4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Tips Dan Trik Membujuk Istri


__ADS_3

Selamat, membaca šŸ¤—


āœØšŸšŸšŸšŸāœØ


"Kenapa kau berbohong padaku Mas? Kau bilang kau sudah sehat sepenuhnya tanpa harus melakukan perawatan dan pengobatan apapun lagi."Ujar Rana yang sedikit marah.


Saat ini mereka sudah sampai di rumah.


"Maafkan aku, aku hanya tidak ingin membuat khawatir. Tapi aku benar-benar sudah sembuh, Ardi terlalu berlebihan."


"Ardi itu dokter, Mas. Tentu dia tau seperti apa kondisi pasiennya."


Seno tertunduk.


"Maafkan aku, aku salah dan aku akan segera melakukan pemeriksaan pada Ardi."Sesal Seno.


Rana yang sudah terlanjur kesal dan marah. Mengacuhkan lelaki itu.


"Sayang, maafkan aku. Besok aku akan melakukan pemeriksaan, aku janji."


Seno sedang membujuk istrinya yang merajuk.


"Aku mau tidur,"ujar Rana. Dan ia langsung berlalu meninggalkan Seno yang masih berada di meja makan.


"Apa dia marah? gumam Seno. Dan menyadari jika itu benar, Seno langsung mengikuti Rana masuk kedalam kamar.


"Sayang!"panggil Seno, pada istrinya yang sedang memilah pakai tidur di lemari.


"Eeemmm..!"sahut Rana, yang hanya berdehem.


"Sahutan macam apa itu,"keluh Seno dengan bergumam.


"Sayang, apa kau marah?"tanya Seno dengan hati-hati.


"Eeeemm.."Rana kembali menyahut hanya dengan berdehem.


"Sayang!"

__ADS_1


"Ini pakaianmu, Mas. Segeralah mandi dan tidur."Ujar Rana yang membalikkan tubuhnya dan langsung memberikan satu set baju tidur kepada Seno.


"Apa malam ini kita masih akan mandi bersama?"


"Tidak!"sahut Rana dengan cepat dan nada suaranya masih terdengar kesal.


"Tapi ...!"


"Kalau kau tidak mau mandi terlebih dahulu biar aku yang mandi duluan, kau tunggu di sini jangan masuk."Rana segera masuk ke dalam kamar mandi membiarkan Seno yang masih kebingungan dengan sikapnya Rana yang tiba-tiba aneh, menurutnya.


Apa mungkin hanya karena masalah Seno tidak melakukan pemeriksaan kepada dokter Ardi dan berbohong atas kondisinya membuat istrinya itu marah.


"Jika dia marah seperti itu sudah pasti dia tidak akan mengizinkan aku untuk memeluknya malam ini. Ini sungguh tidak bisa dibiarkan, aku harus segera mencari cara agar Rana tidak marah lagi kepadaku tapi apa yang harus aku lakukan apa aku harus melakukan pemeriksaan malam ini juga?"tanya Seno pada dirinya sendiri.


Dan setelah mendapatkan jawaban dari hatinya, Seno bergegas meraih ponselnya dan menghubungi dokter Ardi.


("Apa kau sudah gila! ini sudah malam dan jadwal praktekku sudah usai, kau bisa melakukan pemeriksaan besok pagi. Kenapa kau ngebet seperti ini, biasanya aku yang selalu membujuk mu agar kau melakukan pemeriksaan")


("Ayolah Ardi, istriku marah gara-gara persoalan ini. Aku tidak bisa jika dia marah dan sudah bisa dipastikan, dia tidak akan mengijinkan aku untuk memeluknya malam ini.")Pinta Seno dengan memelas.


("Itu deritamu, bukan deritaku. Jadi pikirkan sendiri bagaimana caranya untuk membujuk istrimu itu")


"Aaa, dia memang benar-benar tidak bisa diandalkan seperti Dika, sepertinya aku benar-benar harus menghubungi Dika."Keluh dan kesal Seno, lalu dia segera menghubungi pada yang memang sudah ahlinya.


Dan benar saja, seperti apa yang diperkirakan oleh Seno. Dika mampu memberikan berbagai solusi kepadanya untuk membuat sang istri tidak lagi merajuk.


("Tapi kau bersabarlah sedikit, bisa jadi istrimu itu marah bukan cuma malam ini, karena wanita jika sudah merajuk sulit untuk dikendalikan dan di bujuk, anggap saja ini karma bagimu yang dulu sudah bersikap cuek dan selalu mengabaikan wanita itu, jadi berusahalah untuk mengambil hatinya dan membuat dia kembali bertekuk lutut padamu. Apa kau mengerti?")Ujar mengingatkan setelah dia memberikan beberapa solusi dan tips.


"Iya, aku mengerti,"sahut Seno dengan yakin.


("Bagus, kalau begitu cepat lakukan.")


Setelah mendapat beberapa tips dan trik cara meluluhkan hati istri, dari si pawang Dika. Seno segera berlari menuju dapur.


Kenapa ke dapur?


karena trik pertama yang Dika katakan adalah! membuat makanan yang disukai oleh istrimu.

__ADS_1


"Aku tahu jika istriku itu sangat suka sekali dengan mie rebus yang pedas, ini tentu tidak sulit bagiku karena hanya dalam waktu beberapa menit saja aku sudah akan menyajikannya di atas meja, tidak! bukan di atas meja tapi langsung aku bawakan kepadanya. Hehehe.."


Kata Seno dengan penuh semangat dan dia segera merebus air dan memasukkan Mie rebus pedas yang menjadi kesukaan Rana.


5 menit.


Mie rebus pedas lengkap dengan telur dan cabe rawit berhasil Seno masak dengan sempurna.


"Aku benar-benar sangat berbakat, tidak ada salahnya jika aku menggantikan posisi Chef Juna."Gumam Seno, dan dengan wajah yang berbinar-binar serta keyakinan yang menggebu-gebu, Seno membawa mangkuk berisi mie itu ke dalam kamar.


Seno masih mendengar suara kucuran air dari dalam kamar mandi menandakan bahwa Rana masih berada di dalam.


"Kenapa dia mandinya lama sekali?"tanya Seno lalu ia berdiri di depan pintu kamar mandi sambil menempelkan telinganya, untuk mengawasi dengan pendengaran apa yang terjadi di dalam sampai membuat istrinya lama berada di sana, padahal Rana Baru 10 menit lalu memasuki kamar mandi.


Heniiiing....


Tidak ada suara apapun yang Seno dengar dari dalam sana bahkan suara kucuran air pun sudah tidak ia dengar lagi membuatnya merasa khawatir.


"Kenapa di kunci!"panik Seno bercampur kesal ketika ia mendorong pintu kamar mandi tidak langsung terbuka karena Rana mengujinya dari dalam.


"Sayang! Kenapa kamu mengunci pintunya? cepat buka."Teriak Seno sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi dengan sangat kuat.


"Aku sedang mandi Mas, kau mau apa?"sahut Rana dari dalam membuat Seno sedikit lega yang akhirnya mendengar istrinya.


"Apa kau baik-baik saja di dalam? kenapa kau lama sekali mandinya dan kenapa harus mengunci pintunya?"


"Aku sedang mandi Mas, tunggu sebentar lagi aku selesai."


Seno masih mondar mandiri di depan pintu kamar mandi.


Bersambung...


šŸāœØāœØāœØāœØšŸ


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini šŸ™


Mohon dukungannya šŸ¤—

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini e


Lope Banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø


__ADS_2