4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Kebingungan dan Rasa Penasaran Seno


__ADS_3

Selamat, membaca šŸ¤—


šŸāœØāœØāœØāœØšŸ


Pagi hari. Dan saat ini mereka sedang berada di satu meja makan.


Sikap dingin yang tidak bersahabat dari Sarah, wanita itu tunjukkan pada Seno yang masih belum mengerti mengapa sikap Sarah bisa seperti ini.


Tapi Seno bisa merasakan, jika kebencian Sarah bukan karena apa yang sudah ia lakukan pada Rana.


***


"Mas Bima, ini sudah jam 07:00. Kau berangkatlah, Dino juga bisa terlambat sekolah jika kau tidak segera mengantarnya"Kata Sarah, dan ia beranjak terlebih dahulu dari meja makan untuk mengambil tas Sekolah Dino.


"Om Seno, aku berangkat sekolah dulu ya, nanti kita...!"


"Dino! Cepat pakai sepatu mu, jangan membuang-buang waktu. Kau bisa terlambat,"potong Sarah. Yang sepertinya tidak menyukai dan mengijinkan Dino berkomunikasi dengan Seno.


"Kau dengar Mama mu! Cepat bersiap-siap,"ujar Seno, sambil mengusap rambut Dino.


"Baik Om, Tante Rana aku sekolah dulu ya!"pamit anak itu.


"Iya, sayang belajarlah dengan baik dan dengarkan apa kata guru mu."


Pesan Rana.


Dino Mengangguk dan ia langsung berlari menuju depan di mana Sarah sudah terlebih dahulu ke depan membawa Tas nya.


"Seno, jangan di ambil hati dengan sikap Sarah, mungkin dia sedang lelah."Ucap Bima yang merasa tidak enak hati dengan sikap Sarah.


"Tidak apa Mas Bima, aku mengerti itu."


"Kalau begitu aku permisi, karena harus segera mengantar Dino."


****


Selepas kepergian Bima.


Seno tengah berada di teras rumah karena sedang menerima panggilan dari Dika guna membicarakan masalah pekerjaan yang sudah beberapa hari Seno tinggalkan.


Dan di kesempatan ini, Rana bicara pada kakaknya.


"Kak, Ibu sangat mencemaskanmu."Kata Rana memulai pembicaraannya dengan Sarah.


"Kakak akan menghubungi Ibu, dan memintanya untuk tidak mencemaskan aku,"sahut Sarah tanpa melihat, karena ia menyibukkan diri dengan botol susu bayinya.


"Kak, ada apa? Apa kak Sarah Benar-benar tidak merestui jika aku kembali pada Mas Seno?"


Sarah menghentikan pergerakan tangannya, lalu ia menatap Rana.


"Rana, jika Kaka mengatakan iya, apa kau akan meninggalkan lelaki itu? Tidak kan? Jadi, untuk apa kau menanyakan ini pada Kakak."


"Kak, ada apa? Kenapa kakak begitu membenci Mas Seno? Apa karena kesalahan Mas Seno?"


Sarah diam, dia tidak menjawab pertanyaan Rana.

__ADS_1


"Kak, tolong katakan ada apa?"


"Sudah Rana, jika kau datang ke sini hanya untuk mempertanyakan itu. Lebih baik kau segera pulang, ajak suamimu itu pergi dari sini,"sahut Sarah dan ia segera masuk kedalam kamarnya meninggalkan Rana di dapur yang masih belum menemukan titik terang karena Sarah masih bungkam.


"Ada apa, sayang?"tanya Seno yang tiba-tiba muncul.


"Tidak ada apa-apa. Kita pulang sekarang saja Mas, aku sudah bicara dengan kak Sarah,"ujar Rana.


"Baik."


Rana masuk kedalam kamar untuk mengambil Tas dan Seno kembali keluar rumah menuju garasi untuk memanaskan mobilnya.


Seno melihat Sarah mengeluarkan Stroller bayinya. Dan dengan cepat Seno menghampiri Sarah.


"Biar, aku yang membantu kak Sarah,"tawar Seno yang melihat Sarah kesusahan mengeluarkan Stroller dari pintu.


"Tidak perlu!"Tolok Sarah, sambil menarik Stroller agar tidak tersentuh Seno.


Seno diam, dia tau jika Sarah tidak suka dengan kehadirannya. Jadi dia tidak melakukan apapun lagi agar wanita itu tidak kembali marah.


"Seno, aku mau keluar. Di rumah ini tidak ada orang, lebih baik kau segera pergi dari sini."Usir Sarah.


"Baik kak, aku dan Rana akan segera pulang, maafkan aku sudah merepotkan dan mengganggu."


"Tidak perlu berbasa-basi, karena aku tidak butuh sikap baik mu itu,"sinis Sarah.


Seno memilih untuk tidak menjawab kata-kata Sarah, karena dia masih berfikir positif. Seperti apa yang dikatakan Bima, jika Sarah, mungkin sedang lelah.


"Seno."


"Iya kak?"


"Jangan kau pikir, karena kau bisa meluluhkan kembali hati Rana yang lemah itu, kau sudah menang, Rana memang bodoh kerena memilih untuk kembali pada laki-laki egois dan tidak punya hati nurani sepertimu."


