
Puteri Hwa tak henti berkedip, tubuh bahkan tangannya berulang kali menggeliat tak nyaman.
Bagaimana tidak!!
Saat ini, dirinya terbungkus pakaian aneh.
Oh tidak!!!
Ini lebih dari penampakan seorang penggoda di Joseon sana yang hanya berpakaian vulgar ketika di areanya saja.
Sementara ini, puteri Hwa sudah berada di luar pintu ruangan yang mengurung dirinya seharian.
Bersama gadis yang bernama Hana yang juga mengenakan pakaian serupa.
Menggelikan, memalukan, dan,,, tidak!!! Puteri Hwa merasakan dirinya meluruh menjadi lebih rendah dari rakyat jelata hina sekalipun.
"Ayo, prul." Hana mengulurkan telapak tangannya yang tetap saja enggan di sambut sahabatnya.
Puteri Hwa, menolak meraih tangan itu. Mau di bawa kemana coba dirinya? Dengan pakaian minim lebih minim daripada dalaman bajunya.
Gaun selutut berwarna biru lembut, dengan lengan sesiku yang agak mengembang, sepatu heels berwarna putih 8 cm, membuat puteri Hwa berjalan bak robot, tak hanya sampai di sana, berulang kali dirinya nyaris jatuh terjerembab oleh sepatu sialan itu.
Dan kini, ia bergeming.
"Eihh, ayolah nanti pestanya kelar loh!!" tekan Hana tak tahan.
"Mau kemana kita?" puteri Hwa mengulang lagi tanyanya yang dari awal penampakkan baju aneh di kamar tadi hanya dijawab Hana dengan kata 'pesta'
Tempat apa itu?
Paerti?
Begitu ejanya yang ia dengar dari bibir Hana.
"Party. Pesta, pesta." jawab Hana.
"Pesta? Perayaan?" cetus puteri Hwa mendengar kata yang familiar itu namun ia sandingkan dengan tempat pestanya.
Hana menggeleng seraya telunjuknya pun ia gerakkan ke kiri dan ke kanan.
"No, bukan." bantah Hana
"Lalu?" tanya puteri Hwa tak mengerti.
"Ke tempat yang Lo suka, prul" sahut Hana tegas namun ada smirk di sudut wajahnya.
"Hah? Maksudnya?" lagi, gadis itu tak paham.
__ADS_1
"Sudahlah, ayo pokoknya ikut aja." Hana menarik cepat lengan Ara hingga tubuh itu terhuyung mengikutinya tanpa sempat bertahan.
Ting!
Tepat sekali, pintu besi itu terbuka dan secepat kilat pula Hana membawa Ara bergegas masuk tanpa mau mendengar runtutan kata yang keluar dari mulut itu.
"Lepas!!! Oho!! lancang sekali kau!!" hardik Puteri Hwa ketika pintu lift sudah menutup dan keluhannya tak di gubris Hana.
"Aihh kau ini, mudah sensitif dan baperan sekali sih!" ejek Hana mencebik, menambah gurat kekesalan di wajah Ara.
"Kau!!!" geram puteri Hwa.
"°Tenang, kau akan suka dengan tempat ini, Healing prul, healing." Hana sudah riang sembari kata itu menyembur dari bibirnya.
Malaham tubuhnya sudah bergerak tak sabar, seperti tingkah anak kecil yang hendak ke taman hiburan.
"Healing?" beo puteri Hwa mendengar ucapan aneh dari mulut Hana.
"Sssttt." Hana mengibaskan telapak tangannya, tangannya merangsek masuk ke tas kecil berwarna merah muda, lalu mengeluarkan benda persegi yang ada gambar apel tergigit itu.
"Sini deh prul." ia kembali meraih Ara, namun kali ini tangam gadis itu bertengger bukan di lengan namun leher, merangkul.
"Apa yang kau lakukan?" puteri Hwa sudah menembak sorot mata tajam pada Hana ketika tingkah Hana dinilainya tak pantas.
"Aih kau ini protes mulu deh ih." gerutu Hana, ia tetap bertahan dengan posisi itu, lalu satu tangannya lagi mengangkat benda kecil tadi dan mengarahkan ke wajahnya, pun Ara termasuk di sana dengan wajah cemberut luar biasa.
Toh sahabatnya kan ratu pencitraan abis, cemberut di kenyataan, tapi begitu kamera aktif, pelangi bertebaran indah di wajahnya.
