4 Tahun Setelah Berpisah.

4 Tahun Setelah Berpisah.
Apa Yang Di Sembunyikan Windy?


__ADS_3

Selamat! Membaca šŸ¤—


āœØšŸāœØšŸāœØšŸāœØ


Di tempat lain


"Kau kenapa? "Tanya Wahyu, kepada Windy yang termenung duduk di sebelahnya. Saat ini mereka tengah berada di dalam mobil. Setelah bertemu dengan Seno dan mengetahui jika Rana adalah istrinya membuat Windy galau, ia memutuskan segera pulang dari tempat Aurel, membatalkan rencana makan-makan yang sebelumnya sudah mereka sepakati bersama Rana.


"Tidak apa-apa."Sahutnya, singkat tanpa melihat Wahyu.


"Tidak apa-apa bagaimana, kau sangat kentara jika tengah bersedih, kau pasti sedih karena bertemu dengan lelaki itu."


"Wahyu, tolong jangan ungkit soal Seno sedikitpun, aku tidak mau membahasnya apalagi ketika ada Aurel, Vir. Terutama Rana,"pinta Windy.


"Kenapa? apa karena dia adalah suami dari temanmu itu?"


"Cukup Wahyu! tolong jangan kau bahas soal itu lagi, Seno hanyalah masa laluku dan sekarang dia sudah bahagia dengan pilihannya sendiri."


"Lalu, apa kau bahagia dengan hidupmu sekarang? setelah bertahun-tahun kau menderita? Windy, apa kau tidak ingin mengatakan apa yang terjadi pada mu dulu sehingga kau memilih untuk memutuskan hubunganmu dengan Seno, dan pergi ke luar negeri?"


"Tidak perlu, Seno tidak perlu tahu akan hal itu."


"Dia harus tahu Windy, dia harus tahu apa yang terjadi padamu dulu agar ia tidak terus menyalahkan dirimu yang tiba-tiba mengakhiri hubungan kalian berdua. Aku tahu sampai sekarang pun kau masih mencintai lelaki itu. Meskipun dia sudah memiliki istri tapi setidaknya dia harus tahu apa yang terjadi denganmu sehingga ia tidak terus-terusan menilai buruk dirimu."


Windy terdiam, jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam. Gadis ini ingin mengatakan kebenaran 6 tahun yang lalu kepada Seno, tapi ia tidak cukup memiliki keberanian untuk mengatakan itu, ia takut Seno semakin membencinya. Lebih-lebih lagi sekarang Seno sudah memiliki istri, apakah dia akan peduli pada Windy, jika seandainya Seno tahu ke beneran yang selama ini Windy tutupi?


"Windy!"panggil Wahyu.


"Cukup Wahyu! Tolong lakukan lebih cepat mobilnya, dan antarkan aku ke rumah."


"Baiklah, "sahut Wahyu mengalah.


āœØšŸāœØšŸ


Di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda..

__ADS_1


Selepas kepergian Vir, Wahyu dan Windy, Aurel sendirian di rumah. Gadis itu tengah menguras pikirannya setelah mendapati kenyataan bahwa Seno adalah mantan kekasih Windy.


"Apa reaksi Rana jika ia tahu semua ini? "Gumam Aurel.


Ting!


Satu pesan masuk memecahkan lamunan Aurel.


(Aurel, apa Rana masih berada di rumahmu? tolong katakan padanya untuk segera pulang. Aku sudah berkali-kali menghubungi ponselnya namun tidak aktif, tolong sampaikan ini kepada Rana)


Satu pesan dari Sarah, yang menanyakan keberadaan adiknya yang tidak pernah kembali ke rumahnya setelah Rana tahu kenyataan bahwa Sarah menutupi kejadian 4 tahun silam.


Setelah membalas pesan dari Sarah Aurel menghubungi Rana. Dan benar apa yang dikatakan Sarah, bahwa ponsel Rana tidaklah aktif.


"Ke mana Seno membawa Rana pergi? dan Kenapa Rana tidak mengaktifkan ponselnya, Apa mereka pergi hanya sekedar makan siang? tapi kenapa sampai saat ini belum kembali juga, aaaah..! Terserahlah! kepalaku sudah cukup pusing memikirkan masalah ini, aku ingin istirahat. Tidak perlu mengkhawatirkan Rana kan, karena dia pergi bersama suaminya."Aurel mengunci pintu dan masuk kedalam kamar untuk mengistirahatkan tubuh dan otaknya.


šŸāœØšŸāœØšŸāœØ


Kita ke dokter Vir.