Seno sungguh terkejut mendengar kata-kata Sarah, wanita itu bicara dengan mata yang tajam menyiratkan jika dia sangat-sangat membenci Seno sampai ke urat nadinya.


"Kak Sarah, maafkan atas semua kesalahanku pada Rana tapi aku rasa kak Sarah membenci ku bukan karena itu,"sahut Seno yang memilih untuk mengatakan apa yang menjadi dugaannya.


"Benar, ternyata kak sadar diri juga."


"Apa yang membuat Kak Sarah membenci ku, tolong katakan agar aku bisa memperbaiki kesalahanku yang sampai membuat Kak Sarah benci padaku."


Sarah semakin menatap Seno dengan tajam.


"Seno, sepertinya kau orang yang mudah melupakan kesalahan yang pernah kau lakukan, tanpa kau pikirkan nasib orang lain setelah kau melakukan kesalahan."


Seno semakin dibuat bingung dengan ucapan Sarah yang seperti sedang memberinya teka-teki.


"Kenapa kau diam? Apa kau tengah menghitung dosa-dosa mu selama ini?"Sarah kembali berucap mengeluarkan kata-kata yang semakin memperlihatkan bahwa dirinya sangat membenci Seno.


Seno termenung untuk beberapa saat, dia berfikir keras dan mengingat-ingat apa yang pernah ia lakukan pada Sarah.


Apa kecelakaan 4 Tahun yang lalu, yang sampai membuat Seno koma selama 9 bulan, membuat lelaki itu kehilangan sebagian ingatannya.


'Tidak! Aku tidak mengalami Amnesia atau sejenisnya, dokter juga mengatakan jika ingatanku masih sangat baik. Aku ingat semua.'Batin Seno dengan sangat yakin.

__ADS_1


Tapi Seno tetep tidak bisa mengingat kesalahan apa yang pernah dia lakukan pada Sarah, karena seingat Seno, pertama kali dia bertemu dengan Sarah saat ia menemui Rana di rumah Sarah.


Di tengah kebingungan Seno, tiba-tiba Sarah menyebut satu nama.


"Wisnu, apa kau ingin dengan nama itu?"


"Wisnu!"


Otak Seno kembali bekerja keras, mengingat siapa pemilik nama Wisnu. Namun nihil, Seno masih tidak mengingat nama Wisnu.


"Sudahlah, aku sudah menduga jika kau akan dengan mudah melupakan itu,"ucap Sarah dan ia melangkah meninggalkan Seno dengan sejuta kebingungannya.


"Kak Sarah, tunggu!"cegah Seno,"Tolong katakan Siapa Wisnu? dan apa hubungannya denganku. Aku sungguh tidak bisa mengingat nama itu karena aku pun merasa tidak pernah memiliki hubungan apapun dengan orang yang bernama Wisnu."


"Benar, kau memang tidak memiliki hubungan apapun dengan Wisnu. tapi setidaknya kau harus mengingat nama itu karena kau sudah membuat kesalahan besar kepada Wisnu,"sahut Sarah, menyudahi pembicaraan mereka.


"Mas!"Panggil Rana yang membuat Seno terkejut karena dia masih dalam kebingungan akan nama Wisnu yang disebut Sarah.


"Iya, apa kau sudah siap?"


"Sudah,"sahut Rana, lalu ia beralih kepada Sarah yang ingin keluar pagar.


"Kak Sarah, aku dan Mas Seno pamit pulang."


"Pulanglah,"sahut Sarah tanpa melihat karena dia tetap melajukan langkahnya keluar pagar sambil mendorong stroller bayinya.


Seno segera membuka pintu mobil untuk Rana.


Dan mereka pun pergi dari kediaman Sarah dengan penuh pertanyaan terutama Seno, di otaknya dijejali dengan pertanyaan sosok Wisnu.


šŸāœØāœØšŸ


Di tempat lain.


Lina yang mendapat kabar dari Seno bahwa anaknya itu dalam perjalanan menuju pulang bersama Rana, bergegas pergi ke Rumah Seno bersama kakek Arif. Dengan penuh antusias dan wajah yang bahagia, Lina ingin menyambut kedatangan menantunya.


Dia juga menyempatkan diri untuk memasak beberapa makanan kesukaan anak dan menantunya.


Lina sangat bahagia ketika mendengar kabar, bahwa putranya itu berhasil meyakinkan istrinya dan membawanya kembali pulang.


"Kakek, akan lebih menegaskan Seno untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang pernah dia lakukan pada Rana, dan jika dia sampai berani-berani kembali menyakiti Rana, Kakek yang akan turun tangan untuk menghukumnya dengan memisahkan dia dengan Rana untuk selama-lamanya,"ujar Kake Arif.


"Kek, aku sangat yakin jika Seno benar-benar sudah berubah, dia tidak pernah mengingkari janjinya, percayalah. Seno akan menjaga dan menyayangi Rana dengan sangat baik."


"Kakek percaya itu,"sahut Kake Arif.


Bersambung....


šŸāœØāœØāœØāœØšŸ


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini šŸ™


Mohon dukungannya šŸ¤—


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini šŸ™

__ADS_1


Lope Banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø


__ADS_2