4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Jangan Terpengaruh Oleh Apapun.


__ADS_3

Selamat! Membaca šŸ¤—


šŸāœØšŸāœØšŸāœØšŸāœØšŸ


Sampai di Villa.


Seno memarkirkan mobilnya di halaman Villa, Rana yang memang sedang menunggu kedatangannya segera keluar untuk menyambut.


Seno turun dari mobil dengan perasaan bahagia penuh dengan kebanggaan. Dia merasa bangga kerena kerja kerasnya mendapatkan pembalut.


"Akhirnya, kau kembali juga Mas."Rana kembali tersenyum dan ini tentu membuat Seno semakin besar kepala.


"Apa kau menungguku?"


"Tentu, aku sudah menunggumu sejak tadi. Lalu mana pesanan ku?"


"Ada, lihatlah!"Seno berjalan memutari mobil menuju Bagasi.


"Taraaaa....!"Seru Seno setelah membuka bagasi dan merentangkan tangannya pada tumpukan pembalut yang menggunung di bagasi.


Rana terbelalak!


Menatap sebanyak apa benda yang dia pesan, bukan hanya memenuhi bagasi mobil. Tapi juga memenuhi isi mobil tersebut sampai hanya menyisakan jok kemudi saja.


"Apa-apaan ini, Mas? Apa kau ingin berjualan pembalut?"


"Tidak! Ini semua untuk mu."


"Untuk ku? Sebanyak ini?"Rana tidak percaya.


"Tentu, ini semua untuk mu. Apa ini cukup?"


"Setiap periode, aku tidak pernah menghabiskan sampai satu pack, tapi dia malah membeli sebanyak ini! Mungkin ini bisa untuk stok sampai aku menjadi nenek-nenek." Batin Rana.


"Apa kau senang?"tanya Seno dengan penuh kebanggaan.


Rana melihat kebahagiaan di wajah Seno, bahkan ini pertama kalinya ia melihat Seno ceria seperti ini.


"Iya, aku senang, Mas."Sahutnya, yang tidak ingin mematahkan semangat dan kebahagiaan Seno.


Seno kembali mengulas Senyum.


"Apa kau tidak ingin memberikan aku Reward untuk ini?"


"Reward? Apa?"


Seno merentangkan kedua tangannya, dan ini tanda jika ia ingin di beri Reward sebuah pelukan.


Melihat Rana yang malah menatapnya tanpa berkedip.Ā 


"Kenapa lama sekali untuk memberikan Reward seperti ini." Seno lebih dulu menarik Rana dan membawanya kedalam pelukannya,"Jika ada sesuatu yang kau butuhkan, katakan padaku. Aku akan berusaha untuk memberikan apa yang kau butuhkan dan inginkan,"sambungnya, sambil mengusap lembut rambut Rana.


'Kenapa seperti ini? Di saat aku benar-benar ingin berpisah dan melupakannya, kenapa Mas Seno malah berubah seperti ini. Aku takut jika hatiku tidak kuat. Apakah aku harus melupakan semua masalalu yang menyakitkan itu, dan memulai lembaran baru bersama Mas Seno!'Tanya Rana dalam hatinya.


"Terima kasih, Mas."Ujar Rana yang membalas pelukan Seno.


"Apa kau ingin aku membantu menggunakannya?"tanya Seno.


"Tidak perlu Mas, terima kasih. Aku bisa sendiri."Rana segera menguraikan pelukannya dan dalam hatinya berkata. 'Apa dia kira memasang pembalut, seperti mengenakan popok pada bayi.'


"Padahal aku ingin sekali membantu mu,"ujar Seno dengan suara dibuat sedih.


"Tidak perlu. Aku bisa sendiri."


"Baik kalau kau tidak mau aku bantu, masuklah kedalam. Akan akan membawa ini."


Rana Mengangguk dan ini lebih dulu masuk kedalam Villa.

__ADS_1


Kamar Villa sudah seperti toko dengan bertumpuk-tumpuk pembalut di sana. Setelah usai menyusun semua itu dengan sangat rapi. Seno mengajak Rana untuk sarapan yang di jam makan siang.


***


"Mas, aku ingin ke rumah kak Sarah."Ujar Rana di sela-sela makannya.


"Baik, setelah ini aku akan mengantarmu."


***


Beberapa menit kemudian, pasang ini sudah menghabiskan sarapannya. Dan mereka bersiap untuk meninggalkan Villa. Menuju kediaman Sarah dan Bima.


"Besok sore, aku akan pergi ke Kota XXX. Terjadi bencana longsor di sana. Kami di tugaskan untuk mencari korban yang hilang."Kata Seno yang tengah mengemudi.


Rana mengangguk.


"Iya, berhati-hatilah Mas."


"Selama aku pergi, tinggallah di rumah, ibu akan menemanimu."


Rana menoleh.


"Maaf, mas. Tapi aku harus kembali ke Kota XXX, aku sudah terlalu lama mengambil cuti dari Rumah Sakit tempat aku bekerja. Aku harus segera kembali ke sana, aku juga tidak bisa meninggalkan ibu dan ayah terlalu lama."


Seno berfikir sejenak.


"Aku akan mengantarmu, aku juga ingin bertemu dengan ibu dan ayah. Tunggulah sampai aku kembali."Pinta Seno.


Rana diam, dia tidak lagi menimpali ucapan.


šŸāœØšŸ


Setelah cukup lama mereka menempuh perjalanan, akhirnya sampai juga di kediaman Sarah. Dan kebetulan ada Aurel di sana yang juga tengah mencarinya.


"Melihat Rana datang bersama Seno. Sarah memberikan tatapan yang tidak suka.


