia sedari tadi hanya menggunakan tangan kosong.


Hap, hap, hap..


Tap tap tap


Tubuh puteri Hwa yang gemulai itu digerakkan Ara sehati-hati mungkin. Jangan sampai fisik yang bisa terlihat oleh orang terkena pisau kecil itu.


Ia menarik tubuh puteri Hwa ke berbagai sisi. Menolak kehadiran belati bersinar itu yang kerap menghampirinya.

__ADS_1


Srett..


Sedikit. perempuan bertopeng hitam itu berhasil menggores lengan puteri Hwa hingga merobek baju tidur yang dikenakan puteri Hwa.


Meringis.


"Sialan kau!!!!" Ara melawan balik, kepalangan bukan??


Oke, ditariknya keras lengan perempuan itu., diabaikannya benda tajam yang sudah ia genggam di sisi tangan kirinya. karena kini, Ara sudah siap untuk.


Bruk!!!!!!!


Tubuh itu melayang jauh ke sisi kanan. Setelah mendapatkan tendangan mematikan ala thai boxing yang mematikan.


Menatap pria yang merupakan musuh Ara satu lagi. Yang bersiap dengan kuda-kudanya.


Tapi,...


Tap tap tap...


"Puteri Hwa!!!!" Dayang Han muncul dengan para dayang lain serta pengawal.


namun Ara?? Masa bodo', sudah kepalang tanggung. Ia ingin menyelesaikan pertarungan ini. Karena pria itu sudah siap kabur..


Ara melangkahkan kaki puteri Hwa, menangkap tubuh musuhnya yang siap keluar jendela.


"PUTERI!!!!"


Mengabaikan teriakan yang ada di sudut pintu geser, menatapnya ngeri.


Hingga,


Brakkk!!!!


Tubuh pria itu, kini sudah terkapar menghantam lemari kecil atau buffet di dekat jendela setelah Ara memberikan tendangan terbang khas thai boxing yang selalu dibanggakannya.


"Yang-yang mu-mulia???!!!!" begitu ucapan sama persis yang keluar dari bibir mereka semua. Menatap tak percaya pada sosok puteri Hwa yang baru saja menumbangkan si musuh.


Ara tetap mempertahankan stabilitas tubuh puteri Hwa yang sebenarnya sudah lemas.


Ia penasaran dengan 2 orang ini, arah langkahnya tegas menuju sosok pria yang baru saja ia banting dengan tendangannya.


Menaruh kakinya di atas dada pria itu, mendecih dan menatap sinis serta tajam..


"Siapa yang menyuruhmu, hah???!!" Desis Ara marah, menahan gejolak amarah yang menyelubungi tubuh ini.


"Wah, kau tidak mau menjawab??!!!" geramnya memekik..


"Baiklah, kau memang mau mati rupanya." Ancam Ara. Bersiap menarik kakinya untuk memberikan tendangan membunuh pada pria ini walau sebenarnya hanya gertakan.

__ADS_1


Tapi....


"Hwa-ya!!!!! Hentikan, ku mohon." gerakan Ara mendadak terhenti, manakala tangan kekar sudah memeluk erat tubuh puteri Hwa, dan ia tahu siapa yang melakukannya.


__ADS_2