Lelaki itu tengah galau tingkat dewa, ia duduk melamun di taman yang memiliki pemandangan sejuk karena ada sebuah danau yang indah. Namun Vir tidak memperhatikan keindahan dan kesejukan tempat tersebut, karena saat ini hatinya tengah gelisah dan panas.


"Apa yang akan terjadi dengan Rana, jika ia tahu, Windy wanita masa lalu dari Seno?"Tanya Vir pada dirinya sendiri.


"Apakah ini justru akan menguntungkan ku?"tiba-tiba Vir memiliki pikiran licik.


"Ah...! tidak-tidak, aku tidak boleh berpikir jahat dan curang seperti ini, biar itu menjadi urusan Seno dan Windy. Aku tidak mau peduli tentang masa lalu mereka, aku hanya ingin menenangkan hati Rana, dan memilikinya dengan cara sehat, bukan dengan cara licik."Yakin Vir.


Tapi saat ini Vir juga merasa kesal dengan Seno yang tiba-tiba saja membawa Rana pergi dari sana, namun ia tidak bisa melakukan apa-apa untuk mencegah lelaki itu. Karena status Seno jauh lebih berhak daripada dirinya. Meskipun Vir meyakini bahwa Rana sudah tidak lagi mencintai dan ingin bersama Seno, tapi saat ini ia belum bisa bertindak lebih jauh karena statusnya untuk Rana tidak lebih tinggi dari Seno yang masih suaminya secara hukum.


Sama seperti Aurel, di saat Vir sedang merenungi nasib cintanya. Ia mendapat satu pesan yang memintanya untuk segera kembali Ke Kota XXX, karena Rumah Sakit tempat ia bekerja sangat membutuhkan dokter terbaik sepertinya. Dan yang mengirim pesan itu adalah Mayang, orang tuanya sendiri. Selaku pemilik rumah sakit tersebut.


Tidak ada yang tahu jika orang tua Vir adalah pemilik Rumah Sakit tempat ia dan Rana mengabdikan diri saat ini.


(Baik Mah, besok aku akan segera kembali) inilah bunyi pesan balasan dari Bir untuk ibunya.

__ADS_1


āœØšŸāœØšŸ


Kita kembali lagi pada Rana dan Seno.


Lelaki yang bernama Seno ini masih melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menembus keramaian kota. Namun, menurut pengamatan Rana, jalan yang saat ini ia dan Seno lintasi bukan jalan menuju rumah Aurel, Sarah ataupun rumah Seno sendiri. Karena tidak ingin stress dengan rasa penasaran! Kemana Seno akan membawanya? Rana memutuskan untuk bertanya.


"Kita mau ke mana Mas?"


"Nanti juga kau tahu sendiri."Sahut Seno yang masih fokus dengan kemudinya.


"Kau jangan membuatku takut seperti ini Mas,"


"Sejak kapan aku pernah menakuti mu? tenanglah, aku tidak akan membawamu ke tempat yang berbahaya dan menyeramkan. Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu hari ini."


"Apa! menghabiskan waktu bersamaku hari ini?" kejut Rana dengan mengulangi ucapan Seno,"Menghabiskan waktu bagaimana maksudmu Mas?" Rana sudah diliputi rasa gelisah dan ketakutan setengah mati. (Menghabisi waktu bersama) yang ada di pikiran Rana tentang kata-kata itu, menjurus ke arah dan adegan+++.


"Astaga! apa Mas Seno akan....! Tidak, itu tidak boleh terjadi."


Seno tersenyum, dan senyummu itu malah membuat Rana semakin merinding.


"Kau kenapa? Kenapa wajahmu tiba-tiba pucat? Apa kau sakit?"tanya Seno penuh dengan khawatir melihat raut wajah Rana yang tiba-tiba Pias, lelaki itu sampai menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Tidak! aku tidak apa-apa, Mas. Lebih baik kita kembali ke tempat Aurel saja, atau antarkan aku ke rumah Kak Sarah karena sudah beberapa hari aku tidak pulang ke sana, pasti Kak Sarah mengkhawatirkan aku,"pinta Rana dengan penuh harap.


"Aku akan mengantarkan mu, tapi nanti. Setelah kita menghabiskan waktu bersama."


Seno kembali mengulangi kata-kata itu, yang sontak membuat Rana ingin memukulnya.


Bersambung..


šŸāœØšŸāœØšŸāœØšŸ


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini šŸ™


Mohon dukungannya šŸ¤—

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini šŸ™


Lope banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø


__ADS_2