"Apa yang kau lakukan, huh!!!??" lagi, puteri Hwa tak terima.
Bukankah gadis yang bernama Hana ini sudah kurang ajar sekali, bukan? Eh salah, sudah berulang kali malah.
"Hei, sini, sudahlah, nanti lagi marahnya" balas Hana mengabaikan kekesalan yang merambat pada puteri Hwa.
"Eh lihat nah, sudah aktif. Ayolah senyum, semua orang akan melihatmu."Hana berucap pelan, namun kalimat yang diucapkannya tadi justeru mengundang tanya di benak puteri Hwa.
Apa gadis yang ada di sebelahnya sudah gila? Apa dunia tempat ia tersesat juga gila?
Bukankah di tempat ini hanya ada dia dan Hana, lalu, mana orang-orang yang dimaksud gadis kurang ajar ini?
Kosong!!!
Tak ada siapapun. Pun ia bisa melihat pantulan jelas si pemilik tubuh ini. Cermin ini sungguh luar biasa bening, mengalahkan jernihnya air kolam di istananya.
"Apa maksud....."
"Hai guys zemua, apa keber zeyeng-zeyeng. Nah, kezeyengan kalian sudah bisa muncul lage neh." Hana memotong kalimat yang hendak puteri Hwa ucapkan.
__ADS_1
Dan gadis itu malah mengarahkan benda kecil berwarna Abu-abu itu pada wajahnya. Di sana jelas menampakkan wajah tempat jiwanya bertempat sekarang, dan di sana dapat puteri Hwa lihat, kenapa kecil sekali wajah itu, bukankah ia seperti sedang bercermin?
Sungguh!! Benar-benar gila gadis yang bernama Hana ini!!
Untuk apa dia disuruh berbicara dengan benda itu?
Dia masih waras!!!
"Kau sungguh gila!" ucap puteri Hwa, dengan penekanan dan agak kencang.
Dan ucapan itu tentu saja terdengar jelas di semua seantero jagat dunia maya.
*Kak Ara? Apakah dia baik-baik saja?
Kenapa dengan kak Ara, kak Hana
Ya Tuhan, semoga kak Ara segera baik-baik kembali
Kak Ara kecelakaan guys, makanya vakum lama
Oooh, kirain vakum karena diam-diam kawin
Bukan, dia dirawat di rumah sakit, sebelahan dengan ruangan gue rawat waktu itu.
Ooo, gue gak bisa jenguk, VVIP soalnya
Waahhhh, oppa kak Ara ganteng loh.
Iya,, gue juga kenal. Itu kan Kim, si pemilik Bri-o Corporate.
Ommo omo!!! Itu pacarnya kak Ara?
Ya tuhan, oppa nya berduit.
Kak Araaaa, saranghae*
Hana yang membaca semua runtutan komentar netizen yang ikut pada room onlinenya. Dari yang kaget dengan penampakan perdana Ara, sampai pada gosip gadis itu dengan pria si pemilik perusahaan bergengsi di Korea ini.
Bukannya Hana tak tahu, ia saja terkejut luar biasa kala mendapati pria itu duduk di depan ruangan operasi Ara kala itu. Memperkenalkan diri sebagai orang yang membawa sahabatnya ke rumah sakit. Lebih tepatnya, pria itu yang menyelematkan nyawa Ara.
Namun, bukannya segera mengakhiri sampai di sana, pria itu kerap bahkan tak berhenti menjenguk Ara hampir setiap hari. Bahkan berulang kali bertanya via pesan bahkan telpon pada Hana. Hingga dugaan jika pria itu menaruh rasa terhadap sahabat bar-barnya itu sempat terlintas di benak Hana.
Terlebih kabar jika tunangannya melarikan diri bersama pria lain, menambah jelas bahwa pria itu pasti sedang mencari tambatan hati baru, karena hampir beberapa kali Hana menangkap basah tatapan pria itu bukanlah kasihan, simpati, tapi, terpesona.
"Hei, apa kau sudah gila!!!" Teriakan Ara memutus lamunan Hana, hingga gadis itu segera mengalihkan wajahnya pada benda aneh kecil tadi.
"Dah guys. Kita mau party di club Sinx, pada mau ikutan? Ayolah gaskeunnn." Hana segera mengganti tampilan benda itu menjadi gambar wajahnya dengan Ara.
__ADS_1
"Aih kau ini suka sekali viral ya, kita tadi online prul!!!" semprot Hana