"Iya, Rana pergi bersama saya."Dan Seno yang menyahuti pertanyaan Sarah seraya berjalan menghampiri wanita yang terlihat sangat membencinya ini.


"Bagaimana dengan kabar kak Sarah?"Tanya Seno setelah sampai tepat di hadapan Sarah.


"Tidak perlu berbasa-basi seperti ini. Sekarang kau cepat pergi, dan jangan pernah mengganggu Rana lagi. Kau hanya perlu menyetujui gugatan Rana, setelah itu selesai."Kata Sarah dengan emosi, dia memang masih sangat kecewa pada Seno.


"Seperti yang sebelumnya saya katakan pada kak Sarah, saya tidak akan pernah menceraikan Rana sampai kapanpun."Tegas Seno.


"Kamu jangan egois Seno, apa kau berniat mengikat Rana dalam hidupmu. Rana berhak bahagia atas hidupnya sendiri."


"Cukup kak!"Rana menghentikan kejengkelan Sarah.


"Biar Rana, lelaki ini memang pantas di maki."


"Kak, aku bilang cukup! Tolong jangan seperti ini, dan tolong biarkan aku untuk menyelesaikan masalahku dengan Mas Seno."


"Tapi, Rana..!"


"Sarah!"suara Bima, menghentikan Sarah,"Rana benar. Biarkan dia menyelesaikan masalahnya dengan Seno."Sambung Bima.


Seno yang diam saat Sarah emosi padanya, kembali membuka Suara.


"Maafkan aku, maafkan atas semua kesalahanku dulu. Aku menyesal dan aku berjanji akan memperbaiki semuanya, dan aku berjanji akan menjadi suami yang selalu menghargai dan menyayangi Rana."Seno dengan bersungguh-sungguh.


"Sudahlah Seno, kamu sudah puluhan kali mengucapkan maaf kepada kami. Ini sepenuhnya bukan salahmu, saya juga bersalah atas kejadian lalu, maafkan saya. Sekarang selesaikan masalahmu dengan Rana, jika memang bisa diperbaiki, perbaikilah dan memulainya dari awal. Jika memang sudah tidak bisa, berpisah lah secara baik-baik tanpa ada yang disakiti."Sahut Bima.


"Terima kasih Mas Bima. Saya akan kembali pada Rana."Ujar Seno dengan yakin, padahal ia belum mendapatkan jawaban dari istrinya.


"Tidak! Rana akan tetep bercerai dengan Seno."Sarah kembali menyahuti.


Untuk meredam emosi Sarah, Bima mengajak istrinya masuk kedalam. Meninggalkan Seno, Rana dan Aurel yang hanya bisa diam menyaksikan ini semua.

__ADS_1


"Maafkan kak Sarah, Mas."


"Tidak! aku yang salah, memang sudah seharusnya kak Sarah membenciku, tapi tidak mesalah bagiku, sekalipun semua orang di dunia ini membenciku, asalkan aku tetep bersamamu itu tidak akan berpengaruh apapun padaku."


****


"Mas, kau pulanglah, ini sudah sangat Sore."Pinta Rana.


"Kita akan pulang bersama."


"Aku masih mau di sini, Mas. Tolong beri aku waktu."


Seno mengangguk.


"Baiklah, aku pulang. Besok pagi, sebelum aku berangkat, aku akan menjemputmu."


Rana mengangguk.


Selepas Seno pergi, Aurel meneror Rana dengan beberapa pertanyaan.


"Kau pergi kemana dengan Seno? Dan kalian menginap di mana? Apa yang kalian lakukan sepanjang malam? Apa kau dan Seno melakukan sesuatu yang anu? Dan apa ini bertanda jika kau menerima Seno kembali? Dan ...!"


"Aurel! pelan-pelan. Aku bingung harus menjawab yang mana?"


"Baiklah, Rana aku bertanya, apa yang kau lakukan bersama Seno? Apa kalian melakukan...!"


"Aku dan Mas Seno, tidak melakukan apa-apa."Potong Rana.


Aurel menelesik.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau tidak percaya? Aku sedang datang bulan. Apa kau masih berfikir jika aku melakukan sesuatu dengan Mas Seno?"kesal Rana.


"Ah, maaf, aku percaya padamu. Kalau begitu, jawab pertanyaan ku yang ini saja. Apa kau memutuskan untuk menerima Seno kembali?"


Rana diam.


Dan Aurel kembali bertanya.


"Rana, kau masih mencintai Seno kan?"


"Entahlah, aku sendiri tidak tahu dengan perasaanku saat ini."


"Jangan pikirkan yang lain, jika kau masih mencintai Seno dan Ingin kembali padanya, kembalilah. Entah kenapa hatiku sangat yakin jika Seno benar-benar tulus padamu. Tidak ada salahnya memberikan kesempatan kedua untuknya, karena ini juga sepenuhnya bukan salah Seno."


"Aku tahu itu."Sahut Rana dengan tatapan kosong seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Jika kau sudah yakin, jangan terpengaruh oleh apapun. Termasuk masalalu Windy dan Seno."


Mendengar nama Windy, Rana tersadar.


"Windy! Mas Seno, ada apa dengan mereka?"


"Apa Seno tidak menceritakannya padamu?"


"Aku yang tidak mau tahu di saat Mas Seno ingin memberi tahunya."


Aurel menghela nafas. Dia berfikir apakah dia harus tetep memberi tahu Rana, padahal tadi di mengira jika Seno sudah menceritakannya.


Bersambung..


šŸāœØšŸāœØšŸāœØšŸ


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini šŸ™


Mohon dukungannya šŸ™


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini šŸ¤—

__ADS_1


Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø


__ADS_2